Home About us Products Services Contact us Bookmark
:: wikimiki.org ::
Nabi Muhammad

Nabi Muhammad

Muhammad (bahasa Arab محمد, juga dikenal sebagai Mohammad, Mohammed, dan kadang-kadang Mahomet) adalah pembawa ajaran Islam, dan diteladani oleh umat Muslim sebagai nabi Allah (Tuhan) yang terakhir. Menurut biografi tradisional Muslimnya, (sirah dalam bahasa Arab), beliau lahir sekitar tahun 570 di Mekkah (atau "Makkah") dan wafat pada 8 Juni 632 di Madinah, Arab Saudi. Ajaran Islam yang dibawa oleh Muhammad adalah penyempurnaan dari agama-agama yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya. Umat Muslim sering memanggilnya dengan gelar Rasulullah (رسل الله), dan menambahkan kalimat sallallaahu alayhi wasallam (صل الله عليه و سلم) setelah namanya.

I. Kelahiran Sang Nabi

Muhammad, menurut sejarawan tepat terlahir tanggal 17 Rabi’ul Awwal (12 Rabi’ul awwal menurut mazhab Sunni) 570 M. Ia memiliki silsilah yang berhubungan langsung dengan Ibrahim (jawara Tauhid) melalui anaknya Ismail as, yang dilahirkan melalui rahim-rahim suci dan terpelihara dari perbuatan-perbuatan mensekutukan Tuhan. Ia begitu suci sehingga Tuhan memerintahkan kepada Para Malaikat dan Jin untuk bersujud kepada Adam, karena cahayanya dibawa oleh Adam as untuk disampaikan kepada maksud, ia adalah rencana Allah yang teramat besar yang langit dan bumi pun tak kan sanggup memikulnya. Peristiwa kelahiran sang bintang dipenuhi dengan kejadian-kejadian yang luarbiasa, dimulai dengan peristiwa padamnya api “abadi” di kerajaan Persia, hancurnya sesembahan batu di sana, dan penyerangan pasukan bergajah untuk menghancurkan Ka’bah, yang di kemudian hari menjadi kiblat baginya dan ummatnya sampai akhir zaman, namun tentara yang besar ini dihancurkan oleh burung-burung yang dikirimkan oleh Sang Pemilik kiblat (Ka’bah), karenanya tahun ini dinamakan tahun Gajah. Sudah menjadi tradisi kelahiran manusia luar biasa harus juga didahului peristiwa yang luar biasa. Muhammad namanya, ayahnya bernama Abdullah, Ibundanya Aminah, kedua orang tuanya berasal dari silsilah yang mulia yang merupakan keturunan Jawara Tauhid (Ibrahim as). Abdullah lahir kedunia hanya untuk membawa nur Muhammad dan “meletakkannya” ke dalam rahim Aminah, Sang isteri saat itu mengandung (2 bulan) bayi yang kelak menjadi manusia besar. Setelah lama kepergian sang suami, sang isteri merasakan kesepian yang amat dalam, walaupun suaminya selalu berkirim surat. Namun pada saat lain surat tidak lagi ia terima, begitu riang hatinya ternyata ia melihat rombongan dagang suaminya telah pulang, tapi Ia amat terkejut karena tak dilihatnya suaminya, datanglah seseorang dari rombongan tersebut yang menyampaikan berita kepada Aminah, mulutnya begitu berat untuk mengucapkan kata – kata ini kepada wanita ini, ia tidak sanggup mengutarakannya, namun akhirnya terucap juga bahwa sang suami telah berpulang ke hadirat Allah Swt dan dimakamkan di Abwa. Begitu goncang hatinnya mendengarkan hal ini, tak sanggup menahan tangisnya, ia menangis menahan sedih dan tak makan beberapa hari, namun ia bermimpi, dalam mimpinya seorang wanita datang dan berkata kepadanya agar ia menjaga bayi dalam janinnya dengan baik – baik. Ia berulang kali bermimpi bertemu dengan wanita tersebut yang ternyata adalah Maryam binti Imran (Ibu Isa as). Dalam mimpinya sang wanita mulia ini berkata : “Kelak bayi yang ada didalam rahimmu akan menjadi manusia paling mulia sejagat raya, maka jagalah ia baik – baik hingga kelahirannya. Saat ayahanda Muhammad yang mulia ini Wafat dalam usia 20 tahun (riwayat lain – 17 tahun), sang bintang kita ini sedang berada dalam kandungan ibunya, beberapa tahun kemudian Bunda Sang bintang menyusul suaminya dan dimakamkan di Abwa juga. Muhammad dibawa pulang oleh Ummu Aiman dan diasuh oleh kakeknya, belum lagi hilang duka setelah ditinggal Sang Bunda, ia pun harus kehilangan kakeknya ketika umurnya belum lagi menginjak delapan tahun. Setelah kepergian sang kakek, sang bintang (Muhammad) diasuh oleh pamannya, Abu Tholib, seorang putra Abdul Mutholib yang pertama menyatakan keimanannya kepada kemenakannya sendiri (Muhammad). Pemandu ilahi selalu saja dipilihkan oleh Ilahi untuk memiliki profesi sebagai seorang gembala, melalui profesi ini beliau mengarungi beberapa waktu kehidupannya untuk menjadi “gembala” domba yang lebih besar, inilah pilihan Ilahi yang memilihkan baginya sebuah jalan dimana hal ini penting bagi orang yang akan berjuang melawan orang-orang hina yang berpikiran sampai menyembah aneka batu dan pohon, ilahi menjadikannya kuat sehingga tidak menyerah kepada apapun kecuali keputusan-Nya. Ada penulis sirah yang mengutip kalimat Nabi berikut ini, “Semua Nabi pernah menjadi gembala sebelum beroleh jabatan kerasulan”. Orang bertanya kepada Nabi, ”Apakah Anda juga pernah menjadi gembala?”. Beliau menjawab, ”Ya. Selama beberapa waktu saya menggembalakan domba orang Mekah di daerah Qararit”. Sang bintang terlahir bukan dari kalangan orang yang teramat kaya, belum lagi ia dilahirkan sebagai seorang yatim, dan telah kehilangan Ayah, Ibu di masa kecil sebagai tempat bernaung, apa yang dapat dikatakan oleh anak kecil yang telah kehilangan kedua orang tuanya sedangkan dia sendiri masih membutuhkan naungan kedua orang tua dan kasih sayang mereka. Mari kita masuk ke jazirah Arabia lebih jauh lagi, kita dapat melihat bahwa kondisi keuangan Muhammad terbilang cukup sulit. Muhammad terkenal dengan kemuliaan rohaninya, keluhuran budi, keunggulan ahklaq dan dirinya dikenal di masyarakat sebagai “orang jujur” (al-Amin), ia menjadi salah seorang kafilah dagang Khodijah yang terpercaya dan Khodijah memberikan dua kali lipat dibandingkan yang diberikannya kepada orang lain. Kafilah Quraisy, termasuk barang dagangan Khodijah, siap bertolak, kafilah tiba di tempat tujuan. Seluruh anggotanya mengeruk laba. Namun, laba yang diperoleh Nabi lebih banyak ketimbang lain. Kafilah kembali ke Makkah. Dalam perjalanan, Sang bintang melewati negeri ‘Ad dan Tsamud. Keheningan kematian yang menimpa kaum pembangkang itu mengundang perhatian sang bintang. Kafilah mendekati Mekah, Maisarah, berkata kepada sang Bintang, “Alangkah baiknya jika Anda memasuki Mekah mendahului kami dan mengabarkan kepada Khodijah tentang perdagangan dan keuntungan besar yang kita dapatkan”. Nabi tiba di Mekah ketika Khodijah sedang duduk di kamar atasnya. Ia berlari turun dan mengajak Nabi ke ruangannya. Nabi menyampaikan, dengan menyenangkan, hal-hal menyangkut barang dagangan. Maisarah menceritakan tentang Kebesaran jiwa Al-Amin selama perjalanan dan perdagangan. Maisarah menceritakan, “di Busra, Al-Amin duduk di bawah pohon untuk istirahat. Seorang pendeta, yang sedang duduk di biaranya, kebetulan melihatnya. Ia datang seraya menanyakan namanya kepada saya, kemudian ia berkata, ‘Orang yang duduk di bawah naungan pohon itu adalah nabi, yang tentangnya telah saya baca banyak kabar gembira di dalam Taurat dan Injil”. Kemudian Khodijah menceritakan apa yang didengarnya dari Maisarah kepada Waraqah bin Naufal, si hanif dari Arabia. Waraqah mengatakan, "Orang yang memiliki sifat-sifat itu adalah nabi berbangsa Arab".

