Home About us Products Services Contact us Bookmark
:: wikimiki.org ::
1801

1801

1801

Peristiwa


- Alexander I, naik takhta menjadi Tsar Rusia.

Kelahiran

Meninggal

Lihat Pula:


- Abad ke 19 category:Kalender Peristiwa ko:1801년 ms:1801 simple:1801

Rusia

Federasi Rusia (Bahasa Rusia: Росси́йская Федера́ция, Alihaksara: Rossiyskaya Federatsiya), atau Rusia (Bahasa Rusia: Росси́я, alihaksara: Rossiya), adalah sebuah negara yang membentang dengan luas di sebelah timur Eropa dan utara Asia. Dengan wilayah seluas 17.075.400 km² ini adalah negara terbesar di dunia. Wilayahnya kurang lebih dua kali wilayah Cina/Tiongkok, Kanada atau Amerika Serikat. Penduduknya menduduki peringkat ke-7 di dunia setelah China, India, Amerika Serikat, Indonesia, Brazil, dan Pakistan. Negara ini dahulu pernah menjadi negara bagian terbesar Uni Soviet. Rusia adalah ahli waris utama Uni Soviet, negara ini mewarisi 50% jumlah penduduk, 2/3 luas wilayah dan kurang lebih 50% aset-aset ekonomi dan persenjataannya. Saat ini Rusia berusaha keras untuk meraih status sebagai negara adidaya lagi. Meskipun Rusia adalah negara penting, tetapi statusnya masih jauh dibandingkan dengan status Uni Soviet dulu.

Sejarah

Sejarah Rusia diawali dengan perpindahan bangsa-bangsa Skandinavia yang dikenal sebagai bangsa Varangian yang dipimpin oleh Tokoh semilegendaris Rurik yang menyebrangi laut Baltik serta pada tahun 862 M memasuki kota Novogrod dan memerintah disana. Pada tahun 882 menguasai Kiev, kota Slavia yang berkembang menjadi pusat perdagangan antara Skandinavia dan Konstantinopel.Pada tahun 989 Vladimir I meluaskan wilayahnya hingga Kaukasus dan Laut hitam serta mengambil ajaran Gereja Ortodoks Yunani. Kerajaan Kiev Rusia Berakhir setelah serangan Mongol pada tahun 1237 oleh Batu Khan cucu Jenghiz Khan. Selanjutnya bangsa Mongol dikalahkan oleh Dimitri Donskoy pada tahun 1380 denga kemenangan di Kulikovo. Kemudian daerah daerah yang tercerai berai disatukan kembali oleh Ivan IV, menaklukan Kazan (1552), Astrakhan (1516) serta menguasai Siberia. Pemerintahan dilanjutkan oleh penerusnya sampai wangsa Romanov naik tahta yang diawali dengan diangkatnya oleh Michael Romanov sebagai Tsar (1613) yang menjadikannya sebagai dinasti Romanov selama 304 tahun dengan Tsar Nicholas II sebagai tsar terakhir sampai tahun 1917. Pada bulan Februari 1917 dibentuk Pemerintahan Provisi dibawah Pangeran Lyvov dan Alexander Kerensky sampai 25 Oktober 1917 yang digantikan dengan Pemerintahan Revolusi Bolshevik oleh Vladimir Ilyich Lenin. Pada periode selanjutnya, pemerintahan dilanjutkan secara diktator oleh Josef Stalin (1922) yang mewujudkan Uni Soviet (Soviet yang berarti Dewan) dengan bergabungnya negara negara di sekitar Rusia. Pemerintahan Uni Soviet berakhir setelah pada tanggal 25 Desember 1991 Presiden Mikhail Gorbachev mengundurkan diri serta berkibarnya bendera tiga warna Rusia di Kremlin.

Geografi

Geografi Rusia berada pada benua Eropa khususnya Eropa Timur serta benua Asia dimana Pegunungan Ural sebagai batas antara kedua benua. Wilayah paling luas adalah Siberia yang umumnya beriklim tundra. Karena letaknya di belahan bumi yang paling utara, maka wilayah perairan Rusia umumnya tertutupi es dengan beberapa laut yang bebas es yakni laut Barents, Laut White, Laut Kara, Laut Laptev dan Laut Siberia timur yang merupakan bagian dari Arktika atau kutub utara, serta laut Bering, laut Okhotsk dan laut Jepang yang merupakan bagian dari Samudra Pasifik. Memiliki beberapa pulau antara lain Novaya Zemlya, daratan Franz-Josef, kepulauan New Siberian, pulau Wrangel di Samudra Arktika, Kepulauan Kuril and Sakhalin (yang masih dipersengketakan dengan Jepang). Rusia memiliki beberapa Sungai diantaranya Sungai Dnephr (perbatasan degan Ukraina) dan sungai Volga. Selain itu terdapat laut (Danau ) Kaspia serta Laut Hitam yang berbatasan dengan Turki. Melalui Selat Bosphorus dan Selat Dardanela, kapal kapal Rusia dari Laut Hitam dapat berlayar menuju Laut Tengah dan terusan Suez

