Home About us Products Services Contact us Bookmark
:: wikimiki.org ::
Ibu Tien

Ibu Tien

Raden Ayu Siti Hartinah (Surakarta (Desa Jaten), 23 Agustus 1923Jakarta, 26 April 1996) adalah istri presiden Indonesia kedua, Jenderal Purnawirawan Soeharto. Nama panggilan ibu Siti Hartinah adalah Ibu "Tien". Ibu Tien lahir dari pasangan KPH Soemohardjoo dan Raden Ayu Hatmanti Soemohardjo. Ibu Tien yang masih berdarah ningrat ini merupakan canggah Pangeran Mangkunagara III. Ibu Tien menikah dengan bapak Soeharto pada tanggal 26 Desember 1947 di Surakarta. Selain itu ibu Tien juga merupakan seorang pahlawati/pahlawan nasional R.I. Ibu Tien dimakamkan di Astana Giri Bangun, Jawa Tengah.

Pranala luar


- [http://www.soehartoreview.com/ibutien/biografi/index.shtml Situs Web Resmi]
- [http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/s/siti-hartinah-soeharto/index.shtml Ibu Tien di Tokoh Indonesia] Hartinah Hartinah Hartinah Hartinah

Surakarta

Surakarta (juga dikenal dengan nama Solo) dapat merujuk kepada: #Kasunanan Surakarta #Karesidenan Surakarta #Kota Surakarta #Provinsi Surakarta

23 Agustus

23 Agustus adalah hari ke-235 (hari ke-236 dalam tahun kabisat) dalam kalender Gregorian.

Peristiwa


- 1821 - Meksiko merdeka dari Spanyol.
- 1839 - Britania Raya merebut Hong Kong.
- 1866 - Pakta Praha mengakhiri Perang Austria-Prusia.
- 1942 - Berawalnya Pertempuran Stalingrad.
- 1945 - Presiden Soekarno memberikan pidato pertamanya melalui radio kepada rakyat Indonesia.
- 1949 - Konferensi Meja Bundar dimulai di Den Haag.
- 1975 - Kudeta komunis berhasil dilaksanakan di Laos.
- 1990 - Armenia merdeka dari Uni Soviet.
- 1998 - Partai Amanat Nasional didirikan.

Kelahiran


- 1754 - Louis XVI, Raja Perancis (w. 1793)
- 1922 - Sutoyo Siswomiharjo, korban peristiwa Gerakan 30 September (w. 1965)
- 1923 - Ibu Tien, istri Presiden Indonesia, Soeharto (w. 1996)

Meninggal


- 634 - Abu Bakar, kalifah pertama (l. 572)
- 1305 - William Wallace, ksatria Skotlandia (l. sekitar 1276)

Hari besar dan peringatan

---- 22 Agustus - 23 Agustus - 24 Agustus - Kalender Peristiwa category:Kalender Peristiwa ja:8月23日 ko:8월 23일 ms:23 Ogos simple:August 23 th:23 สิงหาคม

Jakarta

Daerah Khusus Ibukota Jakarta
100px
(Lambang DKI Jakarta)
Motto: "Jaya Raya"
(Bahasa Indonesia): "Jaya dan Besar (Agung)"
Image:Locator_jakarta_final.png
Hari jadi 22 Juni 1527
Ibu kotaJakarta
GubernurSutiyoso
Wilayah
 - Total:

661,52 km²
Daerah Tk. II
 - Jumlah:

5 Kotamadya dan 1 Kabupaten
Penduduk
 - Total (2004):
 - Kepadatan:

8.792.000
16.667/km²
Suku bangsaBetawi (+/-10%), Jawa, Sunda, Tionghoa (10%), dll.
AgamaIslam, Kristen, Buddha, dll.
BahasaIndonesia, Betawi, Jawa, Sunda, dll.
Zona waktu(WIB)
MaskotElang Bondol
Lagu kedaerahantidak ada
Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta adalah sebuah provinsi sekaligus ibu kota Indonesia. Karena Jakarta merupakan sebuah kota yang amat besar dan sekaligus ibu kota Indonesia, maka kota ini mempunyai status yang sama dengan sebuah provinsi. Jakarta terletak di bagian barat laut pulau Jawa. Koordinatnya adalah [http://kvaleberg.com/extensions/mapsources/index.php?params=6_11_S_106_50_E_ 6°11′ LS 106°50′ BT]. Pada tahun 2004, luasnya adalah sekitar 650 km² dan penduduknya berjumlah 8.792.000 jiwa.

Sejarah

2004 Jakarta pertama kali dikenal sebagai pelabuhan di muara Sungai Ciliwung. Asal-usulnya bisa ditelusuri dari zaman Hindu pada abad ke-5. Orang Eropa pertama yang datang ke Jakarta adalah orang Portugis. Pada abad ke-16, para pendatang Portugis diberi izin mendirikan benteng di Sunda Kelapa. Asal-usul hari jadi Jakarta tanggal 22 Juni adalah penaklukan Sunda Kelapa oleh Fatahillah pada tahun 1527 dan mengganti nama kota tersebut menjadi Jayakarta yang berarti kemenangan. Orang Belanda datang ke Jayakarta sekitar akhir abad ke-16 dan pada 1619, VOC dipimpin oleh Jan Pieterszoon Coen menaklukan Jayakarta dan kemudian mengubah namanya menjadi Batavia. Dalam masa Belanda, Batavia berkembang menjadi kota yang besar dan penting. Penjajahan oleh Jepang dimulai pada 1942 dan mengganti nama Batavia menjadi Jakarta untuk menarik hati penduduk pada Perang Dunia II. Kota ini juga merupakan tempat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 dan diduduki Belanda sampai pengakuan kedaulatan pada 1949. Pada Mei 1998, terjadi kerusuhan di Jakarta yang sasarannya kebanyakan adalah orang Tionghoa. Gedung MPR/DPR diduduki oleh para mahasiswa yang menginginkan reformasi. Buntut kerusuhan ini adalah turunnya Presiden Soeharto dari kursi kepresidenan. Lihat Kerusuhan Mei 1998

