Home About us Products Services Contact us Bookmark
:: wikimiki.org ::
Kategori:Bahasa

Kategori:Bahasa

Halaman ini merupakan daftar artikel Wikipedia Indonesia yang termasuk kategori Bahasa: Sub-katagori bahasa adalah:
- Bahasa Austronesia
- Bahasa Afro-Asia
- Bahasa Indo-Eropa
- Bahasa Sino-Tibet
- Bahasa Austro-Asia
- Bahasa Ural-Altai
- Bahasa Dravida
- Bahasa Kreol
- Bahasa Artifisial kategori:Linguistik ms:Category:Bahasa ja:Category:言語・言語学 minnan:Category:Gí-giân th:Category:ภาษา

Bahasa Austronesia

Rumpun bahasa Austronesia adalah sebuah rumpun bahasa yang sangat luas penyebarannya di dunia. Dari Taiwan dan Hawaii di ujung utara sampai Selandia Baru (Aotearoa) di ujung selatan dan dari Madagaskar di ujung barat sampai Pulau Paskah (Rapanui) di ujung timur.

Istilah Austronesia

Austronesia adalah istilah linguistik yang mengacu pada suatu rumpun bahasa yang mencakup bahasa-bahasa yang dituturkan oleh penduduk Pulau Taiwan (pribumi), kepulauan Nusantara (termasuk Filipina), Mikronesia, Melanesia, Polinesia, dan Pulau Madagaskar. Secara harafiah, Austronesia berarti "Kepulauan Selatan" dan berasal dari bahasa Latin austrālis yang berarti "selatan" dan bahasa Yunani nêsos yang berarti "pulau". Jika bahasa Jawa di Suriname dimasukkan, maka cakupan geografi juga mencakup daerah tersebut. Studi juga menunjukkan adanya masyarakat penutur bahasa mirip Melayu di pesisir Sri Langka.

Asal usul bangsa Austronesia

Para penutur bahasa Austronesia proto atau purba diduga berasal dari daerah yang sekarang disebut China bagian selatan. Mereka sekitar 5.000 tahun yang lalu bermigrasi ke pulau Taiwan dan dari sana lalu menyebar ke Filipina, Indonesia, kemudian ke Madagaskar dekat benua Afrika dan ke seluruh samudra Pasifik. Untuk informasi apa, mengapa dan bagaimana mereka beremigrasi dari China selatan bisa dibaca di bawah ini. Bahasa Ma'anyan yang merupakan sebuah bahasa Dayak dan dipertuturkan di Kalimantan adalah bahasa yang paling dekat dengan bahasa Malagasy yang dipertuturkan di Madagaskar, lepas pantai timur Afrika.

Klasifikasi

Biasanya rumpun bahasa Austronesia dibagi menjadi beberapa kelompok. Dua kelompok utama ialah bahasa Taiwanik dan bahasa Melayu-Polinesia. Kemudian rumpun bahasa Melayu-Polinesia dibagi menjadi bahasa-bahasa Melayu-Polinesia Barat, Tengah dan Timur. Di bawah disajikan silsilah pembagian rumpun bahasa ini secara cukup rinci. Austronesia
- Taiwanik
  - bahasa Atayalik
  - bahasa Tsouik
  - bahasa Paiwanik
  - bahasa Taiwanik Barat
  - bahasa Taiwanik yang terpengaruh bahasa China
- bahasa Melayu-Polinesia
  - bahasa Melayu-Polinesia Barat
    - bahasa Borneo
    - bahasa Filipina Utara
    - bahasa Filipina Tengah
    - bahasa Filipina Selatan
    - bahasa Mindanao Selatan
    - bahasa Sama-Bajau
    - bahasa Sulawesi
    - bahasa Sundik
  - bahasa Melayu-Polinesia Tengah
    - bahasa Bima-Sumba
    - bahasa Maluku Tengah
    - bahasa Maluku Tenggara
    - bahasa Timor-Flores
  - bahasa Melayu-Polinesia Timur
    - bahasa Halmahera Selatan-Papua Barat-Laut
    - bahasa Oseania Salah satu cabang terpenting adalah cabang Sundik yang menurunkan bahasa-bahasa Austronesia dengan jumlah penutur terbesar yaitu: bahasa Jawa, bahasa Melayu (dan bahasa Indonesia), bahasa Sunda, bahasa Madura, bahasa Aceh, bahasa Batak dan bahasa Bali.

Bahasa Jepang

Bahasa Jepang adalah sebuah kasus yang menarik minat banyak pakar linguistik. Ada yang mengelompokkan bahasa ini dalam rumpun bahasa Austronesia berdasarkan beberapa kata-kata dan fonologi bahasa Jepang. Namun yang lain berpendapat bahwa bahasa Jepang termasuk rumpun bahasa Altai dan terutama mirip dengan cabang bahasa Mongol. Bahasa Korea kemungkinan besar termasuk rumpun bahasa yang sama pula. Bahasa Korea mirip dengan bahasa Jepang namun sejauh ini belum ada yang menghubungkannya dengan rumpun bahasa Austronesia. Namun perlu diberi catatan pula bahwa rumpun bahasa Altai masih dipertentangkan pula. Beberapa kata dari bahasa Jepang yang berasal dari rumpun bahasa Austronesia:
- hi yang berarti api dan berasal dari
- PAN (Proto-Austronesia):
- Xapuy
- ke yang berarti kayu (bagian ini masih harus ditambah)

Contoh

Di bawah disajikan sebagai contoh untuk menunjukkan kekerabatan, kata-kata bilangan dari satu sampai sepuluh dalam beberapa bahasa Austronesia. Catatan: /e/ harus dibaca sebagai pepet (misalkan dalam kata “keras”) dan /é/ sebagai taling (misalkan dalam kata “lémpar”). Jika ada kesalahan, para pembaca dipersilakan membetulkannya.

