:: wikimiki.org ::
| Jakarta |
Jakarta
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
| 100px |
| (Lambang DKI Jakarta) |
|
Motto: "Jaya Raya"
(Bahasa Indonesia): "Jaya dan Besar (Agung)" |
| Image:Locator_jakarta_final.png |
| Hari jadi | 22 Juni 1527 |
| Ibu kota | Jakarta |
| Gubernur | Sutiyoso |
Wilayah - Total:
| 661,52 km²
|
Daerah Tk. II - Jumlah:
| 5 Kotamadya dan 1 Kabupaten
|
Penduduk - Total (2004): - Kepadatan: | 8.792.000 16.667/km² |
| Suku bangsa | Betawi (+/-10%), Jawa, Sunda, Tionghoa (10%), dll. |
| Agama | Islam, Kristen, Buddha, dll. |
| Bahasa | Indonesia, Betawi, Jawa, Sunda, dll. |
| Zona waktu | (WIB) |
| Maskot | Elang Bondol |
| Lagu kedaerahan | tidak ada |
Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta adalah sebuah provinsi sekaligus ibu kota Indonesia. Karena Jakarta merupakan sebuah kota yang amat besar dan sekaligus ibu kota Indonesia, maka kota ini mempunyai status yang sama dengan sebuah provinsi. Jakarta terletak di bagian barat laut pulau Jawa. Koordinatnya adalah [http://kvaleberg.com/extensions/mapsources/index.php?params=6_11_S_106_50_E_ 6°11′ LS 106°50′ BT]. Pada tahun 2004, luasnya adalah sekitar 650 km² dan penduduknya berjumlah 8.792.000 jiwa.
Sejarah
2004
Jakarta pertama kali dikenal sebagai pelabuhan di muara Sungai Ciliwung. Asal-usulnya bisa ditelusuri dari zaman Hindu pada abad ke-5. Orang Eropa pertama yang datang ke Jakarta adalah orang Portugis. Pada abad ke-16, para pendatang Portugis diberi izin mendirikan benteng di Sunda Kelapa.
Asal-usul hari jadi Jakarta tanggal 22 Juni adalah penaklukan Sunda Kelapa oleh Fatahillah pada tahun 1527 dan mengganti nama kota tersebut menjadi Jayakarta yang berarti kemenangan.
Orang Belanda datang ke Jayakarta sekitar akhir abad ke-16 dan pada 1619, VOC dipimpin oleh Jan Pieterszoon Coen menaklukan Jayakarta dan kemudian mengubah namanya menjadi Batavia. Dalam masa Belanda, Batavia berkembang menjadi kota yang besar dan penting.
Penjajahan oleh Jepang dimulai pada 1942 dan mengganti nama Batavia menjadi Jakarta untuk menarik hati penduduk pada Perang Dunia II. Kota ini juga merupakan tempat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 dan diduduki Belanda sampai pengakuan kedaulatan pada 1949.
Pada Mei 1998, terjadi kerusuhan di Jakarta yang sasarannya kebanyakan adalah orang Tionghoa. Gedung MPR/DPR diduduki oleh para mahasiswa yang menginginkan reformasi. Buntut kerusuhan ini adalah turunnya Presiden Soeharto dari kursi kepresidenan. Lihat Kerusuhan Mei 1998
Budaya
Sebagai ibu kota Indonesia, Jakarta menarik pendatang dari seluruh Indonesia, apalagi melihat kurang meratanya pertumbuhan di pusat dan daerah menyebabkan arus urbanisasi yang besar. Urbanisasi inilah yang membawa berbagai budaya masuk ke Jakarta. Suku-suku yang mendiami Jakarta antara lain Suku Betawi, Jawa, Sunda, Minang, Batak, dan Tionghoa.
Budaya lain yang juga khas di Jakarta adalah bahasa gaul yang dipakai oleh penduduk yang biasanya berusia remaja. Beberapa contoh penggunaan bahasa ini adalah Please donk ah! dan So what gitu loh!.
remaja
Budaya Betawi sebagai penduduk asli agak tersingkirkan oleh budaya lain baik dari Indonesia maupun budaya Barat. Untuk melestarikan budaya Betawi, didirikanlah cagar budaya di Situ Babakan.
Seperti halnya budaya dan etnik di Jakarta yang merupakan perpaduan dari berbagai macam budaya dan etnik baik dari seluruh wilayah di Indonesia maupun dari luar Indonesia seperti halnya Belanda, Tiongkok, Portugis, Arab dan India, musik di Jakarta menggambarkan perpaduan-perpaduan tersebut baik musik tradisional maupun modern. Bahkan sampai saat ini, Jakarta masih dianggap kiblat bagi perkembangan musik di Indonesia.
Untuk musik tradisional di Jakarta, seperti tanjidor dan gambang kromong, terdapat pengaruh baik etnis dari luar Jakarta Sunda seperti penggunaan rebab dan terompet tradisional. Kemudian pengaruh asing seperti halnya Trombone dan Gitar dari Eropa dan beberapa irama musik tradisional Tionghoa.
Seperti halnya dalam budaya dan musik, seni tari di Jakarta merupakan perpaduan antara unsur unsur budaya masyarakat yang ada di dalamnya. Pada awalnya, seni tari di Jakarta memiliki pengaruh Sunda dan Tionghoa seperti tariannya yang memiliki corak tari Jaipong dengan kostum penari khas pemain Opera Beijing. Namun Jakarta dapat dinamakan daerah yang paling dinamis. Selain seni tari lama juga muncul seni tari dengan gaya dan koreografi yang dinamis.
Cerita rakyat yang berkembang di DKI Jakarta selain cerita rakyat yang sudah dikenal seperti Si Pitung juga dikenal cerita rakyat lain seperti serial Jagoan Tulen yang mengisahkan jawara-jawara Betawi baik dalam perjuangan maupun kehidupannya yang dikenal "keras". Selain mengisahkan jawara atau pendekar dunia persilatan, juga dikenal cerita Nyai Dasima yang menggambarkan kehidupan zaman kolonial.
Selain budaya Musik, Tari-tarian dan Cerita rakyat, Masyarakat Betawi juga mengenal seni lenong dan topeng betawi. si janthuk yang kini sudah dianggap langka.
Demografi
Jumlah penduduk di Jakarta sekitar 9.792.000 (2004) namun pada siang hari, angka tersebut akan bertambah seiring datangnya para pekerja dari kota satelit seperti Bekasi dan Depok.
Bahasa yang digunakan di Jakarta adalah Bahasa Indonesia. Bahasa daerah juga digunakan oleh orang-orang yang satu suku dan karena di Jakarta terdapat berbagai suku, bahasa Indonesialah yang paling sering dipakai. Selain itu, muncul juga bahasa gaul yang tumbuh di kalangan anak muda dengan kata-kata yang terkadang diambil dari bahasa lain.
Agama yang dianut di DKI Jakarta sangat beragam termasuk kelima agama yang diakui pemerintah Indonesia (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha) tempat peribadatan agama tersebut juga tersedia di Jakarta contohnya
- Masjid Istiqlal
- Masjid Agung Al-Azhar
- Gereja Katedral Jakarta
- Gereja Imanuel
- Pura Adhitya Jaya
- Vihara Dhammacakka Jaya
Vihara Dhammacakka Jaya.
Pemerintahan
Vihara Dhammacakka Jaya
DKI Jakarta memiliki status khusus sebagai Daerah Khusus Ibukota. Kota ini dibagi kepada lima kotamadya dan satu kabupaten. Mereka adalah:
- Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu
- Jakarta Utara, memiliki kode pos 14xxx.
- Jakarta Pusat, memiliki kode pos 10xxx.
- Jakarta Barat, memiliki kode pos 11xxx.
- Jakarta Timur, memiliki kode pos 13xxx.
- Jakarta Selatan, memiliki kode pos 12xxx.
Pendidikan
Pendidikan di DKI Jakarta tersedia dari playgroup sampai perguruan tinggi. Kualitas dari pendidikan pun juga sangat bervariasi dari gedung mewah ber-AC sampai yang bahkan gedungnya sudah akan rubuh khususnya di tingkat SD dan SMP.
Belakangan ini mulai muncul berbagai sekolah dengan kurikulum yang diserap dari negara lain seperti Singapura dan Australia. Sekolah lain dengan kurikulum Indonesia pun juga muncul yang memiliki pengajaran berbeda.
DKI Jakarta juga menjadi lokasi berbagai universitas yang terkemuka seperti
- Universitas Indonesia
- Universitas Negeri Jakarta (dahulu IKIP Jakarta)
- Universitas Trisakti
- Universitas Atma Jaya
- Universitas Pancasila
Transportasi
Dalam kota
Universitas Pancasila
Di DKI Jakarta, tersedia jaringan jalan raya dan jalan tol yang melayani seluruh kota namun perkembangan jumlah mobil dengan jumlah jalan sangat timpang (5-10% dengan 4-5%).
Menurut data dari Dinas Perhubungan DKI, tercatat 46 kawasan dengan 100 titik simpang rawan macet di Jakarta. Definisi rawan macet adalah arus tidak stabil, kecepatan rendah serta antrean panjang. Kawasan yang memiliki lebih dari empat titik simpang rawan macet adalah:
- Kawasan Ancol/Gunung Sahari
- Kawasan Jatibaru/Tanah Abang
- Kawasan Kalimalang
- Kawasan Mampang/Buncit
- Kawasan Pasar Minggu
- Kawasan Pondok Indah
- Kawasan Pulo Gadung
- Kawasan Tambora.
Jakarta sebagai pusat ekonomi juga turut memperparah kemacetan di Jakarta karena selain dilalui penduduk DKI, jalan di Jakarta juga melayani para pelaju dari kota di sekitar Jakarta seperti Depok, Bekasi, Tangerang, dan Bogor. Untuk di dalam kota, kemacetan dapat dilihat di Sudirman apalagi di jam-jam pulang kantor.
Pemda DKI telah menghadirkan layanan transportasi umum yang dikenal sebagai TransJakarta menggunakan bus dan halte yang berada di jalur khusus. Koridor Busway yang ada di Jakarta adalah
- Koridor I Blok M- Stasiun Kota
- Koridor II Pulogadung - Harmoni (belum selesai)
- Koridor III Kalideres - Harmoni (belum selesai)
Selain itu, Pemda juga sedang membangun dua jalur monorel yairu Green Line dan Blue Line.
Dari dan ke
Untuk ke kota-kota di Pulau Jawa, bisa dicapai dari Jakarta dengan jaringan jalan dan beberapa ruas jalan tol. Jalan tol yang paling baru adalah Jalan Tol Cipularang yang mempersingkat waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi sekitar 1,5 jam. Untuk ke Sumatera, tersedia layanan penyeberangan dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni.
Bandara yang terdapat di Jakarta adalah
- Bandara Internasional Soekarno Hatta yang berfungsi sebagai pintu masuk internasional utama.
