:: wikimiki.org ::
| Islam |
Islam
Islam (Bahasa Arab, al-islām الإسلام, : "berserah diri kepada Tuhan") adalah wahyu Illahi, dien yang dianut oleh para nabi dan rasul-Nya, pedoman hidup manusia, hukum-hukum Allah yang ada di dalam Al Qur'an dan As Sunnah, dia juga merupakan jalan yang lurus (Shiratal Mustaqim), untuk keselamatan di dunia dan di akhirat. Dia adalah agama monoteistik dan agama terbesar kedua di dunia.
Etimologi
Dalam Bahasa Arab, Islām berarti “berserah diri” dan merupakan suatu Dīn yang berarti "aturan" atau "sistem" (QS 3:83). Secara etimologis, kata tersebut diturunkan dari akar yang sama dengan kata Salām yang berarti “damai” (dan merupakan sapaan yang umum). Kata Muslim juga berhubungan dengan Islām. Kata tersebut berarti “orang yang berserah diri kepada Tuhan".
Kepercayaan
Pengikut Islam atau disebut juga Muslim, percaya bahwa Tuhan Allāh memfirmankan perkataannya untuk umat manusia melalui Muhammad (570–632) dan nabi-nabi lain, seperti Adam, Ibrahim, Musa, dan Isa. Orang Muslim menyatakan bahwa sebuah catatan tertulis umat manusia adalah Qur'an, yang mereka percaya tidak mengandung kesalahan apa pun, konsisten, dan merupakan janji terakhir dari Tuhan. Orang Muslim percaya bahwa sebagian dari Al-Kitab dan Taurat telah dilupakan, diterjemahkan secara tidak benar, dan diubah oleh pengikut kedua kitab tersebut. Mereka percaya bahwa Qur'an adalah pembenar dari tulisan-tulisan suci Kristen dan Yahudi.
5 Rukun Islam
Para ulama menetapkan setiap umat Islam mestilah mematuhi 5 perkara azas dalam Islam yang dikenal secara umum sebagai Rukun Islam yang terdiri dari lima perkara:
- Mengucap kalimat syahadat dan menerima bahwa tak ada yang ditaati, disembah atau diabdi selain Allah dan Nabi Muhammad s.a.w itu rasul Allah yang diikuti sunnahnya.
- Menunaikan sholat lima kali sehari.
- Berpuasa pada bulan Ramadhan.
- Mengeluarkan zakat.
- Menunaikan Haji bagi mereka yang mampu.
6 Rukun Iman
Orang Islam yang juga perlu mematuhi 6 Rukun Iman yaitu:
- Percaya kepada Allah
- Percaya kepada malaikat
- Percaya kepada kitab suci Al-Qur'an
- Percaya kepada nabi dan Rasul Allah
- Percaya kepada hari akhirat
- Percaya kepada qada dan qadar
Rumah ibadat umat Muslim disebut masjid atau mesjid.
Keimanan
Meskipun sikap 'percaya' merupakan pintu awal untuk Keimanan, namun keimanan itu sendiri menurut Qur'an mesti timbul dari usaha-usaha untuk memahami fenomena alam dan Qur'an (QS Al-Alaq:1), yang tentunya melibatkan akal (QS Yunus:100). Keimanan untuk menerima konsep Islam didapatkan lewat interaksi yang melibatkan dialog antar penda'wah dan yang dida'wah yang tentunya melibatkan pemikiran akan ayat-ayat yang disampaikan. Untuk selanjutnya keimanan dalam proses realisasinya mesti melewati tahap-tahap aqidah (dibenarkan di dalam qalbu), diikrarkan dengan lisan (dengan makna menyebarkan konsep Islam lewat da'wah) serta diamalkan dengan perbuatan (pelaksanaan Sunnah Rasul). Sikap 'percaya-buta' dalam Islam tidak dibenarkan (QS Al-Israa :36).
Moral Islam
Agama Islam menjunjung tinggi moral yang dikenal sebagai Jalan yang Lurus. Nilai moral yang dijunjung meliputi nilai Tauhid, Nikah, Hayat, Adil dan Amanah.
Lihat pula
- 99 Asma Allah
- Ar-Rabb , Al-Malik , Ilah
- Shiratal Mustaqim
- Agama & Din
- Agama Islam dari A - Z
- Jihad
- Nabi Islam
- Cendekiawan Muslim
- Kemurtadan
- Hari Asyura
- Puasa (Islam)
- Waktu haram puasa
- Bersuci dari hadas
- Ulama
- Rasulullah
- Mazhab syi'ah
- Mazhab suni
- Ikhwanul Muslimin
- Rifa'iyah
Pranala Luar
- [http://www.mui.or.id/ Majelis Ulama Indonesia (MUI)]
- [http://www.icmi.or.id/ Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI)]
- [http://www.bazisdki.go.id/ Badan Amil Zakat, Infak dan Sedekah (BAZIS) DKI Jakarta]
- [http://www.hudzaifah.org/ Unit Kegiatan Mahasiswa Islam Hudzaifah Universitas Trisakti]
- [http://wwwuser.gwdg.de/~mriexin/euroislam.html Islam di Eropa Barat]
- [http://wwwuser.gwdg.de/~mriexin/sasislam.html Islam di Asia Selatan]
- [http://www.sufiblog.com/ Sufi tariqat]
category:Ilmu Sosial & Filsafat
category:Agama
category:Islam
category:Kepercayaan
ja:イスラム教
ko:이슬람교
ms:Islam
simple:Islam
th:ศาสนาอิสลาม
Bahasa Arab
Bahasa Arab adalah sebuah bahasa Semitik yang muncul dari daerah yang sekarang termasuk wilayah negara Arab Saudi.
Bersambung
Huruf-huruf dalam Bahasa Arab
Lihat pula
- Daftar Bahasa
- [http://ar.wikipedia.org/ Wikipedia Bahasa Arab]
Arab
category:Bahasa Semitik
ja:アラビア語
ko:아랍어
ms:Bahasa Arab
simple:Arabic language
th:ภาษาอาหรับ
WahyuHalaman ini merupakan halaman disambiguasi:
Wahyu : ilham, petunjuk dari Allah yang biasanya turun kepada para nabi dan rasul dengan perantaraan malaikat.
Wahyu : Wahyu kepada Yohanes, bagian dari Alkitab.
NabiDalam pengertian agama samawi, nabi adalah manusia yang memperoleh wahyu dari Tuhan tentang agama dan misinya. Lebih khusus lagi terdapat istilah rasul yang dalam agama Islam dibedakan bahwa rasul memiliki kewajiban untuk menyampaikan ajaran yang diterima dari Tuhan. Di kalangan pemeluk Kong Hu Cu di Indonesia, Kong Hu Cu juga disebut sebagai "nabi."
Nabi dalam pemahaman Yahudi dan Kristen
Nabi-nabi Awal
Dalam tradisi Yahudi dan Kristen, nabi adalah pemimpin umat yang dipanggil Allah untuk memperingati mereka agar tidak menyimpang dari perintah-perintah Allah. Umumnya tradisi kenabian dianggap baru dimulai setelah masa Samuel, hakim terakhir yang memimpin Israel sebelum munculnya sistem monarkhi. Namun para teolog sepakat bahwa tradisi kenabian dimulai sejak masa Yosua yang muncul sebagai pengganti Musa dan yang memimpin bangsa Israel memasuki Kanaan. Itu berarti, selain menjadi hakim, Samuel dapat dianggap juga memainkan peranan kenabian. Para pemimpin ini digolongkan sebagai nabi-nabi awal. Dalam kelompok ini termasuk pula nabi-nabi terkenal lainnya seperti Natan, Elia, dan Elisa. Selain itu ada juga "nabi-nabi palsu", khususnya mereka yang bekerja di lingkungan istana dan hanya memberikan nasihat-nasihat dusta yang hanya menyenangkan raja (lih. 1 Raja-raja ps. 18).