II. Pernikahan

Kebanyakan sejarawan percaya bahwa yang menyampaikan lamaran Khadijah kepada Nabi ialah Nafsiah binti ‘Aliyah sebagai berikut: “Wahai Muhammad! Katakan terus terang, apa sesungguhnya yang menjadi penghalang bagimu untuk memasuki kehidupan rumah tangga? Kukira usiamu sudah cukup dewasa!” Apakah anda akan menyambut dengan senang hati jika saya mengundang Anda kepada kecantikan, kekayaan, keanggunan, dan kehormatan ?” Nabi menjawab,”Apa maksud Anda?” Ia lalu menyebut Khodijah. Nabi lalu berkata,” Apakah Khodijah siap untuk itu, padahal dunia saya dan dunianya jauh berbeda?” Nafsiah berujar “Saya mendapat kepercayaan dari dia, dan akan membuat dia setuju. Anda perlu menetapkan tanggal perkawinan agar walinya (‘Amar bin Asad) dapat mendampingi Anda beserta handai tolan Anda, dan upacara perkawinan dan perayaan dapat diselenggarakan". Kemudian Muhammad membicarakan hal ini kepada pamannya yang mulia, Abu Tholib. Pesta yang agung pun diselenggarakan, sang paman yang mulia ini menyampaikan pidato, mengaitkannya dengan puji syukur kepada Tuhan. Tentang keponakannya, ia berkata demikian, “Keponakan saya Muhammad bin ‘Abdullah lebih utama daripada siapapun di kalangan Quraisy. Kendati tidak berharta, kekayaan adalah bayangan yang berlalu, tetapi asal usul dan silsilah adalah permanen". Waraqah, paman Khodijah, tampil dan mengatakan sambutannya, “Tak ada orang Quraisy yang membantah kelebihan Anda. Kami sangat ingin memegang tali kebangsawanan Anda.” Upacara pun dilaksanakan. Mahar ditetapkan empat puluh dinar-ada yang mengatakan dua puluh ekor unta. Sang bintang sekarang mulai dewasa, ia mempunyai seorang istri yang begitu lengkap kemuliaannya, dari perkawinan ini Khodijah melahirkan enam orang anak, dua putra, Qasim, dan Abdulah, yang dipanggil At-Thayyib, dan At-Thahir. Tiga orang putrinya masing-masing Ruqayyah, Zainab, Ummu Kaltsum, dan Fatimah. Kedua anak laki-lakinya meninggal sebelum Muhammad diutus menjadi Rosul. Ketika umur sang bintang mulai menginjak 35 tahun, banjir dahsyat mengalir dari gunung ke Ka’bah. Akibatnya, tak satu pun rumah di Makah selamat dari kerusakan. Dinding ka’bah mengalami kerusakan. Orang Quraisy memutuskan untuk membangun Ka’bah tapi takut membongkarnya. Walid bin Mughirah, orang pertama yang mengambil linggis, meruntuhkan dua pilar tempat suci tersebut. Ia merasa takut dan gugup. Orang Mekah menanti jatuhnya sesuatu, tapi ketika ternyata Walid tidak menjadi sasaran kemarahan berhala, mereka pun yakin bahwa tindakannya telah mendapatkan persetujuan Dewa. Mereka semua lalu ikut bergabung meruntuhkan bangunan itu. Pada saat pembangunan kembali ka’bah, diberitahukan pada semua pihak sebagai berikut, “Dalam pembangunan kembali Ka’bah, yang dinafkahkan hanyalah kekayaan yang diperoleh secara halal. Uang yang diperoleh lewat cara-cara haram atau melalui suap dan pemerasan, tak boleh dibelanjakan untuk tujuan ini.” Terlihat bahwa ini adalah ajaran para Nabi, dan mereka mengetahui tentang kekayaan yang diperoleh secara tidak halal, tetapi kenapa mereka masih melakukan hal demikian, inipun terjadi di zaman ini, di Indonesia, rakyat ataupun pemerintahnya mengetahui tentang halal dan haramnya suatu harta kekayaan atau pun perbuatan yang salah dan benar, tapi mereka masih saja melakukan perbuatan itu walaupun tahu itu adalah salah. Mari kita kembali lagi menuju Mekah, ketika dinding ka’bah telah dibangun dalam batas ketinggian tertentu, tiba saatnya untuk pemasangan Hajar Aswad pada tempatnya. Pada tahap ini, muncul perselisihan di kalangan pemimpin suku. Masing-masing suku merasa bahwa tidak ada suku yang lain yang pantas melakukan perbuatan yang mulia ini kecuali sukunya sendiri. Karena hal ini, maka pekerjaan konstruksi tertunda lima hari. Masalah mencapai tahap kritis, akhirnya seorang tua yang disegani di antara Quraisy, Abu Umayyah bin Mughirah Makhzumi, mengumpulkan para pemimpin Quraisy seraya berkata,”Terimalah sebagai wasit orang pertama yang masuk melalui Pintu Shafa.” (buku lain mencatat Bab as-salam). Semua menyetujui gagasan ini. Tiba-tiba Muhammad muncul dari pintu. Serempak mereka berseru, “Itu Muhammad, al-Amin. Kita setuju ia menjadi wasit!” Untuk menyelesaikan pertikaian itu, Nabi meminta mereka menyediakan selembar kain. Beliau meletakkan Hajar Aswad di atas kain itu dengan tangannya sendiri, kemudian meminta tiap orang dari empat sesepuh Mekah memegang setiap sudut kain itu. Ketika Hajar Aswad sudah diangkat ke dekat pilar, Nabi meletakkannya pada tempatnya dengan tangannya sendiri. Dengan cara ini, beliau berhasil mengakhiri pertikaian Quraisy yang hampir pecah menjadi peristiwa berdarah. Tuhan, Sang Maha Konsep sudah membuat konsep tentang semua ini, tanda-tanda seorang bintang telah banyak ia tampakkan pada diri Muhammad, dari batinnya yang mulia sampai pada bentuk lahirnya yang indah. Kesabaran yang diabadikan di dalam Kitab suci menjadi bukti yang tak terbantahkan, bahwa ia adalah manusia sempurna, dalam wujud lahiriah (penampakan), maupun batinnya. Tidak setitik cela apalagi kesalahan selama hidupnya, Sang Maha Konsep benar-benar telah mengonsepnya menjadi manusia ‘ilahi’. Al-Amin telah dikenal oleh masyarakat Mekah, sebagai manusia mulia, sebagai manifestasi wujud kejujuran mutlak. Sebelum pengutusannya menjadi Rosul, Muhammad selalu mengamati tanda kekuasaan Tuhan, dan mengkajinya secara mendalam, terutama mengamati keindahan, kekuasaan, dan ciptaan Allah dalam segala wujud. Beliau selalu melakukan telaah mendalam terhadap langit, bumi dan isinya. Beliau selalu mengamati masyarakatnya yang rusak, dan hancur, beliau mempunyai tugas untuk menghancurkan segala bentuk pemberhalaan. Apalah kiranya yang membuat masyarakatnya seperti ini, ia mengembalikan semua ini kepada Tuhan, yang menurutnya tak mungkin sama dengan manusia. Gunung Hira, puncaknya dapat dicapai kurang lebih setengah jam, gua ini adalah saksi atas peristiwa menyangkut “sahabat karib”-nya (Muhammad), gua ini menjadi saksi bisu tentang wahyu, dan seakan-akan ia ingin berkata,” disinilah dulu anak Hasyim itu tinggal, yang selalu kalian sebut-sebut, disinilah ia diangkat menjadi Rosul, disinilah Al-Furqon pertama kali dibacakan, wahai manusia, bukankah aku telah mengatakannya, kalianlah (manusia) yang tak mau menengarkannya, kalian menutup telinga kalian rapat-rapat, dan menertawakanku, sedangkan sebagian dari kalian hanya menjadikan aku sebagai museum sejarah.“kata saksi bisu.

III. Diangkat Menjadi Rasul

Arab Saudi Hira, tempat diturunkannya kalimat Tuhan Yang Maha Sakti, kalimat yang membuat iblis berputus asa untuk menyesatkan manusia, kalimat yang dengannya alam semesta berguncang. Al-Qur’an, susunan kalimatnya yang mengandung makna yang banyak telah membuat tercengang manusia-manusia manapun di jagat raya, yang mengakui kebenarannya, akan mengikutinya, sedangkan yang tidak mengakuinya harus tunduk atas kebenarannya, dan bagi mereka yang menolak, dengan cara apapun akan sia-sia, dan celaka. Jibril (Ruh Al-Qudus) diutus Tuhan semesta Alam, Sang Pemilik Konsep, untuk menyampaikan kalimat-Nya secara berangsur-angsur kepada Al-amin yang berada di Gunung Hira’. Al-Amin telah mempersiapkan dirinya selama empat puluh tahun untuk memikul tugas yang maha berat ini, Jibril datang kepadanya dengan membawa beberapa kalimat dari Tuhannya. Ialah kalimat pertama yang dikemukakan dalam Al-qur’an sebagai berikut "Bacalah dengan [ menyebut] nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Paling Pemurah. Yang mengajari [manusia] dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya". Ayat ini dengan tegas menyatakan tentang program Nabi, dan menyatakan dalam istilah-istilah jelas bahwa fondasi agamanya diberikan dengan pengkajian, pengetahuan, kebijaksanaan, dan penggunaan pena. Muhammad, pembawa berita bahagia, ancaman, dan perintah merupakan manusia teladan sepanjang masa, ia adalah manusia dalam wujud Ilahiah, utusan Tuhan yang kepadanya ummat manusia memohonkan syafa’at. Tidak satupun mahkluq yang mencapai kesempurnaan yang dicapai Muhammad, sejak kecil ia telah memperlihatkan ketulusan, kejujuran, manusia yang seumur hidupnya tidak pernah berbohong, yang tidak pernah menghianati janji, dan sayang kepada yang miskin. Malaikat Jibril menyelesaikan tugasnya menyampaikan wahyu itu, dan Muhammad pun turun dari Gua Hira menuju rumah Khodijah. Jiwa agung Nabi disinari cahaya wahyu. Beliau merekam di hatinya apa yang didengarnya dari malaikat Jibril. Setelah kejadian ini, Jibril menyapanya,”Wahai Muhammad! Engkau Rosul Allah dan aku Jibril”. Muhammad menerima kalimat Tuhannya secara bertahap, secara berangsur-angsur, fakta sejarah mengakui bahwa di antara wanita, Khodijah adalah wanita yang pertama memeluk Islam, dan pria pertama yang memeluk Islam adalah ‘Ali. Muhammad mengadakan perjamuan makan dengan kerabatnya, selesai makan, beliau berpaling kepada para sesepuh keluarganya dan memulai pembicaraan dengan memuji Allah dan memaklumkan keesaan-Nya. Lalu beliau berkata,” Sesungguhnya, pemandu suatu kaum tak pernah berdusta kepada kaumnya. Saya bersumpah demi Allah yang tak ada sekutu bagi-Nya bahwa saya diutus oleh Dia sebagai Rosul-Nya, khususnya kepada Anda sekalian dan umumnya kepada seluruh penghuni dunia. Wahai kerabat saya! Anda sekalian akan mati. Sesudah itu, seperti Anda tidur, Anda akan dihidupkan kembali dan akan menerima pahala menurut amal Anda. Imbalannya adalah surga Allah yang abadi (bagi orang lurus) dan neraka-Nya yang kekal(bagi orang yang berbuat jahat). “Lalu beliau menambahkan, “Tak ada manusia yang pernah membawa kebaikan untuk kaumnya ketimbang apa yang saya bawakan untuk Anda. Saya membawakan kepada Anda rahmat dunia maupun Akhirat. Tuhan saya memerintahkan kepada saya untuk mengajak Anda kepada-Nya. Siapakah diantara Anda sekalian yang akan menjadi pendukung saya sehingga ia akan menjadi saudara, washi (penerima wasiat), dan khalifah (pengganti) saya?”. Ketika pidato Nabi mencapai poin ini, kebisuan total melanda pertemuan itu. ‘Ali, remaja berusia lima belas tahun, memecahkan kebisuan itu. Ia bangkit seraya berkata dengan mantap,” Wahai Nabi Allah, saya siap mendukung Anda.” Nabi menyuruhnya duduk. Nabi mengulang tiga kali ucapannya, tapi tak ada yang menyambut kecuali ‘Ali yang terus melontarkan jawaban yang sama. Beliau lalu berpaling kepada kerabatnya seraya berkata,” Pemuda ini adalah saudara, washi, dan khalifah saya diantara kalian. Dengarkanlah kata-katanya dan ikuti dia". Pemakluman khilafah (imamah) ‘Ali di hari-hari awal kenabian Muhammad memperlihatkan bahwa dua kedudukan ini berkaitan satu sama lain. Ketika Rosulullah diperkenalkan kepada masyarakat, khalifahnya juga ditunjuk dan diperkenalkan pada hari itu juga. Ini dengan sendirinya menunjukkan bahwa kenabian dan imamah merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Peristiwa diatas membuktikan heroisme spiritual dan kebenaran ‘Ali. Karena, dalam pertemuan di mana orang-orang tua dan berpengalaman tenggelam dalam keraguan dan keheranan, ia menyatakan dukungan dan pengabdian dengan keberanian sempurna dan mengungkapkan permusuhannya terhadap musuh Nabi tanpa menempuh jalan politisi yang mengangkat diri sendiri. Kendati waktu itu ia yang termuda diantara yang hadir, pergaulannya yang lama dengan Nabi telah menyiapkan pikirannya untuk menerima kenyataan, sementara para sesepuh bangsa ragu-ragu untuk menerimanya. Setelah berdakwah kepada kaum kerabatnya, Nabi berdakwah terang-terangan kepada kaum Quraisy. Muhammad, berbekal kesabaran, keyakinan, kegigihan, dan keuletan dalam berdakwah terus-menerus dan tidak menghiraukan orang-orang musrik yang terus menghardik dan mengejeknya. Banyak yang cara yang dilakukan kaum Quraisy untuk menghentikan Muhammad. Suatu saat Abu Tholib sedang duduk bersama keponakannya, juru bicara rombongan yang mendatangi rumah Abu Tholib membuka pembicaraan dengan berkata, ”Wahai Abu Tholib! Muhammad mencerai-beraikan barisan kita dan menciptakan perselisihan diantara kita. Ia merendahkan kita dan mencemooh kita dan berhala kita. Jika ia melakukan itu karena kemiskinan dan kepapaannya, kami siap menyerahkan harta berlimpah kepadanya. Jika ia menginginkan kedudukan, kami siap menerimanya sebagai penguasa kami dan kami akan mengikuti perintahnya. Bila ia sakit dan membutuhkan pengobatan, kami akan membawakan tabib ahli untuk merawatnya…”. Abu Tholib berpaling kepada Nabi seraya berkata,“ Para sesepuh anda datang untuk meminta Anda berhenti mengkritik berhala supaya mereka pun tidak mengganggu Anda.” Nabi menjawab,” Saya tidak menginginkan apa pun dari mereka. Bertentangan dengan empat tawaran itu, mereka harus menerima satu kata dari saya, yang dengan itu mereka dapat memerintah bangsa Arab dan menjadikan bangsa Ajam sebagai pengikut mereka”. Abu Jahal bangkit sambil berkata, “ Kami siap sepuluh kali untuk mendengarnya”. Nabi menjawab, ” Kalian harus mengakui keesaan Tuhan”. Kata-kata tak terduga dari Nabi ini laksana air dingin ditumpahkan ke ceret panas. Mereka demikian heran, kecewa, dan putus asa sehingga serentak mereka berkata, ”Haruskah kita mengabaikan 360 Tuhan dan menyembah kepada satu Allah saja?” Orang Quraisy meninggalkan rumah Abu Tholib dengan wajah dan mata terbakar kemarahan. Mereka terus memikirkan cara untuk mencapai tujuan mereka. Dalam ayat berikut, kejadian itu dikatakan, “Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata, ’Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta. Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja ? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.’ Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka [seraya berkata], ‘Pergilah kamu dan tetaplah [menyembah] tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki. Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir ini; ini (mengesakan Allah) tidak lain kecuali dusta yang diada-adakan.” Banyak sekali contoh penganiayaan dan penyiksaan kaum Quraisy, Tiap hari nabi menghadapi penganiayaan baru. Misalnya, suatu hari Uqbah bin Abi Mu’ith melihat Nabi bertawaf, lalu menyiksanya. Ia menjerat leher Nabi dengan serbannya dan menyeret beliau ke luar masjid. Beberapa orang datang membebaskan Nabi karena takut kepada Bani Hasyim. Dan masih banyak lagi. Nabi menyadari dan prihatin terhadap kondisi kaum Muslim. Kendati beliau mendapat dukungan dan lindungan Bani Hasyim, kebanyakan pengikutnya budak wanita dan – pria serta beberapa orang tak terlindung. Para pemimpin Quraisy menganiaya orang-orang ini terus-menerus , para pemimpin terkemuka berbagai suku menyiksa anggota suku mereka sendiri yang memeluk Islam. Maka ketika para sahabatnya meminta nasihatnya menyangkut hijrah, Nabi menjawab, “Ke Etiopia akan lebih mantap. Penguasanya kuat dan adil, dan tak ada orang yang ditindas di sana. Tanah negeri itu baik dan bersih, dan Anda boleh tinggal di sana sampai Allah menolong Anda”. Pasukan Syirik Quraisy kehabisan akal untuk menghancurkan Muhammad, maka mereka melakukan propaganda anti Muhammad, diantaranya mereka memfitnah Nabi, Bersikeras menjuluki Nabi Gila, larangan mendengarkan Al-Qur’an, menghalangi orang masuk Islam, sehingga Allah mengabadikan perkataan orang-orang keji ini dan menunjukkan sesatnya perkataan mereka, dalam Al-Qur’an Allah berfirman “Demikianlah, tiada seorang rosul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka selain mengatakan, ’ Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila’. Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu ? Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas”. Kaum Quraisy pun gagal melakukan berbagai macam cara untuk menghalangi usaha Muhammad, dan menghalangi orang-orang untuk mengikuti agama Tuhan Yang Esa. Mereka pun melakukan blokade ekonomi yang membuat banyak kaum muslim, terutama kaum wanita dan anak-anak kelaparan. Nabi dan para pengikutnya masuk ke Syi’ib (lembah) Abu Tholib, yang diikuti pendamping hidupnya, Khodijah, dengan membawa serta Fatimah as. Orang-orang Quraisy mengepung mereka di Syi’ib itu selama tiga tahun. Dan akhirnya tahun-tahun blokade itu pun berakhir. Dan keluarlah sang bintang bersama keluarga dan sahabatnya dari pengepungan. Allah telah menetapkan kemenangan bagi mereka, dan Khodijah pun berhasil pula keluar dari pengepungan dalam keadaan amat berat dan menderita, beliau telah hidup dengan kehidupan yang menjadi teladan istimewa bagi kalangan kaum wanita. Ajal Khodijah sudah dekat. Allah telah memilihnya untuk mendampingi Rosulullah Saww., dan dia telah berhasil menunaikan tugas dengan baik. Khodijah akhirnya meninggal pada tahun itu juga. Yakni, pada saat kaum Muslim keluar dari blokade orang-orang Quraisy, tahun kesepuluh sesudah Kenabian. Pada tahun yang sama, paman Rosul (Abu Tholib) meninggal dunia, yang sekaligus sebagai pelindung dakwa Muhammad. Sungguh Nabi mengalami kesedihan yang amat berat. Beliau kehilangan Khodijah, dan juga pamannya yang menjadi pelindung, dan pembelanya. Itu sebabnya, maka tahun ini dinamakan ‘Am Al-Huzn (Tahun Duka cita). Bukan hanya Rosul yang terpukul hatinya, Fatimah, yang belum kenyang mengenyam kasih sayang seorang ibu dan kelembutan belaiannya, ikut pula menanggungnya. Kedukaan menyelimuti dan menindihnya di tahun penuh kesedihan itu. Fatimah kehilangan ibundanya, berpisah dari orang yang menjadi sumber cintanya dan kasih sayangnya. Acap kali dia bertanya kepada ayahandanya,” Ayah, kemana Ibu?” Kalau sudah begini, tangisnya pecah, air matanya meleleh, dan kesedihan menerpa hatinya. Rosul merasakan betapa berat kesedihan yang ditanggung putrinya. Setelah wafatnya Abu Tholib kaum Kafir Quraisy semakin berani menganggu Muhammad, akhirnya Muhammad berhijrah ke Yastrib. Peristiwa hijrahnya Nabi ke Yastrib (Madinah), merupakan momen awal dari lahirnya negara Islam. Penduduk Yastrib bersedia memikul tanggung jawab bagi keselamatan Nabi. Di bulan Robi’ul Awwal tahun ini, saat hijrahnya Nabi terjadi, tak ada seorang muslim pun yang tertinggal di Mekah kecuali Nabi, ‘Ali dan Abu Bakar, dan segelintir orang yang ditahan Quraisy atau karena sakit,dan lanjut usia. Kaum Quraisy yang berada di Mekah akhirnya membuat kesepakatan untuk membunuh Muhammad di malam hari, dan masing-masing suku mempunyai wakil, sehingga Bani Hasyim tidak dapat menuntut balas atas kematian Muhammad. Orang-orang ini memang bodoh, mereka mengira Muhammad dapat dihancurkan hanya dengan cara seperti ini, seperti urusan duniawi mereka. Jibril datang memberitahu Nabi tentang rencana kejam kaum kafir itu. Al-Qur’an merujuk pada kejadian itu dengan kata-kata, “Dan [ingatlah] ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya. Ali berbaring melewati cobaan yang mengerikan demi keselamatan Islam menggantikan Nabi, sejak sore. Ia bukan orang tua yang lanjut usia, tapi seorang anak muda yang begitu berani mengorbankan nyawanya untuk sang Nabi, ia, yang bersama Khodijah adalah orang yang pertama-tama beriman kepada Nabi, dialah orang yang rela berkorban untuk Nabi, Ali, sekali lagi ‘Ali. Kepadanya Nabi berkata,”Tidurlah di ranjang saya malam ini dan tutupi tubuh Anda dengan selimut hijau yang biasa saya gunakan, karena musuh telah bersekongkol membunuh saya. Saya harus berhijrah ke Yastrib. ‘Ali menempati ranjang Nabi sejak sore. Ketika tiga perempat malam lewat, empat puluh orang mengepung rumah nabi dan mengintipnya melalui celah. Mereka melihat keadaan rumah seperti biasanya, dan menyangka bahwa orang yang sedang tidur di kamar itu adalah Nabi.