Tipologi

Fonologi bahasa –bahasa Austronesia tergolong sederhana. Para penutur bahasa ini biasanya tidak suka dengan sukukata-sukukata tertutup dan menghindari gugusan-gugusan konsonan. Beberapa bahasa memang memiliki gugusan-gugusan konsonan namun ini merupakan pengaruh dari bahasa-bahasa lain, terutama dari bahasa Arab, bahasa Sansekerta, dan bahasa Indo-Eropa lainnya. Kemudian beberapa bahasa malahan ikut meminjan fonem-fonem retrofleks dari bahasa Sansekerta, yaitu bahasa Jawa dan bahasa Madura. Bahkan bahasa Madura juga memiliki fonem-fonem berhembus (aspirata) yang kemungkinan juga berasal dari bahasa Sansekerta. Meski begitu, banyak para pakar yang menentang bahwa fonem-fonem ini dipinjam dari bahasa Sansekerta. Mereka berpendapat bahwa fonem-fonem ini merupakan perkembangan sendiri saja.

Jumlah penutur

Secara total jumlah penutur bahasa Austronesia sekitar 300 juta jiwa. Bahasa-bahasa terbesar adalah bahasa Jawa, bahasa Melayu (dan bahasa Indonesia), bahasa Tagalog, bahasa Sunda, bahasa Madura, bahasa Bali, bahasa Aceh, bahasa Batak dan bahasa Malagasy.

Status resmi

Bahasa Austronesia terpenting ditilik dari status resminya ialah bahasa Melayu yang merupakan bahasa resmi di lima negara: Malaysia, Singapura, Brunei, Indonesia dan Timor-Timur. Di Indonesia bahasa resmi ini disebut sebagai bahasa Indonesia. Sedangkan bahasa Filipina yang sebenarnya adalah bahasa Tagalog merupakan bahasa resmi Filipina. Di Timor-Timur bahasa resmi lainnya adalah bahasa Tetun, juga sebuah bahasa Austronesia selain bahasa Portugis yang hanya dikenal oleh segelintir orang. Di Madagaskar, bahasa Malagasy adalah bahasa resmi. Di Aotearoa (Selandia Baru), bahasa Maori juga memiliki status resmi di samping bahasa Inggris.

Kekerabatan dengan rumpun bahasa lain

Ada beberapa pakar yang menggolongkan rumpun bahasa Austronesia dengan rumpun bahasa Austro-Asia dan menamakannya rumpun bahasa besar atau superfamili Austrik. Mereka berpendapat bahwa semua bahasa di China bagian selatan sebenarnya berkerabat yaitu rumpun bahasa Austronesia, bahasa Austro-Asia, bahasa Tai-Kadai dan bahasa Hmong-Mien (juga disebut Miao-Yao). Secara skematis rumpun bahasa Austrik secara hipotetis adalah sebagai berikut:
- Austrik
  - Austronesia
  - Tai-Kadai
  - Hmong-Mien
  - Austro-Asia Para penutur keempat rumpun bahasa yang diduga berkerabat ini bermukim di daerah yang sekarang termasuk RRC bagian selatan sampai kurang lebih pada antara tahun 2000 SM1000 SM. Kala itu sukubangsa Han, yang merupakan penutur bahasa Sino-Tibet, dari Tiongkok utara menyerbu ke selatan dan para penutur bahasa Austrik tercerai-berai. Hal ini yang diduga sebagai alasan mengapa kaum Austronesia lalu bermigrasi ke Taiwan dan ke kepulauan Asia Tenggara dan Samudra Pasifik lainnya. Kemudian para ahli linguistik memiliki argumen lain yaitu keberadaan kata-kata dasar dwisilabik yang mirip di mana bahasa Austronesia menyimpan kedua sukukata sedangkan bahasa Austro-Asia menyimpan sukukata pertama dan bahasa Tai-Kadai menyimpan suku kata kedua. Contoh: Proto-Austronesia / Proto-Mon-Kmer (Austro-Asia) / Proto Thai (Tai-Kadai)
- mata ‘mata’ /
- măt ‘mata /
- taa ‘mata’

Bacaan selanjutnya


- Peter Bellwood, 1979, Man’s Conquest of the Pacific. The Prehistory of Southeast Asia and Oceania, New York: Oxford University Press.
- Peter Bellwood, 1985, Prehistory of the Indo-Malaysian Archipelago, Orlando, Florida: Academic Press.
- Peter Bellwood, 1987, The Polynesians: Prehistory of an Island People, New York: Oxford University Press.
- P. Benedict, 1975, Austro-Thai Language and Culture. With a Glossary of Roots, New Haven: HRAF Press.
- O.C. Dahl, 1951, Malgache et Maanjan., Oslo: Egede Instituttet.

- Otto Dempwolff, 1956, Perbendaharaan Kata-kata dalam Berbagai Bahasa Polinesia, Terjemahan Sjaukat Djajadiningrat. Jakarta: Pustaka Rakyat.
- Jared Diamond, 1997, Guns, Germs and Steel, W.W. Norton & Company.

- Isidore Dyen, 1956, “Language Distribution and Migration Theory”, di Language, 32: 611-626.
- James J. Fox, 1995, Austronesian societies and their transformations, Canberra: Department of Anthropology, Research School of Pacific and Asian Studies, The Australian National University.
- Hendrik Kern, 1956, Pertukaran Bunyi dalam Bahasa-bahasa Melayu-Polinesia, Terjemahan Sjaukat Djajadiningrat. Jakarta: Pustaka Rakyat.
- Hendrik Kern, 1957, Berbagai-bagai Keterangan berdasarkan Ilmu Bahasa dipakai untuk Menetapkan Negeri Asal Bahasa-Bahasa Melayu-Polinesia, Terjemahan Sjaukat Djajadiningrat. Jakarta: Pustaka Rakyat.