- Bandara Halim Perdanakusuma
Kondisi dan sumber daya alam
Pada tahun 2004, untuk kesekian kalinya, Kota Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan meraih penghargaan Bangun Praja kategori "Kota Terbersih dan Terindah di Indonesia" (dulu disebut "Adipura"). Salah satu faktor penentu keberhasilan kedua kota tersebut adalah keberadaan kawasan Menteng (Jakpus) dan Kebayoran Baru (Jaksel).
Kawasan di DKI Jakarta yang identik dengan pepohonan adalah
- Kosambi (Schleichera oleosa), Jakarta Barat
- Menteng (Baccauera dulciss Muell), Jakarta Pusat
- Cempaka Putih (Michelia alba) Jakarta Pusat
- Karet (Ficus elastica), Jakarta Pusat
- Kemang (Mangifera caecea) Jakarta Selatan
- Kebayoran/Kebayuran (bayur=Pterospermum javanicum), Jakarta Selatan
- Kelapa Gading (Cocos capitata), Jakarta Utara
- Sunda Kelapa (Cocos nucifera), Jakarta Utara
- Kapuk (Ceiba petandra), Jakarta Utara
- Kayu Putih (Eucalyptus alba), Jakarta Timur
- Kebon Pala (Myristica fragrans), Jakarta Timur
Hingga kini eksistensi pohon telah menjadi identik dengan nama kawasan-kawasan itu. Namun, penebangan pohon kota memusnahkan pohon sebagai identitas karakter lanskap kawasan yang memakai nama-nama pohon tersebut.
Pariwisata
DKI Jakarta juga memiliki berbagai tujuan pariwisata seperti
- Kebun Binatang Ragunan
- Monumen Nasional
- Museum Gajah
- Taman Mini Indonesia Indah
- Taman Impian Jaya Ancol
- Pulau Seribu
Lihat pula: Museum-museum di Jakarta
Pusat perbelanjaan
Pada program "Enjoy Jakarta", Pemda menonjolkan pariwisata di pusat-pusat perbelanjaan yang terdapat di Jakarta. Beberapa tahun terakhir ini memang terjadi tren pembangunan pusat perbelanjaan dari yang mewah sampai pusat grosir. Di pusat perbelanjaan tersebut juga muncul berbagai waralaba internasional yang mulai merebak seperti Starbucks selain juga waralaba nasional seperti Es Teler 77, di beberapa wilayah Kecamatan juga tersedia pusat belanja kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau seperti Indomaret dan Alfamart.
Permasalahan sosial
Alfamart
Posisi DKI Jakarta sebagai pusat perekonomian telah mendorong orang-orang di luar Jakarta dan luar pulau Jawa untuk berbondong-bondong mencari rezeki di ibu kota Indonesia ini. Banyak dari orang-orang yang datang ke Jakarta tidak dibekali dengan keahlian atau keterampilan khusus, sehingga beberapa dampak sosial yang sering muncul adalah masalah pengangguran yang berkaitan erat dengan masalah kemiskinan dan kriminalitas.
Jumlah pendatang di Jakarta (2002-2005)
Catatan: - perkiraan
Sumber: Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta
Lihat pula
- Daftar provinsi Indonesia
- Jabotabek
- Jagorawi
- Pekan Raya Jakarta
Pranala luar
- [http://www.jakarta.go.id Situs resmi Pemerintah DKI]
- [http://http://www.kependudukancapil.go.id Situs Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI]
Kategori:Ibukota dunia
Kategori:Ibukota Provinsi di Indonesia
ja:ジャカルタ
ms:Jakarta
simple:Jakarta
th:จาการ์ตา
zh-min-nan:Jakarta
MottoMotto adalah seruan yang biasanya terdapat pada lambang sebuah negara atau daerah administratif. Biasanya motto ditulis dalam bahasa Latin atau bahasa Perancis. Sedangkan untuk (daerah-daerah) di Indonesia, motto biasa ditulis dalam bahasa Kawi atau Sansekerta.
Untuk Indonesia, motto ini adalah Bhinneka Tunggal Ika. Sedangkan untuk Britania Raya, motto ini adalah: Dieu et mon Droit.
ja:モットー
simple:Motto
Bahasa IndonesiaBahasa Indonesia adalah bahasa yang digunakan oleh warga Indonesia, dan merupakan bahasa yang cukup menarik. Pertama, hanya sebagian kecil dari penduduk Indonesia yang benar-benar menggunakannya sebagai bahasa ibu. Untuk sebagian besar lainnya bahasa Indonesia adalah bahasa kedua.
Bahasa Indonesia juga dapat dikatakan sangat modern: diresmikan pada kemerdekaan Indonesia, yaitu pada tahun 1945, dan bahasa Indonesia juga adalah bahasa dinamis yang terus menyerap kata-kata dari bahasa asing. Berasal dari rumpun yang sama, Bahasa Indonesia adalah dialek terstandardisasi dari bahasa Melayu, dan keduanya cukup mirip. Fonologi dan tata bahasa dari bahasa Indonesia cukuplah mudah, dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu. bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan sebagai pengantar pendidikan di sekolah di Indonesia.
Sejarah
Bahasa Indonesia dikembangkan dari salah satu dialek bahasa Melayu, sebuah bahasa Austronesia (atau Melayu-Polinesia) yang digunakan sebagai lingua franca di kepulauan Indonesia selama berabad-abad.
Bahasa perdagangan
Penyebutan pertama istilah "Bahasa Melayu" terjadi pada era 683-686. Ini dapat dilihat di "Museum Jakarta” (terjemahan ?) pada inskripsi yang ditemukan di Palembang dan Bangka. Inskripsi ini ditulis dengan huruf Sansekerta atas perintah Raja Sriwijaya yang kerajaan maritimnya berkembang luas. Pada masa itu di daerah perdagangan Selat Malaka, yang menjadi pintu antara Tiongkok dan India, sudah terbentuk sebuah bahasa yang mirip Bahasa Melayu. Kebanyakan perbendaharaan bahasa ini berhubungan dengan perdagangan dan tata bahasany mirip dengan “Melayu Pasar”. Dari sinilah kemudian Bahasa Melayu distandarkan.
Melayu Klasik
Dari Melayu Kuno muncullah Melayu Klasik. Dokumentasi yang ada tidak dapat menjelaskan dengan rinci hubungan antara keduanya. Namun yang pasti bahasa Melayu kuno berasal dari kebudayaan Buddha dan Melayu klasik dan menjadi bahasa yang digunakan dalam kebudayaan Islam. Seiring dengan berkembangnya agama Islam dimulai dari Aceh pada abad XIV, bahasa Melayu klasik terlihat lebih berkembang dan mendominasi sampai pada tahap di mana ekspresi “Masuk Melayu” berarti masuk Islam.
Bahasa Indonesia
Bahasa Melayu di Indonesia kemudian digunakan sebagai lingua franca namun pada waktu itu belum banyak yang menggunakannya sebagai bahasa ibu. Biasanya masih digunakan bahasa daerah (yang jumlahnya bisa sampai sebanyak 360).
Awal penciptaan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Di sana, pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, dicanangkanlah penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk negara Indonesia pascakemerdekaan. Soekarno tidak memilih bahasanya sendiri, Jawa (yang sebenarnya juga bahasa mayoritas pada saat itu) namun memilih Bahasa Indonesia yang dia dasarkan dari Bahasa Melayu yang dituturkan di Riau. Dengan memilih Bahasa Melayu, para pejuang kemerdekaan bersatu lagi seperti pada masa Islam berkembang di Indonesia namun kali ini dengan tujuan persatuan dan kebangsaan.
Bahasa Indonesia yang sudah dipilih ini kemudian distandardisasi lagi dengan tata bahasa, dan kamus standar juga diciptakan. Hal ini sudah dilakukan pada zaman Penjajahan Jepang.
Penyempurnaan ejaan
Awalnya Bahasa Indonesia ditulis dengan tulisan Latin-Romawi mengikuti ejaan Belanda, hingga tahun 1972 ketika Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dicanangkan. Dengan EYD, ejaan dua bahasa serumpun, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia, semakin distandarkan.
Perubahan:
Catatan: Tahun 1947 "oe" sudah digantikan dengan "u".
Pengaruh terhadap perbendaharaan kata
Ada empat periode penting dari kontak kebudayaan dengan dunia luar yang meninggalkan jejaknya pada perbendaharaan kata Bahasa Indonesia.
Hindu (antara abad ke-6 sampai 15)
Sejumlah besar kata berasal dari Sansekerta Indo-Eropa. (Contoh: pura, kepala, mantra, cinta, kaca)
Islam (dimulai dari abad ke-13)
Di periode ini diambillah sejumlah besar kata kata dari bahasa Arab dan Persia (Contoh: masjid, kalbu, kitab, kursi, doa, khusus, maaf, selamat)
Kolonial
Pada periode ini ada beberapa bahasa yang diambil, di antaranya adalah dari Portugis (seperti contohnya, gereja, sepatu, sabun, meja, jendela) dan Belanda (contoh: asbak, kantor, polisi, kualitas)
Pasca Kolonialisasi (Kemerdekaan dan seterusnya) banyak kata yang diambil berasal dari bahasa Inggris. (Contoh: konsumen, isyu). Dan lalu ada juga Neo-Sansekerta yaitu neologisme yang didasarkan pada bahasa Sansekerta, (contoh: dasawarsa, lokakarya, tunasusila)
Selain dari itu bahasa Indonesia juga menyerap perbendaharaan katanya dari bahasa Tionghoa (contoh: pisau, tauge, tahu, loteng, teko, tauke).
Ciri-ciri lain dari Bahasa Indonesia kontemporer adalah kesukaannya menggunakan akronim dan singkatan.
Klasifikasi
Indonesia termasuk anggota dari Bahasa Melayu-Polinesia Timur sub kelompok dari bahasa Melayu-Polinesia yang pada gilirannya merupakan cabang dari bahasa Austronesia. Menurut situs Ethnologue, bahasa Indonesia didasarkan pada bahasa Melayu dialek Riau yang dituturkan di timur laut Sumatra
Distribusi geografis
Bahasa Indonesia dituturkan di seluruh Indonesia, walaupun lebih banyak digunakan di area perkotaan (seperti di Ibukota Jakarta dimana digunakan Bahasa Indonesia dengan logat Jakarta).
Penggunaan bahasa di daerah biasanya lebih formal, dan sering kali terselip logat-logat dan kata-kata di daerah bahasa Indonesia itu dituturkan. Untuk berkomunikasi dengan sesama orang sedaerah kadang bahasa daerah-lah yang digunakan alih-alih bahasa Indonesia.
Status resmi
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi dari Republik Indonesia.