Budaya

Sebagai ibu kota Indonesia, Jakarta menarik pendatang dari seluruh Indonesia, apalagi melihat kurang meratanya pertumbuhan di pusat dan daerah menyebabkan arus urbanisasi yang besar. Urbanisasi inilah yang membawa berbagai budaya masuk ke Jakarta. Suku-suku yang mendiami Jakarta antara lain Suku Betawi, Jawa, Sunda, Minang, Batak, dan Tionghoa. Budaya lain yang juga khas di Jakarta adalah bahasa gaul yang dipakai oleh penduduk yang biasanya berusia remaja. Beberapa contoh penggunaan bahasa ini adalah Please donk ah! dan So what gitu loh!. remaja Budaya Betawi sebagai penduduk asli agak tersingkirkan oleh budaya lain baik dari Indonesia maupun budaya Barat. Untuk melestarikan budaya Betawi, didirikanlah cagar budaya di Situ Babakan.

Musik

Seperti halnya budaya dan etnik di Jakarta yang merupakan perpaduan dari berbagai macam budaya dan etnik baik dari seluruh wilayah di Indonesia maupun dari luar Indonesia seperti halnya Belanda, Tiongkok, Portugis, Arab dan India, musik di Jakarta menggambarkan perpaduan-perpaduan tersebut baik musik tradisional maupun modern. Bahkan sampai saat ini, Jakarta masih dianggap kiblat bagi perkembangan musik di Indonesia. Untuk musik tradisional di Jakarta, seperti tanjidor dan gambang kromong, terdapat pengaruh baik etnis dari luar Jakarta Sunda seperti penggunaan rebab dan terompet tradisional. Kemudian pengaruh asing seperti halnya Trombone dan Gitar dari Eropa dan beberapa irama musik tradisional Tionghoa.

Tari

Seperti halnya dalam budaya dan musik, seni tari di Jakarta merupakan perpaduan antara unsur unsur budaya masyarakat yang ada di dalamnya. Pada awalnya, seni tari di Jakarta memiliki pengaruh Sunda dan Tionghoa seperti tariannya yang memiliki corak tari Jaipong dengan kostum penari khas pemain Opera Beijing. Namun Jakarta dapat dinamakan daerah yang paling dinamis. Selain seni tari lama juga muncul seni tari dengan gaya dan koreografi yang dinamis.

Cerita Rakyat

Cerita rakyat yang berkembang di DKI Jakarta selain cerita rakyat yang sudah dikenal seperti Si Pitung juga dikenal cerita rakyat lain seperti serial Jagoan Tulen yang mengisahkan jawara-jawara Betawi baik dalam perjuangan maupun kehidupannya yang dikenal "keras". Selain mengisahkan jawara atau pendekar dunia persilatan, juga dikenal cerita Nyai Dasima yang menggambarkan kehidupan zaman kolonial. Selain budaya Musik, Tari-tarian dan Cerita rakyat, Masyarakat Betawi juga mengenal seni lenong dan topeng betawi. si janthuk yang kini sudah dianggap langka.

Demografi

Jumlah penduduk di Jakarta sekitar 9.792.000 (2004) namun pada siang hari, angka tersebut akan bertambah seiring datangnya para pekerja dari kota satelit seperti Bekasi dan Depok. Bahasa yang digunakan di Jakarta adalah Bahasa Indonesia. Bahasa daerah juga digunakan oleh orang-orang yang satu suku dan karena di Jakarta terdapat berbagai suku, bahasa Indonesialah yang paling sering dipakai. Selain itu, muncul juga bahasa gaul yang tumbuh di kalangan anak muda dengan kata-kata yang terkadang diambil dari bahasa lain. Agama yang dianut di DKI Jakarta sangat beragam termasuk kelima agama yang diakui pemerintah Indonesia (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha) tempat peribadatan agama tersebut juga tersedia di Jakarta contohnya
- Masjid Istiqlal
- Masjid Agung Al-Azhar
- Gereja Katedral Jakarta
- Gereja Imanuel
- Pura Adhitya Jaya
- Vihara Dhammacakka Jaya Vihara Dhammacakka Jaya.

Pemerintahan

Vihara Dhammacakka Jaya DKI Jakarta memiliki status khusus sebagai Daerah Khusus Ibukota. Kota ini dibagi kepada lima kotamadya dan satu kabupaten. Mereka adalah:
- Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu
- Jakarta Utara, memiliki kode pos 14xxx.
- Jakarta Pusat, memiliki kode pos 10xxx.
- Jakarta Barat, memiliki kode pos 11xxx.
- Jakarta Timur, memiliki kode pos 13xxx.
- Jakarta Selatan, memiliki kode pos 12xxx.

Daftar Gubernur Jakarta

No. Periode Nama Gubernur Keterangan
1 1945 - 1951 Suwiryo
2 1951 - 1953 Syamsurizal
3 1953 - 1960 Sudiro
4 1960 - 1964 Dr. Soemarno
5 1964 - 1965 Henk Ngantung
6 1965 - 1966 Dr. Soemarno
7 1966 - 1977 Ali Sadikin
8 1977 - 1982 H. Tjokropranolo
9 1982 - 1987 Soeprapto
10 1987 - 1992 Wiyogo Atmodarminto
11 1992 - 1997 Soerjadi Soedirdja
12 1998 - 2003 Sutiyoso
13 2003 - 2008 Sutiyoso