Pranala luar


- [http://www.ethnologue.com/show_family.asp?subid=106 Ethonologue tentang rumpun bahasa Austronesia]
- [http://language.psy.auckland.ac.nz Comparative vocabulary data from 280 Austronesian Languages]
- [http://www-personal.umich.edu/~rustyb/112/austronesian.htm Austronesian Language Resources] Austronesia
-
ja:オーストロネシア語族 ms:Bahasa Austronesian zh-min-nan:Lâm-tó-gí-hē

Bahasa Afro-Asia

Rumpun Bahasa Afro-Asia ialah keluarga bahasa hampir 240 bahasa dan 285 juta orang yang tersebar di daerah Afrika Utara, Afrika Timur, Sahel, dan Asia Barat Daya. Terkadang nama lain juga dipakai buat rumpun bahasa ini seperti "Afrasia", "Hamito-Semitik" (dicela), "Lisramic" (Hodge 1972), "Erythraean" (Tucker 1966.) Subkeluarga bahasa ini ialah:
- Bahasa-bahasa Berber
- Bahasa-bahasa Chadik
- Bhasa-bahasa Mesir
- Bahasa-bahasa Semit
- Bahasa-bahasa Cushitik
- Bahasa Beja (subklasifikasi kontroversial; secara luas diklasifikasikan sebagai bahasa Cushitik)
- Bahasa-bahasa Omotik (kontroversial; terkadang diperdebatkan sebagai Afro-Asia sebelah luar) Bahasa Ongota sering dianggap sebagai rumpun Afro-Asiat, namun pengklasifikasiannya termasuk keluarga ini menyisakan kontroversi sebagian karena sedikitnya data). Sementara Harold Fleming mengusulkan bahwa itu merupakan cabang merdeka dari Afro-Asia non-Omotik. Tak secara umum disetujui pada di mana Proto-Afro-Asia diucapkan; Afrika (misal, Igor Diakonoff, Lionel Bender) telah sering mengusulkan, terutama Ethiopia berdasarkan pada perbedaan besar bahasa-bahasa Afro-Asianya, namun di pesisir Laut Merah barat dan Sahara juga telah dikemukakan (misal, Christopher Ehret). Alexander Militarev mengusulkan bahwa tempat aslinya ialah di Levant (secara spesifik, ia mengidentifikasikan mereka dengan budaya Natufia). Bahasa-bahasa Semit ialah hanya subkeluarga Afro-Asia yang berdasar di luar Afrika; bagaimanapun, dalam masa sejarah atau sejarah yang dekat, beberapa penutur bahasa Semit menyeberang dari Arab Selatan kembali ke Ethiopia, maka beberapa bahasa Ethiopia modern (seperti Amharik) ialah bahasa Semit daripada termasuk kelompok substrata Cushitik atau Omotik. (Minoritas akademisi, seperti A. Murtonen (1967), menentang pandangan ini, mengusulkan bahwa bahasa Semit mungkin berasal dari Ethiopia.) Bahasa berintonasi ditemukan pada cabang bahasa Omotik, Chadik, dan Cushitik Selatan & Timur Afro-Asia, menurut Ehret (1996). Cabang bahasa Semit, Berber dan Mesir tak berintonasi.

Ciri-ciri umum

Ciri-ciri umum bahasa Afro-Asia termasuk:
- sistem dua gender dalam kata tunggal, dengan feminin ditandai dengan suara /t/.
- Tipologi PSO dengan kecenderungan SPO.
- seperangkat konsonan tegas, yang dengan berbagai cara dicapai dengan glotalisasi, pharyngealisasi, atau implosif, dan
- morfologi templatis yang mana kata-kata dengan perubahan internal seperti prefiks dan sufiks. Beberapa sanak termasuk:
- b-n- "membangun" (Ehret:
- bĭn), dibuktikan dalam bahasa Chadik, Semit (
- bny
), Cushitik (
- mĭn/
- măn "rumah") dan Omotik (Dime bin- "membangun, membuat");
- m-t "meninggal" (Ehret:
- maaw), dibuktikan dalam bahasa Chadik (misal Hausa mutu), Mesir (mwt, mt, Koptik mu), Berber (mmet, jamak. yemmut), Semit (
- mwt), dan Cushitik (Proto-Somali
- umaaw/
- -am-w(t)- "meninggal")
- s-n "tau", dibuktikan dalam bahasa Chadik, Berber, dan Mesir;
- l-s "lidah" (Ehret:
- lis'
"menjilat"), dibuktikan dalam bahasa Semit (
- lasaan/lisaan), Mesir (ns, Koptik las), Berber (iles), Chadik (mis. Hausa harshe), dan kemungkinan Omotik (Dime lits'- "menjilat");
- s-m "nama" (Ehret:
- sŭm /
- sĭm), dibuktikan dalam bahasa Semit (
- sm), Berber (isem), Chadik (misal Hausa suna), Cushitik, dan Omotik (meski bentuk Berber, isem, dan bentuk Omotik, sunts, terkadang ditolak sebagai kata pinjaman Semit.) Bahasa Mesir smi "laporan, pengumuman" mungkin juga bersaudara.
- d-m "darah" (Ehret:
- dîm /
- dâm), dibuktikan dalam Berber (idammen), Semit (
- dam), Chadi,kan Omotik (diperdebatkan). Cushitik
- dîm/
- dâm, "merah", mungkin bersaudara. Dalam sistem verbal, Semitic, Berber, dan Cushitik (termasuk Beja) seluruh keterangan tersedia buat konjugasi prefiks: Afiks kausatif s tersebar luas (ditemukan dalam seluruh subkeluarganya), namun juga ditemukan di kelompok lain, seperti bahasa-bahasa Niger-Kongo. Akhiran kata ganti kepemilikan didukung bahasa Semit, Berber, Cushitik (termasuk Beja), dan Chadik.