Bunyi
Ada enam suara vokal murni: a, e, i, o, u, dan schwa yang juga ditulis dalam huruf ``e``; tiga diftong (ai, au, oi). Fonem konsonatiknya adalah p, b, t, d, k, g, v, j, h, ng, ny, m, n, s, w, l, dan y. Disamping itu ada juga konsonan lain yang hanya muncul dalam kata serapan, yaitu: f, v, sy, z, dan kh.
Pengejaan bahasa Indonesia mirip dengan bahasa Italia. Sebagai contoh, "t" diucapkan lebih maju dari pada bahasa Inggris (bunyinya kira-kira antara huruf "t" dan "th"). Huruf vokalnya juga mirip.
Tata bahasa
Dibandingkan dengan bahasa-bahasa Eropa, bahasa Indonesia tidak banyak menggunakan kata bertata bahasa dengan jenis kelamin. Sebagai contoh kata ganti seperti "dia" tidak secara spesifik menunjukkan apakah orang yang disebut itu lelaki atau perempuan. Hal yang sama juga ditemukan pada kata seperti "adik" dan "pacar" sebagai contohnya. Untuk menspesifikasi sebuah gender, sebuah kata sifat harus ditambahkan, "adik laki-laki" sebagai contohnya.
Ada juga kata yang bergender, seperti contohnya "putri" dan "putra". Kata-kata seperti ini biasanya diserap dari bahasa lain (pada kasus di atas, kedua kata itu diserap dari bahasa Sansekerta melalui bahasa Jawa Kuno)
Untuk mengubah sebuah kata benda menjadi bentuk jamak digunakan reduplikasi, tapi hanya jika jumlahnya tidak diimplikasikan dalam konteks. Sebagai contoh "seribu orang" dipakai alih-alih "seribu orang orang". Reduplikasi juga mempunyai banyak fungsi lain, tidak terbatas pada kata benda.
Bahasa Indonesia menggunakan dua jenis kata ganti orang pertama jamak, yaitu "kami" dan "kita". "Kami" adalah kata ganti eksklusif yang berarti tidak termasuk sang lawan bicara, sedangkan "kita" adalah kata ganti inklusif yang berarti kelompok orang yang disebut termasuk lawan bicaranya.
Susunan kata dasar adalah Subjek - Predikat - Objek (SPO), walaupun susunan kata lain juga mungkin. Kata kerja tidak di bahasa berinfleksikan kepada orang atau jumlah subjek dan objek. Bahasa Indonesia juga tidak mengenal tense. Waktu dinyatakan dengan menambahkan kata keterangan waktu (seperti, "kemarin" atau "besok"), atau indikator lain seperti "sudah" atau "belum".
Dengan tata bahasa yang cukup sederhana bahasa Indonesia mempunyai kerumitannya sendiri, yaitu pada penggunaan imbuhan yang mungkin akan cukup membingungkan bagi orang yang pertama kali belajar bahasa Indonesia.
Lihat pula
- Peribahasa Indonesia
- Daftar kata serapan dari bahasa Arab dalam bahasa Indonesia
- Daftar kata serapan dari bahasa Portugis dalam bahasa Indonesia
- Daftar kata serapan dari bahasa Belanda dalam bahasa Indonesia
- Daftar kata serapan dari bahasa Sansekerta dalam bahasa Indonesia
- Daftar kata serapan dari bahasa Tionghoa dalam bahasa Indonesia
Pranala luar
- [http://wikibooks.org/wiki/Indonesian Wikibooks - Belajar Bahasa Indonesia]
- [http://kamus.net Kamus Online Indonesia-Inggris dan Inggris-Indonesia]
- [http://dicts.info/dictlist1.php?k1=47 Kamus Online Indonesia-Berbagai Bahasa dan Berbagai Bahasa-Indonesia]
- [http://www.101languages.net/indonesian/ Indonesian 101 for beginners and travelers]
Indonesia, Bahasa
Kategori:Indonesia
Indonesia, Bahasa
ja:インドネシア語
ms:Bahasa Indonesia
th:ภาษาอินโดนีเซีย
22 Juni adalah hari ke-173 (hari ke-174 dalam tahun kabisat) dalam kalender Gregorian.
Peristiwa
- 1527 - Fatahillah mengusir Portugis dari pelabuhan Sunda Kelapa, yang kini dirayakan sebagai hari jadi kota Jakarta.
- 1941 - Dimulainya Operasi Barbarossa, invasi Jerman ke Uni Soviet.
- 1945 - Sebuah komisi pimpinan Sukarno menyelesaikan perdebatan atas peran Islam dalam konstitusi Republik Indonesia dan menghasilkan kompromi yang kemudian dikenal sebagai Piagam Jakarta.
- 1949 - Delegasi Belanda dan Indonesia setuju untuk penarikan tentara Belanda dari Yogyakarta.
- 1986 - Diego Maradona dari Argentina mencetak "Gol Tangan Tuhan" dalam pertandingan melawan timnas sepak bola Inggris di Piala Dunia 1986 di Meksiko. Dia juga mencetak gol yang dianggap sebagai "Gol Terbaik Abad Ini" dalam pertandingan tersebut.
- 1997 - Wartawan Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin, dianugerahi Suardi Tasrif Award dalam mempromosikan kebebasan pers.
Kelahiran
Meninggal
- 2005 - Letjen TNI (Purn.) Dr. (HC) Mashudi dalam usia 84 tahun.
Hari besar dan peringatan
----
21 Juni - - 23 Juni - Kalender Peristiwa
category:Kalender Peristiwa
ja:6月22日
ko:6월 22일
ms:22 Jun
simple:June 22
th:22 มิถุนายน
Ibu kotaIbu kota (juga dieja ibukota) adalah kota utama di sebuah negara atau daerah meskipun kota ini belum tentu yang paling besar. Di kota ini biasanya terdapat gedung-gedung pemerintahan pusat atau daerah dan sebuah dewan perwakilan rakyat yang seringkali disebut parlemen serta kantor-kantor pusat perusahaan-perusahaan komersial. Selain itu di ibu kota negara biasanya juga terdapat perwakilan-perwakilan dari negara asing yang biasa disebut kedutaan besar.
Beberapa perkecualian:
- Di Negeri Belanda ibu kota adalah Amsterdam, tetapi kota pemerintahan adalah Den Haag. Di kota terakhir ini pula terdapat perwakilan-perwakilan dari negara asing.
- Ibu kota Israel adalah Yerusalem. Tetapi berhubung kota ini oleh dunia internasional dianggap sebagai sebuah kota Internasional, maka Kedutaan Besar negara-negara yang berhubungan diplomatik dengan Israel menaruh Kedutaan Besar mereka di kota Tel Aviv, kecuali beberapa negara saja.
- Ibu kota Afrika Selatan adalah Pretoria tetapi parlemen terletak di Cape Town/Kaapstad.
- Ibu kota Republik China di Taiwan yang resmi adalah Nanjing, namun karena kalah dalam perang saudara sehingga Chiang Kai-shek memindahkan pemerintahan ke ibu kota sementara di Taipei, Taiwan.
Kadang-kadang beberapa negara memindah ibu kota mereka karena alasan politik atau ekonomis. Beberapa negara yang pernah memindahkan ibu kota mereka adalah:
- Amerika Serikat, dari New York ke Philadelphia lalu ke Washington, DC
- Brazil dari Rio de Janeiro ke Brasilia
- Kazakhstan dari Almaty/Alma Ata ke kota Astana
- Turki dari Istanbul/Konstantinopel ke Ankara
Seringkali ibu kota harus dipindahkan karena diduduki atau dikuasai negara asing.
- Lithuania antara tahun 1918-1940 beribu kotakan Kaunas karena ibu kota Vilnius dikuasai Polandia
Dalam masa perang seringkali ibu kota diduduki musuh dan harus mendirikan ibu kota "tandingan" atau sementara di kota lain:
- Republik Indonesia beberapa kali ibu kotanya berpindah antara tahun 1945-1950. Dari Jakarta ke Yogyakarta lalu ke Bukittinggi sebelum kembali ke Jakarta
- Perancis "Bebas" antara tahun 1940-1944 dengan ibu kota Vichy
Kadang-kadang ibu kota negara harus dibagi dengan negara lain karena dikuasai musuh:
- Siprus dengan ibu kota Nikosia yang harus dibagi dengan Republik Turki Siprus Utara semenjak tahun 1974
- Kota Berlin yang terbagi antara Republik Federal Jerman dan Republik Demokratis Jerman antara tahun 1949 - 1990.
Lihat pula
- Daftar Negara-Negara di Dunia
- Daftar ibukota dunia
kategori:Geografi
als:Hauptstadt
ja:首都
ko:수도
simple:Capital (city)
th:เมืองหลวง
zh-min-nan:Siú-to·
GubernurDi Indonesia seorang Gubernur adalah pemimpin dari Daerah Tingkat I. Kata ini bisa berasal dari bahasa Portugis "governador", bahasa Spanyol "gobernador" atau bahasa Belanda "gouverneur". Bentuk Belanda ini mirip dengan bentuk bahasa Perancis dan arti harafiahnya adalah "pemimpin", "penguasa", atau "yang memerintah".
----
Lihat pula:
- Daftar Provinsi Indonesia
- ilmu politik
ja:知事
ms:Gabenor
KotamadyaKotamadya (kini secara resmi bernama Kota) dalam konteks Indonesia adalah sebuah daerah urban (perkotaan) yang dipimpin oleh seorang walikota dan memiliki parlemen lokal yang disebut DPRD tingkat II.
Kotamadya memiliki level yang sama dengan kabupaten. Perbedaan dengan Kabupaten hanya pada demografi, luas, dan sektor usaha utama daerah.
Dengan berlakunya undang-undang tentang otonomi daerah, Pemerintah Daerah Tingkat II berubah menjadi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan kotamadya berubah menjadi Pemerintah Kota (Pemkot).
Dalam masa pemerintahan koloni Hindia-Belanda, kotamadya disebut gemeente.
Lihat pula
- Kota
- Daftar Kabupaten dan Kotamadya Indonesia
Kategori:Pembagian administratif di Indonesia
ja:政令指定都市
zh-cn:直辖市
zh-tw:直轄市
PendudukPenduduk suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
# Orang yang tinggal di daerah tersebut
# Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan dsb, tetapi memilih tinggal di daerah lain.
Orang Jawa
Suku bangsa Jawa, adalah suku bangsa terbesar di Indonesia. Jumlahnya mungkin ada sekitar 90 juta. Mereka berasal dari pulau Jawa dan terutama ditemukan di provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tetapi di provinsi Jawa Barat, Banten dan tentu saja Jakarta mereka banyak diketemukan.
Bahasa
Suku bangsa Jawa sebagian besar menggunakan bahasa Jawa dalam bertutur sehari-hari. Dalam sebuah polling yang diadakan majalah Tempo pada awal dasawarsa 1990-an, kurang lebih 12% orang Jawa menggunakan bahasa Indonesia, sekitar 18% menggunakan bahasa Jawa dan Indonesia secara campur dan selebihnya terutama bahasa Jawa.