Nabi-nabi Yang Kemudian
Yang digolongkan ke dalam nabi-nabi yang kemudian adalah mereka yang biasa disebut nabi-nabi besar dan nabi-nabi kecil.
Sebutan "nabi-nabi besar" dan "nabi-nabi kecil" tidak ada hubungannya dengan peranan, kedudukan, ataupun status nabi-nabi tersebut. Istilah ini diberikan kepada mereka hanya dalam kaitannya dengan kitab-kitab mereka. Kitab "nabi-nabi besar", yaitu Yesaya, Yeremia, dan Yehezkiel, umumnya besar-besar, dan pasal-pasalnya sangat banyak. Sementara itu, kedua belas nabi kecil disebut demikian karena kitab-kitab mereka singkat-singkat. Bahkan kitab Nabi Yoel, misalnya, hanya terdiri atas tiga pasal, sedangkan kitab Nabi Obaja hanya satu pasal saja.
Yang termasuk dalam "nabi-nabi kecil" adalah Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia, dan Maleakhi.
Nabi dalam pemahaman Kristen
Gereja Kristen umumnya mengikuti pemahaman Yahudi mengenai nabi-nabi, dengan sebuah catatan kecil. Tradisi Yahudi tidak menggolongkan kitab Daniel ke dalam kategori Kitab Nabi-nabi (nebiim), melainkan dalam kategori Tulisan atau Sastra (ketubim). Di pihak lain, gereja-gereja Kristen umumnya memasukkan kitab ini ke dalam golongan kitab nabi-nabi.
Sebagian aliran Kristen memahami "nabi" sebagai orang yang meramalkan apa yang akan terjadi di masa yang jauh ke depan. Kitab Daniel, misalnya, sering ditafsirkan dalam cara ini dan seringkali dihubungkan dengan ramalan-ramalan tentang akhir zaman.
Di kalangan Gereja Kristen perdana, nabi-nabi masih memainkan peranan yang tampaknya cukup penting (1 Korintus 12:28-29, dll), namun di kemudian hari agaknya peranannya semakin berkurang, khususnya ketika gereja semakin ditata.
Lihat pula
- Nabi Islam
kategori:Yahudi
kategori:Kristen
kategori:Islam
ja:預言者
Allah
Allah (Bahasa Arab allāhu الله) adalah sebutan Arab untuk "Tuhan" (berhubungan dengan bahasa Ibrani: Elohim, yang keduanya berasal dari Bahasa Proto-Semitik ʾil, El). Kata Allah secara tradisional digunakan oleh orang Islam, namun bukan hanya Islam saja yang menggunakannya, orang Kristen Arab dan Yahudi Arab juga menggunakannya untuk menyebut tuhan monotheis. Terjemahan Arab dari Alkitab juga menggunakannya seperti Katolik di Malta (yang menyebutnya "Alla"), dan Orang Kristen di Indonesia, yang menyebutnya "Allah Bapa"; misalnya di terjemahan bahasa Arab untuk Alkitab.
Allah dalam Islam
Allah SWT adalah Tuhan bagi pemeluk agama Islam. Percaya pada Allah adalah Rukun Iman yang pertama dan mengucapkan 2 kalimat syahadat yang isinya adalah kepercayaan pada Allah dan Nabi Muhammad adalah Rukun Islam yang pertama.
Sebagai agama monotheis, Allah adalah satu-satunya Tuhan bagi umat Islam dan menyembah Tuhan yang lain adalah perbuatan syirik dimana pelakunya disebut musyrik. Umat Islam juga harus mempercayai kesempurnaan Allah yang tercermin dalam Asmaul Husna yang berjumlah 99 dan dalam sifat-sifatnya.
Contoh kata-kata yang menggunakan kata Allah:
- Allahu Akbar (الله أكبر)
- Bismillah (بسم الله )
- Ya Allah (يا الله)
- Insya'Allah (إن شاء الله)
- Masya Allah (ما شاء الله)
- Subhan Allah (سبحان الله)
- Alhamdulillah (الحمد لله)
- Allahu A'alam (الله أعلم)
- Jazaka Allahu Khairan (جزاك الله خيراً; ucapan pernyataan terima kasih yang sebenarnya berarti "Semoga Allah memberikan balasan yang baik kepadamu")
Category:Islam
ja:アッラーフ
ko:알라
ms:Allah
th:อัลลอหฺ
Al-Qur'an
Al Qur'an (dalam bahasa Arab قُرْآن) adalah Kitab Suci Islam.
Umat Muslim percaya bahwa Al Qur'an merupakan Firman Allah sebagai puncak dari wahyu-wahyu yang diturunkan untuk manusia. Al Qur'an diwahyukan kepada nabi Muhammad SAW dalam kurun waktu 23 tahun. Al Qur'an terdiri dari 114 surat dan 6.236 ayat (jumlah ayat bisa berbeda, bukan dalam perbedaan isi, tetapi cara menghitung). Qur'an menceritakan kembali kisah-kisah yang didapati pada kitab suci Yahudi dan Kristen (Taurat dan Alkitab), meskipun terdapat banyak perbedaan dalam detailnya. Nama-nama dalam Alkitab seperti Adam, Nuh, Ibrahim, Isa putra Maryam serta Musa disebutkan dalam Al Qur'an sebagai nabi.
Fungsi-fungsi Al-Quran sesuai dengan Surat Al-Baqarah:185 antara lain:
.. bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk (Al-Huda) bagi manusia dan penjelasan-penjelasan (Al-Bayan) mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)(Al-Furqan)..
- Al-Huda - Petunjuk, semua ayat dalam Al-Quran mempunyai petunjuk
- Al-Bayan - Penjelas, ayat-ayat Al-Quran bisa dijelaskan oleh Al-Quran itu sendiri
- Al-Furqan - Pembeda, merupakan pembeda antara Haq dan Bathil. Dalam Al-Quran kejelasan antara hitam atau putih merupakan pedoman dalam bertindak bagi manusia. Wilayah abu-abu justru merupakan hal yang akan mengacaukan keseimbangan dalam tindakan manusia.
- AdzDzikri - Alat untuk mengingat, Al-Quran merupakan alat untuk mengingatkan manusia akan misi hidup mereka juga agar tindakan mereka tidak melampaui garis-garis yang sudah ditetapkan.
- Al-Muhaymin - Batu ujian, yaitu alat untuk menentukan / menguji suatu kebenaran pada kitab-kitab sebelumnya.(Al-Maaidah/Hidangan:48)
- Al-Mauidzah - Nasihat dalam menetapi perjuangan dan pelaksanaan perintah-perintah dalam Al-Quran
- Ahsanul Hadits - Perkataan yang baik, inilah hadits yang paling shahih, karena langsung dari Allah
Hubungan dengan Kitab-Kitab lain
Al-Quran mempunyai hubungan dengan kitab-kitab sebelumnya yaitu Taurat, Zabur/Mazmur dan Injil yaitu sebagai Al-Mushaddiq atau pembenar dan sebagai Al-Muhaymin atau batu ujian/tolok ukur kebenaran bagi kitab-kitab tersebut.