Pendidikan

Pendidikan di DKI Jakarta tersedia dari playgroup sampai perguruan tinggi. Kualitas dari pendidikan pun juga sangat bervariasi dari gedung mewah ber-AC sampai yang bahkan gedungnya sudah akan rubuh khususnya di tingkat SD dan SMP. Belakangan ini mulai muncul berbagai sekolah dengan kurikulum yang diserap dari negara lain seperti Singapura dan Australia. Sekolah lain dengan kurikulum Indonesia pun juga muncul yang memiliki pengajaran berbeda. DKI Jakarta juga menjadi lokasi berbagai universitas yang terkemuka seperti
- Universitas Indonesia
- Universitas Negeri Jakarta (dahulu IKIP Jakarta)
- Universitas Trisakti
- Universitas Atma Jaya
- Universitas Pancasila

Transportasi

Dalam kota

Universitas Pancasila Di DKI Jakarta, tersedia jaringan jalan raya dan jalan tol yang melayani seluruh kota namun perkembangan jumlah mobil dengan jumlah jalan sangat timpang (5-10% dengan 4-5%). Menurut data dari Dinas Perhubungan DKI, tercatat 46 kawasan dengan 100 titik simpang rawan macet di Jakarta. Definisi rawan macet adalah arus tidak stabil, kecepatan rendah serta antrean panjang. Kawasan yang memiliki lebih dari empat titik simpang rawan macet adalah:
- Kawasan Ancol/Gunung Sahari
- Kawasan Jatibaru/Tanah Abang
- Kawasan Kalimalang
- Kawasan Mampang/Buncit
- Kawasan Pasar Minggu
- Kawasan Pondok Indah
- Kawasan Pulo Gadung
- Kawasan Tambora. Jakarta sebagai pusat ekonomi juga turut memperparah kemacetan di Jakarta karena selain dilalui penduduk DKI, jalan di Jakarta juga melayani para pelaju dari kota di sekitar Jakarta seperti Depok, Bekasi, Tangerang, dan Bogor. Untuk di dalam kota, kemacetan dapat dilihat di Sudirman apalagi di jam-jam pulang kantor. Pemda DKI telah menghadirkan layanan transportasi umum yang dikenal sebagai TransJakarta menggunakan bus dan halte yang berada di jalur khusus. Koridor Busway yang ada di Jakarta adalah
- Koridor I Blok M- Stasiun Kota
- Koridor II Pulogadung - Harmoni (belum selesai)
- Koridor III Kalideres - Harmoni (belum selesai) Selain itu, Pemda juga sedang membangun dua jalur monorel yairu Green Line dan Blue Line.

Dari dan ke

Untuk ke kota-kota di Pulau Jawa, bisa dicapai dari Jakarta dengan jaringan jalan dan beberapa ruas jalan tol. Jalan tol yang paling baru adalah Jalan Tol Cipularang yang mempersingkat waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi sekitar 1,5 jam. Untuk ke Sumatera, tersedia layanan penyeberangan dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni. Bandara yang terdapat di Jakarta adalah
- Bandara Internasional Soekarno Hatta yang berfungsi sebagai pintu masuk internasional utama.
- Bandara Halim Perdanakusuma

Kondisi dan sumber daya alam

Pada tahun 2004, untuk kesekian kalinya, Kota Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan meraih penghargaan Bangun Praja kategori "Kota Terbersih dan Terindah di Indonesia" (dulu disebut "Adipura"). Salah satu faktor penentu keberhasilan kedua kota tersebut adalah keberadaan kawasan Menteng (Jakpus) dan Kebayoran Baru (Jaksel). Kawasan di DKI Jakarta yang identik dengan pepohonan adalah
- Kosambi (
Schleichera oleosa), Jakarta Barat
- Menteng (
Baccauera dulciss Muell), Jakarta Pusat
- Cempaka Putih (
Michelia alba) Jakarta Pusat
- Karet (
Ficus elastica), Jakarta Pusat
- Kemang (
Mangifera caecea) Jakarta Selatan
- Kebayoran/Kebayuran (bayur=
Pterospermum javanicum), Jakarta Selatan
- Kelapa Gading (
Cocos capitata), Jakarta Utara
- Sunda Kelapa (
Cocos nucifera), Jakarta Utara
- Kapuk (
Ceiba petandra), Jakarta Utara
- Kayu Putih (
Eucalyptus alba), Jakarta Timur
- Kebon Pala (
Myristica fragrans), Jakarta Timur Hingga kini eksistensi pohon telah menjadi identik dengan nama kawasan-kawasan itu. Namun, penebangan pohon kota memusnahkan pohon sebagai identitas karakter lanskap kawasan yang memakai nama-nama pohon tersebut.

Pariwisata

DKI Jakarta juga memiliki berbagai tujuan pariwisata seperti
- Kebun Binatang Ragunan
- Monumen Nasional
- Museum Gajah
- Taman Mini Indonesia Indah
- Taman Impian Jaya Ancol
- Pulau Seribu
Lihat pula: Museum-museum di Jakarta

Pusat perbelanjaan

Pada program "Enjoy Jakarta", Pemda menonjolkan pariwisata di pusat-pusat perbelanjaan yang terdapat di Jakarta. Beberapa tahun terakhir ini memang terjadi tren pembangunan pusat perbelanjaan dari yang mewah sampai pusat grosir. Di pusat perbelanjaan tersebut juga muncul berbagai waralaba internasional yang mulai merebak seperti Starbucks selain juga waralaba nasional seperti Es Teler 77, di beberapa wilayah Kecamatan juga tersedia pusat belanja kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau seperti Indomaret dan Alfamart.