Keluarga
Garis keturunan dalam masyarakat Jawa diturunkan lewat ayah dan ibu.
Kepercayaan
Orang Jawa sebagian besar secara nominal menganut agama Islam. Tetapi yang menganut agama Kristen; Protestan dan Katholik juga banyak. Mereka juga terdapat di daerah pedesaan. Penganut agama Buddha dan Hindu juga ditemukan pula di antara masyarakat Jawa. Ada pula agama kepercayaan suku Jawa yang disebut sebagai agama Kejawen. Kepercayaan ini terutama berdasarkan kepercayaan animisme dengan pengaruh Hindu-Buddha yang kuat. Masyarakat Jawa terkenal akan sifat sinkretisme kepercayaannya. Semua budaya luar diserap dan ditafsirkan menurut nilai-nilai Jawa sehingga kepercayaan seseorang kadangkala menjadi kabur.
Profesi
Di Indonesia, orang Jawa bisa ditemukan dalam segala bidang. Terutama bidang Administrasi Negara dan Militer banyak didominasi orang Jawa. Meski banyak pengusaha Indonesia yang sukses berasal dari suku Jawa, orang Jawa tidak menonjol dalam bidang Bisnis dan Industri.
Stratifikasi Sosial
Masyarakat Jawa juga terkenal akan pembagian golongan-golongan sosialnya. Pakar antropologi Amerika yang ternama, Clifford Geertz, pada tahun 1960an membagi masyarakat Jawa menjadi tiga kelompok: kaum santri, abangan dan priyayi. Menurutnya kaum santri adalah penganut agama Islam yang taat, kaum abangan adalah penganut Islam secara nominal atau penganut Kejawen, sedangkan kaum Priyayi adalah kaum bangsawan. Tetapi dewasa ini pendapat Geertz banyak ditentang karena ia mencampur golongan sosial dengan golongan kepercayaan. Kategorisasi sosial ini juga sulit diterapkan dalam menggolongkan orang-orang luar, misalkan orang Indonesia lainnya dan suku bangsa non-pribumi seperti orang keturunan Arab, Tionghoa dan India.
Seni
Orang Jawa terkenal dengan budaya seninya yang terutama dipengaruhi oleh agama Hindu-Buddha, yaitu pementasan wayang. Repertoar cerita wayang atau lakon sebagian besar berdasarkan wiracarita Ramayana dan Mahabharata. Tetapi pengaruh Islam dan Dunia Barat ada pula.
Temperamen
Orang Jawa terkenal sebagai sukubangsa yang sopan dan halus. Tetapi mereka juga terkenal sebagai sukubangsa yang tidak mau terus terang dan bahkan menjurus bermuka dua. Sifat ini konon berdasarkan watak orang Jawa yang ingin menjaga harmoni atau keserasian dan menghindari konflik. Dampak negatif ialah, karena orang Jawa dituntut untuk menjaga keserasian, mereka gampang menyimpan dendam. Orang Jawa juga terkenal dengan sifatnya yang konon membeda-bedakan orang berdasarkan asal-usul dan golongan sosial. Sifat seperti ini dikatakan merupakan sifat feodalisme.
Lihat pula
- Suku-suku di Indonesia
category:Suku bangsa di Indonesia
kategori:Jawa
Orang Sunda
Suku Sunda adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa, Indonesia, dari Ujung Kulon di ujung barat pulau Jawa hingga sekitar Brebes (mencakup wilayah administrasi propinsi Jawa Barat, Banten, sebagian DKI Jakarta, dan sebagian Jawa Tengah.
Bahasa yang digunakan oleh suku ini adalah bahasa Sunda.
Sunda
Tionghoa:Untuk artikel yang lebih rinci mengenai kaum Tionghoa di Indonesia, lihat Tionghoa-Indonesia.
Tionghoa (dialek Hokkien dari kata 中华, yang berarti Bangsa Tengah; dalam Bahasa Mandarin ejaan Pinyin, kata ini dibaca "zhonghua") merupakan sebutan lain untuk orang-orang dari suku atau ras Tiongkok di Indonesia. Kata ini digunakan untuk menggantikan kata Cina yang kini memiliki konotasi negatif karena sering digunakan dalam nada merendahkan.
Kata ini juga dapat merujuk kepada orang-orang Tiongkok yang tinggal di luar Tiongkok, Hong Kong, dan Taiwan.
Kata ini pertama kali diperkenalkan secara luas oleh Dr. Sun Yat-sen, yang merupakan Bapak Revolusi Tiongkok dengan mendirikan Republik China (Zhonghua Minguo/Conghua Mingkuo atau Tionghoa Binkok) pada tahun 1911, menggantikan Dinasti Qing. Mao Zedong juga meneruskan penggunaan kata Zhonghua untuk negara Republik Rakyat Tiongkok (Zhonghua Renmin Gongheguo atau Tionghua Jinbin Kionghokok) yang diproklamasikan pada tahun 1949.
Pembicaraan mengenai Tionghoa di Indonesia biasanya meliputi percaturan orang-orang Tionghoa dalam politik, sosial dan budaya di Indonesia. Kebudayaan Tionghoa merupakan salah satu pembentuk dan bagian integral yang tak terpisahkan dari kebudayaan nasional Indonesia sekarang ini. Kebudayaan Tionghoa di Indonesia walau berakar dari budaya leluhur, namun telah sangat bersifat lokal dan mengalami proses asimilasi dengan kebudayaan lokal lainnya.
Akibat tekanan rezim Orde Baru, banyak dari antara orang Tionghoa telah menanggalkan nama aslinya dan menggunakan nama-nama lokal, meskipun secara diam-diam masih memakainya untuk kegiatan di kalangan mereka. Namun seiring dengan terjadinya Reformasi, tanpa rasa takut mereka kembali menggunakan nama Tionghoa mereka, meskipun masih banyak yang enggan memakainya kembali.
Lihat pula
- Tiongkok
- Tionghoa-Indonesia
- Bahasa Tionghoa
- Bahasa Hokkien
- Bahasa Tiochiu
- Bahasa Hakka
- Bahasa Kantonis
- Daftar Tokoh Indonesia Keturunan Tionghoa
- Kepercayaan tradisional Tionghoa
- Peribahasa Tiongkok
Pranala luar
- [http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua Forum Diskusi Budaya Tionghoa dan Sejarah Tiongkok]
- [http://www.budaya-tionghoa.org/share/katachina.htm China : Penghinaan atau Bukan?]
kategori:Tiongkok
kategori:Suku bangsa di Indonesia
AgamaMenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997), agama adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut.
Kata "agama" berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti "tradisi" sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin dan berasal dari kata kerja "re-ligare" yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.
Di Indonesia, lima agama diakui secara resmi, yaitu: agama Islam, Kristen Protestan dan Katolik, Hindu dan Buddha. Pada tahun 2000 Presiden Abdurrahman Wahid dengan Keppres No. 6/2000 mencabut larangan atas agama Kong Hu Cu dan mengakuinya sebagai agama. Tetapi sampai kini masih banyak penganut ajaran agama Kong Hu Cu yang mengalami diskriminasi oleh pejabat-pejabat pemerintah. Penganut agama Yahudi ada pula di Indonesia meskipun jumlahnya sangat sedikit.
Daftar agama-agama
- Baha'i
- Buddha
- Hindu
- Islam
- Kaharingan
- Katolik
- Kejawen
- Konfusianisme
- Parmalim
- Protestan
- Yahudi
Pranala luar
- [http://www.depag.go.id/ Departemen Agama (Depag) Republik Indonesia]
category:Ilmu Sosial & Filsafat
category:Agama
ja:宗教
ko:종교
ms:Agama
simple:Religion
th:ศาสนา
Kristen:Istilah Kristen di Indonesia juga sering merujuk secara spesifik kepada Kristen Protestan.
Agama Kristen (atau juga Kekristenan) adalah sebuah kepercayaan yang berdasar pada ajaran Yesus Kristus atau Isa Almasih. Agama ini percaya bahwa Yesus Kristus adalah anak Tuhan dan Mesias, juru selamat bagi seluruh umat manusia, yang menebus manusia dari dosa. Mereka beribadah di gereja dan Kitab Suci mereka adalah Alkitab.
Agama Kristen termasuk salah satu dari agama Abrahamaik yang berdasarkan hidup, ajaran, kematian dengan penyaliban, dan kebangkitan Yesus dari Nazaret sebagaimana dijelaskan dalam Perjanjian Baru. Kebanyakan orang Kristen percaya bahwa Yesus adalah Mesias dari orang Yahudi sebagai nabi dalam Perjanjian Lama (atau Kitab suci Yahudi). Meskipun Kristen adalah monoteisme, kebanyakan percaya kepada Tuhan yang ada sebagai tiga pribadi (secara teknis dalam bahasa Yunani hypostasis), disebut Tritunggal.
Orang yang memeluk agama Kristen percaya bahwa Yesus Kristus atau Isa Almasih adalah Tuhan dan Juru selamatnya, dan memegang teguh setiap ajaran yang disampaikan Yesus Kristus.
Penganut agama Kristen juga percaya pada janji Yesus Kristus yang akan datang pada kedua kalinya sebagai Raja dan Hakim akan dunia ini. Sebagaimana agama Yahudi, mereka menjunjung ajaran moral yang tertulis dalam Sepuluh Perintah Tuhan.
Murid-murid Yesus Kristus untuk pertama kalinya disebut Kristen ketika mereka berkumpul di Antiokia (Kisah Para Rasul: 11: 26c).
Gereja Kristen mengalami dua kali perpecahan yang besar: yang pertama terjadi pada tahun 1054 antara Gereja Katolik Timur (Ortodoks Timur) dengan Gereja Katolik (Barat) yang berpusat di Roma (Gereja Katolik Roma). Yang kedua terjadi antara Gereja Katolik dengan Gereja Protestan pada tahun 1517 ketika Martin Luther memprotes ajaran Gereja yang dianggapnya telah menyimpang dari kebenaran.