Berkaitan dengan isi Taurat, Zabur, dan Injil dalam pandangan Islam, Al-Quran adalah penyempurna bagi kitab-kitab tersebut dan umat Muslim diharuskan percaya pada isi-isi Al-Quran. Hal ini disebabkan oleh berbagai pendapat bahwa kitab-kitab yang terdahulu itu yang awalnya sesuai dengan ajaran Islam sudah mengalami berbagai perubahan di tangan manusia sehingga isi dari kitab-kitab tersebut harus dilihat lagi dalam Al-Quran yang dalam salah satu ayatnya disebutkan bahwa kemurniannya akan terpelihara. Nabi Muhammad SAW pun bersabda bahwa sebaiknya berita dari kitab-kitab yang terdahulu tersebut tidak dibenarkan maupun disalahkan tetapi dilihat lagi dalam Al-Quran.
Jenis-Jenis Ayat
Ayat-ayat Al-Quran terbagi atas dua kategori yang bisa dibagi lagi yaitu
Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mu-tasyaabihaat.. (Keluarga Imran/Amram : 7)
Ayat muhkamat adalah ayat yang sifatnya jelas sedangkan ayat mutasyabihat adalah ayat-ayat yang artinya samar, yang hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang telah membersihkan qalbunya dari pemahaman atau ajaran lain selain Din Allah, serta menggabungkan diri dengan Rasul yang melaksanakan ibadah penegakkan Din Allah (Islam).
Lihat pula
- Nabi Islam
category:Islam
ja:クルアーン
ko:코란
ms:Al-Quran
simple:Qur'an
th:อัลกุรอาน
As-Sunnah
Sunnah ( kependekan dari kata Sunnaturrasul, berasal dari kata sunan yang artinya garis )dalam Islam mengacu kepada sikap, tindakan, ucapan dan cara Rasulullah menjalani hidupnya atau garis-garis perjuangan / tradisi yang dilaksanakan oleh Rasulullah. Sunnah adalah sumber hukum kedua dalam Islam, setelah Al-Quran. Narasi atau informasi yang disampaikan oleh para sahabat tentang sikap, tindakan, ucapan dan cara Rasulullah disebut sebagai hadits. Sunnah yang dilaksanakan oleh Allah disebut Sunnatullah.
kategori:Islam
Monoteisme
Tauhid itu berarti satu (berasal dari kata wahid, ahad). dalam pengertian Din Islam adalah aturan yang mengajarkan pemeluknya untuk tidak mengambil ajaran lain, konsep lain, hukum lain, cara hidup lain selain dari ajaran, konsep, hukum dan cara hidup yang diridhoi atau dibenarkan Allah. Mengikuti ajaran lain selain dari pada ajaran Allah adalah kemusyrikan atau mempersekutukan Allah. Dalam Islam dikenal "Kalimat tauhid", kalimat tauhid berbunyi: "Lailahailallah" yang berarti bahwa satu-satunya tuhan / ilah yang pantas untuk diabdi, ditaati , disembah , diikuti ajarannya hanyalah Allah.
Kebenaran seseorang dalam Islam diukur dari "Penyerahan dirinya secara totalitas kepada ajaran Allah". Penyerahan diri yang dimaksud adalah menempatkan diri sebagai pelayan Tuhan dan tidak lagi hidup untuk kepentingannya sendiri, karena hanya dengan demikian pemeluk Islam dianggap Kaffah dalam ber-din. Mereka-mereka yang mengaku diri Islam namun dalam kehidupan mereka tidak melaksanakan ajaran-ajaran yang ada dalam islam, dapat disebut sebagai orang munafik. orang munafik adalah orang yang tidak jelas keyakinannya, orang yang disatu sisi mengakui Islam namun disisi lain ia tidak melaksanakan apa yang di perintahkan dalam Islam. orang-orang yang seperti inilah yang disebut dengan orang-orang yang kafir dengan sebenar-benarnya. lebih kafir dari orang kafir.
Dalam pengertian yang universal tauhid sering juga dilambangkan dengan angka O, yang berarti suatu keadaan dimana seseorang sudah mengihlaskan diri sepenuhnya kepada Allah, sudah menanggalkan egonya, kepentingannya sehingga dirinya dapat dikatakan sudah tidak memiliki keberadaan, yang ada hanyalah Allah dan dirinya hanyalah perpanjangan tangan Allah. Tidak sedikit orang yang meyakini konsep tauhid ini dapat menjadi solusi pembebasan manusia dari hawa nafsu yang terus-menerus menarik manusia dari penderitaan yang satu dan menjerumuskannya ke penderiataan yang lain. walaupun pemuasan hawa nafsu dapat menjadi kebahagian bagi manusia, namun sebenarnya hawa nafsu lebih banyak menyengsarakan manusia daripada membahagiakan.
ja:一神教
DinDin atau dien berasal dari Bahasa Arab (Ad Diin).
Makna secara bahasa
Secara bahasa, din berarti tradisi, perilaku, perhitungan, kekuasaan, hukum, ketaatan, balasan, peraturan.
Makna secara istilah
Secara istilah, din dapat didefinisikan sebagai peraturan Allah yang membawa orang-orang berakal ke arah kebahagiaan dunia dan akhirat, yang mencakup masalah aqidah dan amal. Ia adalah suatu sistem yang mencakup peraturan-peraturan yang menyeluruh, serta merupakan "undang-undang" yang lengkap dalam semua urusan hidup manusia untuk kita terima dan mengamalkannya secara total. Sehingga pengertian din itu lebih luas ketimbang pengertian agama.
Din tidak bisa disamakan dengan agama sesuai dengan ayat:
:3:83: Maka apakah mereka mencari ‘agama’ yang lain dari ‘agama’ Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri (aslama) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah saja mereka dikembalikan.
Mengacu kepada terjemahan yang kita lihat di atas, maka ‘diinillah’ sering diartikan sebagai ‘agama Allah’, sehingga ad diin tidaklah pas diterjemahkan dengan agama. Sebab dengan menterjemahkan ad diin dengan agama akan timbul beberapa pertanyaan, apakah Allah mempunyai agama lalu agama Allah apa sewaktu Allah mengutus Ibrahim/Abraham, Musa dan Isa/Yesus? Bagi ustadz yang mempercayai agama samawi (langit) ada 4 lalu apakah Allah berganti agama saat Allah menurunkan agama itu pada ummatNya masing-masing?
Maka untuk mencari referensi apa itu ad diin kita lihat dari ayat-ayat lain mengenai ad diin:
:24:2: Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) hukum Allah (diinullah), jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.
:12:76: Maka mulailah Yusuf (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan piala raja itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf. Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang raja (dinul malik), kecuali Allah menghendaki-Nya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui.
Dengan demikian ad diin adalah lebih tepat difahami sebagai hukum atau undang-undang
Jadi
diinulllah = undang-undang/hukum Allah
diinulhaq = undang-undang/hukum yang haq
diinul Islam = undang-undang/hukum Islam.
Dihubungkan dengan QS.3/83 diatyas maka sebenarnya yang ayat tersebut harusnya lebih tepat dimaknai sebagai berikut:
3:83: Maka apakah mereka mencari ‘hukum / aturan’ yang lain dari ‘hukum’ Allah, padahal
kepadaNya-lah menyerahkan diri (aslama) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka
maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.
Hukum adalah suatu tingkatan keilmuan yang paling tinggi dan paling haq karena itu datangnya dari Allah. Hukum adalah keilmuan yang tidak bisa dibantah dan diingkari sebab semua apa yang dilangit dan dibumi melakukan segala sesuatu berhadarkan hukum yang dibuat Allah. Jadi diinullah adalah ilmu diatas segala ilmu yang ditemukan manusia.