Permasalahan sosial

Alfamart Posisi DKI Jakarta sebagai pusat perekonomian telah mendorong orang-orang di luar Jakarta dan luar pulau Jawa untuk berbondong-bondong mencari rezeki di ibu kota Indonesia ini. Banyak dari orang-orang yang datang ke Jakarta tidak dibekali dengan keahlian atau keterampilan khusus, sehingga beberapa dampak sosial yang sering muncul adalah masalah pengangguran yang berkaitan erat dengan masalah kemiskinan dan kriminalitas. Jumlah pendatang di Jakarta (2002-2005) Catatan:
- perkiraan
Sumber: Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta

Lihat pula


- Daftar provinsi Indonesia
- Jabotabek
- Jagorawi
- Pekan Raya Jakarta

Pranala luar


- [http://www.jakarta.go.id Situs resmi Pemerintah DKI]
- [http://http://www.kependudukancapil.go.id Situs Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI] Kategori:Ibukota dunia Kategori:Ibukota Provinsi di Indonesia ja:ジャカルタ ms:Jakarta simple:Jakarta th:จาการ์ตา zh-min-nan:Jakarta


1996

1996

Peristiwa


-

Lahir


-

Wafat


- als:1996 ja:1996年 ko:1996년 ms:1996 simple:1996 th:พ.ศ. 2539

Daftar Presiden Indonesia

Daftar ini merupakan daftar resmi Presiden Indonesia yang mulai memerintah setelah Proklamasi RI pada tahun 1945 sampai dewasa ini.

Lihat pula


- Presiden Republik Indonesia
- Daftar Penguasa Hindia-Belanda
- Daftar Wakil Presiden Indonesia
- Daftar Kabinet Indonesia
- Sebuah visi alternatif tentang daftar Presiden di Indonesia
- Indonesia
-
Indonesia ja:インドネシアの大統領一覧 ms:Presiden-presiden Indonesia

Canggah

Canggah adalah sebuah istilah dari bahasa Jawa, dan merujuk kepada keturunan yang keempat.
- anak/putra -> putu/wayah - buyut - canggah

Mangkunagara III

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunagara III, adalah seorang raja Jawa yang memerintah di kerajaan Mangkunagaran Surakarta dari tahun 1853-1881.

Lihat pula


- Raja-Raja Mataram II kategori:Raja Mangkunagara

Soeharto

Jenderal Besar Purnawirawan Soeharto, (ER, EYD: Suharto), atau juga dikenal sebagai Haji Muhammad Soeharto (Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta, 8 Juni 1921), adalah Presiden Indonesia yang kedua setelah Soekarno Ia mulai menjabat sejak keluarnya Supersemar yang dinilai kontroversial pada tanggal 12 Maret 1967 sebagai Pejabat Sementara Presiden, dan dipilih sebagai Presiden pada tanggal 21 Maret oleh MPRS. Soeharto dipilih kembali oleh MPR pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. Pada tahun 1998, masa jabatannya berakhir setelah mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei tahun itu. Pengunduran diri tersebut menyusul terjadinya Kerusuhan Mei 1998. Soeharto menikah dengan ibu Suhartini "Tien" dan dikaruniai 6 anak, yaitu Siti Hardijanti Rukmana (Tutut), Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Titiek, Hutomo Mandala Putra (Tommy), dan Mamiek. Nama panggilan beliau adalah "Pak Harto".

Latar belakang

Soeharto lahir di Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta. Dia bergabung dengan pasukan kolonial Belanda dan belajar di akademi militer Hindia Belanda, KNIL. Selama perang dunia II, dia menjadi komandan batalion di dalam militer yang disponsori oleh Jepang yang dikenal sebagai tentara PETA (pembela tanah air). Setelah proklamasi kemerdekaan oleh Soekarno pada 1945 pasukannya bentrok dengan Belanda dalam rangka mendirikan kembali hukum kolonialisme. Dia dikenal luas dalam militer dengan serangan tiba-tibanya yang menguasai Yogyakarta pada 1 Maret 1949 (lihat Serangan Umum 1 Maret) hanya dalam satu hari. Namun gerakan ini cenderung ditafsirkan sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia terhadap pasukan Belanda. Penggagas sebenarnya dalam serangan ini adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX, sebagai raja Yogyakarta Gubernur Militer serta Menteri Pertahanan. Di tahun berikutnya dia bekerja sebagai pejabat militer di Divisi Diponegoro Jawa Tengah. Pada 1959 dia dituduh terlibat kasus penyelundupan dan kasusnya hampir dibawa ke pengadilan militer oleh Kolonel Ahmad Yani. Namun atas saran Jendral Gatot Subroto saat itu, dia dibebaskan dan dipindahkan ke kampus staf komando Angkatan Darat (SESKOAD) di Bandung, Jawa Barat meskipun menurut koleganya di SESKOAD, Kolonel Hario Kecik yang akhirnya menjadi Pangdam Mulawarman, Soeharto mengalami konflik pribadi dengan Kolonel D.I. Panjaitan. Sebelumnya Letkol Soeharto menjadi komandan penumpasan pemberontakan di Makassar dibawah Komando Kolonel Alex Kawilarang dimana Soeharto mengalami konflik pribadi dengan Kawilarang akibat keteledorannya sehingga huru-hara meletus kembali ketika Kawilarang melaporkan situasi Makassar yang dianggap aman kepada Presiden Soekarno di Jakarta. Pada 1962 dia mencapai jabatan mayor jendral dan memimpin Komando Mandala yang bertugas membebaskan Irian Barat. Selama konfrontasi Indonesia-Malaysia, Soeharto adalah seorang komandan Kostrad, yang bermarkas di Jakarta. Pada 1965, Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, khususnya Angkatan Darat mengalami konflik internal, terutama akibat politik Nasakom pada saat itu sehingga digambarkan pecah menjadi dua faksi, satu sayap kiri dan satu lagi sayap kanan, dengan Soeharto berada di bagian sayap kanan.