IV. Hijrah

Kini tiba fajar. Semangat dan gairah besar tampak di kalangan musyrik itu. Mereka begitu yakin akan segera berhasil. Dengan pedang terhunus mereka memasuki kamar Nabi, yang menimbulkan suara gaduh. Serentak ‘Ali mengangkat kepalanya dari bantal dan menyingkirkan selimutnya lalu berkata dengan sangat tenang, ”Apa yang terjadi?” Mereka menjawab, ”Kami mencari Muhammad. Di mana dia?” ’Ali berkata, ”Apakah anda menitipkannya kepada saya sehingga saya harus menyerahkannya kembali kepada Anda? Bagaimanapun, sekarang ia tak ada di rumah”. Muhammad telah pergi jauh di luar pengetahuan mereka. Nabi, tiba di Quba tanggal 12 Rabi’ul Awwal, dan tinggal di rumah Ummu Kultsum ibn al-Hadam. Sejumlah Muhajirin dan Ansor sedang menunggu kedatangan Nabi. Beliau tinggal di situ sampai akhir pekan. Sebagian orang mendesak agar beliau segera berangkat ke Madinah, tetapi beliau menunggu kedatangan ‘Ali. Orang Quraisy mengetahui hijrahnya ‘Ali dan rombongannya – diantaranya ialah Fatimah, puteri Nabi, Fatimah binti ‘Asad dan Fatimah binti Hamzah bin Abdul Mutholib – karena itu, mereka memburunya dan berhadap-hadapan dengan dia di daerah Zajnan. Perselisihan pun terjadi dan ‘Ali berkata “Barangsiapa menghendaki tubuhnya terpotong-potong dan darahnya tumpah, majulah!” Tanda marah nampak di wajahnya. Orang-orang Quraisy yang merasa bahwa masalah telah menjadi serius, mengambil sikap damai dan berbalik pulang. ”Ketika ‘Ali tiba di Quba, kakinya berdarah, dikarenakan menempuh perjalanan Makah Madinah dengan berjalan kaki. Nabi dikabari bahwa, ‘Ali telah tiba tapi tak mampu menghadap beliau. Segera Nabi ke tempat ‘Ali lalu merangkulnya. Ketika melihat kaki ‘Ali membengkak, air mata Nabi menetes". Penduduk Yastrib – yang kemudian berganti menjadi nama Madinah - menyambut kedatangan Nabi. Mereka mengucapkan berbagai macam syair untuk menyambut manusia mulia ini. Disinilah manifestasi sebuah negara Islam pertama kali didirikan. Muhammad menyusun kekuatannya di Madinah bersama keluarga dan sahabat setianya yang rela meninggalkan tanah air dan hartanya untuk Tuhannya, islam yang muda ini menyusun kekuatan untuk menghadapi kekuatan kaum Quraisy yang setiap saat siap untuk menghancurkan Islam yang dibangun ini, perang demi perang mulai dari Badar, Uhud, Khandaq, yang disetiap perang tampillah Al-Washi Muhammad yang selalu menjadi pemberi moral kepada pasukan untuk menghancurkan kafir Quraisy dengan Iman yang membara. Pada perang Badar ‘al-washi (‘Ali) dan Hamzah tampil menghadapi pemberani kafir Quraisy, dalam sepucuk suratnya kepada Muawiyah, ‘Ali mengingatkannya dalam kata-kata “Pedang saya yang saya gunakan untuk membereskan kakek anda dari pihak ibu (Utbah, ayah dari Hindun Ibu Muawiyah), paman anda dari pihak Ibu (Walid bin Uthbah) dan saudara Anda (Hanzalah) masih ada pada saya”. Pada perang Uhud Nabi dan lagi-lagi Hamzah dan ‘Ali tidak pernah Absen, ‘Ali adalah pembawa panji dalam setiap peperangan. Nabi mengungkapkan nilai pukulan ‘Ali pada perang Khandaq (parit) – disebut juga dengan Ahzab – kepada ‘Amar bin ‘Abdiwad itu, ”Nilai pengorbanan itu melebihi segala perbuatan baik para pengikutku, karena sebagai akibat kekalahan jagoan kafir terbesar itu kaum Muslim menjadi terhormat dan kaum kafir menjadi aib dan terhina".

V. Benteng Khaibar

Pada perang Khaibar ketika semangat kaum muslim mengendur dan merasa tidak mampu untuk menghancurkan benteng Khaibar, orang-orang menunggu dengan gelisah dan ketakutan, karena sebelumnya Abu Bakar dan Umar tidak ada yang mampu menghancurkan benteng, bahkan ‘Umar memuji keberanian pemimpin benteng, Marhab,yang luar biasa yang membuat Nabi dan para komandan Islam kecewa atas pernyataan ‘Umar ini. Kebisuan orang-orang sedang menunggu dengan gelisah dipecahkan oleh kata-kata Nabi,” Dimanakah ‘Ali? “ Dikabarkan kepada beliau bahwa ‘Ali menderita sakit mata dan sedang beristirahat di suatu pojok. Nabi bersabda,” Panggil dia.” ‘Ali diangkut dengan unta dan diturunkan di depan kemah Nabi.” Pernyataan ini menunjukkan sakit matanya demikian serius sampai tak mampu berjalan. Nabi menggosokkan tangannya ke mata ‘Ali seraya mendoakannya. Mata ‘Ali langsung sembuh dan tak pernah sakit lagi sepanjang hidupnya. Nabi memerintahkan ‘Ali maju, menurut riwayat pintu benteng Khaibar itu terbuat dari batu, panjangnya 60 inci, dan lebarnya 30 inci. Mengutip kisah pencabutan pintu benteng Khaibar itu dari ‘Ali melalui jalur khusus,” Saya mencabut pintu Khaibar dan menggunakannya sebagai perisai. Seusai pertempuran, saya menggunakannya sebagai jembatan pada parit yang digali kaum Yahudi.” Seseorang bertanya kepadanya,” Apakah Anda merasakan beratnya?” ‘Ali menjawab,” Saya merasakannya sama berat dengan perisai saya.” Masih banyak lagi peristiwa-peristiwa lain selain peperangan untuk melawan kebejatan kaum kafir Quraisy, banyak juga peristiwa yang menggembirakan, misalnya peristiwa pernikahan al-Washi dan Fatimah, putri Nabi, perubahan kiblat dari Bait al-Maqdis ke Ka’bah di Makah. Selain serangan dari luar Kota Madinah, kaum Yahudi yang berada di dalam kota selalu mencoba melakukan rongrongan terhadap pemerintahan Islam yang masih muda ini, namun Sang Maha Konsep telah menentukan drama yang berbeda, walaupun mereka mencoba memadamkan cahaya-Nya, namun Ia terus menerangi cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu benci.