Cabang-cabang utama
Agama Kristen termasuk banyak tradisi agama yang bervariasi berdasarkan budaya, dan juga kepercayaan dan aliran yang jumlahnya ribuan. Selama dua milenium, Kekristenan telah berkembang menjadi tiga cabang:
- Katolik Roma (denominasi tunggal terbesar, dengan satu milyar penganut)
- Protestanisme (banyak denominasi dan pemikir, termasuk Anglikan, Calvinisme, Lutheran, dan Methodis
- Ortodoks Timur
Lihat pula
- Agama Kristen dari A - Z
- Katolik
- Protestan
- gereja
- Tuhan
Pranala luar
- [http://kristenonline.com/gereja.htm Kristen Online, daftar link Website Gereja]
- [http://www.pgi.or.id/ Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI)]
- [http://www.kawali.org/ Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI)]
- [http://www.alkitab.or.id/ Lembaga Alkitab Indonesia]
- [http://www.salvationarmy.or.id/ Gereja Bala Keselamatan Indonesia]
- [http://www.gki.or.id/ Gereja Kristen Indonesia]
- [http://www.gkp.or.id/ Gereja Kristen Pasundan]
- [http://www.advent.or.id/ Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh]
- [http://www.hkbp.or.id/ Huria Kristen Batak Protestan]
- [http://www.gia.or.id/ Gereja Isa Almasih]
- [http://www.gpib.org/ Gereja Protestan Indonesia di Bagian Barat]
- [http://www.pemulihan.or.id/ Pemulihan Tuhan Indonesia]
-
ja:キリスト教
ko:기독교
ms:Kristian
simple:Christianity
th:คริสต์ศาสนา
zh-min-nan:Ki-tok-kàu
Buddha.]]
Buddha (Bahasa Sansekerta: बुद्ध berarti. Mereka yang Sadar, Yang mencapai pencerahan sejati. dari perkataan Sansekerta: "Budh", untuk mengetahui) merupakan gelar kepada individu yang menyadari potensi penuh mereka untuk memajukan diri dan yang berkembang kesadarannya. Dalam penggunaan kontemporer, ia sering digunakan untuk merujuk Siddhartha Gautama, guru agama dan pendiri Agama Buddha (dianggap "Buddha bagi waktu ini"). Dalam penggunaan lain, ia merupakan tarikan dan contoh bagi manusia yang telah sadar.
Sekilas
Agama Buddha lahir di negara India lebih tepatnya lagi di wilayah Nepal sekarang sebagai reaksi terhadap agama Brahmanisme. Pencetusnya ialah Siddhartha Gautama yang dikenal sebagai Gautama Buddha oleh pengikut-pengikutnya. Ajaran Buddha sampai ke negara Tiongkok pada tahun 399 Masehi. oleh seorang bhiksu bernama Fa Hsien. Masyarakat Tiongkok mendapat pengaruhnya dari Tibet disesuaikan dengan tuntutan dan nilai lokal.
Penganut Buddha tidak menganggap Siddhartha Gautama sebagai sang hyang Buddha pertama atau terakhir. Secara teknis, Buddha, seseorang yang menjumpai Dharma (yang bermaksud: Kebenaran; perkara yang sebenarnya, akal budi, kesulitan keadaan manusia, dan jalan benar kepada kemerdekaan (roh) melalui Kesadaran, datang selepas karma yang bagus (tujuan) dikekalkan seimbang dan semua tindakan buruk tidak mahir ditinggalkan. Pencapaian nirwana (nibbana) di antara ketiga jenis Buddha adalah serupa, tetapi Samma-Sambuddha menekankan lebih kepada kualitas dan usaha dibandingkan dengan dua lainnya. Tiga jenis golongan Buddha adalah:
- Samma-Sambuddha yang mendapat Kesadaran penuh tanpa guru, hanya dengan usaha sendiri
- Pacceka-Buddha atau Pratyeka-Buddha yang menyerupai Samma-Sambuddha, tetapi senantiasa diam dan menyimpan pencapaian Dharma pada diri sendiri
- Savaka-Buddha yang merupakan Arahant (pengikut kesadaran), tetapi mencapai tahap Kesadaran dengan mendengar Dhamma.
Setiap aliran Buddha berpegang kepada Tripitaka sebagai rujukan utama karena dalamnya tercatat sabda dan ajaran sang hyang Buddha Gautama. Pengikut-pengikutnya kemudian mencatat dan mengklasifikasikan ajarannya dalam 3 buku yaitu Sutta Pitaka (buku ajaran), Vinaya Pitaka (buku undang-undang para bhiksu dan rahib) dan Abhidhamma Pitaka (buku hukum metafisika).
Konsep Ketuhanan
Perlu ditekankan bahwa Buddha bukan Tuhan. Konsep ketuhanan dalam agama Buddha berbeda dengan konsep dalam agama Samawi dimana alam semesta diciptakan oleh Tuhan dan tujuan akhir dari hidup manusia adalah kembali ke sorga ciptaan Tuhan yang kekal.
:Ketahuilah para Bhikkhu bahwa ada sesuatu Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Tercipta, Yang Mutlak. Duhai para Bhikkhu, apabila Tidak ada Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Diciptakan, Yang Mutlak, maka tidak akan mungkin kita dapat bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu. Tetapi para Bhikkhu, karena ada Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Tercipta, Yang Mutlak, maka ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu.
Ungkapan di atas adalah pernyataan dari Sang Buddha yang terdapat dalam Sutta Pitaka, Udana VIII : 3, yang merupakan konsep Ketuhanan Yang Mahaesa dalam agama Buddha. Ketuhanan Yang Mahaesa dalam bahasa Pali adalah "Atthi Ajatang Abhutang Akatang Asamkhatang" yang artinya "Suatu Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan dan Yang Mutlak". Dalam hal ini, Ketuhanan Yang Mahaesa adalah suatu yang tanpa aku (anatta), yang tidak dapat dipersonifikasikan dan yang tidak dapat digambarkan dalam bentuk apa pun. Tetapi dengan adanya Yang Mutlak, yang tidak berkondisi (asamkhata) maka manusia yang berkondisi (samkhata) dapat mencapai kebebasan dari lingkaran kehidupan (samsara) dengan cara bermeditasi.
Dengan membaca konsep Ketuhanan Yang Mahaesa ini, kita dapat melihat bahwa konsep Ketuhanan dalam agama Buddha adalah berlainan dengan konsep Ketuhanan yang diyakini oleh agama-agama lain. Perbedaan konsep tentang Ketuhanan ini perlu ditekankan di sini, sebab masih banyak umat Buddha yang mencampur-adukkan konsep Ketuhanan menurut agama Buddha dengan konsep Ketuhanan menurut agama-agama lain sehingga banyak umat Buddha yang menganggap bahwa konsep Ketuhanan dalam agama Buddha adalah sama dengan konsep Ketuhanan dalam agama-agama lain.
Bila kita mempelajari ajaran agama Buddha seperti yang terdapat dalam kitab suci Tripitaka, maka bukan hanya konsep Ketuhanan yang berbeda dengan konsep Ketuhanan dalam agama lain, tetapi banyak konsep lain yang tidak sama pula. Konsep-konsep agama Buddha yang berlainan dengan konsep-konsep dari agama lain antara lain adalah konsep-konsep tentang alam semesta, terbentuknya Bumi dan manusia, kehidupan manusia di alam semesta, kiamat dan Keselamatan atau Kebebasan.
Di dalam agama Buddha tujuan akhir hidup manusia adalah mencapai kebuddhaan (anuttara samyak sambodhi) atau pencerahan sejati dimana roh manusia tidak perlu lagi mengalami proses tumimbal lahir (sama seperti konsep dalam agama Hindu dimana semua makhluk hidup mempunyai potensi untuk lahir kembali sebagai jasad yang lain contoh manusia, hewan dan lain-lain sesuai dengan akibat perbuatannya (karma) semasa hidup). Untuk mencapai itu pertolongan dan bantuan pihak lain tidak ada pengaruhnya. Tidak ada dewa - dewi yang dapat membantu, hanya dengan usaha sendirilah kebuddhaan dapat dicapai. Buddha hanya merupakan contoh, juru pandu, dan guru bagi makhluk yang perlu melalui jalan mereka sendiri, mencapai pencerahan rohani, dan melihat kebenaran & realitas sebenar-benarnya.
Moral Buddha
Sebagai mana agama Islam dan Kristen ajaran Buddha juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemoralan. Nilai-nilai kemoralan yang diharuskan untuk umat awam umat Buddha biasanya dikenal dengan Pancasila. Kelima nilai-nilai kemoralan untuk umat awam adalah:
- tidak membunuh
- tidak mencuri
- tidak berzinah
- tidak berdusta
- tidak minum dan makan makanan yang dapat menyebabkan lemahnya kewaspadaan
Aliran Buddha
Ada beberapa aliran dalam agama Buddha:
# Buddha Theravada
# Buddha Mahayana
# Buddha Vajrayana
# Zen
Buddha Mahayana
Zen
Lotus Sutra merupakan rujukan sampingan penganut Buddha aliran Mahayana. Tokoh Kuan Yin yang bermaksud "maha mendengar" atau nama Sansekertanya "Avalokiteśwara" merupakan tokoh Mahayana dan dipercayai telah menitis beberapa kali dalam alam manusia untuk memimpin umat manusia ke jalan kebenaran. Dia diberikan sifat-sifat keibuan seperti penyayang dan lemah lembut. Menurut sejarahnya Avalokitesvara adalah seorang lelaki murid Buddha, akan tetapi setelah pengaruh Buddha masuk ke Tiongkok, profil ini perlahan-lahan berubah menjadi sosok feminin dan dihubungkan dengan legenda yang ada di Tiongkok sebagai seorang dewi.
Penyembahan kepada Amitabha Buddha (Amitayus) merupakan salah satu aliran utama Buddha Mahayana. Sorga Barat merupakan tempat tujuan umat Buddha aliran Sukhavati selepas mereka meninggal dunia dengan berkat kebaktian mereka terhadap Buddha Amitabha dimana mereka tidak perlu lagi mengalami proses reinkarnasi dan dari sana menolong semua makhluk hidup yang masih menderita di bumi.
Mereka mempercayai mereka akan lahir semula di Sorga Barat untuk menunggu saat Buddha Amitabha memberikan khotbah Dhamma dan Buddha Amitabha akan memimpin mereka ke tahap mencapai 'Buddhi' (tahap kesempurnaan dimana kejahilan, kebencian dan ketamakan tidak ada lagi). Ia merupakan pemahaman Buddha yang paling disukai oleh orang Tionghoa.
Seorang Buddha bukannya dewa atau makhluk suci yang memberikan kesejahteraan. Semua Buddha adalah pemimpin segala kehidupan ke arah mencapai kebebasan daripada kesengsaraan. Hasil amalan ajaran Buddha inilah yang akan membawa kesejahteraan kepada pengamalnya.
Menurut Gautama Buddha, kenikmatan Kesadaran Nirwana yang dicapainya di bawah pohon Bodhi, tersedia kepada semua makhluk apabila mereka dilahirkan sebagai manusia. Menekankan konsep ini, aliran Buddha Mahayana khususnya merujuk kepada banyak Buddha dan juga bodhisattva (makhluk yang tekad "committed" pada Kesadaran tetapi menangguhkan Nirvana mereka agar dapat membantu orang lain pada jalan itu). Dalam Tipitaka suci - intipati teks suci Buddha - tidak terbilang Buddha yang lalu dan hidup mereka telah disebut "spoken of", termasuk Buddha yang akan datang, Maitreya Buddha.