Apa yang diperjuangkan para Nabi dan Rasul sejak zaman Adam, Nuh, Abraham, Musa , Yesus hingga Muhammad adalah penegakkan Dien yaitu Dien yang berlaku di alam semesta yang disebut dengan Sunnatullah. Sifat dari Sunnatullah ini adalah berserah diri kepada ketentuan Allah sebagai Rabb (Pencipta, Pemelihara, Penghancur). Keberserahdirian inilah yang kemudian diistilahkan dengan Islam.
Penegakkan Dien selalu bertentangan dengan hukum/aturan yang ada
Karena yang diperjuangkan adalah sistem atau aturan yang tidak menghendaki pencampuran dengan aturan selain Din Allah, sehingga mayoritas para Rasul yang diutus selalu berlawanan dengan kekuasaan yang berlaku saat itu, mari kita lihat contohnya
Allah X Thagut
:
Adam X Iblis
Nuh X Kanaan
Abraham X Nimrod
Musa X Firaun (Ramses II)
Isa X Herodes
Muhammad X Abu Jahl
: X :
Muslim X Musyrik/Kafir.
Perjuangan Para Rasul Dilaksanakan Tanpa Menggunakan Kekerasan
Bertujuan mengubah paradigma masyarakat yang menggunakan hukum/isme selain dari Allah agar kembali menggunakan hukum/isme/aturan Allah. Ini dilaksanakan sebagaimana halnya Musa berdakwah di Mesir, perjuangan da'wah Isa/Yesus dan dua belas murid di Palestina serta da'wah Muhammad di Makkah.
Adapun peperangan terjadi ketika suatu negara yang dipimpin Rasul diserang oleh kekuatan yang berniat menghancurkan Din yang sudah diimplementasikan dalam bentuk kedaulatan / negara.
Agama Adalah Produk Sejarah
Agama yang berkembang saat ini adalah produk sejarah yang berasal dari pertentangan politik (schism) diantara pengikut-pengikutnya sesuai dengan Al-Baqarah:213
Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.
Setelah terjadi perselisihan kemudian Allah mengirimkan para Utusan untuk memperbaiki keadaan perpecahan tersebut (Islam kembali), sebagaimana halnya ajaran Islam yang dibawa oleh Isa Al-Masih yang kemudian berpecah menjadi ajaran Orthodox, Katholik dan Protestan, dan juga perpecahan Islam yang dibawa Muhammad menjadi ajaran Sunni dan Syi'ah. Pengutusan para Rasul ini (apapun sebutan mereka) selalu terjadi hingga akhir peradaban manusia.
MuslimMuslim adalah sebutan untuk:
# Segala makhluk yang ada di langit dan bumi (QS 3:83, 1:2).
# Sebutan untuk penganut atau umat agama Islam.
# Orang-orang yang menyerahkan diri pada aturan Hukum-hukum Allah
# Sebuah suku bangsa di Bosnia Herzegovina sebelum pecahnya negara kesatuan Yugoslavia pada awal tahun 1990-an. Mereka sekarang disebut orang Bosniak.
Allah
Allah (Bahasa Arab allāhu الله) adalah sebutan Arab untuk "Tuhan" (berhubungan dengan bahasa Ibrani: Elohim, yang keduanya berasal dari Bahasa Proto-Semitik ʾil, El). Kata Allah secara tradisional digunakan oleh orang Islam, namun bukan hanya Islam saja yang menggunakannya, orang Kristen Arab dan Yahudi Arab juga menggunakannya untuk menyebut tuhan monotheis. Terjemahan Arab dari Alkitab juga menggunakannya seperti Katolik di Malta (yang menyebutnya "Alla"), dan Orang Kristen di Indonesia, yang menyebutnya "Allah Bapa"; misalnya di terjemahan bahasa Arab untuk Alkitab.
Allah dalam Islam
Allah SWT adalah Tuhan bagi pemeluk agama Islam. Percaya pada Allah adalah Rukun Iman yang pertama dan mengucapkan 2 kalimat syahadat yang isinya adalah kepercayaan pada Allah dan Nabi Muhammad adalah Rukun Islam yang pertama.
Sebagai agama monotheis, Allah adalah satu-satunya Tuhan bagi umat Islam dan menyembah Tuhan yang lain adalah perbuatan syirik dimana pelakunya disebut musyrik. Umat Islam juga harus mempercayai kesempurnaan Allah yang tercermin dalam Asmaul Husna yang berjumlah 99 dan dalam sifat-sifatnya.
Contoh kata-kata yang menggunakan kata Allah:
- Allahu Akbar (الله أكبر)
- Bismillah (بسم الله )
- Ya Allah (يا الله)
- Insya'Allah (إن شاء الله)
- Masya Allah (ما شاء الله)
- Subhan Allah (سبحان الله)
- Alhamdulillah (الحمد لله)
- Allahu A'alam (الله أعلم)
- Jazaka Allahu Khairan (جزاك الله خيراً; ucapan pernyataan terima kasih yang sebenarnya berarti "Semoga Allah memberikan balasan yang baik kepadamu")
Category:Islam
ja:アッラーフ
ko:알라
ms:Allah
th:อัลลอหฺ
570
Tahun ke-570 Masehi dalam kalender Gregorian.
Peristiwa
Kelahiran
Kematian
Kategori:570-an
Nabi Islam
Al-Qur'an menyebut beberapa orang sebagai nabi. Nabi pertama adalah Adam dan terakhir adalah nabi Muhammad saw. Yesus atau Isa yang lahir dari perawan Maria juga dianggap sebagai seorang nabi.
Para Nabi sekaligus Rasul menurut Al-Qur'an
Perbedaan antara Nabi dan Rasul adalah : seorang Nabi menyampaikan syari'at nabi sebelumnya, sedangkan Rasul menyampaikan syari'at baru yang menggantikan syari'at nabi sebelumnya. Dan tentunya aneh pengertian bahwa nabi hanya menerima wahyu untuk dirinya sendiri, sedangkan rasul menerima wahyu selain untuk dirinya sendiri juga untuk orang lain sebab nabipun juga menyampaikan wahyu untuk orang lain.
Di bawah ini adalah 25 nama para nabi sekaligus menjadi rasul menurut Al-Qur'an. Apabila nama tersebut juga ada dalam Alkitab, maka akan diberi tanda +, dan apabila memungkinkan juga namanya dalam Alkitab. Perlu dikemukakan di sini bahwa di edisi Alkitab dalam bahasa Indonesia seringkali nama-namanya sama dengan nama-nama yang tertulis dalam Al-Qur'an:
#Nabi Adam as. +
#Nabi Idris as. + (Enoh)
#Nabi Nuh as. + (Nuh/Noah)
#Nabi Huud as. + (Heber)
#Nabi Shaleh as.
#Nabi Ibrahim as. + (Abraham)
#Nabi Luth as. + (Lot)
#Nabi Ismail as. + (Ismail)
#Nabi Ishak as. + (Ishak)
#Nabi Yakub as. +
#Nabi Yusuf as. + (Yusuf dari Mesir, bukan bapak Yesus/Isa)
#Nabi Ayyub as. + Ayub menurut Alkitab
#Nabi Syu'aib as.
#Nabi Musa as. +
#Nabi Harun as. +
#Nabi Zulkifli as.
#Nabi Daud as. +
#Nabi Sulaiman as. + (Salomo)
#Nabi Ilyas as. + (Elia)
#Nabi Ilyasa as. (Al-Yasa) + (Elisa)
#Nabi Yunus as. + (Yunus)
#Nabi Zakariya as. +
#Nabi Yahya as. (Yohanes Pembaptis)
#Nabi Isa as. + (Yesus Kristus)
#Nabi Muhammad saw.