VI. Futuh Makkah

Tahun kedelapan Hijrah, perjanjian Hudaibiyah dikhianati oleh orang-orang Quraisy mekah, Nabi segera mengeluarkan perintah kesiagaan umum. Beliau siapkan pasukan besar yang belum pernah disaksikan kehebatannya selama ini. Ketika pasukan telah lengkap dan siap bergerak, Nabi pun menyampaikan bahwa sasarannya adalah Mekah. Pasukan bergerak laksana migrasi kawanan burung menuju arah selatan. Nabi memerintahkan kepada pasukannya yang berjumlah 10.000 orang untuk membagi diri, dan menyalakan api unggun di malam hari agar pasukan musuh melihat betapa besar pasukan musuh tersebut. Di dekat kuburan Abu Tholib dan Khodijah yang terletak di punggung Mekah, kaum muslimin membuat kubah untuk Nabi. Dari kubah inilah Nabi mengamati dengan cermat arus pasukan Islam yang masuk ke kota dari empat penjuru. Makkah... Membisu di depan Nabi dan pendukungnya. Ya Mekah membisu dan tidak lagi menyerukan teriakan Fir’aun-fir’aun, digantikan hiruk pikuk suara 10.000 prajurit Muslim yang menggema yang seakan-akan sedang menunggu kedatangan sahabatnya Gua itu menatap kepada orang yang dulu berada dalam perutnya dalam keadaan terusir yang kini telah berdiri tegap dengan gagah dan dikelilingi puluhan ribu pengikut dan pembelanya. Nabi memasuki Mekah dan bertawaf, menghancurkan berhala-berhala bersama al-Washi, tidak ada darah yang tertumpah. Orang-orang Quraisy yang berada di Makkah menunggu bibir Muhammad berucap tentang mereka, apakah yang akan terjadi pada mereka, namun bibir itu begitu mulia untuk menjatuhkan hukuman, ia memberikan kepada mereka yang telah memeranginya pengampunan dan beliau berkata “... Pergilah, Anda semua adalah orang-orang yang dibebaskan!” Kini, di Shafa, laki-laki yang telah membuat sejarah itu telah kembali, berdiri di depan kehidupannya yang sarat dengan berbagai peristiwa dan yang ditangannya tergenggam masa depan yang gemilang. Selama dua puluh tahun penggembalaannya tak pernah henti, ia tak pernah merasakan letih, kesabarannya begitu tinggi, tak pernah menyerah. Orang –orang Quraisy berdesak-desakkan di bukit Shafa untuk memberikan Ba’iat. Setelah penaklukan Mekah masih ada beberapa peperangan besar berlanjut – semasa hidup Nabi - yaitu Hunain, Tabuk. Al-Washi tampil dengan gagah perkasa dalam peperangan ini, sesudah membuat kocar-kacir musuh, al-washi segera menghambur untuk bergabung dengan Nabi, ia memutari Nabi, dan menghambur membabat musuh untuk melindungi Nabi, dan pada kali yang lain menemui prajurit musuh yang lari dan menghadang kejaran musuh. Sesudah itu kembali memutari Nabi. Nabi memanggil sahabat-sahabatnya yang lari cerai-berai “ Ayyuhan Nas, mau kemana kalian ?” Wahai orang-orang yang ikut bai’at al-Ridwan! Wahai, orang-orang yang kepadanya diturunkan surat Al-Baqarah! Wahai orang-orang yang berbaiat di bawah pohon...! orang-orang Madinah yang gagah berani segera sadar akan diri mereka! Dan ingat bahwa hingga saat ini mereka adalah tulang punggung Nabi. Kini Nabi memanggil mereka di tengah 12.000 orang prajurit, dua ribu diantaranya adalah kaum kerabatnya. Mereka segera menghambur ke arah Nabi menyambut panggilannya dengan, “Labbaik, Labbaik... Kami datang, kami datang...!” Pasukan Islam kembali memenangkan pertempuran, peran individual Muhammad dalam menyampaikan risalah agungnya telah selesai, dan kini tidak bisa–tidak ia harus melihat pasukannya, untuk kesekian kalinya, mengingat dan mengenang kembali pelajaran yang telah diberikannya selama dua puluh tiga tahun, agar ia bisa mengevaluasi dan menelitinya kembali.

VII. Haji Wada

Tahun kesebelas Hijrah, haji pertama Nabi dan kaum Muslimin tanpa ada seorang musrik pun yang ikut didalamnya, untuk pertama kalinya pula, lebih dari 10.000 orang berkumpul di Madinah dan sekitarnya, menyertai Nabi melakukan perjalanan ke Makkah, dan .. sekaligus inilah haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi. Rombongan haji meninggalkan Madinah tanggal 25 Dzulqa’idah , Nabi disertai semua isterinya, menginap satu malam di Dzi Al-Hulaifah, kemudian melakukan Ihram sepanjang Subuh, dan mulai bergerak... seluruh padang terisi gema suara mereka yang mengucapkan,”Labbaik, Allahumma labaik... Labbaik, la syarika laka, ! Aku datang memenuhi panggilanmu, Allahumma, ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu...Labbaik, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Segala puji, kenikmatan, dan kemaharajaan, hanya bagi-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu... Labbaik, aku datang memenuhi panggilan-Mu...” Langit, hingga hari itu, belum pernah menyaksikan pemandangan di muka bumi seperti yang ada pada saat itu. Lebih dari 100.000 orang, laki-laki dan perempuan – dibawah sengatan Matahari yang amat terik dan di padang pasir yang sebelumnya tak pernah dikenal orang – bergerak menuju satu arah. Medan ini merupakan lukisan paling indah dari satu warna yang menghiasi kehidupan manusia. Dan sejarah, adalah kakek tua yang terbelenggu dalam pengabdian terhadap kepentingan-kepentingan. Ia adalah tukang cerita yang membacakan hikayat-hikayat Fir’aun, Kisra dan Kaisar. Sejarah sekali melihat Muhammad dan orang-orang yang bergerak bersamanya dengan heran! Aneh sekali. Pasukan apa ini? Komandan berjalan kaki kelelahan, dan pengikut-pengikutnya pun demikian pula. Nabi memang berjalan kaki bersama umatnya. Sejarah memang mendengar bahwa “penguasa” itu berada di tengah-tengah pasukan itu, tapi ketika dicari-carinya, dia tak bisa menemukannya. Rombongan itu masuk Mekah 4 Dzulhijjah, disitu telah berkumpul Allah, Ibrahim, Ka’bah dan Muhammad. Dia juga ingin memperlihatkan kepada Ibrahim, bahwa karya besarnya, kita sudah diantarkan kepada Maksud. Matahari tepat di tengah siang hari itu. Seakan-akan ia menumpahkan seluruh cahayannya yang memakar ke atas kepala semua orang. Nabi berdiri di depan lebih dari 100.000 orang. Laki-laki dan perempuan yang mengelilinginya. Nabi memulai pidatonya, Rosulullah berkata,”Tahukah kalian, bulan apa ini ?” Mereka serentak menjawab,”Bulan Haram!” ..... ...”Ayyuhan Nas, camkan baik-baik perkataanku. Sebab, aku tidak tahu, mungkin aku tidak lagi akan bertemu dengan kalian sesudah tahun ini, di tempat ini, untuk selama-lamanya... Ayyuhan Nas, sesungguhnya darah dan hartamu adalah haram bagimu hingga kalian menemui Tuhanmu sebagaimana diharamkannya hari dan bulanmu ini. Sesudah itu, kamu sekalian akan menemui Tuhanmu dan ditanya tentang amal-amalmu. Sungguh, aku telah sampaikan hal ini. Maka, barangsiapa yang masih mempunyai amanat, hendaknya segera disampaikan kepada orang yang berhak menerimanya.....” Akar-akar syirik telah dihapuskan dari Mekah, dan Mekah menjadi sebuah kota suci bagi kaum muslim, tempat berkumpulnya muslimin dari seluruh penjuru dunia, dengan menggunakan pakaian yang sama, menuju Tuhannya, tidak ada perbedaan, baik kaya, miskin, raja, rakyat, semuanya sama dihadapan Tuhan, yang membedakannya adalah takwa. Muhammad telah melaksanakan tugasnya, dan sekarang beliau berada di pembaringan, Nabi membuka mata seraya berkata kepada putrinya dengan suara pelan “Muhammad tidak lain hanyalah seorang Rosul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rosul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu akan berbalik ke belakang? Barangsiapa berpaling ke belakang, maka tidak akan mendatangkan mudarat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur”.

Lihat pula


- Nabi Islam category:Islam ja:ムハンマド・イブン=アブドゥッラーフ ko:무함마드 ms:Nabi Muhammad s.a.w. simple:Muhammad th:มุฮัมมัด

Bahasa Arab

Bahasa Arab adalah sebuah bahasa Semitik yang muncul dari daerah yang sekarang termasuk wilayah negara Arab Saudi. Bersambung

Huruf-huruf dalam Bahasa Arab

Lihat pula


- Daftar Bahasa
- [http://ar.wikipedia.org/ Wikipedia Bahasa Arab] Arab category:Bahasa Semitik ja:アラビア語 ko:아랍어 ms:Bahasa Arab simple:Arabic language th:ภาษาอาหรับ

Islam

Islam (Bahasa Arab, al-islām الإسلام, : "berserah diri kepada Tuhan") adalah wahyu Illahi, dien yang dianut oleh para nabi dan rasul-Nya, pedoman hidup manusia, hukum-hukum Allah yang ada di dalam Al Qur'an dan As Sunnah, dia juga merupakan jalan yang lurus (Shiratal Mustaqim), untuk keselamatan di dunia dan di akhirat. Dia adalah agama monoteistik dan agama terbesar kedua di dunia.

Etimologi

Dalam Bahasa Arab, Islām berarti “berserah diri” dan merupakan suatu Dīn yang berarti "aturan" atau "sistem" (QS 3:83). Secara etimologis, kata tersebut diturunkan dari akar yang sama dengan kata Salām yang berarti “damai” (dan merupakan sapaan yang umum). Kata Muslim juga berhubungan dengan Islām. Kata tersebut berarti “orang yang berserah diri kepada Tuhan".

Kepercayaan

Pengikut Islam atau disebut juga Muslim, percaya bahwa Tuhan Allāh memfirmankan perkataannya untuk umat manusia melalui Muhammad (570632) dan nabi-nabi lain, seperti Adam, Ibrahim, Musa, dan Isa. Orang Muslim menyatakan bahwa sebuah catatan tertulis umat manusia adalah Qur'an, yang mereka percaya tidak mengandung kesalahan apa pun, konsisten, dan merupakan janji terakhir dari Tuhan. Orang Muslim percaya bahwa sebagian dari Al-Kitab dan Taurat telah dilupakan, diterjemahkan secara tidak benar, dan diubah oleh pengikut kedua kitab tersebut. Mereka percaya bahwa Qur'an adalah pembenar dari tulisan-tulisan suci Kristen dan Yahudi.

5 Rukun Islam

Para ulama menetapkan setiap umat Islam mestilah mematuhi 5 perkara azas dalam Islam yang dikenal secara umum sebagai Rukun Islam yang terdiri dari lima perkara:
- Mengucap kalimat syahadat dan menerima bahwa tak ada yang ditaati, disembah atau diabdi selain Allah dan Nabi Muhammad s.a.w itu rasul Allah yang diikuti sunnahnya.
- Menunaikan sholat lima kali sehari.
- Berpuasa pada bulan Ramadhan.
- Mengeluarkan zakat.
- Menunaikan Haji bagi mereka yang mampu.