Buddha Theravada
Ajarannya:
# Penganut Buddha Theravada diwajibkan menjalani kehidupan sebagai bhiksu sekali dalam seumur hidup mereka. Mereka tidak dibenarkan kawin dan perlu menjalani hidup sebagai seorang fakir dalam waktu itu. Kewajibannya adalah mengikut tradisi kebanyakan negara Buddha Theravada karena menitik beratkan pembalasan jasa orang tua. Seorang anak yang menjadi bhiksu walaupun dalam suatu waktu yang pendek dapat memberikan pahala kepada orang tua dan sanak saudara yang hidup mahupun yang telah meninggal dunia.
# Perempuan boleh menjadi rohaniawati. Rohaniawati, bhiksu dan semua umat Buddha ditegah daripada lari dari masalah. Sebaliknya, umat Buddha digalakkan berhadapan dengan masalah dan menerimanya dengan hati terbuka. Latihan kesadaran total pada setiap saat adalah obat dari segala masalah.
# Bertapa di kuil dengan menjadi bhiksu atau rahib merupakan alternatif kepada masalah yang tidak ditemui penyelesaiannya. Ia menjadi satu alat bagi sadar pada setiap saat sebagai pengubat kepada segala masalah.
Waisak
Penganut Buddha merayakan Hari Waisak yang merupakan peringatan 3 peristiwa. Yaitu, hari kelahiran Pangeran Siddharta (nama sebelum menjadi Buddha), hari pencapaian Pencerahan Sempurna Pertapa Gautama, dan hari Sang Buddha mangkat mencapai Nibbana/Nirwana.
Tempat ibadah agama Buddha disebut vihara.
Lihat pula
- Agama
- Agama Hindu dan Buddha dari A - Z
- Amitabha
- Garuda
- Sejarah Agama Buddha
- Vihara
- I Kuan Tao
Pranala luar
- [http://www.walubi.or.id/ Perwalian Umat Buddha Indonesia (Walubi)]
category:Buddhisme
category:Kepercayaan
ja:仏陀
ko:부처
simple:Buddha
th:พระพุทธเจ้า
Bahasa IndonesiaBahasa Indonesia adalah bahasa yang digunakan oleh warga Indonesia, dan merupakan bahasa yang cukup menarik. Pertama, hanya sebagian kecil dari penduduk Indonesia yang benar-benar menggunakannya sebagai bahasa ibu. Untuk sebagian besar lainnya bahasa Indonesia adalah bahasa kedua.
Bahasa Indonesia juga dapat dikatakan sangat modern: diresmikan pada kemerdekaan Indonesia, yaitu pada tahun 1945, dan bahasa Indonesia juga adalah bahasa dinamis yang terus menyerap kata-kata dari bahasa asing. Berasal dari rumpun yang sama, Bahasa Indonesia adalah dialek terstandardisasi dari bahasa Melayu, dan keduanya cukup mirip. Fonologi dan tata bahasa dari bahasa Indonesia cukuplah mudah, dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu. bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan sebagai pengantar pendidikan di sekolah di Indonesia.
Sejarah
Bahasa Indonesia dikembangkan dari salah satu dialek bahasa Melayu, sebuah bahasa Austronesia (atau Melayu-Polinesia) yang digunakan sebagai lingua franca di kepulauan Indonesia selama berabad-abad.
Bahasa perdagangan
Penyebutan pertama istilah "Bahasa Melayu" terjadi pada era 683-686. Ini dapat dilihat di "Museum Jakarta” (terjemahan ?) pada inskripsi yang ditemukan di Palembang dan Bangka. Inskripsi ini ditulis dengan huruf Sansekerta atas perintah Raja Sriwijaya yang kerajaan maritimnya berkembang luas. Pada masa itu di daerah perdagangan Selat Malaka, yang menjadi pintu antara Tiongkok dan India, sudah terbentuk sebuah bahasa yang mirip Bahasa Melayu. Kebanyakan perbendaharaan bahasa ini berhubungan dengan perdagangan dan tata bahasany mirip dengan “Melayu Pasar”. Dari sinilah kemudian Bahasa Melayu distandarkan.
Melayu Klasik
Dari Melayu Kuno muncullah Melayu Klasik. Dokumentasi yang ada tidak dapat menjelaskan dengan rinci hubungan antara keduanya. Namun yang pasti bahasa Melayu kuno berasal dari kebudayaan Buddha dan Melayu klasik dan menjadi bahasa yang digunakan dalam kebudayaan Islam. Seiring dengan berkembangnya agama Islam dimulai dari Aceh pada abad XIV, bahasa Melayu klasik terlihat lebih berkembang dan mendominasi sampai pada tahap di mana ekspresi “Masuk Melayu” berarti masuk Islam.
Bahasa Indonesia
Bahasa Melayu di Indonesia kemudian digunakan sebagai lingua franca namun pada waktu itu belum banyak yang menggunakannya sebagai bahasa ibu. Biasanya masih digunakan bahasa daerah (yang jumlahnya bisa sampai sebanyak 360).
Awal penciptaan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Di sana, pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, dicanangkanlah penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk negara Indonesia pascakemerdekaan. Soekarno tidak memilih bahasanya sendiri, Jawa (yang sebenarnya juga bahasa mayoritas pada saat itu) namun memilih Bahasa Indonesia yang dia dasarkan dari Bahasa Melayu yang dituturkan di Riau. Dengan memilih Bahasa Melayu, para pejuang kemerdekaan bersatu lagi seperti pada masa Islam berkembang di Indonesia namun kali ini dengan tujuan persatuan dan kebangsaan.
Bahasa Indonesia yang sudah dipilih ini kemudian distandardisasi lagi dengan tata bahasa, dan kamus standar juga diciptakan. Hal ini sudah dilakukan pada zaman Penjajahan Jepang.
Penyempurnaan ejaan
Awalnya Bahasa Indonesia ditulis dengan tulisan Latin-Romawi mengikuti ejaan Belanda, hingga tahun 1972 ketika Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dicanangkan. Dengan EYD, ejaan dua bahasa serumpun, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia, semakin distandarkan.
Perubahan:
Catatan: Tahun 1947 "oe" sudah digantikan dengan "u".
Pengaruh terhadap perbendaharaan kata
Ada empat periode penting dari kontak kebudayaan dengan dunia luar yang meninggalkan jejaknya pada perbendaharaan kata Bahasa Indonesia.
Hindu (antara abad ke-6 sampai 15)
Sejumlah besar kata berasal dari Sansekerta Indo-Eropa. (Contoh: pura, kepala, mantra, cinta, kaca)
Islam (dimulai dari abad ke-13)
Di periode ini diambillah sejumlah besar kata kata dari bahasa Arab dan Persia (Contoh: masjid, kalbu, kitab, kursi, doa, khusus, maaf, selamat)
Kolonial
Pada periode ini ada beberapa bahasa yang diambil, di antaranya adalah dari Portugis (seperti contohnya, gereja, sepatu, sabun, meja, jendela) dan Belanda (contoh: asbak, kantor, polisi, kualitas)
Pasca Kolonialisasi (Kemerdekaan dan seterusnya) banyak kata yang diambil berasal dari bahasa Inggris. (Contoh: konsumen, isyu). Dan lalu ada juga Neo-Sansekerta yaitu neologisme yang didasarkan pada bahasa Sansekerta, (contoh: dasawarsa, lokakarya, tunasusila)
Selain dari itu bahasa Indonesia juga menyerap perbendaharaan katanya dari bahasa Tionghoa (contoh: pisau, tauge, tahu, loteng, teko, tauke).
Ciri-ciri lain dari Bahasa Indonesia kontemporer adalah kesukaannya menggunakan akronim dan singkatan.
Klasifikasi
Indonesia termasuk anggota dari Bahasa Melayu-Polinesia Timur sub kelompok dari bahasa Melayu-Polinesia yang pada gilirannya merupakan cabang dari bahasa Austronesia. Menurut situs Ethnologue, bahasa Indonesia didasarkan pada bahasa Melayu dialek Riau yang dituturkan di timur laut Sumatra
Distribusi geografis
Bahasa Indonesia dituturkan di seluruh Indonesia, walaupun lebih banyak digunakan di area perkotaan (seperti di Ibukota Jakarta dimana digunakan Bahasa Indonesia dengan logat Jakarta).
Penggunaan bahasa di daerah biasanya lebih formal, dan sering kali terselip logat-logat dan kata-kata di daerah bahasa Indonesia itu dituturkan. Untuk berkomunikasi dengan sesama orang sedaerah kadang bahasa daerah-lah yang digunakan alih-alih bahasa Indonesia.
Status resmi
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi dari Republik Indonesia.
Bunyi
Ada enam suara vokal murni: a, e, i, o, u, dan schwa yang juga ditulis dalam huruf ``e``; tiga diftong (ai, au, oi). Fonem konsonatiknya adalah p, b, t, d, k, g, v, j, h, ng, ny, m, n, s, w, l, dan y. Disamping itu ada juga konsonan lain yang hanya muncul dalam kata serapan, yaitu: f, v, sy, z, dan kh.
Pengejaan bahasa Indonesia mirip dengan bahasa Italia. Sebagai contoh, "t" diucapkan lebih maju dari pada bahasa Inggris (bunyinya kira-kira antara huruf "t" dan "th"). Huruf vokalnya juga mirip.
Tata bahasa
Dibandingkan dengan bahasa-bahasa Eropa, bahasa Indonesia tidak banyak menggunakan kata bertata bahasa dengan jenis kelamin. Sebagai contoh kata ganti seperti "dia" tidak secara spesifik menunjukkan apakah orang yang disebut itu lelaki atau perempuan. Hal yang sama juga ditemukan pada kata seperti "adik" dan "pacar" sebagai contohnya. Untuk menspesifikasi sebuah gender, sebuah kata sifat harus ditambahkan, "adik laki-laki" sebagai contohnya.
Ada juga kata yang bergender, seperti contohnya "putri" dan "putra". Kata-kata seperti ini biasanya diserap dari bahasa lain (pada kasus di atas, kedua kata itu diserap dari bahasa Sansekerta melalui bahasa Jawa Kuno)
Untuk mengubah sebuah kata benda menjadi bentuk jamak digunakan reduplikasi, tapi hanya jika jumlahnya tidak diimplikasikan dalam konteks. Sebagai contoh "seribu orang" dipakai alih-alih "seribu orang orang". Reduplikasi juga mempunyai banyak fungsi lain, tidak terbatas pada kata benda.
Bahasa Indonesia menggunakan dua jenis kata ganti orang pertama jamak, yaitu "kami" dan "kita". "Kami" adalah kata ganti eksklusif yang berarti tidak termasuk sang lawan bicara, sedangkan "kita" adalah kata ganti inklusif yang berarti kelompok orang yang disebut termasuk lawan bicaranya.