Naik ke kekuasaan

Pada pagi hari 1 Oktober 1965, beberapa pasukan pengawal Kepresidenan, Tjakrabirawa di bawah Letnan Kolonel Untung Sutopo bersama pasukan lain menculik dan membunuh enam orang jendral. Pada peristiwa itu Jendral A.H. Nasution yang menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Hankam dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata berhasil lolos. Satu yang terselamatkan, yang tidak menjadi target dari percobaan kudeta adalah Jendral Soeharto, meski menjadi sebuah pertanyaan apakah Seoharto ini terlibat atau tidak dalam peristiwa yang dikenal sebagai G-30-S/PKI itu. Beberapa sumber mengatakan, Pasukan Tjakrabirawa yang terlibat itu menyatakan bahwa mereka mencoba menghentikan kudeta militer yang didukung oleh CIA yang direncanakan untuk menyingkirkan Presiden Soekarno dari kekuasaan pada "Hari ABRI", 5 Oktober 1965 oleh badan militer yang lebih dikenal sebagai Dewan Jenderal. Peristiwa ini segera ditanggapi oleh Mayjen Soeharto untuk segera mengamankan Jakarta, menurut versi resmi sejarah pada masa Orde Baru, terutama setelah mendapatkan kabar bahwa Letjen Ahmad Yani, menteri Panglima Angkatan Darat tidak diketahui keberadaannya. Hal ini sebenarnya berdasarkan kebiasaan yang berlaku di Angkatan Darat bahwa bila Panglima Angkatan Darat berhalangan hadir, maka Panglima KOSTRAD yang menjalankan tugasnya. Tindakan ini diperkuat dengan turunnya Surat Perintah yang dikenal sebagai Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yang memberikan kewenangan dan mandat kepada Soeharto untuk mengambil segala tindakan untuk memulihkan keamanan dan ketertiban. Langkah yang diambil Soeharto adalah segera membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) sekalipun sempat ditentang Presiden Soekarno, penangkapan sejumlah menteri yang diduga terlibat G-30-S (Gerakan 30 September). Tindakan ini menurut pengamat internasional dikatakan sebagai langkah menyingkirkan Angkatan Bersenjata Indonesia yang pro-Soekarno dan pro-Komunis yang justru dialamatkan kepada Angkatan Udara Republik Indonesia dimana jajaran pimpinannya khususnya Panglima Angkatan Udara Laksamana Udara Omar Dhani yang dinilai pro Soekarno dan Komunis, dan akhirnya memaksa Soekarno untuk menyerahkan kekuasaan eksekutif. Tindakan pembersihan dari unsur-unsur komunis (PKI) membawa tindakan penghukuman mati anggota Partai Komunis di Indonesia yang menyebabkan pembunuhan sistematis sekitar 500 ribu "tersangka komunis", kebanyakan warga sipil, dan kekerasan terhadap minoritas Tionghoa Indonesia. Soeharto dikatakan menerima dukungan CIA dalam penumpasan komunis. Diplomat Amerika 25 tahun kemudian mengungkapkan bahwa mereka telah menulis daftar "operasi komunis" Indonesia dan telah menyerahkan sebanyak 5.000 nama kepada militer Indonesia. Been Huang, bekas anggota kedutaan politik AS di Jakarta mengatakan di 1990 bahwa: "Itu merupakan suatu pertolongan besar bagi Angkatan Bersenjata. Mereka mungkin membunuh banyak orang, dan saya kemungkinan memiliki banyak darah di tangan saya, tetapi tidak seburuk itu. Ada saatnya di mana anda harus memukul keras pada saat yang tepat." Howard Fenderspiel, ahli Indonesia di State Department's Bureau of Intelligence and Research di 1965: "Tidak ada yang peduli, selama mereka adalah komunis, bahwa mereka dibantai. Tidak ada yang bekerja tentangnya."1 Dia mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia dalam rangka membebaskan sumber daya di militer. Jendral Soeharto akhirnya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia setelah pertanggungjawaban Presiden Soekarno (NAWAKSARA) ditolak MPRS pada tahun 1967, kemudian mendirikan apa yang disebut Orde Baru. Beberapa pengamat politik baik dalam negeri maupun luar negeri mengatakan bahwa Soeharto membersihkan parlemen dari komunis, menyingkirkan serikat buruh dan meningkatkan sensor. Dia juga memutuskan hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Cina dan menjalin hubungan dengan negara barat dan PBB. Dia menjadi penentu dalam semua keputusan politik. Jendral Soeharto dikatakan meningkatkan dana militer dan mendirikan dua badan intelijen - Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) dan Badan Koordinasi Intelijen Nasional (Bakin). Sekitar 2 juta orang dieksekusi dalam pembersihan massal dan lebih dari 200.000 ditangkap hanya karena dicurigai terlibat dalam kudeta. Banyak komunis, tersangka komunis dan yang disebut "musuh negara" dihukum mati (meskipun beberapa hukuman ditunda sampai 1990). Diduga bahwa daftar tersangka komunis diberikan ke tangan Soeharto oleh CIA. Sebagai tambahan, CIA melacak nama dalam daftar ini ketika rezim Soeharto mulai mencari mereka. Dukungan yang tidak dibicarakan ini dari Pemerintah Amerika Serikat untuk rezim Soeharto tetap diam sampai invasi Timor Timur, dan terus berlangsung sampai akhir 1990-an. Karena kekayaan sumber daya alamnya dan populasi konsumen yang besar, Indonesia dihargai sebagai rekan dagang Amerika Serikat dan begitu juga pengiriman senjata tetapi dipertahankan ke rezim Soeharto. Ketika Soeharto mengumjungi Washington pada 1995 pejabat administratif Clinton dikutip di New York Times mengatakan bahwa Soeharto adalah "orang seperti kita" atau "orang golongan kita". Pada 12 Maret 1967 Soeharto diangkat sebagai Pejabat Presiden Indonesia oleh parlemen sementara (MPRS). Pada 21 Maret dia resmi terpilih di masa lima tahun pertamanya sebagai Presiden. Dia secara langsung menunjuk 20% anggota MPR. Partai Golkar menjadi partai favorit dan satu-satunya yang diterima oleh pejabat pemerintah. Indonesia juga menjadi salah satu pendiri ASEAN.