6 Rukun Iman

Orang Islam yang juga perlu mematuhi 6 Rukun Iman yaitu:
- Percaya kepada Allah
- Percaya kepada malaikat
- Percaya kepada kitab suci Al-Qur'an
- Percaya kepada nabi dan Rasul Allah
- Percaya kepada hari akhirat
- Percaya kepada qada dan qadar Rumah ibadat umat Muslim disebut masjid atau mesjid.

Keimanan

Meskipun sikap 'percaya' merupakan pintu awal untuk Keimanan, namun keimanan itu sendiri menurut Qur'an mesti timbul dari usaha-usaha untuk memahami fenomena alam dan Qur'an (QS Al-Alaq:1), yang tentunya melibatkan akal (QS Yunus:100). Keimanan untuk menerima konsep Islam didapatkan lewat interaksi yang melibatkan dialog antar penda'wah dan yang dida'wah yang tentunya melibatkan pemikiran akan ayat-ayat yang disampaikan. Untuk selanjutnya keimanan dalam proses realisasinya mesti melewati tahap-tahap aqidah (dibenarkan di dalam qalbu), diikrarkan dengan lisan (dengan makna menyebarkan konsep Islam lewat da'wah) serta diamalkan dengan perbuatan (pelaksanaan Sunnah Rasul). Sikap 'percaya-buta' dalam Islam tidak dibenarkan (QS Al-Israa :36).

Moral Islam

Agama Islam menjunjung tinggi moral yang dikenal sebagai Jalan yang Lurus. Nilai moral yang dijunjung meliputi nilai Tauhid, Nikah, Hayat, Adil dan Amanah.

Lihat pula


- 99 Asma Allah
- Ar-Rabb , Al-Malik , Ilah
- Shiratal Mustaqim
- Agama & Din
- Agama Islam dari A - Z
- Jihad
- Nabi Islam
- Cendekiawan Muslim
- Kemurtadan
- Hari Asyura
- Puasa (Islam)
- Waktu haram puasa
- Bersuci dari hadas
- Ulama
- Rasulullah
- Mazhab syi'ah
- Mazhab suni
- Ikhwanul Muslimin
- Rifa'iyah

Pranala Luar


- [http://www.mui.or.id/ Majelis Ulama Indonesia (MUI)]
- [http://www.icmi.or.id/ Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI)]
- [http://www.bazisdki.go.id/ Badan Amil Zakat, Infak dan Sedekah (BAZIS) DKI Jakarta]
- [http://www.hudzaifah.org/ Unit Kegiatan Mahasiswa Islam Hudzaifah Universitas Trisakti]
- [http://wwwuser.gwdg.de/~mriexin/euroislam.html Islam di Eropa Barat]
- [http://wwwuser.gwdg.de/~mriexin/sasislam.html Islam di Asia Selatan]
- [http://www.sufiblog.com/ Sufi tariqat] category:Ilmu Sosial & Filsafat category:Agama category:Islam category:Kepercayaan ja:イスラム教 ko:이슬람교 ms:Islam simple:Islam th:ศาสนาอิสลาม

Muslim

Muslim adalah sebutan untuk: # Segala makhluk yang ada di langit dan bumi (QS 3:83, 1:2). # Sebutan untuk penganut atau umat agama Islam. # Orang-orang yang menyerahkan diri pada aturan Hukum-hukum Allah # Sebuah suku bangsa di Bosnia Herzegovina sebelum pecahnya negara kesatuan Yugoslavia pada awal tahun 1990-an. Mereka sekarang disebut orang Bosniak.

Allah

Allah (Bahasa Arab allāhu الله) adalah sebutan Arab untuk "Tuhan" (berhubungan dengan bahasa Ibrani: Elohim, yang keduanya berasal dari Bahasa Proto-Semitik ʾil, El). Kata Allah secara tradisional digunakan oleh orang Islam, namun bukan hanya Islam saja yang menggunakannya, orang Kristen Arab dan Yahudi Arab juga menggunakannya untuk menyebut tuhan monotheis. Terjemahan Arab dari Alkitab juga menggunakannya seperti Katolik di Malta (yang menyebutnya "Alla"), dan Orang Kristen di Indonesia, yang menyebutnya "Allah Bapa"; misalnya di terjemahan bahasa Arab untuk Alkitab.

Allah dalam Islam

Allah SWT adalah Tuhan bagi pemeluk agama Islam. Percaya pada Allah adalah Rukun Iman yang pertama dan mengucapkan 2 kalimat syahadat yang isinya adalah kepercayaan pada Allah dan Nabi Muhammad adalah Rukun Islam yang pertama. Sebagai agama monotheis, Allah adalah satu-satunya Tuhan bagi umat Islam dan menyembah Tuhan yang lain adalah perbuatan syirik dimana pelakunya disebut musyrik. Umat Islam juga harus mempercayai kesempurnaan Allah yang tercermin dalam Asmaul Husna yang berjumlah 99 dan dalam sifat-sifatnya. Contoh kata-kata yang menggunakan kata Allah:
- Allahu Akbar (الله أكبر)
- Bismillah (بسم الله )
- Ya Allah (يا الله)
- Insya'Allah (إن شاء الله)
- Masya Allah (ما شاء الله)
- Subhan Allah (سبحان الله)
- Alhamdulillah (الحمد لله)
- Allahu A'alam (الله أعلم)
- Jazaka Allahu Khairan (جزاك الله خيراً; ucapan pernyataan terima kasih yang sebenarnya berarti "Semoga Allah memberikan balasan yang baik kepadamu") Category:Islam ja:アッラーフ ko:알라 ms:Allah th:อัลลอหฺ

570

Tahun ke-570 Masehi dalam kalender Gregorian.

Peristiwa

Kelahiran

Kematian

Kategori:570-an

8 Juni

adalah hari ke-159 (hari ke-160 dalam tahun kabisat) dalam kalender Gregorian.

Peristiwa

Kelahiran


- 1921 - Soeharto, presiden Indonesia.

Meninggal


- 632 - Muhammad, pendiri agama Islam (l. 570)

Hari besar dan peringatan

---- 7 Juni - - 9 Juni - Kalender Peristiwa category:Kalender Peristiwa ja:6月8日 ko:6월 8일 ms:8 Jun simple:June 8 th:8 มิถุนายน

Madinah

Madinah atau Madinah Al Munawwarah: مدينة رسول الله atau المدينه, (juga Madinat Rasul Allah, Madīnah an-Nabī) adalah kota utama di Arab Saudi. Merupakan kota yang ramai diziarahi atau dikunjungi oleh kaum Muslimin. Disana terdapat Masjid Nabawi yang memiliki pahala dan keutamaan bagi kaum Muslimin. Dalam Hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa : "Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) memiliki pahala 10000x dan Shalat di Masjidil Haram (Mekkah) memiliki pahala 100000x" Kota ini dewasa ini memiliki penduduk sekitar 600.000 jiwa. Bagi umat Muslim kota ini dianggap sebagai kota suci kedua. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, kota ini menjadi pusat dakwah, pengajaran dan pemerintahan Islam. Dari kota ini Islam lalu menyebar ke seluruh jazirah Arabia dan lalu ke seluruh dunia.

Letak Geografis

Kota ini berjarak kurang lebih 600 km di sebelah Utara Kota Mekkah. Pada masa lalu memerlukan waktu cukup lama untuk mencapai Madinah (kurang lebih satu bulan) dengan menggunakan Unta. Sedangkan saat ini dapat ditempuh kurang lebih 6 jam melalui jalan bebas hambatan yang dibangun oleh pemerintah Arab Saudi. Pada masa kekuasaan Usmaniyah Turki, terdapat jalur kereta api yang menghubungkan Madinah dengan Amman (Yordania) serta Damaskus (Syria). yang merupakan bagian dari jalur kereta api Istambul (Turki)-Haifa (Israel) yang dikenal dengan nama Hejaz Railway. Kini jalur itu sudah tidak ada lagi dan stasiun kereta api Madinah dijadikan Museum. Jalur ini dahulu digunakan untuk kelancaran pengangkutan jamaah haji. Saai ini selain menggunakan jalan darat, kota Madinah dapat diakses melalui Udara dengan badara berskala internasional yang terutama digunakan pada musim haji selain bandara king Abdul Aziz di Jeddah Secara geografis, kota ini datar yang dikelilingi gunung dan bukit bukit serta beriklim gurun.

Ekonomi

Dari sektor ekonomi, terdapat sektor pertanian dan perkebunan terlebih lebih perkebunan kurma yang sudah dikenal sejak masa lampau, peternakan selayaknya penduduk Arab serta perdagangan ditambah dengan sektor jasa terutama jasa pelayanan para peziarah diantaranya adalah usaha perhotelan dan penginapan.

Pendidikan

Selain dikenal sebagai kota pusat perkembangan Islam. Madinah juga merupakan pusat dari pendidikan Islam sejak masa Nabi Muhammad SAW. Juga banyak ulama-ulama dan Cendekiawan Islam yang muncul dari Madinah diantaranya adalah Imam Malik. Saat ini di Madinah terdapat berbagai Jami'ah (Universitas) dan perguruan perguruan tinggi Islam lainnya.

Sejarah

Kota Madinah pada masa sebelum perkembangan Islam dikenal dengan nama Yastrib. Dikenal sebagai pusat perdagangan. Kemudian ketika Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah kota ini diganti namanya menjadi Madinah sebgai pusat perkembangan Islam sampai beliau wafat dan dimakamkan di sana. Selanjutnya kota ini menjadi pusat penerus Nabi Muhammad yang dikenal dengan pusat khalifah. Terdapa tiga Khalifah yang memerintah dari kota ini yakni Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan. Pada masa Ali bin Abi Thalib pemerintahan dipindahkan ke Kufah di Irak karena terjadi gejolak politik akibat terbununya khalifah Utsman oleh kaum pemberontak.Selanjutnya ketika kekuasaan beralih kepada bani Umayyah, maka pemerintahan dipindahkan ke Damaskus dan ketika pemerintahan berpindah kepada bani Abassiyah, pemerintahan dipindahkan ke kota Baghdad. Pada masa Nabi Muhammad SAW, penduduk kota madinah adalah orang yang beragama Islam dan orang Yahudi yang dilindungi keberadaannya. Namun karena penghianatan yang dilakukan terhadap penduduk Madinah ketika perang Ahzab, maka kaum Yahudi diusir keluar Madinah. Kini Madinah bersama kota suci Mekkah dibawah pelayanan pemerintah kerajaan Arab Saudi yang merupakan pelayan kedua kota suci. kategori:Islam kategori:Kota-kota suci ja:マディーナ ms:Madinah al-Munawwarah

Arab Saudi

المملكة العربيّة السّعوديّة
Al Mamlakah al Arabiyah as Suudiyah
(Bendera Arab Saudi) (Lambang Arab Saudi)
Motto: tidak ada
image:LocationSaudiArabia.png
Bahasa resmi Arab
Ibu kota Riyadh
Raja Abdullah bin Abdul Aziz
Wilayah
 - Total
 - % air
Urutan ke-14
2.218.000 km²
Bisa dihiraukan
Penduduk
 - Total (2003)
 - Kepadatan
Urutan ke-45
24.293.844
12/km²
Persatuan 23 September 1932
Mata uang Riyal
Zona waktu UTC +3
Lagu kebangsaan Aash Al Maleek
TLD .sa
Kode telepon966
Arab Saudi atau Saudi Arabia atau Kerajaan Arab Saudi adalah negara Arab yang terletak di Jazirah Arab. Beriklim gurun dan wilayahnya sebagian besar terdiri atas gurun pasir dengan gurun pasir yang terbesar adalah Rub Al Khali. Orang Arab menyebut kata gurun pasir dengan kata sahara. Negara Arab Saudi ini berbatasan langsung (searah jarum jam dari arah utara) dengan Mesir, Yordania, Irak, Tanah Kosong, Kuwait, Teluk Persia, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, Yaman serta Laut Merah Nama Saudi berasal dari kata Bani Saud sebagai keluarga kerajaan dan pendirinya. Arab Saudi terkenal sebagai Negara kelahiran Nabi Muhammad SAW serta tumbuh dan berkembangnya agama Islam, sehingga pada benderanya terdapat dua kalimat syahadat yang berarti "Tidak ada tuhan (yang haq) untuk disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad adalah utusannya".