Selain ke-25 nabi sekaligus rasul yang sudah disebutkan, ada juga kisah nabi lainnya seperti kisah Nabi Khidir as. dengan Nabi Musa as..
category:Islam
ms:Nabi
IbrahimAbraham adalah seorang nabi dalam agama Islam, patriarkh dalam agama Yahudi, dan tokoh penting dalam agama Kristen. Dalam tradisi Islam beliau lebih sering disebut Ibrahim. Beliau berasal dari negeri Babilonia.
Ibrahim (dalam agama Islam)
Awal kehidupan
Nabi Ibrahim dilahirkan di sebuah gua (dipercaya letaknya di Sanliurfa, Turki) karena ibunya ingin menghindari pembantaian bayi lelaki besar-besaran di negerinya. Setelah besar kembali ke negerinya. Ia heran melihat kaumnya menyembah berhala. Ia jadi lebih sedih setelah mengtahui ayahnya Azar ternyata pembuat berhala. Ibrahim minta petunjuk dari Allah SWT dan karena itulah ia diangkat jadi nabi. Walau sudah menjadi nabi, beliau masih ingin melihat kekuasaan Tuhan dalam menghidupkan dan mematikan. Allah menyuruhnya mengumpulkan 4 ekor burung yang dicacah-cacah lalu dikumpulkan di 4 bukit yang berbeda. Lalu dihidupkan lagilah burung itu dan beliau tak ragu lagi.
Dakwah
Pertama-tama beliau mendakwahi ayahnya, namun gagal, malahan diusir. Lalu berdakwahlah beliau ke tengah masyarakat, tapi tak ada yang mau menerima. Dalam kondisi seperti itu hanya ada 2 orang yang mau menerimanya, yakni Sarah (istrinya) dan Luth (keponakannya). Karena tiada respon lalu Nabi Ibrahim melaksanakan rencana besar. Pada saat Raja Namrud, pejabat, dan sejumlah rakyatnya berpesta pora di luar kota, beliau masuk tempat penyembahan berhala, lalu menghancurkannya, dan menyisakan berhala terbesar yang dikalungi kampaknya. Mengetahui hal itu Raja Namrud langsung murka dan Nabi Ibrahim ditangkap. Saat itulah Nabi Ibrahim mendakwahi mereka tapi hati dan telinga kaumnya telah tertutup untuk suara kebenaran. Bahkan Nabi Ibrahim dihukum bakar (dipercaya tempatnya ada di kota Sanliurfa). Allah menyelamatkannya. Nabi Ibrahim tak hangus terbakar. Rakyat mulai berpikir tentang kebenaran ajarannya, tapi takut kepada raja. Karena dakwahnya terus berlangsung tanpa bisa dibendung, Raja Namrud memanggilnya dan mendebatnya, tapi Nabi Ibrahim menang berdebat.
Pengembaraan
Karena jengkel kaumnya tak mau mengikuti seruannya, Nabi Ibrahim mengembara ke luar ngerinya. Bersamanya, ikut pula Sarah dan Luth. Sepeninggalnya, negeri Babil diserang malapetaka.
Dalam pengembaraannya, mereka sampai di negeri Haran. Penduduk di sana menyembah matahari, bulan, dan bintang. Nabi Ibrahim memakai pendekatan berbeda untuk mendakwahinya, tapi gagal. Maka pindahlah Nabi Ibrahim, Sarah, dan Luth ke Palestina. Di sana mereka hidup makmur. Sayangnya, karena ada wabah penyakit, pindahlah mereka ke Mesir. Rajanya memiliki watak jelek, suka merebut istri orang dan membunuh suaminya. Sarah diambilnya, dan Nabi Ibrahim mengaku sebagai saudara Sarah. Raja Mesir berusaha mendekati Sarah, tapi akhirnya ia menderita sakit, tangannya terkatup. Karena Sarah berhasil menyembuhkan penyakit raja, maka rajapun memberikan Sarah kembali bersama Nabi Ibrahim. Selain itu diberikan pula seorang wanita Mesir bernama Hajar.
Nabi Ibrahim hidup makmur di Mesir. Hanya sayang, rakyat Mesir akhirnya membencinya karena kehidupan makmurnya. Maka pindahlah mereka ke Palestina. Sebelum masuk perbatasan Palestina, Nabi Ibrahim dan Luth berpisah. Nabi Ibrahim menuju Palestina, sedang Luth pindah ke negeri Sadum.
Akhir hayat
Nabi Ibrahim wafat dalam usia 175 tahun. Tentang makamnya, ada 2 versi. Menurut cerita Isra'iliyat makamnya ada di gua Makhpela di Hebron, Tepi Barat. Versi lain menyebut makamnya ada di Aleppo, Suriah.
Abraham menurut Yahudi dan Kristen
Abram
Abraham bernama asli Abram. Ia adalah anak Terah, berasal dari Ur-Kasdim. Ia dan istrinya Sarai, Lot (anak dari saudara laki-laki Abram, Haran), dan semua pengikutnya, kemudian pergi ke Kanaan. TUHAN memerintahkan Abram untuk pergi ke "negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu", dan berjanji untuk memberkatinya dan membuatnya bangsa yang besar. Karena percaya akan janji-Nya ini, Abram pergi ke Sikhem, dan menerima janji baru bahwa negeri itu akan diberikan pada keturunannya. Setelah membangun sebuah mezbah untuk memperingati perjanjian ini, ia pergi dan memasang kemah di antara Betel dan Ai, di mana ia membangun sebuah mezbah lagi dan "memanggil nama TUHAN."
Di sini ia tinggal untuk beberapa waktu, sampai ketika ada perselisihan antara gembala-gembalanya dan gembala-gembala Lot. Abram mengusulkan pada Lot bahwa mereka berpisah, dan mengijinkan keponakannya untuk memilih lebih dahulu. Lot memilih tanah yang subur di sebelah timur sungai Yordan, sementara Abram, setelah menerima janji lagi dari TUHAN, pergi ke Mamre, dekat Hebron, dan mendirikan mezbah lagi bagi TUHAN.
Berdoa untuk Sodom
Dalam cerita mengenai Lot dan pemusnahan Sodom dan Gomora, Abram muncul ketika ia memohon pada TUHAN untuk tidak menghancurkan Sodom, dan dijanjikan bahwa bila ada sepuluh orang benar di kota itu, kota itu tidak akan dimusnahkan (Kejadian 18:16:33).
Di Mesir
Karena kelaparan yang hebat, Abram dan keluarganya pergi ke Mesir (26:11, 41:57, 42:1), di mana ia takut bahwa kecantikan istrinya akan menawan hati orang-orang Mesir. Karena itu ia berdusta bahwa Sarai adalah saudara perempuannya. Ini tidak menyelamatkannya dari Firaun, yang mengambilnya untuk harem pribadinya dan memberi Abram banyak ternak dan budak. Tapi ketika TUHAN menimpakan tulah yang hebat pada Firaun, Abram dan Sarai meninggalkan Mesir.
Hagar dan Ismael
Karena Sarai tidak dapat mengandung, janji Tuhan bahwa keturunan Abraham akan mewarisi tanah perjanjian tampak seperti mustahil. Sarai, sesuai dengan kebiasaan saat itu, memberi hamba perempuannya yang bernama Hagar kepada Abram. Ketika Hagar mengandung anak Abram, ia menjadi sombong dan merendahkan Sarai. Sarai mengusirnya ke padang gurun. Hagar dijanjikan bahwa keturunannya akan menjadi sangat banyak, "sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya." Maka Hagar kembali dan anaknya Ismael adalah keturunan Abram yang pertama. Dalam agama Islam, Ismael adalah pewaris Abram. Hagar dan Ismael kemudian diusir dari Abram oleh Sarai selamanya (Kejadian 21).