Sejarah klasifikasi

Terkadang pelajar pertengahan 2 atau lebih cabang Afro-Asia bersama; sudah di abad ke-9, tata bahasawan Ibrani Judah ibn Quraysh dari Tiaret, al-Jazair merasakan hubungan antara Berber dan Semit (yang kemudian dikenalnya melalui bahasa Arab, Ibrani, dan Aram.) Pada 1800-an, orang-orang Eropa mulai mengusulkan hubungan begitu; demikian pada 1844 Th. Benfey keluarga bahasa yang termasuk bahasa Semit, Berber, dan Cushitik (dikenal kemudian sebagai "bahasa Ethiopia"). Di tahun yang sama, T. N. Newman mengusulkan hubungan antara bahasa Semit dan Hausa, namun ini akan menyisakan perdebatan panjang dan ketidakpastian. Keluarga bahasa "Hamito-Semit" tradisional dinamai Friedrich Müller pada 1876 dalam Grundriss der Sprachwissenschaftnya, dan ditetapkan mendirikan kelompok bahasa Semitic plus grup "Hamitic" yang memuat bahasa Mesir, Berber, dan Cushitik; kelompok Chadik tak termasuk. Sebagian klasifikasi ini didasarkan pada antropologi non-linguistik dan argumen rasial. Leo Reinisch (1909) mengusulkan hubungan Cushitik dan Chadik, saat meminta lebih banyak pertalian jauh dengan bahasa Mesir dan Semit, demikian bayangan Greenberg; namun secara besar usulannya diabaikan. Marcel Cohen (1947) menolak gagasan subkelompok "Hamitic" yang berbeda, dan memasukkan Hausa (bahasa Chadik) perbandingan kosakata Hamito-Semitnya. Joseph Greenberg (1950) menegaskan penolakan Cohen mengenai "Hamitic", menambahkan (dan mensubklasifikasikan) bahasa Chadik, dan mengajukan nama baru Afro-Asia untuk keluarga itu; klasifikasinya tentang itu sampai menjadi hampir secara universal diterima. Pada 1969, Harold Fleming mengajukan pengenalan bahasa Omotik sebagai cabang ke-5, daripada (seperti yang sebelumnya dipercaya) subkelompok Cushitik, dan ini menjadi secara umum diterima. Beberapa pelajar, termasuk Harold Fleming dan Robert Hetzron, sejak itu telah menanyakan pencantuman tradisional bahasa Beja dalam Cushitik, namun pandangan ini belum mendapatkan penerimaan umum. Ada persetujuan kecil pada subklasifikasi 5 atau 6 cabang yang disebutkan; bagaimanapun, Christopher Ehret (1979), Harold Fleming (1981), dan Joseph Greenberg (1981) semuanya setuju jika bahasa Omotik cabang pertama yang terpisah dari lainnya. Sebaliknya, Ehret mengelompokkan bahasa Mesir, Berber, dan Semit bersama dalam subkelompok Afro-Asia Utara; Paul Newman (1980) mengelompokkan bahasa Berber dengan Chadik dan Mesir pada rumpun Semit, saat pertanyaan pencantuman bahasa Omotik; Fleming (1981) membagi rumpun Afro-Asia non-Omotik, atau "Erythraean", dalam 3 kelompok, Cushitik, Semit, dan lainnya; ia kemudian menambahkan baahasa Semit dan Beja pada ‘yang lain-lainnya’ itu, dengan Ongotá sebagai cabang ke-3 sementara; dan Lionel Bender (1997) menyokong "Makro-Cush" menyusun Berber, Cushitik, dan Semit, saat menganggap bahasa Chadik dan Omotik sebagai yang terjauh dari cabang lainnya. Vladimir Orel dan Olga Stolbova (1995) mengelompokkan bahasa Berber dengan Semit, Chadik dengan bahasa Mesir, dan membagi Cushitik ke dalam 5 atau lebih subkeluarga tersendiri dari rumpun Afro-Asia, yang melihatnya sebagai Sprachbund daripada subkeluarga yang benar. Alexander Militarev (2000), pada basis leksikostatistik, mengelompokkan bahasa Berber dengan Chadik dan keduanya, lebih jauh lagi, dengan bahasa Semit, sebagai pada bahasa Cushitik dan Omotik.

Bibliografi etimologi

Beberapa sumber utama etimologi Afro-Asia termasuk:
- Marcel Cohen, Essai comparatif sur la vocabulaire et la phonétique du chamito-sémitique, Champion, Paris 1947.
- Igor M. Diakonoff et al., "Historical-Comparative Vocabulary of Afrasian", St. Petersburg Journal of African Studies No. 2-6, 1993-7.
- Christopher Ehret. Reconstructing Proto-Afroasiatic (Proto-Afrasian): Vowels, Tone, Consonants, and Vocabulary (University of California Publications in Linguistics 126), California, Berkeley 1996.
- Vladimir E. Orel dan Olga V. Stolbova, Hamito-Semitic Etymological Dictionary: Materials for a Reconstruction, Brill, Leiden 1995

Sumber


- Bernd Heine dan Derek Nurse, African Languages, Cambridge University Press, 2000 - Bab 4
- Merritt Ruhlen, A Guide to the World's Languages, Stanford University Press, Stanford 1991.
- Lionel Bender et al., Selected Comparative-Historical Afro-Asiatic Studies in Memory of Igor M. Diakonoff, LINCOM 2003.
- [http://www.ethnologue.com/show_family.asp?subid=2 Ethnologue]
- Russell G. Schuh, [http://www.linguistics.ucla.edu/people/schuh/Papers/Chadic_overview.pdf Chadic Overview].
- [http://homepage.ntlworld.com/roger_blench/Archaeology%20data/Africa%20language%20history%20text.pdf African Language History] (pdf), Roger Blench

Lihat juga


- Bahasa-bahasa Afrika

Pranala luar


- [http://www.tufs.ac.jp/ts/personal/ratcliffe/comp%20&%20method-Ratcliffe.pdf Perbandingan rekonstruksi Orel-Stolbova dengan Ehret]
- [http://www.sciencemag.org/cgi/content/full/306/5702/1680c The Origins of Afroasiatic] oleh Paul Newman
-
Afro-Asia ja:アフロ・アジア語族

Bahasa Indo-Eropa

Rumpun bahasa Indo-Eropa adalah yang terbesar seluruh dunia ditilik dari jumlah penuturnya. Kurang lebih separuh dari 6 milyar jiwa penduduk bumi memiliki sebuah bahasa Indo-Eropa sebagai bahasa ibu. Rumpun bahasa ini disebut Indo-Eropa karena penuturnya aslinya berasal dari daerah India dan Eropa. Rumpun bahasa ini untuk pertama kalinya ditemukan oleh Sir William Jones.