Sejarah

Pada masa dahulu daerah Arab Saudi dikenal menjadi dua bagian yakni daerah Hijaz yakni daerah pesisir barat Semenanjung Arab yang didalamnya terdapat kota-kota diantaranya adalah Mekkah, Madinah dan Jeddah serta daerah gurun Nejed yakni daerah daerah gurun sampai pesisir timur semenanjung arabia yang umumnya dihuni oleh suku suku lokal Arab (Badui) dan Kabilah kabilah Arab lainnya. Pada masa awal tumbuh dan berkembangnya Islam. Wilayah ini memiliki pusat pemerintahan di Madinah dari sejak Nabi Muhammad sampai masa khalifah Utsman bin Affan. Sejak masa khalifah Ali bin Abi Thalib pusat pemerintahan dipindahkan ke Kufah di Irak sekarang, kemudian berturut turut menjadi bagian wilayah Daulah Ummayyah, Abbasiyyah dan Usmaniyah Turki. Pemerintah Saudi bermula dari bagian tengah semenanjung (jazirah) Arab yakni pada tahun 1750 ketika Muhammad bin Saud bersama dengan Muhammad bin Abdul Wahhab bekerja sama untuk memurnikan agama Islam yang kemudian dilanjutkan oleh Abdul Aziz Al Saud atau Abdul Aziz Ibnu Saud dengan menyatukan seluruh wilayah Hijaz yang dulu dikuasai oleh Syarif Husein dengan Nejed. Pada tahun 1902 Abdul Aziz menguasai Riyadh dari penguasa Al-Rashid, kemudian Al-Ahsa kemudian wilayah nejed antara tahun 1913-1926. Pada tanggal 8 Januari 1926, Abdul Aziz menjadi penguasa wilayah Nejed. Dengan menandatangani perjanjian di Jeddah pada tanggal 20 Mei 1927 Arab Saudi menyatakan kemerdekaannya. Pada tahun 1936 wilayah itu diresmikan sebagai Kerajaan Saudi Arabia. Al-Ahsa

Ekonomi

Wilayah ini dahulu merupakan wilayah perdagangan terutama dikawasan Hijaz antara Yaman-Mekkah-Madinah-Damaskus dan Palestina. Pertanian dikenal saat itu dengan perkebunan kurma dan gandum serta peternakan yang menghasilkan daging serta susu dan olahannya. Pada saat sekarang digalakkan sistem pertanian terpadu untuk meningkatkan hasil-hasil pertanian. Perindustrian umumnya bertumpu pada sektor Minyak bumi dan Petrokimia terutama setelah ditemukannya sumber sumber minyak pada tanggal 3 Maret 1938. Selain itu juga untuk mengatasi kesulitan sumber air selain bertumpu pada sumber air alam (oase) juga didirikan industri desalinasi Air Laut di kota Jubail. Sejalan dengan tumbuhnya perekonomian maka kota-kota menjadi tumbuh dan berkembang. Kota-kota yang terkenal di wilayah ini selain kota suci Mekkah dan Madinah adalah Kota Riyadh sebagai ibukota kerajaan, Dammam, Dhahran, Khafji, Jubail, Tabuk dan Jeddah.

Politik

Arab Saudi menggunakan sistem Kerajaan atau Monarki. Hukum yang digunakan adalah hukum Syariat Islam dengan berasaskan Wahhabi yakni pengamalan ajaran Islam semurni-murninya sesuai dengan Al Qur'an dan Hadits dengan tidak berdasarkan madzhab tertentu meskipun umumnya menggunakan madzhab Imam Hambali, namun pada prakteknya hanya sebagian saja yang diterapkan. Memiliki hubungan internasional dengan negara negara lain baik negara negara Arab, negara-negara anggota Organisasi Konfrensi Islam OKI, maupun negara negara lain.

Penduduk dan Pembagian Wilayah

Penduduk Arab Saudi adalah mayoritas berasal dari kalangan bangsa Arab sekalipun juga terdapat keturunan dari bangsa-bangsa lain serta mayoritas beragama Islam. Di daerah daerah industri dijumpai penduduk dari negara-negara lain sebagai kontraktor dan pekerja asing atau ekspatriat Wilayah Arab Saudi terbagi atas 13 provinsi atau mintaqah (jamak dari mintaqat) yakni: # Al Bahah # Al Hudud ash Shamaliyah # Al Jauf # Al Madinah # Al Qasim # Ar Riyadh # Ash Sharqiyah (Provinsi Timur) # 'Asir # Ha'il # Jizan # Makkah # Najran # Tabuk

Geografi

Artikel utama: Geografi Arab Saudi Arab Saudi mencakup 80% kawasan Jazirah Arab.

Lihat pula


- Daftar Negara-Negara di Dunia
- Daftar Tokoh Arab Saudi

Pranala luar


- [http://www.saudinf.com Sumber Daya Informasi Arab Saudi] dari Kementerian Kebudayaan dan Informasi Arab Saudi
-
ja:サウジアラビア ko:사우디아라비아 ms:Arab Saudi th:ประเทศซาอุดีอาระเบีย zh-min-nan:Saudi Arabia

Sudoku

Le Sudoku (prononcer suudoku), du japonais 数, «suu», chiffre, et de 独, «doku», unique, est un puzzle en forme de grille inventé en 1979 et inspiré du carré latin ainsi que du problème des 36 officiers de Leonhard Euler. Le but du jeu est de remplir cette grille avec des chiffres allant de 1 à 9 en respectant certaines contraintes, quelques chiffres étant déjà disposés dans la grille.

Présentation

Leonhard Euler La grille de jeu est un carré de neuf cases de côté, subdivisé en autant de carrés identiques, appelés régions (voir figure). La règle du jeu est simple : chaque ligne, colonne et région ne doit contenir qu'une seule fois tous les chiffres de un à neuf. Formulé autrement, chacun de ces ensembles doit contenir tous les chiffres de un à neuf. Les chiffres ne sont utilisés que par convention, les relations arithmétiques entre eux ne servant pas. N'importe quel ensemble de signes distincts : lettre, forme, couleur,... peut être utilisé sans changer les règles du jeu. Dell Magazine, le premier à publier des grilles, a utilisé des chiffres dans ses publications. Par contre, Scramblets, de Penny Press, et Sudoku Word, de Knight Features Syndicate, utilisent tous les deux des lettres. L'intérêt du jeu réside dans la simplicité de ses règles, et dans la complexité de ses solutions. Les grilles publiées ont souvent un niveau de difficulté indicatif. L'éditeur peut aussi indiquer un temps de résolution probable. Quoiqu'en général, les grilles contenant le plus de chiffres préremplis soient les plus simples, l'inverse n'est pas systématiquement vrai. La véritable difficulté du puzzle réside plutôt dans la difficulté à trouver la suite exacte de chiffres à ajouter. Ce jeu a déjà inspiré plusieurs versions électroniques qui apportent un intérêt différent à la résolution des grilles de Sudoku. Sa forme en grille et son utilisation ludique le rapprochent d'autres casse-tête publiés dans les journaux, tels les mots croisés et les problèmes d'échecs. Des professeurs recommandent la pratique du Sudoku comme un entraînement aux raisonnements logiques. Le niveau de difficulté peut dans ce cas être adapté au public. Des grilles sont publiées dans des journaux, mais peuvent aussi être générées par ordinateur.

Historique

Le problème des officiers

raisonnements logiques En 1782, le mathématicien suisse Leonhard Euler imagine un problème similaire au Sudoku tel que nous le connaissons. On considère six régiments différents, chaque régiment possède six officiers de grades distincts. On se demande maintenant comment placer les 36 officiers dans une grille de 6x6, à raison d'un officier par case, de telle manière que sur chaque ligne et chaque colonne contiennent tous les grades et tous les régiments. Il s'agit en d'autres termes d'un carré gréco-latin d'ordre 6 (un carré latin pour les lignes, un autre pour les colonnes), problème dont la résolution est impossible. Euler l'avait déjà pressenti à l'époque, sans toutefois donner une démonstration formelle à sa conjecture. Il dira : : Or, après toutes les peines qu’on s’est données pour résoudre ce problème, on a été obligé de reconnaître qu’un tel arrangement est absolument impossible, quoiqu’on ne puisse pas en donner de démonstration rigoureuse. En 1901, le français Gaston Tarry démontre l'impossibilité du résultat grâce à une recherche exhaustive des cas et par croisement des résultats.

La version moderne du Sudoku

En 1979, un pigiste spécialisé dans les puzzles, Howard Garns, crée le premier puzzle. Dell Magazines l'introduit cette même année dans une publication destinée au marché newyorkais, le Dell Pencil Puzzles and Word Games, sous le nom de Number Place. Nikoli l'introduit au Japon en avril 1984 dans le magazine Monthly Nikolist et le nomme Sūji wa dokushin ni kagiru (数字は独身に限る, que l'on peut traduire par « le chiffre doit être unique » ou « survient une seule fois »; 独身 qui signifie littéralement « seul » ou « célibataire»). C'est le président de Nikoli qui le nomme ainsi. Plus tard, le nom change et devient Sudoku (数独), respectant ainsi la tradition de former un mot plus court en prenant le premier kanji de la paraphrase. En 1986, Nikoli introduit deux nouveautés, qui rendront le puzzle populaire : le nombre de dévoilés est au plus de 30 et les puzzles sont symétriques, c'est-à-dire que les dévoilés sont symétriquement distribués autour du centre de la grille. Aujourd'hui, la plupart des journaux importants au Japon, tel Asahi Shimbun, publient ce jeu. Au Japon, Nikoli est toujours propriétaire du nom Sudoku; ses concurrents utilisent un autre nom. En 1989, Loadstar et Softdisk publient DigitHunt pour le Commodore 64, probablement le premier logiciel pour ordinateur personnel à générer des Sudoku. Il existe une [http://www.coregames.com/DPS3.htm entreprise] qui continue à utiliser ce nom. En 1995, Yoshimitsu Kanai publie un générateur logiciel sous le nom de Single Number (traduction anglaise de Sudoku), pour le Macintosh, en japonais et en anglais (pour plus de détails, voir [http://www.mathsisfun.net/SingleNumber.sit]) et, en 1996, il récidive pour le Palm (pour plus de détails, voir [http://www.mathsisfun.net/SingleNumber.prc]). En 2005, Dell Magazines publie également deux magazines dédiés aux Sudoku : Original Sudoku et Extreme Sudoku. De plus, Kappa Publishing Group reprend les grilles de Nikoli dans GAMES Magazine sous le nom de Squared Away. Les journaux New York Post, USA Today et San Francisco Chronicle publient aussi ce puzzle. Des grilles apparaissent dans certaines anthologies de puzzles, telles que The Giant 1001 Puzzle Book (sous le nom de Nine Numbers). C'est en juillet 2005 que le sudoku arrive en France, publié par Sport Cérébral, éditeur spécialisé dans les jeux de réflexion. Le premier numéro se vendra à 20 000 exemplaire soit deux fois plus qu'à l'accoutumée lors de la sortie d'un nouveau jeu, un record selon Xavier de Bure, directeur général de l'éditeur. À la fin de l'été 2005, Le Figaro et Libération publient d'ores et déjà des grilles quotidiennement et le magazine 1, 2, 3... Sudoku sortit son premier numéro en novembre 2005. Le phénomène a également gagné la Suisse, Wayne Gould fournit des grilles au quotidien francophone Le Matin qui a vendu cette année 150 000 livres de sudoku et envisage par ailleurs de produire une émission télévisée sur ce thème. Le Temps, autre quotidien helvétique publie quant à lui des grilles de sudoku depuis septembre. Il semble que les Japonais ont développé le jeu du Sudoku parce que leur alphabet comportait trop de signes pour pouvoir produire à grande échelle des mots croisés (voir [http://legrenierdebibiane.com]).