Perjanjian sunatan
Nama Abraham diberikan pada Abram (dan Sara pada Sarai) pada waktu yang sama dengan perjanjian sunatan (Kejadian 17), yang dipraktikkan dalam Yudaisme dan Islam sampai hari ini. Sekarang Abraham dijanjikan bukan saja keturunan yang banyak, melainkan juga bahwa keturunan ini akan berasal dari Sara, dan juga bahwa negeri di mana ia tinggal akan menjadi milik keturunannya. Perjanjian ini dipenuhi lewat Ishak, walaupun Tuhan berjanji bahwa Ismael akan menjadi bangsa yang besar pula. Perjanjian sunat (tidak seperti janji-janji lainnya) memiliki dua sisi dan bersyarat: bila Abraham dan keturunannya memenuhi janji mereka, TUHAN akan menjadi Tuhan mereka dan memberi mereka negeri tersebut.
Ujian iman Abraham
Beberapa waktu setelah kelahiran Ishak, Abraham diperintahkan Tuhan untuk mengorbankan anaknya itu di gunung Moria. Sebelum Abraham sempat mematuhi hal ini, ia dicegah seorang malaikat dan ia mengorbankan seekor domba jantan. Sebagai imbalan akan kepatuhannya ini ia menerima janji lain bahwa ia akan membuat keturunannya "sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut", dan bahwa mereka "akan menduduki kota-kota musuhnya."
Akhir hayat
Sara wafat dalam usia lanjut, dan dimakamkan di gua ladang Makhpela, dekat Hebron, yang telah dibeli Abraham. Abraham juga dimakamkan di sini. Berabad-abad kemudian makam ini menjadi tempat kunjungan agama dan umat Islam membangun sebuah mesjid di tempat ini.
Abraham dalam pandangan agama samawi
Abraham mempunyai arti yang sangat penting bagi semua agama samawi yaitu Yahudi, Kristen dan Islam. Islam menganggap Ibrahim sebagai bapaknya orang-orang mu'min, karena Allah menetapkannya demikian. Beliau adalah contoh ideal dari seorang yang disebut mu'min. Ini ditunjukkannya dengan penyerahan diri yang sempurna kepada Allah, dengan kesediaannya untuk menyembelih anak kesayangan satu-satunya yaitu Ismail.
Agama Yahudi memandang Abraham sebagai salah satu leluhur mereka. Di dalam Kitab Suci Ibrani, Allah sering menyatakan diri-Nya sebgai "Allah Abraham, Ishak, dan Yakub". Hal ini misalnya terjadi ketika Allah menyatakan diri kepada Musa di padang belantara di Midian: "Lagi Ia berfirman: 'Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.' Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah." (Keluaran 3:6).
Bagi orang Kristen, Abraham adalah bapak orang percaya. Imannya menjadi teladan bagi semua orang. Surat Ibrani mengatakan demikian: "Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui... Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal" (Ibrani 11:8, 17).
Dengan demikian, Abraham adalah bapak yang sama bagi ketiga agama ini, sekaligus mengingatkan bahwa ketiga-tiganya mempunyai akar yang sama.
Lihat pula
- Lot
- Ismael
- Ishak
kategori:Nabi
kategori:Yahudi
kategori:Kristen
kategori:Islam
ja:アブラハム
ko:아브라함
MusaMusa (dalam Bahasa Ibrani, משה (Moshe); dalam bahasa Arab: موسى) adalah seorang nabi dalam agama Yahudi, Kristen dan Islam. Dia merupakan anak dari Amram dan istrinya, Yokhebed, seorang suku Lewi. Legenda pembebas orang Ibrani, pemimpin, pembuat hukum, dan sejarahwan. Dia mungkin hidup antara abad-18 SM dan abad-13 SM.
Kitab Taurat diturunkan dari Tuhan kepada beliau di Gunung Sinai dan beliau dipercayai telah menggiring kaum Yahudi keluar dari perbudakan di Mesir. Taurat ini berisi kisah hidupnya dan kaumnya sampai kematiannya pada umur 120 tahun.
Pada waktu bayi Musa dibuang di sungai Nil untuk menghindari pembantaian anak orang Ibrani yang dilakukan oleh Firaun. Dia ditemukan oleh istri Firaun dan dibesarkan di istana Firaun atas permintaannya.
Warisan terbesar Musa mungkin adalah doktrin monoteisme, yang tidak diterima di zamannya, dengan Sepuluh Perintah Allah dan menghukum politeisme.
category:Yahudi
category:Islam
ja:モーセ
Al-KitabAlkitab adalah kitab suci umat Kristen. Alkitab dibagi atas dua bagian utama: Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama. Bagian-bagian utama ini disebut "Perjanjian" karena Tuhan bangsa Israel atau Yahwe membuat perjanjian. Pertama kalinya antara Nabi Musa dan orang Yahudi dan kedua kalinya antara Yesus Kristus dan seluruh umat manusia.
Kata Alkitab berasal dari bahasa Arab Kutiba yang berarti ketetapan-ketetapan / hukum, merupakan aturan-aturan dalam menjalankan agama
Hampir semua buku Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani, kecuali beberapa bagian yang ditulis dalam bahasa Aram dari kitab Daniel sedangkan semua buku Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani.
Berdasarkan isinya dan gaya penulisan, Perjanjian Lama dapat dikelompokkan menjadi 5 bagian utama yaitu Kitab Taurat (5 kitab), Kitab Sejarah (12 kitab), Kitab Puisi (5 kitab), Kitab Nabi-nabi Besar (5 Kitab) dan Kitab Nabi-nabi Kecil (12 Kitab). Sementara pengelompokan untuk Perjanjian Baru adalah Kitab Injil (4 Kitab), Kitab Sejarah (1 Kitab), Kitab Surat Rasuli (21 Kitab) dan Kitab Wahyu (1 Kitab).
Selain itu semenjak dahulu ada diskusi tentang kanon Alkitab: buku apa saja yang bisa dianggap bagian dari Alkitab. Pada abad ke-3 SM, Alkitab Ibrani atau Tanakh diterjemahkan dalam bahasa Yunani. Terjemahan ini disebut Septuaginta, tetapi memuat sejumlah buku yang tidak terdapat dalam versi Yahudi. Buku-buku ini disebut buku-buku Deuterokanonika.
Lihat juga
- Daftar Kitab Dalam Alkitab
Pranala luar
- [http://www.alkitab.or.id Situs Web Lembaga Alkitab Indonesia]
- [http://www.sabda.org Yayasan Lembaga Sabda - Alkitab Online]
- [http://www.pemulihan.or.id/go.php?p=alkitab/alkitab Alkitab Versi Pemulihan dengan catatan kaki]
- [http://www.recoveryversion.org Recovery Version Bible]
kategori:Yahudi
kategori:Kristen
ja:聖書
ko:성서
ms:Bible
nb:Bibelen
simple:Bible
zh-min-nan:Sèng-keng
TauratKitab Taurat atau Torah dalam bahasa Ibrani adalah lima kitab pertama Tanakh atau Alkitab Perjanjian Lama. Kitab Taurat dalam bahasa Yunani disebut Pentateukh.