Susunan kata dasar adalah Subjek - Predikat - Objek (SPO), walaupun susunan kata lain juga mungkin. Kata kerja tidak di bahasa berinfleksikan kepada orang atau jumlah subjek dan objek. Bahasa Indonesia juga tidak mengenal tense. Waktu dinyatakan dengan menambahkan kata keterangan waktu (seperti, "kemarin" atau "besok"), atau indikator lain seperti "sudah" atau "belum".
Dengan tata bahasa yang cukup sederhana bahasa Indonesia mempunyai kerumitannya sendiri, yaitu pada penggunaan imbuhan yang mungkin akan cukup membingungkan bagi orang yang pertama kali belajar bahasa Indonesia.
Lihat pula
- Peribahasa Indonesia
- Daftar kata serapan dari bahasa Arab dalam bahasa Indonesia
- Daftar kata serapan dari bahasa Portugis dalam bahasa Indonesia
- Daftar kata serapan dari bahasa Belanda dalam bahasa Indonesia
- Daftar kata serapan dari bahasa Sansekerta dalam bahasa Indonesia
- Daftar kata serapan dari bahasa Tionghoa dalam bahasa Indonesia
Pranala luar
- [http://wikibooks.org/wiki/Indonesian Wikibooks - Belajar Bahasa Indonesia]
- [http://kamus.net Kamus Online Indonesia-Inggris dan Inggris-Indonesia]
- [http://dicts.info/dictlist1.php?k1=47 Kamus Online Indonesia-Berbagai Bahasa dan Berbagai Bahasa-Indonesia]
- [http://www.101languages.net/indonesian/ Indonesian 101 for beginners and travelers]
Indonesia, Bahasa
Kategori:Indonesia
Indonesia, Bahasa
ja:インドネシア語
ms:Bahasa Indonesia
th:ภาษาอินโดนีเซีย
Bahasa BetawiBahasa betawi merupakan anak bahasa dari melayu. mereka yang menggunakan bahasa ini dinamakan orang betawi. bahasa ini hampir seumuran dengan nama daerah tempat bahasa ini dikembangkan, yaitu jakarta. berbeda dengan bahasa indonesia, bahasa betawi termasuk dalam bahasa non baku bahasa indonesia.
Bahasa JawaBahasa Jawa adalah bahasa yang digunakan penduduk suku bangsa Jawa terutama di beberapa bagian Banten terutama di kabupaten Serang dan Tangerang, Jawa Barat khususnya kawasan Pantai utara terbentang dari pesisir utara Karawang, Subang, Indramayu dan Cirebon, Jawa Tengah & Jawa Timur di Indonesia.
Penyebaran Bahasa Jawa
Penduduk Jawa yang berpindah ke Malaysia turut membawa bahasa dan kebudayaan Jawa ke Malaysia, sehingga terdapat kawasan pemukiman mereka yang dikenal dengan nama kampung Jawa, padang Jawa. Di samping itu, masyarakat pengguna Bahasa Jawa juga tersebar di berbagai wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kawasan-kawasan luar Jawa yang didominasi etnis Jawa atau dalam persentase yang cukup signifikan adalah : Lampung (61%), Bengkulu (25%), Sumatra Utara (antara 15%-25%). Khusus masyarakat Jawa di Sumatra Utara ini, mereka merupakan keturunan para kuli kontrak yang dipekerjakan di berbagai wilayah perkebunan tembakau, khususnya di wilayah Deli sehingga kerap disebut sebagai Jawa Deli atau Pujakesuma (Putra Jawa Kelahiran Sumatera). Sedangkan masyarakat Jawa di daerah lain disebarkan melalui program transmigrasi yang diselenggarakan semenjak jaman penjajahan Belanda.
Selain di kawasan Nusantara ataupun Malaysia. Masyarakat Jawa juga ditemukan dalam jumlah besar di Suriname, yang mencapai 15% dari penduduk secara keseluruhan, kemudian di Kaledonia Baru bahkan sampai kawasan Aruba dan Curacao serta Belanda. Sebagian kecil bahkan menyebar ke wilayah Guyana Perancis dan Venezuela.
Fonologi
Dialek baku bahasa Jawa, yaitu yang didasarkan pada dialek Jawa Tengah, terutama dari sekitar kota Surakarta dan juga Yogyakarta memiliki fonem-fonem berikut:
Vokal:
- /a/, /i/, /u/, /e/, /o/ dan /ə/.
Konsonan:
- /k/, /g/, /c/, /j/, /ʈ/, /ɖ/, /p/, /b/, /ŋ/, /ɲ/, /m/, /y/, /r/, /l/, /w/, /s/ dan /h/.
Penjelasan Vokal:
Tekanan kata (stress) direalisasikan pada suku kata kedua dari belakang, kecuali apabila sukukata memiliki sebuah pepet sebagai vokal. Pada kasus seperti ini, tekanan kata jatuh pada sukukata terakhir, meskipun sukukata terakhir juga memuat pepet. Apabila sebuah kata sudah diimbuhi dengan afiks, tekanan kata tetap mengikuti tekanan kata kata dasar.
Contoh: /jaran/ (kuda) dilafazkan sebagai [j'aran] dan /pajaranan/ (tempat kuda) dilafazkan sebagai [paj'aranan].
Semua vokal kecuali /ə/, memiliki alofon. Fonem /a/ pada posisi tertutup dilafazkan sebagai [a], namun pada posisi terbuka sebagai [ɔ].
Contoh: /lara/ (sakit) dilafazkan sebagai [l'ɔrɔ], tetapi /larane/ (sakitnya) dilafazkan sebagai [l'arane]
Fonem /i/ pada posisi terbuka dilafazkan sebagai [i] namun pada posisi tertutup lafaznya kurang lebih mirip [e].
Contoh: /panci/ dilafazkan sebagai [p'aɲci] , tetapi /kancil/ kurang lebih dilafazkan sebagai [k'aɲcel].
Fonem /u/ pada posisi terbuka dilafazkan sebagai [u] namun pada posisi tertutup lafaznya kurang lebih mirip [o].
Contoh: /wulu/ (bulu) dilafazkan sebagai [w'ulu] , tetapi /ʈuyul/ (tuyul) kurang lebih dilafazkan sebagai [ʈ'uyol].
Fonem /e/ pada posisi terbuka dilafazkan sebagai [e] namun pada posisi tertutup sebagai [ɛ].
Contoh: /lele/ dilafazkan sebagai [l'ele] , tetapi /bebek/ dilafazkan sebagai [b'ɛbɛʔ].
Fonem /o/ pada posisi terbuka dilafazkan sebagai [o] namun pada posisi tertutup sebagai [ɔ].
Contoh: /loro/ dilafazkan sebagai [l'oro] , tetapi /boloŋ/ dilafazkan sebagai [b'ɔlɔŋ].
Penjelasan Konsonan:
Fonem /k/ memiliki sebuah alofon. Pada posisi terakhir, dilafazkan sebagai [ʔ]. Sedangkan pada posisi tengah dan awal tetap sebagai [k].
Fonem /n/ memiliki dua alofon. Pada posisi awal atau tengah apabila berada di depan fonem eksplosiva palatal atau retrofleks, maka fonem sengau ini akan berubah sesuai menjadi fonem homorgan. Kemudian apabila fonem /n/ mengikuti sebuah /r/, maka akan menjadi [ɳ] (fonem sengau retrofleks).
Contoh: /panjaŋ/ dilafazkan sebagai [p'aɲjaŋ], lalu /anɖap/ dilafazkan sebagai [ʔ'aɳɖap]. Kata /warna/ dilafazkan sebagai [w'arɳɔ].
Fonem /s/ memiliki satu alofon. Apabila /s/ mengikuti fonem /r/ atau berada di depan fonem eksplosiva retrofleks, maka akan direalisasikan sebagai [ʂ].
Contoh: /warsa/ dilafazkan sebagai [w'arʂɔ], lalu /esʈi/ dilafazkan sebagai [ʔ'eʂʈi].
Fonotaktik
Dalam bahasa Jawa baku, sebuah sukukata bisa memiliki bentuk seperti berikut:
(n)-K1-(l)-V-K2.
Artinya ialah Sebagai berikut:
- (n) adalah fonem sengau homorgan.
- K1 adalah konsonan eksplosiva ata likuida.
- (l) adalah likuida yaitu /r/ atau /l/, namun hanya bisa muncul kalau K1 berbentuk eksplosiva.
- V adalah semua vokal. Tetapi apabila K2 tidak ada maka fonem /ə/ tidak bisa berada pada posisi ini.
- K2 adalah semua konsonan kecuali eksplosiva palatal dan retrofleks; /c/, /j/, /ʈ/, dan /ɖ/.
Contoh:
- a
- an
- pan
- prang
- njlen
Dialek-Dialek Bahasa Jawa
Bahasa Jawa pada dasarnya terbagi atas dua klasifikasi dialek, yakni :
- Dialek daerah, dan
- Dialek sosial
Karena bahasa ini terbentuk dari gradasi-gradasi yang sangat berbeda dengan Bahasa Indonesia maupun Melayu, meskipun tergolong rumpun Austronesia.
Sedangkan dialek daerah ini didasarkan pada wilayah, karakter dan budaya setempat. Perbedaan antara dialek satu dengan dialek lainnya bisa antara 0-70%.
Untuk klasifikasi berdasarkan dialek daerah, pengelompokannya mengacu kepada pendapat E.M. Uhlenbeck, 1964, di dalam bukunya : "A Critical Survey of Studies on the Languages of Java and Madura", The Hague: Martinus Nijhoff.
Kelompok Bahasa Jawa Bagian Barat :
# Dialek Banten
# Dialek Indramayu-Cirebon
# Dialek Tegal
# Dialek Banyumasan
# Dialek Bumiayu (peralihan Tegal dan Banyumas)
Kelompok pertama di atas sering disebut bahasa Jawa ngapak-ngapak.
Kelompok Bahasa Jawa Bagian Tengah :
# Dialek Pekalongan
# Dialek Kedu
# Dialek Bagelen
# Dialek Semarang
# Dialek Pantai Utara Timur (Jepara, Rembang, Demak, Kudus, Pati)
# Dialek Surakarta
# Dialek Yogyakarta
Kelompok kedua di atas sering disebut Bahasa Jawa Standar, khususnya dialek Surakarta dan Yogyakarta.
Kelompok Bahasa Jawa Bagian Timur :
# Dialek Madiun
# Dialek Pantura Jawa Timur (Tuban, Bojonegoro)
# Dialek Surabaya
# Dialek Malang
# Dialek Tengger
# Dialek Banyuwangi (atau disebut Bahasa Osing)
Kelompok ketiga di atas sering disebut Bahasa Jawa Timuran.