Politik dan Pemerintahan

Sampai tahun 1917 Rusia merupakan kerajaan/kekasiaran dengan tsar sebagai kepala negara dimana dinasti. Selama masih kerupakan kekaisaran terutama pada Masa Dinasti Rumanov, Rusia mengalami persinggungan politik dengan negara negara Eropa diantaranya dengan Napoleon Bonaparte, Krisis Balkan karena menginginkan pelabuhan yang bebas dari es di Eropa yang dinamakan Politik Air Hangat, Penyatuan Pan Slavia serta sering mengalami pertempuran dengan Usmaniyah Turki dalam memperebutkan wilayah Kaukasus dan Austria-Hongaria dalam Perang Dunia I. Akibat politik air hangat ini pula terjadi pertempuran dengan Jepang dan intervensi terhadap China. Masa selanjutnya politik Rusia dilebur dengan kepentingan Uni Sovyet dimana Rusia sebagai salah satu anggotanya, dan mengambil sikap independen bahkan menentang ketika terjadi penggulingan kekuasaan Mikhail Gorbachev oleh Genandy Yanayev menjelang keruntuhan Uni Sovuet yang diprakarsai Presiden Boris Yeltsin. Pemerintahan dipegang oleh Presiden yang berpusat di Kremlin serta Perdana Menteri yang bertanggung jawab terhaadap Parlemen namun peranannya terbatas dibandingkan dengan Presiden. Sejak pembangkangan wakil presiden Aleksander Ruskoi dan ketua parlemen asal Chechnya Ruslan Khasbulatov, lembaga wakil presiden dihapus. Parlemen memiliki dua kamar yakni Majelis Federal (Federal Assembly) yang merupakan majelis tinggi dan majelis rendah yang dikenal dengan Duma Karena Rusia merupakan negara federal yang memiliki berbagai macam etnis, setelah keruntuhan Uni Sovyet, Rusia mengalami masalah etnis yang ingin memisahkan diri yang mengakibatkan terlibat dalam krisi berlarut larut diantaranya dengan Chechnya dan Ingusethia Rusia juga terancam atas perluasan NATO ke wilayah Eropa Timur. Kekhawatiran atas pemilihan di Ukraina, serta kerjasamanya dengan Belarus ditambah degan tradisi di Rusia yang dianggap cocok dengan budaya sentralisasi, demokratisasi malah membuat harga diri Rusia merosot dimata dunia dan menimbulkan berbagai macam gejolak dan krisis berkepanjangan. Pemerintahan Rusia dapat dibagi menjadi
- Masa Tsar atau Kekaisaran
- Masa Uni Soviet
- Masa Kepresidenan Rusia # Presiden Boris Yeltsin (1991-2000) # Presiden Vladimir Putin (2000- )

Ekonomi

Rusia memiliki perindustrian yang cukup maju yang merupakan warisan dari masa pemerintahan Stalin. Industri yang dikenal antara lain Industri perlengkapan dan peralatan militer diantaranya adalah industri pesawat tempur seperti MiG dan Sukhoi serta Helikopter, pesawat terbang, tank, Rudal dan persenjataan ringan seperti senapan Kalashnikov. Selain itu juga industri berat diantaranya adalah industri baja. Serta pertambangan mineral, batu bara dan minyak bumi. Serta memiliki areal pertanian yang digalakkan ketika masa Stalin dengan pertanian kolektifnya. Sekalipun merupakan negara industri yang tergabung G-8, Rusia masih berusaha mengatasi masalah ekonominya agar mampu menjadikan negara adikuasa kembali seperti ketika masa Uni Sovyet.