Kelima kitab ini adalah:
- Kejadian, bahasa Latin: Genesis, bahasa Ibrani: beresyit (בראשית),
- Keluaran, bahasa Latin: Exodus, bahasa Ibrani syemot (שמות),
- Imamat, bahasa Latin: Leviticus, bahasa Ibrani wayyikra (ויקרא),
- Bilangan, bahasa Latin: Numerii, bahasa Ibrani bemidbar (במדבר) dan
- Ulangan, bahasa Latin: Deuteronomium, bahasa Ibrani debarim (דברים).
Nama-nama Latin berasal dari Septuaginta.
Kelima buku pertama ini dianggap penting karena kelima buku ini memuat undang-undang nabi Musa.
Menurut tradisi kitab Taurat ditulis oleh nabi Musa. Tetapi banyak yang meragukan sebab dalam kitab Ulangan, bab 34 ditulis tentang wafatnya nabi Musa.
Kata Taurat sendiri sebenarnya berarti pengajaran oleh Allah. Kata ini diterapkan kepad Kesepuluh Hukum (Dasa Titah), kemudian pada segala hukum dan peraturan dari Tuhan.
Orang Samaria mengakui kelima kitab Taurat ini sebagai kitab suci mereka, namun mereka menolak kitab-kitab lainnya yang terdapat di dalam Perjanjian Lama.
bersambung
----
Lihat pula:
- Agama
-----
Pranala luar
Kamus Alkitab LAI
category:Yahudi
ja:モーセ五書
ms:Taurat
Yahudi
Yahudi ialah sebuah istilah yang sedikit rancu sebab bisa merujuk kepada sebuah agama atau suku bangsa. Jika dilihat berdasarkan agama, istilah ini merujuk kepada umat agama Yahudi, tidak peduli apakah mereka keturunan Yahudi atau tidak.
Berdasarkan etnisitas, kata ini merujuk kepada keturunan Eber (Kejadian 10:21) atau Yakub, anak Isak, anak Abraham (Ibrahim) dan Sarah. Etnik Yahudi juga termasuk Yahudi yang tidak memegang kepada agama Yahudi tetapi beridentitas Yahudi dari segi tradisi.
Agama Yahudi ialah kombinasi antara agama dan suku bangsa. Agama Yahudi dibahas lebih lanjut dalam artikel agama Yahudi; artikel ini hanya membahas dari segi suku bangsa saja. Kepercayaan semata-mata dalam agama Yahudi tidak menjadikan seseorang menjadi Yahudi. Di samping itu, dengan tidak memegang kepada prinsip-prinsip agama Yahudi tidak menjadikan seorang Yahudi kehilangan status Yahudinya. Tetapi, definisi Yahudi undang-undang kerajaan Israel tidak termasuk Yahudi yang memeluk agama yang lain.
:Lengkapnya, silakan melihat artikel: Agama Yahudi
Siapakah orang yang berhak disebut Yahudi ?
Halakha, atau hukum-hukum agama Yahudi, memberikan definisi Yahudi kepada seorang yang
- ibunya Yahudi; atau
- Seorang yang memeluk agama Yahudi berdasarkan hukum-hukum Yahudi.
Definisi ini diwajibkan oleh Talmud, sumber Hukum-Hukum Tidak Tertulis yang menerangkan Taurat, kitab suci asal hukum-hukum Yahudi (lima kitab pertama kitab Tanakh / Perjanjian Lama). Berdasarkan Talmud, definisi ini dipegang semenjak pemberian Sepuluh Perintah Allah di Gunung Sinai kira-kira 3.500 tahun dahulu kepada nabi Musa. Pakar sejarah Yahudi non-Ortodoks memegang bahwa definisi ini tidak diikuti sehingga tidak lama dahulu, tetapi mengaku ini digunakan sekurang-kurangnya 2.000 tahun hingga sekarang.
Pada akhir abad ke-20, dua kumpulan Yahudi (terutamanya di Amerika Serikat) yang liberal dari segi teologi, Yahudi Reformasi dan Yahudi Rekonstruksi telah membenarkan orang yang tidak memenuhi kriteria tersebut untuk memanggil diri mereka sendiri sebagai Yahudi. Meraka tidak lagi mewajibkan orang memeluk agama tersebut untuk memenuhi adat istiadat permelukan tradisional, dan mereka menganggap seseorang sebagai Yahudi jika ibu mereka bukan Yahudi dengan syarat ayahnya Yahudi.
Kelompok Yahudi
Dewasa ini ada dua kelompok Yahudi utama:
# Kaum Ashkenazim
# Kaum Sefardim
Anti-semitisme
Selama berabad-abad orang Yahudi banyak didiskriminasikan orang Kristen di Eropa dan juga oleh orang-orang Arab di Timur Tengah meskipun mereka dianggap ‘ahli alkitab’ oleh orang Muslim. Status ini membuat situasi mereka sedikit lebih baik di Timur Tengah. Diskriminasi terhadap orang Yahudi ini secara spesifik disebut anti-semitisme. Puncak diskriminasi ini terjadi pada Perang Dunia II di mana lebih dari 6 juta orang Yahudi dibantai di Eropa secara sia-sia oleh kaum Nazi Jerman.
Lihat pula
- Israel
kategori:Agama
category:Yahudi
ja:ユダヤ人
ko:유대인
tokipona:jan Juta
Rukun Islamterdiri daripada lima perkara:
- Mengucap kalimat syahadat dan menerima bahwa Allah itu tunggal dan Nabi Muhammad s.a.w itu rasul Allah.
- Menunaikan sholat lima kali sehari.
- Berpuasa pada bulan Ramadhan.
- Mengeluarkan zakat.
- Menunaikan Haji bagi mereka yang mampu.
Sunnah
Sunnah ( kependekan dari kata Sunnaturrasul, berasal dari kata sunan yang artinya garis )dalam Islam mengacu kepada sikap, tindakan, ucapan dan cara Rasulullah menjalani hidupnya atau garis-garis perjuangan / tradisi yang dilaksanakan oleh Rasulullah. Sunnah adalah sumber hukum kedua dalam Islam, setelah Al-Quran. Narasi atau informasi yang disampaikan oleh para sahabat tentang sikap, tindakan, ucapan dan cara Rasulullah disebut sebagai hadits. Sunnah yang dilaksanakan oleh Allah disebut Sunnatullah.
kategori:Islam
PuasaPuasa adalah kegiatan menahan diri dari makan dan minum selama jangka waktu tertentu.
Puasa dan agama
Puasa sering dilakukan dalam rangka menunaikan ibadah dalam suatu agama. Dalam Islam, puasa (disebut juga shaum). Dalam Kristen, puasa dilakukan menjelang Paskah, atau dilakukan dengan cara berpantang.
Puasa dan kesehatan
Menurut penelitian, puasa menyehatkan tubuh.
Lihat pula
- Puasa (Islam)
RamadhanRamadhan adalah bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah. Bulan ini terdiri dari 30 hari.
Bulan Ramadan adalah bulan di mana umat muslim menjalankan puasa dan merupakan bulan yang suci bagi pemeluk agama Islam. Umat muslim berpuasa selama bulan Ramadan dan kemudian di bulan Syawal, mereka merayakan Idul Fitri. Di Indonesia, ada tradisi untuk berziarah ke makam keluarga yang sudah meninggal.
Al-Qur'an yang merupakan wahyu Allah SWT pertama kali diturunkan pada Nabi Muhammad SAW pada tanggal 17 Ramadan atau dikenal sebagai malam Nuzulul Qur'an. Terdapat pula malam yang dalam Al-Qur'an disebutkan bila beribadah di malam itu lebih baik dari pada beribadah seribu bulan yaitu malam Lailatul Qadar.