'Silsilah' bahasa Indo-Eropa

Proto Indo-Eropa
- Bahasa Albania
- Bahasa Anatolia
  - Bahasa Hitit
- Bahasa Armenia
- Bahasa Balto-Slavik
  - Bahasa Baltik
    - Bahasa Lithuania
  - Bahasa Slavia
    - Bahasa Rusia
- Bahasa Indo-Iran
  - Bahasa Iranik
    - Bahasa Avesta
      - Bahasa Parsi
  - Bahasa Indo-Arya
    - Bahasa Sansekerta
- Bahasa Jermanik
  - Bahasa Jermanik Utara
  - Bahasa Jermanik Barat
    - Bahasa Belanda
    - Bahasa Jerman
  - Bahasa Jermanik Timur
    - Bahasa Gotik
- Bahasa Kelto-Italik
  - Bahasa Italik
    - Bahasa Latin
      - Bahasa Romance
  - Bahasa Keltik
- Bahasa Tokharia
- Bahasa Yunani
  - Athena - Doria - Aeolia - Mikenia - Siprus Kuna
- Bahasa Thrasia
- Bahasa Illiria
- Bahasa Frigia Bahasa-bahasa Indo-Eropa sudah ribuan tahun dituliskan. Bahasa Indo-Eropa tertua yang tersurat adalah bahasa Hitit dari tahun 1800 s.M. Sedangkan fragmen bahasa daripada kitab Rg-Weda Sansekerta yang tertua diperkirakan berasal dari tahun 1500 s.M.. Tetapi pada kasus terakhir ini, nyanyian ini baru dituliskan pada kira-kira tahun 500. Sehingga ada tradisi Sastra Oral sepanjang paling tidak 1.000 tahun. Fragmen bahasa Yunani yang tertua adalah dalam bahasa Misenia, dan ditulis menggunakan huruf Linear B dan berasal dari kira-kira tahun 1.200 s.M..

Lihat pula


- Negara Asal Indo-Eropa
- Penemuan Rumpun Bahasa Indo-Eropa
- Sejarah Bahasa Indo-Eropa
- Daftar Bahasa category:Bahasa Indo-Eropa

Bahasa Sino-Tibet

Rumpun bahasa Sino-Tibet merupakan sebuah rumpun bahasa hipotetis yang beranggotakan kurang lebih 250 bahasa dan dipertuturkan di Asia Timur. Secara absolut jumlah penutur bahasa-bahasa ini, adalah kedua setelah bahasa-bahasa Indo-Eropa. Bahasa-bahasa ini cenderung merupakan bahasa nada.

Daftar bahasa:


- Bahasa-bahasa Cina: banyak yang 'monosilabik', dan merupakan bahasa analitis
- Bahasa Tibeto-Burma:
  - Bahasa-bahasa Tibet: beberapa di antara adalah bahasa agglutinatif
  - Bahasa Myanmar Beberapa pakar bahasa berpendapat bahwa bahasa-bahasa Tai-Kadai, juga merupakan anggota rumpun bahasa ini yang diperluas. Namun lebih banyak yang berpendapat bahwa bahasa-bahasa Tai-Kadai berkerabat dengan bahasa-bahasa Austronesia.

Lihat pula:


- Bahasa
- Daftar Bahasa Sino-Tibet ja:シナ・チベット語族 zh-min-nan:Hàn-Chōng gí-hē

Bahasa Austro-Asia

Rumpun bahasa Austro-Asia yang secara harafiah berarti “Asia Selatan”, adalah sebuah rumpun bahasa-bahasa yang dipertuturkan di Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Cabang utama

Rumpun bahasa ini biasa dibagi menjadi dua cabang yaitu: cabang Mon-Khmer dan Munda di India. Dari cabang Mon-Khmer ada dua bahasa yang penting yaitu bahasa Khmer yang dipertuturkan oleh kurang lebih 10 juta jiwa di Kamboja dan bahasa Vietnam yang dipertuturkan oleh kurang lebih 80 juta jiwa di Vietnam. Selain itu bahasa Mon dipertuturkan oleh sekelompk kecil sukubangsa Mon di Myanmar dekat perbatasan Thailand dan bahasa Khmu dipertuturkan di sebelah utara Laos dekat perbatasan Myanmar. Kemudian bahasa Asli yang dipertuturkan oleh sukubangsa Negrito di Semenanjung Malaka juga anggota cabang bahasa Mon-Khmer. Diperkirakan bahasa-bahasa Asli sukubangsa Asli ini sebenarnya bukan bahasa mereka, namun bahasa ini mereka ambil dari tetangga mereka. Di India bahasa Mundari dan bahasa Santali adalah bahasa Austro-Asia yang sudah dipengaruhi oleh bahasa Indo-Eropa cabang Indo-Arya dan bahasa-bahasa Dravida. Penutur asli bahasa Munda adalah orang-orang dari ras Mongoloid yang diperkirakan dahulu kala tersebar luas pula di India utara. Di kepulauan Nicobar dipertuturkan pula bahasa-bahasa Austro-Asia, sebagian besar oleh orang-orang ras Mongoloid pula. Sedangkan penduduk asli kepulauan Nicobar dan Andaman adalah sukubangsa negrito yang masih berkerabat dengan ‘orang asli’ di Malaysia dan sukubangsa Papua. Ada yang berpendapat bahasa mereka juga merupakan kerabat yang sangat jauh dari bahasa Papua.