Batas-batas wilayah

Kalashnikov Berlawanan arah jarum jam dari arah Barat Laut:
- Berbatasan dengan Norwegia dan Finlandia
- Berbatasan dengan negara negara baltik yakni Estonia dan Latvia kemudian Belarus dan Ukraina
- Laut Hitam, Georgia dan Azerbaijan
- Laut Kaspia, Kazakhstan, China, Mongolia, kemudian China dan Korea Utara
- Samudra Pasifik utara meliputi laut Jepang, laut Okhotsk, dan selat Bering (dengan pulau Big Diomede yang memiliki jarak beberapa mil dari pulau Little Diomede, bagian dari Alaska (Amerika Serikat)
- Di sebelah utara dengan Samudra Arktika (Kutub utara) Memiliki Daerah Khusus Kaliningrad dengan ibukota Kaliningrad yang berbatasan degan Polandia dan Lithuania serta laut Baltik.

Pendidikan

Sistem pendidikan di Rusia meliputi taman kanak-kanak (playgroup, sejak umur bayi 1 thn sampai taman kanak-kanak lanjut sejak umur 3 thn), sekolah menengah (sejak umur 7 thn), gimnasium (dengan kurukulum yang lebih luas), sekolah dan sekolah vokasional, perguruan tinggi (institut, universitas dan akademi). Sekolah menengah terdiri dari 3 tahun sekolah dasar, 6 tahun sekolah menengah utama dan 2 tahun sekolah menengah penuh. Ada sekolah menengah khusus di mana mata pelajaran tertentu diutamakan, misalnya bahasa, matematika, fisika dll. Sejumlah perguruan tinggi mengikuti sistem Barat dan mempunyai dua peringkat: BA (4 tahun) dan MA (2 tahun) tetapi kebanyakannya tetap sesuai sistem lama yaitu tanpa gelar BA dan MA (para tamatan diberi kualifikasi saja, misalnya guru sekolah, penerjemah, insinyur dll) dengan tempo pelajaran 5-6 tahun. Jumlah universitas negari (1994) ialah lebih daru 40, tambahan pula 80 universitas khusus (teknik, medis, keguruan, pertanian) yang dulu bertaraf institut saja dan lebih dari 30 universitas swasta. Pendidikan di semua tingkat bebas biaya (kecuali perguruan swasta).

Pertahanan Keamanan

Rusia mewarisi sebagian besar kekuatan militer Uni Sovyet. Namun kesulitan ekonomi yang melanda membuat Rusia kesulitan membiayai kekuatan militernya. Yang paling sulit dirasakan Angkatan Laut yang banyak membesituakan armadanya diantaranya adalah Kapal Induk sehinga saat ini hanya memiliki satu buah saja yakni Admiral Kutsnezov, setelah musibah kapal selam Kursk di laut Barents pada tahun 2000 membuat kekhawatiran berbagai pihak bahwa Angkatan Laut Rusia dalam waktu dekat akan musnah. Hal yang sama dialami oleh Angkatan Darat dan Angkatan Udara namun tidak separah Angkatan Laut karena masih mengadakan riset untuk memperbaharui persenjataan yang dimilikinya meskipun tidak semaju Amerika Serikat maupun pada masa Uni Sovyet. Rusia masih memiliki arsenal nuklir warisan Uni Sovyet sebagian diduga dimiliki oleh negara negara federasinya dan negara-negara yang kini independen seperti Ukraina dan Kazakhstan yang dikhawatirkan Rusia adalah bila negara negara yang diduga memiliki persenjataan nuklirnya melakukan tekanan terhadap Rusia. Uni Sovyet dahulu memiliki stasiun peluncur ruang angkasa yang bernama Kosmodorm di Baikonour namun saat ini berada di wilayah Kazakhstan dengan berpenduduk Rusia-Kazakh dan memiliki tingkat kriminalitas tertinggi. Untuk itu Rusia merasa perlu untuk mencarikan stasiun pengganti untuk kepentingan ruang angkasa baik kepentingan sipil, bisnis, dan militer. Pada masa Uni Soviet, terdapat dinas rahasia yang dikenal dengan nama KGB. Pada masa Presiden Boris Yeltsin dibentuk dinas keamanan yang bernama FSB. FSB

Lihat pula


- AK-47
- Lagu Kebangsaan Rusia
- Demografi Rusia
- Daftar Negara-Negara di Dunia
- Kasimov
- Pembagian Administratif Rusia Kategori:Eropa Timur Kategori:Rusia als:Russland ja:ロシア ko:러시아 ms:Russia roa-rup:Rusii simple:Russia th:สหพันธรัฐรัสเซีย zh-min-nan:Lō·-se-a