Dialek sosial dalam Bahasa Jawa berbentuk sebagai berikut :
# Ngoko
# Ngoko andhap
# Madhya
# Madhyantara
# Kromo
# Kromo Inggil
# Bagongan
# Kedhaton
Kedua dialek terakhir digunakan di kalangan keluarga Kraton dan sulit dipahami oleh orang Jawa kebanyakan.
Bilangan dalam bahasa Jawa
Bila dibandingkan dengan bahasa Melayu atau Indonesia, bahasa Jawa memiliki system bilangan yang agak rumit.
Fraksi
- 1/2 setengah, separo, sepalih (Krama)
- 1/4 saprapat, seprasekawan (Krama)
- 3/4 telung prapat, tigang prasekawan (Krama)
- 1,5 karo tengah, kalih tengah (Krama)
Perbedaan gaya dalam bahasa Jawa
Bahasa Jawa adalah bahasa yang membedakan gaya bahasa secara sosial menjadi tiga tingkatan, yaitu: ngoko, madya dan krama. Selain itu dikenal pula apa yang disebut kata-kata honorifik untuk merendahkan diri dan meninggikan lawan bicara. Kata-kata ini disebut kata-kata krama andhap dan krama inggil. Bahasa-bahasa lain yang juga membedakan gaya-gaya bahasa adalah bahasa Sunda, bahasa Madura dan bahasa Bali. Di bawah ini disajikan contoh sebuah kalimat dalam beberapa gaya bahasa yang berbeda-beda ini.
- Bahasa Indonesia: “Maaf, saya mau tanya rumah kak Budi itu, di mana?”
#Ngoko kasar: “Eh, aku arep takon, omahé Budi kuwi, nèng - ndi?’
#Ngoko alus: “Aku nyuwun pirsa, dalemé mas Budi kuwi, nèng endi?”
#Ngoko meninggikan diri sendiri: “Aku kersa ndangu, omahé mas Budi kuwi, nèng ndi?”
#Madya: “Nuwun sèwu, kula ajeng tanglet, griyané mas Budi niku, teng pundi?”
#Madya alus: “Nuwun sèwu, kula ajeng tanglet, dalemé mas Budi niku, teng pundi?”
#Krama andhap: “Nuwun sèwu, dalem badhé nyuwun pirsa, dalemipun mas Budi punika, wonten pundi?”
#Krama: “Nuwun sewu, kula badhé takèn, griyanipun mas Budi punika, wonten pundi?”
#Krama inggil: “Nuwun sewu, kula badhe nyuwun pirsa, dalemipun mas Budi punika, wonten pundi?”
- nèng adalah bentuk percakapan sehari-hari dan merupakan kependekan dari bentuk baku ana ing yang disingkat menjadi (a)nêng.
Dengan memakai kata-kata yang berbeda, dalam sebuah kalimat yang secara tatabahasa berarti sama, seseorang bisa mengungkapkan status sosialnya terhadap lawan bicaranya dan juga terhadap yang dibicarakan.
Namun harus diakui bahwa tidak semua penutur bahasa Jawa mengenal semuanya. Biasanya mereka hanya mengenal ngoko dan sejenis madya.
Lihat pula
- Jawanisme
- Sastra Jawa
-
kategori:jawa
kategori:Bahasa Austronesia
ja:ジャワ語
ms:Bahasa Jawa
Bahasa Sunda
Bahasa Sunda dituturkan oleh sekitar 27 juta orang dan merupakan bahasa dengan penutur terbanyak kedua di Indonesia setelah Bahasa Jawa. Sesuai dengan sejarah kebudayaannya, bahasa Sunda dituturkan di kawasan selatan provinsi Banten, sebagian besar wilayah Jawa Barat (kecuali kawasan pantura yang merupakan daerah tujuan urbanisasi dimana penutur bahasa ini semakin berkurang), dan melebar hingga batas Kali Pemali (Cipamali) di wilayah Brebes, Jawa Tengah.
Dialek (basa wewengkon) bahasa Sunda juga beragam, mulai dari dialek Sunda-Banten, hingga dialek Sunda-Jawa Tengahan yang mulai tercampur bahasa Jawa. Diantaranya dialek yang khas adalah:
- Banten,
- Bogor,
- Priangan, and
- Cirebon.
Karena pengaruh budaya Jawa pada masa kekuasaan kerajaan Mataram-Islam, bahasa Sunda - terutama di wilayah Parahyangan - mengenal undak-usuk atau tingkatan berbahasa, mulai dari bahasa halus, bahasa loma/lancaran, hingga bahasa kasar. Namun, di wilayah-wilayah pedesaan/pegunungan dan mayoritas daerah Banten, bahasa Sunda loma (bagi orang-orang daerah Bandung terdengar kasar) tetap dominan.
Di Jawa Tengah bahasa Sunda terutama dituturkan di kabupaten Cilacap. Banyak nama-nama tempat di daerah ini yang masih merupakan nama Sunda dan bukan nama Jawa seperti Dayeuh Luhur, Cimanggu dan sebagainya. Ironisnya nama Cilacap banyak yang menentang bahwa ini merupakan nama Sunda. Mereka berpendapat bahwa nama ini merupakan nama Jawa yang "disundakan". Sebab pada abad ke-19, nama ini seringkali ditulis sebagai "Clacap".
Fonologi
Saat ini Bahasa Sunda di tulis dengan Alphabet Latin dan sangat fonetis. Ada lima suara vokal murni (a, é, i, o, u), dua vokal nutral, (e (pepet) dan eu), dan tidak ada diftong. Fonem konsonannya di tulis dengan huruf p, b, t, d, k, g, c, j, h, ng, ny, m, n, s, w, l, r, dan y.
Konsonan lain yang aslinya muncul dari bahasa Indonesia di ubah menjadi konsonan utama: f -> p, v -> p, sy -> s, sh -> s, z -> j, and kh -> h.
Tata Bahasa Dasar
(to be written).
Kata Akar (Kata Dasar)
(to be written).
Bentuk Aktif
(to be written).
Negasi
(to be written).
Pertanyaan
(to be written).
Bentuk Pasif
(to be written).
Kata sifat
(to be written).
Kata Depan
Tempat
| Bahasa Indonesia | Bahasa Sundanese (normal) | Bahasa Sunda (sopan/lemes) |
| diatas .. | diluhureun .. | diluhureun .. |
| dibelakang .. | ditukangeun .. | dipengkereun .. |
| dibawah .. | dihandapeun .. | dihandapeun .. |
| didalam .. | di jero .. | di lebet .. |
| diluar .. | di luar .. | di luar .. |
diantara .. dan .. | di antara .. jeung .. | di antawis .. sareng .. |
waktu
| Bahasa Indonesia | Bahasa Sundanese (normal) | Bahasa Sunda (sopan/lemes) |
| Sebelum | saacan | sateuacan |
| Sesudah | sanggeus | saparantos |
| ketika | basa | nalika |
Lain Lain
| Bahasa Indonesia | Bahasa Sundanese (normal) | Bahasa Sunda (sopan/lemes) |
| Dari | tina | tina |
Kata Sambung
(to be written).
Lihat Juga
- Kidung Sunda
Pranala luar
- [http://www.ethnologue.com/show_iso639.asp?code=sun Ethnologue report on Sundanese]
Category:Bahasa Indonesia
Category:Austronesia
ms:Bahasa Sunda
WIBWaktu Indonesia Barat atau WIB adalah salah satu dari tiga zona waktu yang dipakai di Indonesia. Kedua zona waktu lainnya adalah WITA dan WIT.
Kawasan yang menggunakan sistem WIB adalah Sumatra, Jawa, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
WIB sama dengan waktu UTC+7.
Pranala luar
- [http://www.statoids.com/tid.html Zona Waktu Indonesia]
Kategori:Zona waktu
ms:Waktu Indonesia Barat
Provinsi IndonesiaIndonesia memiliki 33 Daerah Tingkat I yang terdiri dari 30 Provinsi, 2 Daerah Istimewa dan 1 Daerah Khusus Ibukota. Selanjutnya tiap provinsi dibagi lagi menjadi Daerah Tingkat II yang terdiri dari kabupaten dan kotamadya.
Provinsi
- Bali
- Bengkulu
- Banten
- Gorontalo
- Irian Jaya Barat
- Jambi
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Selatan
- Kepulauan Bangka Belitung
- Kepulauan Riau
- Lampung
- Maluku
- Maluku Utara
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Papua (Irian Jaya)
- Riau
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Tenggara
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Utara
- Sumatra Barat
- Sumatra Selatan
- Sumatra Utara
Daerah Istimewa dan Khusus
Daerah Istimewa Yogyakarta - Daerah Khusus Ibukota Jakarta - Nanggroe Aceh Darussalam
Rencana pemekaran Provinsi
Selain provinsi-provinsi di atas ada beberapa rencana dan aspirasi akan didirikannya beberapa provinsi baru:
Irian Jaya Tengah - Irian Jaya Timur - Surakarta- Madura - Kalimantan Utara - Flores - Tapanuli - Maluku Tengah - Maluku Selatan - Nusa Tenggara Tengah - Sulawesi Timur - Banyumas - Aceh Leuser Antara - Aceh Barat Selatan - Samudera Pasai Raya - Sumatera Timur - Barito Raya- Luwu Raya - Bima- Ketapang
Pemerintah Papua belakangan berencana memekarkan wilayahnya menjadi beberapa provinsi lagi, yakni
- Irian Jaya Tengah
- Irian Jaya Timur
- Irian Jaya Selatan, dan
- Pegunungan Tengah
Lihat pula
- Daftar kabupaten dan kota di Indonesia
- Daftar provinsi Indonesia menurut jumlah penduduk
- Daftar provinsi Indonesia menurut luas wilayah
- Jumlah Wilayah Administratif di Indonesia
- Pemekaran daerah di Indonesia
Kategori:Indonesia
-
ms:Daerah di Indonesia
Ibu kotaIbu kota (juga dieja ibukota) adalah kota utama di sebuah negara atau daerah meskipun kota ini belum tentu yang paling besar. Di kota ini biasanya terdapat gedung-gedung pemerintahan pusat atau daerah dan sebuah dewan perwakilan rakyat yang seringkali disebut parlemen serta kantor-kantor pusat perusahaan-perusahaan komersial. Selain itu di ibu kota negara biasanya juga terdapat perwakilan-perwakilan dari negara asing yang biasa disebut kedutaan besar.
Beberapa perkecualian:
- Di Negeri Belanda ibu kota adalah Amsterdam, tetapi kota pemerintahan adalah Den Haag. Di kota terakhir ini pula terdapat perwakilan-perwakilan dari negara asing.
- Ibu kota Israel adalah Yerusalem. Tetapi berhubung kota ini oleh dunia internasional dianggap sebagai sebuah kota Internasional, maka Kedutaan Besar negara-negara yang berhubungan diplomatik dengan Israel menaruh Kedutaan Besar mere | | |