Bahasa Austro-Asia secara skematis

Rumpun bahasa Austro-Asia secara skematis adalah sebagai berikut: Austro-Asia
- bahasa Munda
  - bahasa Mundari
  - bahasa Santali
- bahasa Mon-Khmer
  - bahasa Mon
  - bahasa Vietnam
  - bahasa Khmu
  - bahasa Asli

Penyebaran bahasa Austro-Asia

Jika ditilik di peta, rumpun bahasa Austro-Asia penyebaran tidak berkesinambungan namun terputus-putus. Selain di Kamboja dan Vietnam, rumpun bahasa ini hanya dipertuturkan di kantong-kantong yang terisolir, dari India sampai di Semenanjung Malaka. Ada kemungkinan besar jaman dahulu kala bahasa-bahasa ini berkesinambungan. Tetapi pada suatu saat dalam sejarah terjadi invasi para penutur bahasa Indo-Eropa di India, bahasa Tai-Kadai di Thailand dan bahasa Austronesia di Semenanjung Malaka. Keseragaman bahasa Austronesia di Semenanjung Malaka juga menunjang hipotesa ini. Bahasa Austronesia yang dipertuturkan di sini hanya bahasa Melayu saja, meski ada beberapa dialek, tetapi perbedaan antara dialek ini tidaklah besar. Keseragaman bahasa ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Melayu masih bisa dikatakan belum begitu lama di sini. Bahkan di Semenanjung Malaka ada sebuah kejanggalan lainnya, penduduk ‘asli’ atau aborigin daerah ini, yaitu sukubangsa Negrito malahan masih menuturkan bahasa-bahasa Austro-Asia. Padahal bahasa ini sebenarnya mereka ambil dari para tetangga mereka yang termasuk ras Mongoloid, sudah mengambil alih bahasa Austronesia. Ada pula yang berpendapat bahwa bahasa-bahasa Austro-Asia pernah dipertuturkan di pulau Sumatra. Menurut para pakar ini, sisa-sisa bahasa Austro-Asia ini masih meninggalkan jejaknya, atau disebut substratum, di bahasa-bahasa Sumatra modern.

Kekerabatan dengan rumpun bahasa lain

Ada beberapa pakar yang menggolongkan rumpun bahasa Austro-Asia dengan rumpun bahasa Austronesia dan menamakannya rumpun bahasa besar atau superfamili Austrik. Mereka berpendapat bahwa semua bahasa di China bagian selatan sebenarnya berkerabat yaitu rumpun bahasa Austro-Asia, bahasa Austronesia, bahasa Tai-Kadai dan bahasa Hmong-Mien (juga disebut Miao-Yao). Secara skematis rumpun bahasa Austrik secara hipotetis adalah sebagai berikut:
- Austrik
  - Austronesia
  - Tai-Kadai
  - Hmong-Mien
  - Austro-Asia Para penutur keempat rumpun bahasa yang diduga berkerabat ini bermukim di daerah yang sekarang termasuk RRC bagian selatan sampai kurang lebih pada antara tahun 2000 SM1000 SM. Kala itu kaum Han, yang merupakan penutur bahasa Sino-Tiber, dari Tiongkok utara menyerbu ke selatan dan para penutur bahasa Austrik tercerai-berai. Hal ini yang diduga sebagai alasan mengapa kaum Tai-Kadai lalu bermigrasi ke selatan dan para penutur bahasa Austro-Asia tercerai berai. Kemudian para ahli linguistik memiliki argumen lain yaitu keberadaan kata-kata dasar dwisilabik yang mirip di mana bahasa Austronesia menyimpan kedua sukukata sedangkan bahasa Austro-Asia menyimpan sukukata pertama dan bahasa Tai-Kadai menyimpan suku kata kedua. Contoh: Proto-Austronesia / Proto-Mon-Kmer (Austro-Asia) / Proto Thai (Tai-Kadai)
- mata ‘mata’ /
- măt ‘mata /
- taa ‘mata’ kategori:Bahasa kategori:Bahasa Austro-Asia ko:오스트로아시아어족

Bahasa Dravida

Keluarga bahasa Dravida terdiri atas kurang lebih 26 bahasa yang wilayah sebarnya di India dan Sri Lanka. Namun kawasan tutur Dravida juga terdapat di wilayah-wilayah tertentu di utara India, Nepal, Pakistan, Afghanistan dan Iran. Jumlah penutur bahasa-bahasa Dravida secara keseluruhan diperkirakan mencapai 200 juta jiwa. Kelompok Dravida tidak ada hubungan sama sekali dengan keluarga bahasa lain yang dikenal di wilayah tersebut, dan ada yang menduga bahwa rumpun bahasa ini memiliki hubungan dengan bahasa Elamit kuno yang berasal dari baratdaya Iran (David MacAlpin (1975)). MacAlpin lalu mengajukan hipotesa tentang rumpun bahasa Elamo-Dravida.

Daftar Bahasa Dravida

Bahasa Nasional India dicetak tebal.

Selatan


- Bahasa Tamil
- Bahasa Kannada
- Bahasa Malayalam
- Bahasa Tulu
- Bahasa Toda
- Bahasa Kota
- Bahasa Koraqa
- Bahasa Badaqa
- Bahasa Kurumba
- Bahasa Irula

Tengah


- Bahasa Telugu
- Bahasa Gondi
- Bahasa Kolami
- Bahasa Naiki
- Bahasa Parji
- Bahasa Gadaba
- Bahasa Koya
- Bahasa Konda
- Bahasa Manda
- Bahasa Pengo
- Bahasa Kui
- Bahasa Kuvi