Abad ke 19

Daftar tahun-tahun abad ke-19 Masehi:
- Dasawarsa 10: 1891189218931894189518961897189818991900
- Dasawarsa 9: 1881188218831884188518861887188818891890
- Dasawarsa 8: 1871187218731874187518761877187818791880
- Dasawarsa 7: 1861186218631864186518661867186818691870
- Dasawarsa 6: 1851185218531854185518561857185818591860
- Dasawarsa 5: 1841184218431844184518461847184818491850
- Dasawarsa 4: 1831183218331834183518361837183818391840
- Dasawarsa 3: 1821182218231824182518261827182818291830
- Dasawarsa 2: 1811181218131814181518161817181818191820
- Dasawarsa 1: 1801180218031804180518061807180818091810 ---- Abad ke-18 - Abad ke-19 - Abad ke-20

Lihat pula


- Kalender Peristiwa kategori:Kalender Peristiwa als:19. Jahrhundert ja:19世紀 ko:19세기 simple:19th century th:คริสต์ศตวรรษที่ 19 zh-min-nan:19 sè-kí

Ed Felten

Edward William Felten (born March 25, 1963) is a professor of computer science and public affairs at Princeton University. Felten has done a variety of computer security research, including groundbreaking work on proof-carrying authentication but he is perhaps best known for his paper on the Secure Digital Music Initiative (SDMI) challenge.

Biography

Felten attended the California Institute of Technology and graduated with a degree in Physics in 1985. He worked as a staff programmer at Caltech from 1986 to 1989 on a parallel supercomputer project at Caltech. He then enrolled as a graduate student in Computer Science at the University of Washington. He was awarded an MS degree in 1991 and a PhD in 1993. His PhD thesis was on developing an automated protocol for communication between parallel processors. In 1993, he joined the faculty of Princeton University in the Department of Computer Science. He has served as a consultant to law firms, corporations, private foundations, and government agencies. His research involves computer security, and technology policy. He lives in Princeton, New Jersey with his family.

The SDMI challenge

As part of a contest in 2000, SDMI (Secure Digital Music Initiative) invited researchers and others to try and break the digital audio watermark technologies that they had devised. In a series of individual challenges, the participants were given a sample audio piece, with one of their watermarks embedded. If the participants sent back the sample with the watermark removed (and with less than an acceptable amount of signal loss, though this condition was not stated by SDMI), they would win that particular challenge. Felten was an initial participant of the contest. He chose to opt out of confidentiality agreements that would make his team eligible for the cash prize. Despite being given very little or no information about the watermarking technologies other than the audio samples, and having only three weeks to work with them (conditions which many consider an attempt to steeply stack the deck against the contestants), Felten and his team managed to modify the files sufficiently that SDMI's automated judging system declared the watermark removed. SDMI did not accept that Felten had succesfully broken the watermark according to the rules of the contest, noting that there was a requirement that the files lose no sound quality. They claimed that the automated judging result was inconclusive as a submission which simply wiped all the sounds off the file would have successfully removed the watermark, but would not meet the quality requirement.

Lawsuits

Felten's team developed a scientific paper explaining the methods used by his team in defeating the SDMI watermarks. Planning to present the paper at the Fourth International Information Hiding Workshop of 2001 in Pittsburgh, Felten alleged he was threatened with legal action by SDMI, the Recording Industry Association of America, and Verance Corporation, under the terms of the DMCA, on the argument that one of the technologies his team had broken were currently in use in the market. Felten withdrew the presentation from the workshop, reading a brief statement about the threats instead. SDMI and other copyright holders denied that they had ever threatened to sue Felten. Felten (with help from the Electronic Frontier Foundation) sued the groups, requesting a declaratory judgement ruling that their publication of the paper would be legal. The case was dismissed for a lack of standing with the judge noting that: :"The irony is that the defendants having said we're not going to sue you, the plaintiffs decided apparently to catalyze this action by bringing a suit themselves... :The plaintiffs liken themselves to modern Galileos persecuted by authorities. I fear that a more apt analogy would be to modern day Don Quixotes feeling threatened by windmills which they perceive as giants. There is no real controversy here.[http://www.eff.org/IP/DMCA/Felten_v_RIAA/20011128_hearing_transcript.html] Felten presented his paper at the USENIX security conference in 2001.The Justice Department has offered Felten and other researchers assurances that the DMCA does not threaten their work, and stated that the legal threats against them were invalid.