----
Muharram – Safar – Rabiul awal – Rabiul akhir – Jumadil awal – Jumadil akhir – Rajab – Sya'ban – Ramadhan – Syawal – Dzulkaidah – Dzulhijjah
----
category:Islam
ms:Ramadhan
ja:ラマダーン
Caledonian Confederacy
The Caledonians (Latin: Caledonii) or Caledonian Confederacy, is a name given by historians to a group of the indigenous Picts of Scotland during the Iron Age. They were enemies of the Roman Empire, which was then occupying southern Great Britain in the province they called Britannia. We do not know by what name the Caledonians referred to themselves.
The Caledonians were hillfort builders and farmers who defeated and were defeated by the Romans on several occasions. The Romans never fully occupied the territory they called Caledonia (broadly corresponding to modern Scotland) and resistance by the Caledonians was one of the factors that led to the Romans' abandonment of plans to occupy Scotland.
Nearly all of the information that we have about the Caledonians comes from their enemy, therefore it is necessary to be aware of the possibility of bias in the historical record. Tacitus mentions that they had red hair and large limbs (Agricola, 11)
An assessment by a modern historian
Peter Salway considers the Caledonians to have consisted of indigenous Pictish tribes augmented by fugitive Brythonic resistance fighters fleeing from Britannia. The Caledonii tribe, after which the historical Caledonian Confederacy is named may have been joined in conflict with Rome by tribes in northern central Scotland by this time, such as the Vacomagi, Taexali and Venicones recorded by Ptolemy.
The history of the Caledonians from the Roman perspective
In AD 83 or 84, led by Calgacus, the Caledonians' defeat at the hands of Gnaeus Julius Agricola at Mons Graupius is recorded by Tacitus. Tacitus avoids using terms such as king to describe Calgacus and it is uncertain as to whether the Caledonians had single leaders or whether they were more disparate and that Calgacus was an elected war leader only.
In AD 180 they took part in an invasion of Britannia, breached Hadrian's Wall and were not brought under control for several years, eventually signing peace treaties with the governor Ulpius Marcellus. This suggests that they were capable of making formal agreements in unison despite supposedly having many different chieftains. However, Roman historians used the word "Caledonii" not only to refer to the Caledonii themselves, but also to any of the other tribes (both Pictish or Brythonic) living north of Hadrian's Wall, and it is uncertain whether these later were limited to individual groups or wider unions of tribes.
In 197 AD Dio Cassius records that the Caledonians aided in a further attack on the Roman frontier being led by the Maeatae and the Brigantes and probably inspired by the removal of garrisons on Hadrian's Wall by Clodius Albinus. He says the Caledonians broke the treaties they had made with Marcellus a few years' earlier (Dio lxxvii, 12).
The governor who arrived to oversee the regain of control over Britannia after Albinus' defeat, Virius Lupus was obliged to buy peace from the Maeatae rather than fight them.
The Caledonians are next mentioned in 209, when they are said to have surrendered to the emperor Septimius Severus after he personally led a military expedition north of Hadrian's Wall, in search of a glorious military victory. Herodian and Dio wrote only in passing of the campaign but describe the Caledonians ceding territory to Rome as being the result. Colin Reader has suggested that the Severan campaigns did not seek a battle but instead sought to destroy the fertile agricultural land of eastern Scotland and thereby bring about genocide of the Caledonians through starvation [http://www.britarch.ac.uk/ba/ba6/ba6feat.html#martin].
By 210 however, the Caledonians had re-formed their alliance with the Maeatae and joined their fresh offensive. A punitive expedition led by Severus' son, Caracalla was sent out with the purpose of slaughtering everyone it encountered from any of the northern tribes. Severus meanwhile prepared for total conquest but already ill, he died at York in Britannia in 211. Caracalla attempted to take over command but when his troops refused to recognise him as emperor, he made peace with the Caledonians and retreated south of Hadrian's Wall to press his claim for the throne. Sheppard Frere suggests that Caracella briefly continued the campaign after his father's death rather than immediately leaving, citing an apparent delay in his arrival in Rome and indirect numismatic and epigraphic factors that suggest he may instead have fully concluded the war but that Dio's hostility towards his subject led him to record the campaign as ending in a truce. Malcolm Todd however considers there to be no evidence to support this.
In any event, there is no further historical mention of the Caledonians for a century save for a c. AD 230 inscription from Colchester which records a dedication by a man calling himself the nephew (or grandson) of "Uepogenus, [a] Caledonian" [http://www.medievalscotland.org/scotnames/jonespictishmem/pictish2.shtml]. This may be because Severus' campaigns were so successful that the Caledonians were wiped out and replaced by the broch-building peoples of the far north [http://www.britarch.ac.uk/ba/ba7/ba7lets.html].
In 305, Constantius Chlorus re-invaded the northern lands of Britain although the sources are vague over their claims of penetration into the far north and a great victory over the "Caledones and others" (Panegyrici Latini Vetares, VI (VII) vii 2). The event is notable in that it includes the first recorded use of the term 'Pict' to describe the tribes of the area.
Archaeological evidence
There is little direct evidence of a Caledonian archaeological culture but it is possible to describe the settlements in their territory during their existence.
The hillforts that stretched from the North York Moors to the Scottish highlands are evidence of a distinctive character emerging in northern Great Britain from the Middle Iron Age onwards. They were much smaller than the hillforts further south, often less than a hectare in area and there is no evidence that they were extensively occupied or defended by the Caledonians who appear to generally have had a dispersed settlement pattern. Suggestions of widespread warfare in Scotland at this period have been made [http://www.scotlandspast.org/iron.cfm].
By the time of the Roman invasion there had been a move towards less heavily-fortified but better sheltered farmsteads surrounded by earthwork enclosures. Individual family groups likely inhabited these new fortified farmsteads, linked together with their neighbours through intermarriage.
The reason for this change from hilltop fortresses to farms amongst the Caledonians and their neighbours is unknown. Barry Cunliffe considers that the importance of demonstrating an impressive residence became less significant by the second century because of falling competition for resources due to advances in food production or a population decline. Alternatively, finds of Roman material may mean that social display became more of a matter of personal adornment with imported exotica rather than building an impressive dwelling.
See also
- Caledonia
- Dicalydones
- Antonine Wall
Bibliography
Cunliffe, B, Iron Age Britain, Batsford, London, 2004, ISBN 0713488395
Frere, S, Britannia, Routledge, London, 1987, ISBN 0710212151
Salway, P, Roman Britain, OUP, Oxford, 1986
Todd, M, Roman Britain, Fontana, London, 1985. ISBN 0006860648
External links
- [http://heritage.scotsman.com/timelines.cfm?cid=1&id=40522005 The Scotsman - Mons Graupius, where the Romans defeated the Caledonii]
- [http://www.rampantscotland.com/famous/blfamgalgacus.htm Famous Scots - Galgacus]
- [http://www.historic-uk.com/HistoryUK/Scotland-History/RomansinScotland.htm Historic UK - Romans in Scotland]
Category:Ancient Roman enemies
Category:Iron Age Scotland
Category:History of Scotland
Category:Roman military occupation in southern Scotland
rozstpy podatki ruletka online slots hoteles en berlin
|
|
|
| :: RELATED NEWS :: |
Bruce Elving
Bruce F. Elving is an author and DXer from Duluth, Minnesota.
He is the author of the FM Atlas, a directory of FM radio stations throughout the United States, Canada, and Mexico, which has been published approximately every 18 months since 1972, and is currently in
|
Wikipedia:Articles for deletion/Gino Frediani
| |