Barat Laut


- Bahasa Brahui

Timur Laut


- Bahasa Kurukh
- Bahasa Malto

Lihat pula


- Dravida
- Daftar Bahasa category:Bahasa
-
ja:ドラヴィダ語族

Bahasa Kreol

Bahasa Kreol adalah keturunan dari bahasa Pidgin yang menjadi bahasa ibu bagi sekelompok orang yang berasal dari latar belakang berbeda-beda. Kajian umum menunjukkan (khususnya yang dilakukan oleh Derek Bickerton) bahwa bahasa-bahasa kreol yang ada di dunia menunjukkan adalah kesamaan, khususnya dari segi tata bahasa yang mengarah pada teori Tata bahasa universal. Bahasa Kreol ini juga dipengaruhi oleh kosakata-kosakata yang dibawa oleh para penuturnya. Bahasa Kreol berkembang karena sebab berikut :
- Berkumpulnya berbagai orang dari latar belakang yang berbeda, maksudnya: di suatu daerah, terjadi kontak antara penduduk asli dan pendatang yang satu sama lain berbeda bahasa. Dari sini kemudian digunakan sarana komunikasi yang terdiri dari bahasa dominan, namun terpengaruh oleh kosakata-kosakata bawaan dari orang-orang tersebut. Pada mulanya bahasa inilah yang disebut Pidgin, dengan kosakata yang sangat sederhana. Namun, ketika mengalami proses kreolisasi, tata bahasanya mengalami perkembangan sehingga menjadi bahasa yang stabil dan terpisah dari bahasa induknya. Sebagian besar bahasa Kreol ini berakar dari bahasa-bahasa Indo-Eropa sebagai bahasa dasarnya. Berikut adalah bahasa-bahasa Kreol yang sudah dikenal :

Kreol Arab

Ki Nubi

Arab Juba

Arab Babalia

Kreol Inggris

Bislama

Tok Pisin

Krio

Pitcairn

Sranang Tongo

Kreol Miskito

Kreol Rama Cay

Kreol Perancis

Kreol Haiti

Kreol Louisiana

Kreol Mauritius

Seselwa

Kreol Melayu

Betawi

Melayu Ambon

Melayu Manado

Melayu Ternate

Melayu Banda

Melayu Kupang

Melayu Larantuka

Kreol Spanyol

Chavacano

Palenquero

Kreol Portugis

Papiamento

Macao

Burgher

Kreol Tanjung Verde

Kreol India

Sao Tome

Fa d'Ambo

Crioulo

Papia Kristang


- Kembali ke : Bahasa Kreol atau Daftar Bahasa Kategori:Bahasa als:Kreolsprachen ja:クレオール言語 ko:크레올어

Bahasa Artifisial

Bahasa artifisial atau bahasa buatan atau bahasa terkonstruksi (dikenal dengan sebutan conlang singkatan dari istilah Inggris: constructed language) oleh para penggemarnya. adalah sebuah bahasa yang kosa kata dan tata bahasanya diciptakan oleh seseorang atau sebuah kelompok kecil. Bahasa ini bertolak belakang dengan bahasa alami (ing: natural language, Natlang) yang secara alamiah ber-evolusi sebagai bahian dari sebuah budaya. Beberapa di antara conlang diciptakan untuk digunakan dalam komunikasi manusia (biasanya berfungsi sebagai bahasa auksiliari internasional), beberapa lainnya diciptakan untuk digunakan dalam karya fiksi atau eksperimen, komunikasi rahasia, atau bahkan hanya untuk iseng saja. "Bahasa terencana" sinonim dari conlang ini kadang digunakan untuk mengacu kepada bahasa auksiliari internasional, dan oleh mereka yang menolak istilah "artifisial" di taruh pada bahasa mereka. Orang orang yang bisa berbicara Esperanto sebagai contoh menyatakan bahwa "Esperanto adalah bahasa artifisal seperti layaknya mobil adalah kuda artifisal". Namun, istilah bahasa terencana ini jarang di gunakan di luar komunitas Esperanto

Sekilas

Bahasa terkonstruksi sering dibagai menjadi bahasa a priori dan a posteriori, Bahasa a priori mempunyai kosakata dan tata bahasa diciptakan dari awal (bisa menggunakan imajinasi sang pencipta atau dengan proses komputasional). Sedangkan bahasa a posteori, kosakata dan tata bahasanya di dasarkan dari satu atau lebih bahasa alami. Bahasa fiksi dan eksperimental dapat juga bersifat 'naturalistik' hal ini maksudnya bahasa tersebut memang di ciptakan untuk terdengar alamiah, dan, apabila didasarkan posteriori, bahasa tersebut mencoba mengikuti aturan alamiah dari fonologikal, leksikal and tata bahasa. Karena bahasa ini biasanya tidak diperuntukkan untuk kemudahan pembelajaran atau komunicasi, bahasa naturalistik bahasa fiksi biasanya lebih susah dan rumit. (karena bahasa tersebut mencoba meniru perilaku yang biasa ditemui di bahasa alami seperti kata kerja dan benda yang tidak reguler, aturan fonologis yang rumit, dll.) Jadi berdasarkan keterngan diatas, bahasa terkonstruksi dapat di bagi menjadi:
- bahasa auksiliari (ing: auxiliary language, auxlangs) - bahasa yang diciptakan untuk komunikasi international
- bahasa artistik (ing: artistic language, artlangs) - bahasa yang diciptakan dengan lebih melihat ke unsur estetikanya
- bahasa logis (ing: logical language, loglangs) - bahasa yang diciptakan untuk keperluan dalam eksperimentasi dalam logika atau filosofi Sebuah baha terkonstruksi dapat mempunyai penutur ibu (native speakers), apabila sang anak mempelajarinya dari kecil dari orang tua yang mempelajarinya. Diperkirakan Esperanto mempunyai jumlah penutur asli sebanyak antara 200 sampai 2.000. Seorang anggota dari Klingon Language Institute, d'Armond Speers, mencoba untuk membesarkan anaknya sebagai native speaker dari Klingon dan Inggris, namun dia menemukan bahwa pada waktu itu, kosa kata Klingon tidak cukup besar untuk mengekspresikan benda yang sering ditemui di rumah, "meja" dan "botol" sebagai contohnya. Pengguna bahasa terkontruksi juka terkadang mempunyai alasan lain mengapa mereka menggunakannya. Di antara alasan tersebut, Hipotesa Sapir-Whorf yang terkenal (walaupun masih diperdebatkan kebenarannya) sering disebut. Hipotesa tersebut menklaim bahwa bahasa yang kita bicarakan mempengaruhi cara kita berpikir, sehingga, bahasa yang "lebih baik" harusnya dapat membuat sang pembicaranya mencapai tingkat intelegensi yang lebih tinggi, atau dapat menerima titik pandang yang lebih beragam.