Popularité dans les médias

En 1997, Wayne Gould, un Néo-Zélandais et juge à la retraite de Hong Kong, est intrigué par une grille partiellement complétée dans une librairie japonaise. Pendant six ans, il développe un programme qui génère automatiquement ces grilles. Sachant que les journaux britanniques publient des mots croisés et autres jeux semblables depuis longtemps, il promeut le Sudoku auprès du journal The Times, lequel publie pour la première fois une grille le 12 novembre 2004. Trois jours plus tard, The Daily Mail publie aussi une grille sous le nom Codenumber. The Daily Telegraph introduit son premier puzzle le 19 janvier 2005, suivi par les autres publications du Telegraph Group. Le 20 mai 2005, le Daily Telegraph de Sydney publie pour la première fois une grille. C'est lorsque le Daily Telegraph publie des grilles sur une base quotidienne, à partir du 23 février 2005, tout en promouvant celui-ci sur sa page une, que les autres journaux britanniques portent attention. Le Daily Telegraph a continué sa campagne de promotion lorsqu'il a réalisé que ses ventes augmentaient simplement par la présence d'une grille de Sudoku. The Times était plutôt discret sur l'immense popularité qui entourait son concours de Sudoku. Il avait déjà planifié de tirer avantage de son avance en publiant un premier livre sur le Sudoku. En avril et mai 2005, le puzzle était suffisamment populaire pour que plusieurs journaux nationaux le publient sur une base régulière. Au nombre de ceux-ci, on retrouve The Independent, The Guardian, The Sun (intitulé Sun Doku) et The Daily Mirror. Lorsque le mot Sudoku est devenu populaire en Grande-Bretagne, le Daily Mail l'adopte en place de Codenumber. Dès lors, les journaux ont rivalisé d'imagination pour mousser leurs grilles. The Times et Daily Mail affirment qu'ils sont les premiers à avoir publié une grille de Sudoku, alors que The Guardian affirme, ironiquement, que ses puzzles construits à la main, obtenus de Nikoli, offrent une meilleure expérience que les grilles générées à l'aide d'un logiciel. La subite popularité de Sudoku en Grande-Bretagne a attiré son lot de commentaires dans les médias (voir Sources ci-dessous) et des parodies ont suivi (par exemple, la section G2 du journal The Guardian s'annonce comme le premier supplément avec une grille par page : [http://www.guardian.co.uk/g2/story/0,,1482817,00.html]). Le Sudoku est devenu particulièrement visible tout de suite après les élections de 2005 en Grande-Bretagne, incitant quelques commentateurs à affirmer qu'il remplissait un besoin chez le lectorat politique. Une autre explication suggère qu'il attire et retient l'attention des lecteurs, plusieurs se sentant de plus en plus satisfaits lorsque le solution se dessine. The Times estime que les lecteurs apprécient à la fois un puzzle facile et difficile. En conséquence, il les publie côte à côte depuis le 20 juin 2005. 2005] La télévision britannique s'est empressée de surfer sur la vague de popularité et Sky One diffuse la première émission sur le Sudoku, Sudoku Live, le 1 juillet 2005, que le mathématicien Carol Vorderman présente. Neuf équipes de neuf joueurs, dont une vedette, chacune représentant une région géographique, tentent de compléter une grille de Sudoku. Chaque joueur a en main un appareil qui lui permet de saisir un chiffre dans l'une des quatre cellules dont il est responsable. Échanger avec les autres membres de l'équipe est permis mais, la familiarité manquant, les compétiteurs ne le font pas. Également, l'auditoire à la maison participe à une autre compétition interactive en même temps. Sky One a tenté de créer un [http://www.skyone.co.uk/programme/pgefeature.aspx?pid=48&fid=129 engouement] pour son émission par le biais d'un énorme puzzle de 84 m de côté. Cependant, il avait 1 905 solutions. Cette brusque augmentation de popularité dans les journaux britanniques et internationaux fait que le Sudoku est considéré comme le « cube de Rubik du » (traduction libre de « the Rubik's cube of the 21st century »). A titre d'exemple Wayne Gould fournit fin 2005 des grilles pour environ 70 quotidiens dans 27 pays. Le 28 novembre 2005, la Télévision suisse romande lance une émission télévisée quotidienne, Su/do/ku, où deux candidats s'affrontent sur 5 jours, à raison de 3 manches de 8 minutes chaque jour. Le 18 Décembre 2005 aura lieu à Paris le 1er Championnat de France de Sudoku : le Sudoku Masters. Cette compétition organisée par Sport Cérébral (du groupe KEESING France) récompensera le meilleur joueur de l'année 2005 (grille de présélection disponible sur www.sudokujeux.fr). C'est l'agence de communication Décollage Vertical (pilotée par Denis Caminade pour la stratégie et Marie Roussel pour la création) qui a mis en place cet évènement unique en France.

Variantes

Bien que les grilles classiques soient les plus communes, plusieurs variantes existent :
- 4×4 contenant des régions 2×2 (généralement pour les enfants);
- 5×5 contenant des régions en forme de pentamino ont été publiés sous le nom
Logi-5;
- 6×6 contenant des régions 2×3 (proposée lors du
World Puzzle Championship) ;
- 7×7 avec six régions en forme d'hexamino et une région disjointe (proposée lors du
World Puzzle Championship) ;
- 9×9 avec des régions en forme de ennéamino ;
- 16×16 avec des régions 4×4 (appelées
Number Place Challenger et publiées par Dell, ou appelés parfois Super Sudoku) ;
- 25×25 avec des régions 5×5 (appelées
Sudoku the Giant et publiées par Nikoli) ;
- une variante impose de plus que les chiffres dans les diagonales principales soient uniques. Le
Number Place Challenger, mentionné précédemment, et le Sudoku X du Daily Mail, une grille 6×6, appartiennent à cette catégorie ;
- 8×8 contenant des régions 2×4 et 4×2, et où les rangées, les colonnes, régions et les diagonales principales contiennent un chiffre unique
- une méta-grille composé de cinq grilles 9×9 en quinconce qui se chevauchent aux coins est publié au Japon sous le nom de
Gattai 5 (qui signifie « cinq fusionnés ») ou Samuraï. Dans le journal The Times, cette forme est appelée le Samurai Su Doku (pour plus de détails, voir [http://sudoku.top-notch.co.uk/gattai5.asp]).
- des grilles à régions rectangulaires : si une région est de dimensions LxC cases, la grille globale se décompose en CxL régions ; les valeurs à remplir vont alors de 1 à CxL ;
- Dion Church a créé une grille 3D, que le
Daily Telegraph a publié en mai 2005. Des variantes alphabétiques, qui utilisent des lettres plutôt que des chiffres, sont aussi publiées. The Guardian les appelle Godoku et les qualifie de démoniaque. Knight Features lui préfère le terme Sudoku Word (pour plus de détails, voir [http://www.knightfeatures.com/KFWeb/content/features/kffeatures/puzzlesandcrosswords/KF/Sudoko/sudoku_word.html]). Le [http://sudoku.top-notch.co.uk/wordoku.asp Wordoku] de Top Notch dévoile les lettres, dans le désordre, d'un mot qui court du coin gauche supérieur au coin droit inférieur. Un joueur ayant une bonne culture peut le trouver et utiliser sa découverte pour avancer vers la solution. Le [http://www.mathrec.org/sudoku Code Doku] conçu par Steve Schaefer contient une phrase complète, alors que le [http://sudoku.top-notch.co.uk/superwordoku.asp Super Wordoku] de Top Notch contient deux mots de neuf lettres, chacun se trouvant sur l'une des diagonales principales. Ces puzzles ne sont pas considérés comme de vrais Sudoku par les puristes, car la logique n'est pas suffisante pour les résoudre, même s'ils ont une solution unique. Top Notch affirme que ces puzzles sont conçus de façon à bloquer les solutions composées par des logiciels de résolution automatique. Au Japon, d'autres variantes sont publiées. En voici une liste incomplète :
- Puzzles connectés séquentiellement : plusieurs grilles 9×9 sont résolues consécutivement, mais seul la première a suffisamment de dévoilés pour permettre de résoudre logiquement. Une fois résolue, certains chiffres sont copiés vers le suivant. Cette formule impose au joueur de faire des allers et des retours entre des grilles partiellement résolues.
- Puzzles très grands qui consistent en de multiples grilles qui se chevauchent (habituellement 9×9). Des puzzles constitués de 20 à 50, ou plus, sont courants. La taille des régions qui se chevauchent varie (deux grilles 9×9 peuvent partager 9, 18 ou 36 cellules). Souvent, il n'y a aucun dévoilé dans ces régions.
- Grilles habituelles où un chiffre est membre de quatre groupes, au lieu des trois habituels (rangées, colonnes et régions) : les chiffres situés aux mêmes positions relatives dans une région ne doivent pas correspondre. Ces puzzles sont habituellement imprimés en couleur, chaque groupe disjoint partageant une couleur pour faciliter la lecture. La trousse de jeux pour participer au
World Puzzle Championship de 2005 contient une variante intitulée Digital Number Place : plutôt que de contenir des dévoilés, la plupart des cellules contiennent un chiffre partiellement dessiné qui emprunte à la graphie de l'affichage à sept segments. Le 31 août 2005, The Times a entamé la publication du Killer Su Doku, aussi nommé Samunamupure (qui signifie « lieu de sommation »), lequel fournit la somme de cellules regroupées, ce qui ajoute un supplément de difficulté dans la recherche de la solution, bien que cela puisse aider à résoudre. Les autres règles s'appliquent. Les versions faciles viennent avec des sommes pour les groupes d'une seule cellule, ce qui est pareil au Sudoku classique.

Nombre de grilles complètes possibles

Il est évident que le nombre de grilles complètes est inférieur au nombre de façons de placer neuf chiffres 1, neuf chiffres 2, ..., neuf chiffres 9 dans une grille de 81 cases. Le nombre de grilles est donc très inférieur à : \frac \approx 5,31306887 \times 10^ En effet, dans ce décompte, on ne tient compte d'aucune des contraintes d'unicité. Le nombre de grilles complètes possibles est également inférieur au nombres de carrés latins de côté 9. Enfin, le nombre de grilles complètes possibles est inférieur à 9!^9 qui correspondrait au nombre de façons de construire les régions sans tenir compte des contraintes sur les lignes et les colonnes. En 2005, Bertram Felgenhauer et Frazer Jarvis ont [http://www.shef.ac.uk/~pm1afj/sudoku/ prouvé] que ce nombre de grilles était de : :6 670 903 752 021 072 936 960 \approx 6,67.10^. Ce nombre est égal à : :9! \cdot 72^2 \cdot 2^7 \cdot 27 704 267 971 Le dernier facteur est un nombre premier. Ce résultat a été prouvé grâce à une recherche exhaustive. Frazer Jarvis a ensuite considérablement simplifié la preuve grâce à une analyse détaillée. La démonstration a été validée de manière indépendante par Ed Russell. Jarvis et Russell ont par la suite montré qu'en tenant compte des symétries, il y avait 5 472 730 538 solutions [http://www.shef.ac.uk/~pm1afj/sudoku/sudgroup.html]. En revanche, à cette date, aucun résultat n'existe sur le nombre de grilles complètes dans un super sudoku (grille 16 × 16). Si maintenant, on s'intéresse aux nombres de problèmes proposables, ce nombre est nettement plus important car il existe plusieurs façons de révéler les chiffres d'une même grille. Le problème de savoir combien de cases remplies sont nécessaires au préalable pour rendre la résolution unique est, à ce jour, sans réponse. Le meilleur résultat, obtenu par des Japonais, est de 17 cases sans contrainte de symétrie. [http://www2.ic-net.or.jp/~takaken/auto/guest/bbs46.html] [http://www.csse.uwa.edu.au/~gordon/sudokumin.php]. Rien ne dit que ce ne soit pas possible avec moins de nombres. Gordon Royle indique que deux résolutions sont considérées comme différentes si elles ne peuvent pas être transformées l'une vers l'autre (ou l'inverse) grâce à une combinaison des opérations suivantes : # permutations des 9 nombres # échange des lignes avec les colonnes (transposition) # permutation des lignes dans un seul bloc # permutation des colonnes dans un seul bloc # permutation des blocs sur une ligne de blocs # permutation des blocs sur une colonne de blocs On remarque l'analogie avec les opérations matricielles en algèbre linéaire.