Puncak Orde Baru

Pada masa pemerintahannya, Presiden Soeharto menetapkan pertumbuhan ekonomi sebagai pokok tugas dan tujuan pemerintah. Dia mengangkat banyak teknokrat dan ahli ekonomi yang sebelumnya bertentangan dengan Presiden Soekarno yang cenderung bersifat sosialis. Teknokrat-teknokrat yang umumnya berpendidikan barat dan liberal (Amerika Serkat) diangkat adalah lulusan Berkeley sehingga mereka lebih dikenal di dalam klik ekonomi sebagai Mafia Barkeley di kalangan Ekonomi, Industri dan Keuangan Indonesia. Pada masanya, Indonesia mendapatkan bantuan ekonomi dan keuangan dari negara-negara donor (negara-negara maju) yang tergabung dalan IGGI yang diseponsori oleh pemerintah Belanda. Namun pada tahun 1992, IGGI dihentikan oleh pemerintah Indonesia karena dianggap turut campur dalam urusan dalam negeri Indonesia, khususnya dalam kasus Timor Timur pasca Insiden Dili. Peran IGGI ini digantikan oleh lembaga donor CGI yang disponsori Perancis. Selain itu, Indonesia mendapat bantuan dari lembaga internasional lainnya yang berada dibawah PBB seperti UNICEF, UNESCO dan WHO. Namun sayangnya, kegagalan manajemen ekonomi yang bertumpu dalam sistem trickle down effect (menetes ke bawah) yang mementingkan pertumbuhan dan pengelolaan ekonomi pada segelintir kalangan serta buruknya manajemen ekonomi perdagangan industri dan keuangan (EKUIN) pemerintah, membuat Indonesia akhirnya bergantung pada donor Internasional terutama paska Krisis 1997. Dalam bidang ekonomi juga, tercatat Indonesia mengalami swasembada beras pada tahun 1984. Namun prestasi itu ternyata tidak dapat dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya. Kemudian kemajuan ekonomi Indonesia saat itu dianggap sangat signifikan sehingga Indonesia sempat dimasukkan dalam negara yang mendekati negara-negara Industri Baru bersama dengan Malaysia, Filipina dan Thailand, selain Singapura, Taiwan dan Korea Selatan. Di bidang Politik, Presiden Soeharto melakukan penyatuan partai-partai politik sehingga pada massa itu dikenal tiga partai Politik yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dalam upayanya menyederhanakan kehidupan berpolitik di Indonesia sebagai akibat dari politik masa presiden Soekarno yang menggunakan sistem multipartai yang berakibat pada jatuh bangunnya kabinet dan dianggap penyebab mandeknya pembangunan. Kemudian dikeluarkannnya UU Politik dan Asas tunggal Pancasila yang mewarnai kehidupan politik saat itu. Namun dalam perjalanannya, terjadi ketimpangan dalam kehidupan politik dimana muncullah istilah "mayoritas tunggal" dimana GOLKAR dijadikan partai utama dan mengebirikan dua parpol lainnya dalam setiap penyelenggaraan PEMILU. Berbagai ketidakpuasan muncul, namun dapat diredam oleh sistem pada masa itu. Seiring dengan naiknya taraf pendidikan pada masa pemerintahannya karena pertumbuhan ekonomi, muncullah berbagai kritik dan ketidakpuasan atas ketimpangan ketimpangan dalam pembangunan. Kesenjangan ekonomi, sosial dan politik memunculkan kalangan yang tidak puas dan menuntut perbaikan. Kemudian pada masa pemerintahannya, tercatat muncul peristiwa kekerasan di masyarakat yang umumnya sarat kepentingan politik, selain memang karena ketidakpuasan dari masyarakat.

Beberapa catatan atas tindakan represif Orde Baru

Presiden Soeharto dinilai memulai penekanan terhadap suku Tionghoa, melarang penggunaan tulisan Tionghoa tertulis di berbagai material tertulis, dan menutup organisasi Tionghoa karena tuduhan simpati mereka terhadap komunis. Pada 1970 Soeharto melarang protes pelajar setelah demonstrasi yang meluas melawan korupsi. Sebuah komisi menemukan bahwa korupsi sangat umum. Soeharto menyetujui hanya dua kasus dan kemudian menutup komisi tersebut. Korupsi kemudian menjadi sebuah endemik. Dia memerintah melalui kontrol militer dan penyensoran media. Dia menguasai finansial dengan memberikan transaksi mudah dan monopoli kepada saudara-saudaranya, termasuk enam anaknya. Dia juga terus memainkan faksi berlainan di militer melawan satu sama lain, dimulai dengan mendukung kelompok Nasionalis dan kemudian mendukung unsur Islam. Pada 1973 dia memenangkan jangka lima-tahun berikutnya melalui pemilihan "electoral college". Dan juga terpilih kembali pada 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. Dia mengubah UU Pemilu dengan mengizinkan hanya tiga partai yang boleh mengikuti pemilihan, termasuk partainya sendiri, Golkar. Oleh karena itu semua partai Islam yang ada diharuskan bergabung menjadi Partai Persatuan Pembangunan, sementara partai-partai non-Islam (Katolik dan Protestan) serta partai-partai nasionalis digabungkan menjadi Partai Demokrasi Indonesia. Pada 1975, dengan persetujuan bahkan permintaan Amerika Serikat dan Australia, dia memerintahkan pasukan Indonesia untuk memasuki bekas koloni Portugal Timor Timur setelah Portugal mundur dan gerakan Fretilin memegang kuasa yang menimbulkan kekacauan di masyarakat Timor Timur Sendiri, serta kekhawatiran Amerika Serikat atas tidakan Fretilin yang menurutnya mengundang campur tangan Uni Sovyet. Kemudian pemerintahan pro integrasi dipasang oleh Indonesia meminta wilayah tersebut berintegrasi dengan Indonesia. Pada 15 Juli 1976 Timor Timur menjadi provinsi Timor Timur sampai dia dialihkan ke PBB pada 1999. 1999] Korupsi menjadi beban berat pada 1980-an. Pada 5 Mei 1980 sebuah kelompok yang kemudian lebih dikenal dengan nama Petisi 50 menuntut kebebasan politik yang lebih besar. Kelompok ini terdiri dari anggota militer, politisi, akademik, dan mahasiswa. Media Indonesia menekan beritanya dan pemerintah mecekal penandatangannya. Setelah pada 1984 kelompok ini menuduh bahwa Soeharto menciptakan negara satu partai, beberapa pemimpinnya dipenjarakan. Catatan hak asasi manusia Soeharto juga semakin memburuk dari tahun ke tahun. Pada 1993 Komisi HAM PBB membuat resolusi yang mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terhadap pelanggaran hak-hak asasi manusia di Indonesia dan di Timor Timur. Presiden AS Bill Clinton mendukungnya. Pada 1996 Soeharto berusaha menyingkirkan Megawati Soekarnoputri dari kepemimpinan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), salah satu dari tiga partai resmi. Di bulan Juni, pendukung Megawati menduduki markas besar partai tersebut. Setelah pasukan keamanan menahan mereka, kerusuhan pecah di Jakarta pada tanggal 27 Juli 1996 (peristiwa Sabtu Kelabu) yang dikenal sebagai "Peristiwa Kudatuli" (Kerusuhan Dua Tujuh Juli).