Lihat pula


- sistem penulisan artificial
- conlanger
- representasi pengetahuan
- akademi bahasa
- permainan bahasa
- penerjemahan bahasa
- ontologi

Pranala luar

Komunitas


- [http://listserv.brown.edu/archives/conlang.html Conlang Mailing List]
- [http://www.livejournal.com/community/conlangs LiveJournal Conlangs Community]
- [http://www.spinnoff.com/zbb/index.php Zompist Bulletin Board] - Forum online yang cukup aktive dan diperuntukan untuk conlang (dan conworld juga)
- [http://www.kutjara.com/wiki ZBB Wiki] - sebuah wiki, yang di kelola oleh penghuni dari Forum Zompist
- [http://www.artlangs.com ArtLangs.com :: The ArtLangs Community] - Sebuah forum dan situs tentang conlang dan conwrold

Petunjuk, guide, How Tos


- [http://zompist.com/kit.html The Language Construction Kit]
- [http://www.angelfire.com/ego/pdf/ng/lng/how/index.html How to Create a Language] oleh Pablo David Flores, terinspirasi oleh Language Construction Kit, mencakup topik topik yang tidak di bahas di sana.
  - [http://www.angelfire.com/ego/pdf/sp/lng/como/index.html Cómo crear un lenguaje] - Versi Bahasa Spanyol

Koleksi pranala-pranala


- [http://www.myconlanglinks.tk/ Link-Link tentang conlang]
- [http://www.langmaker.com/ Conlang Profiles at Langmaker.com] - lebih dari 1.000 bahasa dicantumkan, sering di update.
- [http://www.geocities.com/Athens/Crete/5555/conlang.htm The Conlang Yellow Pages]
- [http://www.homunculus.com/babel/ Blueprints For Babel]
- [http://minyeva.alkaline.org/links.htm Garrett's Links to Logical Languages]

Koleksi pranala-pranala berisi sumber daya tentang bahasa terkonstruksi


- [http://www.sys.uea.ac.uk/~jrk/conlang.html Some Internet resources relating to constructed languages]
- [http://www.langmaker.com/db/rsc_a2z_index.htm More Internet resources relating to constructed languages]

Referensi


- Alan Libert, A Priori Artificial Languages. Lincom Europa, Munich, 2000. ISBN 3-89586-667-9 Category:Linguistik kategori:Bahasa ko:인공어 ja:人工言語

Agata e la tempesta

Agata e la tempesta è un film prodotto nel 2004 e diretto da Silvio Soldini. Categoria:Film commedia

snowboard w austrii niusy Sennik online hotels Amsterdam sylwester w grach










































:: RELATED NEWS ::
Thutmose IV of Egypt
Menkheperure Thutmose IV (d. 1391 BC; sometimes spelled Thutmosis) was the 8th Pharaoh of the 18th dynasty of Egypt. He ruled from c.1401 BC to 1391 BC and is ascribed a reign of 9 Years and 8 Months by Manetho. This number is affirmed by a Year 8 inscription from his reign which records the quelling of a Rebellion in Nubia. Thutm
Zeal Kingdom
The Kingdom of Zeal is a floating continent in Squaresoft's Chrono Trigger. It magically floats above the planet in 12,000 B.C. avoiding the ice age raging on the surface below. T
Stasiak KSZO Ostrowiec Swietokrzyski
Stasiak KSZO Celsa Ostrowiec Świętokrzyski is a Polish football club based in Ostrowiec Swietokrzyski, Poland. It was founded in 2003 as a result of the merger of two 2nd league teams: KSZO Ostrowiec Swietokrzyski (withdrawn from the tournaments) and KS Stasiak Ceramika Opoczno (continuing th
King Hermaeus
) in the Attic standard.
Obv: Diademed bust of Hermaeus with bead and reel contour.
Rev: Zeus-Mithra seated on throne, with scepter, and making a benediction gesture with the right hand. Monogram. Greek legend: BASILEOS SOTĒROS ERMAIOU "Of The Saviour King Hermaeus.]] Mithra-70 BCE).
Obv: Helmetted bust of Hermaeus " with Greek legend: BA
Mallacoota, Victoria
Mallacoota is a small town in the East Gippsland region of Victoria, Australia. It was part of the territory of the Bidawal people. About 300 families live there permanently, a population of approximately 980, while at holiday times, particularly Easter and April 30, 1802 by the Seventh Congress of the United States. This act authorized the residents of the eastern portion of the Northwest Territory to form the state of Ohio and join the U.S. on an equal footing with
List of Flags of Subnational Entities
Often, the flags listed below have more than one meaning. In some instances, they represent a nation (and/or national government) that is distinct in language and culture from the rest of the sovereign state to which the nation is affiliated, or which perhaps has autonomy or dependency status. Additional
US Postal - Berry Floor
The US Postal Service Pro Cycling Team presented by Berry Floor operated from 1996 through 2004, and during its time fielded one of the biggest names in modern cycling: Lance Armstrong. The United States Postal Service was the title (primary) sponsor from 1996 through 2004 and the team was nicknamed the "Blue Train". Berry Floor, a Belgian floor
List of Boston subway stations
right The Massachusetts Bay Transportation Authority (MBTA) is a "a body politic and corporate, and a political subdivision" of the Commonwealth of Massachusetts [http://www.mass.gov/legis/laws/mgl/161a-2.htm] formed in 1964 to finance and operate most bus, subway, commuter rail and football club based in Radom, Poland. It was founded in 1910. Its current coach is Jerzy Engel (junior). It achieved 2nd place in the 3rd division in season 2003/2004 and was promoted to the 2nd division in season 2004/2005.

See also:


- Football in Poland
-
All Rights Reserved 2005 wikimiki.org