Current activities

Today, Felten is an active voice in the area of technology policy, having started the Freedom to Tinker weblog[http://www.freedom-to-tinker.com/] and testifying before Congress on copyright issues. The 2005 Sony CD copy protection controversy started when it was discovered on October 31, 2005 that Sony's XCP copy protection software on the CD Get Right With The Man by Van Zant contained hidden files that could damage the operating system, install spyware and make the user's computer vulnerable to attack when the CD was played on a Microsoft Windows-based PC. Sony then released a software patch to remove XCP. On November 15, 2005, it was discovered that Sony's method for removing XCP copy protection software from makes the computer more vulnerable to attack, as it essentially installed a rootkit in the form of an Active X control used by the uninstaller, left on the user's machine and set so as to allow any web page to execute arbitrary code without any need to authenticate to the machine or request the user's permission. Princeton University Computer Science Professor Ed Felten and graduate student J. Alex Halderman who explored the removal program said "The consequences of the flaw are severe,""It allows any Web page you visit to download, install, and run any code it likes on your computer. Any Web page can seize control of your computer; then it can do anything it likes. That's about as serious as a security flaw can get."[http://www.businessweek.com/ap/financialnews/D8DT2KF02.htm?campaign_id=apn_tech_down&chan=tc]

Quote

:"Given a choice between dancing pigs and security, users will pick dancing pigs every time." (Gary McGraw and Edward Felten: Securing Java, ch1 pt 7 [http://www.securingjava.com/chapter-one/chapter-one-7.html])

See also


- RIAA
- SDMI
- EFF
- DMCA
- Java security

External links


- [http://www.cs.princeton.edu/~felten/ Edward W. Felten homepage]
- [http://www.freedom-to-tinker.com/ Freedom to Tinker weblog]
- EFF: [http://www.eff.org/IP/DMCA/Felten_v_RIAA/ Felten, et al v. RIAA case archive]
- [http://www.verance.com Verance Corporation] Felten, Edward Felten, Edward Felten, Edward Felten, Edward Felten, Edward

Dorota Rabczewska aliasy praca w anglii darmowe statystyki heavy metal










































:: RELATED NEWS ::
Plan burza
-Kielce area, during Operation Storm.]] Operation Storm (Polish: Plan Burza; sometimes also rendered into English as Operation Burza or Operation Tempest) was a series of uprisings conducted during World War II by the Polish Home Army. The chief goal of Operation Storm was to seize control of cities an
Polar molecules
2O). The electrons of water's hydrogen atoms are strongly attracted to the oxygen atom, and are actually closer to oxygen's nucleus than to the hydrogen nuclei; thus, water has a relatively strong negative charge in the middle (red shade), and a positive charge at the ends (blue shade).]] In Read More...
Wikipedia:Offline reports/This page contains no links

This is a list of dead-end pages (see the main listing for the date it was last updated). The pages contained on the list below are either not wikified (are plain text, not properly formatted, and so on), and/or they do not contain internal links to other articles. To assist, head to an article and read through it. Ensure that it follows Wikipedia:Guide to layout, and that it contains appropriate links to other articles
Severndroog Castle
Severndroog Castle is a folly (designed by architect Richard Jupp in 1784) situated on Shooter's Hill in south-east London in the London Boro
Crazy English
Crazy English is a brand name releated to a untraditional method of learning English in mainland China concieved by Li Yang. Li believes that the traditional way of learning English in China is ineffective. Li Yang's method places heavy emphasis on practicing
Ifd
Images and media for deletion (IfD) is for listing images which are unneeded.
- For speedy deletion candidates, use . See the criteria for speedy deletion. These are: duplicates, thumbnails, broken images, non-commercial, permission, no source, and unknown copyright images.
- For copyright infringements, use Wikipedia:Copyright problems.
- For other licensing issues, use Hebrew: מדרש; plural midrashim) is a Hebrew word referring to a method of exegesis of a Biblical text. The term "midrash" also can refer to a compilation of Midrashic teachings, in the form of legal, exegetical or homiletical commentaries on the Tanakh (Jewish Bible).

Methodology

When used as a verb, "midrash" refers to a way of interpreting a
Flashbang
:Grenade redirects here, for other uses see Grenade (disambiguation). :For the alcoholic beverage sold in New Orleans, see hand grenade (drink). hand grenade (drink) A hand grenade is a hand-held bomb designed to be thrown by hand. The word "grenade" is derived from the Spanish granada ("Grenade (disambiguation). :For the alcoholic beverage sold in New Orleans, see hand grenade (drink). hand grenade (drink) A hand grenade is a hand-held bomb designed to be thrown by hand. The word "grenade" is derived from the Spanish granada ("snooker players. The highest-ranked players automatically qualify for the final stages of certain tournaments, whereas lower-ranked players have to play a series of qualifying rounds. Naturally, there is also considerable prestige associated with attaining a high ranking. The rankings for a given season are based on ranking points accumulated by players in the two seasons previous to the current one. Unlike dynamic ranking systems such as the
All Rights Reserved 2005 wikimiki.org