Soeharto turun tahta

Sabtu Kelabu Pada 1997, menurut Bank Dunia, 20 sampai 30 persen dari dana pengembangan Indonesia telah disalahgunakan selama bertahun-tahun. Krisis finansial Asia di tahun yang sama tidak membawa hal bagus bagi pemerintahan Presiden Soeharto ketika ia dipaksa untuk meminta pinjaman, yang juga berarti pemeriksaan menyeluruh dan mendetail dari IMF. Mekipun sempat menyatakan untuk tidak dicalonkan kembali sebagai Presideb pada periode 1998-2003, terutama pada acara Golongan Karya, Soeharto tetap memastikan dia terpilih kembali oleh parlemen untuk ketujuh kalinya di Maret 1998. Setelah beberapa demonstrasi, kerusuhan dan tekanan politik dan militer Presiden Soeharto mengundurkan diri 21 Mei 1998, untuk menghindari perpecahan dan meletusnya ketidakstabilan di Indonesia. Pemerintahan dilanjutkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, BJ Habibie.

Lihat pula


- Daftar Presiden Indonesia

Referensi

#Blum, William. Killing Hope: US Military and CIA Interventions Since World War II, Black Rose, 1998, pp. 193-198 #[http://www.namebase.org/kadane.html] Artikel mengenai daftar orang-orang komunis dari CIA

Pranala luar


- [http://www.time.com/time/asia/asia/magazine/1999/990524/cover1.html Artikel di TIME] kategori:Kelahiran 1921 kategori:Presiden Indonesia kategori:Politisi Indonesia ja:スハルト ms:Suharto

Surakarta

Surakarta (juga dikenal dengan nama Solo) dapat merujuk kepada: #Kasunanan Surakarta #Karesidenan Surakarta #Kota Surakarta #Provinsi Surakarta

Jawa Tengah

Jawa Tengah adalah provinsi yang terletak di sebelah tengah pulau Jawa dan berbatasan dengan provinsi Jawa Barat di sebelah barat, Jawa Timur di sebelah timur dan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penduduk asli Jawa Tengah adalah suku Jawa. Bahasa Jawa dipertuturkan oleh kurang lebih 97% penduduk provinsi ini. Tetapi sebagai wilayah geografis dan budaya biasanya Daerah Istimewa Yogyakarta juga termasuk pengartian Jawa Tengah. Jawa Tengah juga terkenal dengan penduduknya yang dianggap toleran terhadap semua agama dan kepercayaan. Di daerah ini penganut semua agama ditemukan dalam jumlah yang relatif besar baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Provinsi Jawa Tengah juga dihuni oleh komunitas Tionghoa yang cukup besar dan juga banyak terdapat di daerah pedesaan. Komunitas Tionghoa Jawa Tengah sudah berbaur dan dalam komunikasi sehari-hari banyak menggunakan bahasa Jawa.
Provinsi Jawa Tengah
100px
Lambang Jawa Tengah
Motto: "Prasetya Ulah Sakti Bhakti Praja"
(Bahasa Jawa): "Berjanji akan berusaha keras dan setia terhadap negara"
Image:Locator_jateng_final.png
Hari Jadi:15 Agustus 1950
Ibukota:Semarang
Gubernur:H. Mardiyanto
Wilayah
 - Total:

32.548,20 km²
Daerah Tingkat II
 - Jumlah:

29 Kabupaten dan 6 Kotamadya
Penduduk
 - Total:
 - Kepadatan:

+/- 35.000.000
+/- 1.000 / km²
Suku Bangsa:Orang Jawa, Tionghoa dll.
Agama:Islam, Protestan, Katholik, Hindu dan Buddha
Bahasa: Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia
Zona Waktu:(WIB)
Lagu Daerah:

Makanan Khas Jawa Tengah


- Banjarnegara:Dawet ayu, buntil
- Semarang: Lunpia, soto ayam, sate sapi, bandeng presto, nasi goreng babat, ayam goreng kraton tulang lunak, kue-kue pia, sate kambing bumbu kecap, martabak malabar, kue bandung, tahu petis, tahu gimbal, Wingko,
- Boyolali: marning (jagung goreng), paru goreng, brem cap suling gading, krupuk rambak,
- Brebes: telor asin, Brebes hingga kini dikenal sebagai sentra penghasil bawang merah, sate kambing khusus didaerah Tanjung.
- Demak: nasi garang asem, sambel blimbing wuluh, kuaci (Demak di masa lalu terkenal sebagai sentra penghasil semangka),
- Jepara: Es Gempol(Es Pleret), Rondo Royal (Tape Goreng), Klenyem (Ketela parut goreng isi gula merah), Kuluban (Urap: nangka muda, kacang panjang & daun mudanya, tauge/kecambah mentah, buah petai-cina mentah), Pecel ikan laut bakar dg sambal santan kelapa, Sate udang, Terasi Jepara, tempong (blenyik) ikan teri, Durian Petruk,
- Klaten: ayam goreng kalasan, bebek goreng, emping mlinjo,
- Kudus: soto ayam, sate kerbau, lentog, pindang ayam, tahu, tahu sarwi, dodol, Jenang Kudus
- Pati: nasi gandul, sate ayam, soto Kudus
- Pekalongan: nasi gandul, soto tauco (tauto), nasi megono
- Pemalang: nasi grombyang, lontong dekem, sate loso
- Purwodadi: swikee (kodok),
- Purwokerto: tempe mendoan, gethuk goreng, soto sokaraja / sroto sokaraja, nopia.
- Purbalingga: rujak kangkung, tahu gecot, soto kriyik, es duren, klanting,
- Rembang: bandeng duri-lunak di Juwana, sirup kawis-ta,
- Salatiga: bakso urat, bakso babat, kripik paru, ting-ting gepuk,
- Solo: Gudeg, sate kambing, nasi liwet, timlo solo, racikan salat, kupuk karak/gendar, bakso popular ukuran bola golf, tahu acar,
- Sragen: Nasi Garang asem, sate Sragen,
- Sukoharjo: Welut goreng,
- Tegal: "Teh Poci" yaitu teh diseduh dalam poci tanah liat kecil dan diminum dengan gula batu ada istilah teh poci "WASGITEL" artinya wangi, panas, sepet, legi, lan (=dan bhs Indonesia)kentel, sate tegal (sate kambing muda khas Tegal), sate bebek majir, pilus, krupuk antor, nasi bogana (nasi megono), Sauto (soto ayam / babat khas tegal dengan bumbu tauco)Tegal hingga saat ini dikenal sebagai sentra penghasil teh,
- Wonogiri: gaplek, tiwul,
- Wonosobo: Bakpia.

Daerah Tingkat II

Daftar Gubernur

No. Periode Nama Gubernur Keterangan
1 1945 - 1945 Pandji Soeroso
2 1945 - 1949 K.R.T. Mr. Wongsonegoro
3 1949 - 1954 R. Boedijono
4 1954 - 1958 R. Boedijono
5 1958 - 1960 R.M.T. Soekadji Mangoenkoesoema
6 1960 - 1966 R.M. Hadi Soebeno S. Kepala Daerah
7 1960 - 1966 Mokhtar
8 1966 - 1974 Moenadi
9 1974 - 1982 Soepardjo Roestam
10 1982 - 1987 H. Ismail
11 1987 - 1993 H. Ismail
12 1993 - 1998 Soewardi
13 1998 - 2003 H. Mardiyanto
14 2003 - 2008 H. Mardiyanto

Lihat pula


- Daftar Provinsi Indonesia

Pranala luar


- [http://www.jawatengah.go.id Situs Web Resmi Pemerintah Propinsi Jawa Tengah] kategori:Jawa Tengah

Kategori:Kematian 1996

ja:Category:1996年没 ko:분류:1996년 죽음 simple:Category:1996 deaths

Kategori:Tokoh Indonesia

Halaman ini merupakan daftar artikel Wikipedia Indonesia yang termasuk kategori Tokoh Indonesia: Indonesia kategori:Indonesia ja:Category:インドネシアの人物 ko:분류:인도네시아 사람

Kategori:Pahlawan nasional Indonesia

Kategori:Tokoh Indonesia

Catégorie:Anesthésique

Catégorie:Anesthésiologie Catégorie:Classe pharmacologique

programy jastrzbia gra jastrzbia gra Sepsa narty sowacja










































:: RELATED NEWS ::
Petrel
Fulmar
Systematyka
Typ:strunowce
Podtyp:kręg
Nawałnik żółtopłetwy
Oceannik żółtopłetwy
en:Wilson's Storm-petrel]
Systematyka
Typ:strunowce
Tanowo
Tanowo (niem. Falkenwalde) - wieś (wielodrożnica, pierwotnie owalnica) w gminie Police w powiecie polickim (województwo zachodniopomorskie) w okolicy Puszczy Wkrzańskiej przy rozjeździe dróg wojewódzkich nr 114 do Polic (8 km) i dalej przez Trzebież do

Jan Kozłowski
Jan Kozłowski (ur. 1 stycznia 1946 r. w Wałczu) - polski polityk. Absolwent Wydziału Budowy Maszyn Politechniki Gdańskiej. W latach 19691972 pracownik naukowo-dydaktyczny Politechniki Gdańskiej. Od 1972
Komunizm wojenny
Komunizm wojenny - nazwa pierwszego okresu istnienia Rosji radzieckiej, w czasie wojny domowej oraz interwencji w latach 1918-1921, a zwłaszcza realizowanej wtedy polityki gospodarczej. Polityka ta zakładała pełną mobilizacją środków ludności dla wojny, obowiązkowe nieopłacone dostawy żywności w posta
Manufaktura Karola Scheiblera w Łodzi
Księży Młyn Karola Scheiblera to zespół fabryk włókienniczych (przede wszystkim przędzalni bawełny) i obiektów towarzyszących, budowanych na terenie Łodzi od połowy XIX wieku. Pierwsza przędzalnia Scheiblera (pochodzącego z rodziny niemieckiej), z maszyną parową o mocy 40 KM,
Wacław Kuchar
Wacław Kuchar (ur. 16 września 1897 w Łańcucie, zm. 13 lutego 1981 w Warszawie) - polski sportowiec, olimpijczyk. Uprawiał m.in. lekkoatletykę, piłkę nożn
All Rights Reserved 2005 wikimiki.org