Mathématiques

Le problème de placer des chiffres sur une grille de n2×n2 comprenant n×n régions est NP-complet (pour plus de détails, voir [http://www.phil.uu.nl/~oostrom/cki20/02-03/japansepuzzles/ASP.pdf]). Cela signifie que, raisonnablement, dans l'état actuel des connaissances, on ne sait pas trouver d'algorithme efficace (polynomial en la taille de la grille et déterministe) pour résoudre tous les sudokus de taille non bornée (lire théorie de la complexité pour plus de détails sur ce qu'implique la NP-complétude). Sur les grilles d'une taille finie donnée, la résolution peut se faire via un automate fini qui connaît l'ensemble de l'arbre du jeu. La résolution d'un
Sudoku peut être formalisée par le problème de la coloration de graphe. Le but, dans la version classique du jeu, est d'appliquer 9 couleurs sur un graphe donné, à partir d'un coloriage partiel (la configuration initiale de la grille). Ce graphe possède 81 sommets, un par cellule. Chacune peut être étiquetée avec un couple ordonné (x,\, y), où x et y sont des entiers compris entre 1 et 9. Deux sommets distincts étiquetés par (x,\, y) et (x',\, y') sont reliés par une arête si et seulement si :
- x = x'\, ou,
- y = y'\, ou,
- \lceil x/3 \rceil = \lceil x'/3 \rceil et \lceil y/3 \rceil = \lceil y'/3 \rceil Le puzzle se complète en affectant un entier entre 1 et 9 pour chaque sommet, de façon que tous les sommets liés par une arête ne partagent pas le même entier. Une grille solution est aussi un carré latin. Il y a notablement moins de grilles solutions que de carrés latins, car le Sudoku impose des contraintes supplémentaires. Néanmoins, le nombre de grilles solution valides de taille 9×9, calculé par Bertram Felgenhauer en 2005, serait de 6 670 903 752 021 072 936 960 (pour plus de détails, voir [http://www.shef.ac.uk/~pm1afj/sudoku/] et ). Ce nombre est égal à 9! × 722 × 27 × 27 704 267 971, ce dernier nombre étant un premier. Ce résultat est obtenu en partie par la logique et en partie par calculs :en:brute force. Frazer Jarvis a notablement simplifié la méthode de calcul et Ed Russell a confirmé le résultat. Russell et Jarvis ont aussi démontré que lorsqu'il y a symétrie, il reste 5 472 730 538 solutions (pour plus de détails, voir [http://www.shef.ac.uk/~pm1afj/sudoku/sudgroup.html] et ). Le nombre de grilles solution valides de taille 16×16, et supérieure, est inconnu. Le nombre maximum de dévoilés sans qu'une solution unique n'apparaisse immédiatement, peu importe la variante, est la taille de la grille moins 4 : si deux paires de candidats ne sont pas inscrits et que les cellules vides occupent les coins d'un rectangle, et que exactement deux cellules sont dans une région, alors il existe deux façons d'inscrire les candidats. L'opposé de ce problème, à savoir le nombre minimum de dévoilés pour garantir une solution unique, est un problème non résolu, bien que des enthousiastes japonais aient découvert une grille 9×9 sans symétrie qui contient seulement 17 dévoilés (pour en savoir plus, voir [http://www2.ic-net.or.jp/~takaken/auto/guest/bbs46.html] et [http://www.csse.uwa.edu.au/~gordon/sudokumin.php]), alors que 18 est le nombre minimum de dévoilés pour les grilles 9×9 symétriques.

Règles et terminologie

La plupart du temps, le puzzle est proposé sous la forme d'une grille de 9×9, et composé de sous-grilles de 3×3, appelées « régions ». Quelques cellules contiennent des chiffres, dits « dévoilés ». Le but est de remplir les cellules vides, un chiffre dans chacune, de façon à ce que chaque rangée, chaque colonne et chaque région soient composées d'un seul chiffre allant de 1 à 9. En conséquence, chaque chiffre dans la solution apparaît une seule fois selon les trois « directions », d'où le nom « chiffre unique ». Lorsque qu'un chiffre peut s'inscrire dans une cellule, on dit qu'il est candidat.

Méthode de résolution

:en:brute force La méthode de résolution se ramène à trois procédés : recherche, candidature et analyse.

Recherche

La recherche est faite au début du jeu et périodiquement pendant le remplissage de la grille. Plusieurs recherches sont souvent nécessaires entre deux moments d'analyse. Cette recherche fait appel à deux techniques simples :
- Réduction par croix : il s'agit, pour chaque chiffre, d'éliminer les cellules où il ne peut pas se trouver. Pour cela, le chercheur trace un trait, imaginaire, sur chaque colonne et chaque ligne où le chiffre apparaît déjà. Les cases qui ne sont pas traversées par un trait sont celles où le chiffre peut encore être inséré. Cette méthode peut être utilisée pour remplir les cellules « les plus simples » en premier. Pour gagner du temps, le chercheur peut commencer par les chiffres les plus nombreux parmi les dévoilés, mais il est important de l'appliquer à chaque chiffre. Pour minimiser le temps de recherche aux autres étapes, cette étape doit être faite de façon systématique, en vérifiant pour tous les chiffres.
- Décompte de 1 à 9 pour chaque région, chaque rangée et chaque colonne. Cette étape permet de trouver les chiffres manquants. (Le faire selon le dernier chiffre trouvé peut rendre plus rapide la recherche.) Dans les puzzles difficiles, le chiffre à inscrire peut être déterminé en faisant un décompte inversé, c'est-à-dire en tentant de trouver les chiffres qui ne peuvent apparaître dans la cellule, ce qui permet de connaître les chiffres candidats. Les joueurs experts recherchent les « contingences » pendant la recherche, c'est-à-dire qu'ils tentent de déterminer les cellules candidates (au nombre de deux ou trois) pour un chiffre en particulier. Quand ces cellules sont toutes dans la même rangée (ou colonne), et une région, elles sont mises à profit pendant la réduction par croix et le décompte (voir [http://www.puzzle.jp/keys/sudoku_mid01-e.html exemple]). Les puzzles les plus difficiles demandent de reconnaître les multiples contingences, souvent dans des directions différentes ou aux intersections. Ce qui oblige les joueurs à inscrire les candidats (méthode décrite ci-dessous). Les puzzles que l'on peut résoudre par la réduction par croix seulement sont considérés comme faciles, les plus difficiles exigent de faire appel à d'autres techniques.

Candidature

:en:brute force La recherche cesse lorsqu'aucun nouveau chiffre n'est inscrit. C'est à partir de ce moment qu'une autre technique doit prendre place. Plusieurs joueurs trouvent utiles d'inscrire les chiffres candidats dans les cellules vides. Il y a deux notations utilisées : indicée et pointée.
- Pour la notation indicée, les candidats sont inscrits dans une cellule, chaque chiffre occupant ou non une place précise. L'inconvénient de cette méthode est que les journaux publient des grilles de petite taille, ce qui rend difficile l'inscription de plusieurs chiffres dans une même cellule. Plusieurs joueurs reproduisent à plus grande échelle de telles grilles ou ont recours à un crayon à pointe fine.
- Pour la notation pointée, les joueurs inscrivent des points dans les cellules vides. La position relative du point indique le chiffre manquant. Par exemple, pour indiquer 1, un point apparaît en haut à gauche dans la cellule. Cette notation permet de jouer directement avec une grille imprimée dans un journal. Cependant, elle demande une certaine dextérité, il est possible de mal placer un point dans un moment d'inattention et une petite marque faite par erreur peut mener à de la confusion. Certains joueurs préfèrent utiliser un stylo pour limiter les fautes.

Analyse

Les deux thèmes de ce procédé sont l'élimination et l'hypothèse.
- Élimination : la recherche de la solution se fait en éliminant successivement les candidats d'une cellule de façon à ne retenir qu'un seul candidat. Une fois ce candidat trouvé, une autre recherche devrait être effectuée de façon à déterminer les conséquences sur les autres cellules. Il y a plusieurs techniques d'élimination qui s'appuient sur les règles ci-dessous, lesquelles ont d'utiles corollaires : # Un ensemble donné de n cellules dans une rangée, une colonne ou une région, ne peut recevoir que n chiffres différents. Cette règle est à la base de la technique d' « élimination du candidat orphelin », discutée ci-dessous. # Chaque candidat doit ultimement appartenir à un modèle auto-consistant et indépendant. Cette règle est à la base des techniques d'analyse avancées, lesquelles demandent d'inspecter l'ensemble de toutes les possibilités pour un candidat. Il n'y a qu'un nombre fini de « circuits fermés » ou possibilités de grilles « n×n » qui existent. Cette règle a donné naissance aux méthodes X-Wing et Swordfish, entre autres. Si un tel modèle est identifié, alors l'élimination de candidats est souvent possible.
- L'une des techniques les plus utilisées est l' « élimination du candidat orphelin ». Les cellules avec un même ensemble de candidats sont dites couplées si le nombre de candidats dans chacune d'elle est égal au nombre de cellules qui peuvent les accueillir. Par exemple, deux cellules sont couplées si elles contiennent une paire unique de candidats (p,q) dans une rangée, une colonne ou une région; trois cellules sont dites couplées si elles contiennent un triplet unique de candidats (p,q,r). Ces chiffres ne peuvent apparaître ailleurs, car il y aurait conflit selon la rangée, la colonne ou la région. Pour cette raison, les candidats (p,q,r) qui se trouvent dans les autres cellules sont à éliminer. Ce principe vaut avec des sous-ensembles de candidats : si trois cellules ont seulement , ou , tous les candidats de cet ensemble qui se trouvent dans les autres cellules sont à éliminer.
  - Un deuxième principe découle du principe précédent. Si le nombre de cellules dans une rangée, une colonne ou une région, est égal à la taille d'un ensemble de candidats, les cellules et les chiffres sont couplés et seulement ces chiffres apparaîtront dans les cellules. Tous les autres candidats sont à éliminer. Par exemple, si (p,q) peut seulement apparaître dans deux cellules (d'une rangée, d'une colonne ou d'une région), les autres candidats sont à éliminer.
Le premier principe s'appuie sur le concept de « chiffres couplés uniquement », alors que le second s'appuie sur le concept de « cellules couplées uniquement ». Les techniques avancées s'appuient sur ces concepts et englobent de multiples rangées, de multiples colonnes et de multiples régions. (Voir X-Wing et Swordfish).
- Avec l'approche par hypothèse, une cellule avec seulement deux candidats est choisie et l'un des deux chiffres est inscrit dans la cellule. Les étapes précédentes sont répétées et mènent soit à une contradiction (chiffre dupliqué ou cellule sans candidat), soit à une proposition valide. Évidemment, dans le cas d'une contradiction, le deuxième chiffre fait partie de la solution. L'algorithme de Nishio est une forme épurée de cette approche : Pour chaque candidat d'une cellule, est-ce qu'insérer un chiffre en particulier prévient l'inscription de ce candidat ailleurs dans la grille ? Si la réponse est oui, alors le candidat est éliminé.
L'approche par hypothèse demande d'utiliser un crayon et une gomme à effacer. Les puristes la rejettent, car elle est une approche par essais et erreurs, alors que la plupart des grilles publiées font appel à la logique seulement pour être résolues. Cependant, cette approche a le mérite de souvent mener à la solution plus rapidement. C'est à chaque joueur de trouver une méthode qui lui donne les meilleurs résultats. Certains développeront une méthode qui réduise les inconvénients des propositions précédentes. Par exemple, certains trouveront ennuyeux de devoir inscrire tous les candidats dans toutes les cellules. L'approche par hypothèse demande d'être organisé. L'idéal est de trouver une façon de faire qui minimise le décompte, le nombre de candidats et le nombre d'hypothèses.

Solutions logicielles

Pour un informaticien, programmer la recherche d'une solution par le biais des contingences ou de multiples contingences (tel qu'exigé pour les puzzles les plus difficiles) est une tâche relativement simple. Un tel programme imite un joueur humain qui recherche une solution sans recourir au hasard. Il est aussi relativement simple de concevoir un algorithme de recherche par backtracking. De façon habituelle, il suffit à l'algorithme de choisir 1 pour la première cellule, puis 2 pour la prochaine, ainsi de suite tant qu'aucune contradiction n'apparaît. Lorsqu'une contradiction apparaît, l'algorithme essaie une autre valeur pour la cellule qui amène la contradiction. Une fois toutes les possibilités épuisées pour cette cellule, l'algorithme « revient sur ses pas » et recommence avec l'avant-dernière cellule. Une application développée en C++ démontre le mécanisme (http://jl.pesce.free.fr/Sudoku.zip) Bien que cet algorithme ne soit pas très efficace, il trouvera une solution s'il dispose de suffisamment de temps. Une grille 9×9 est habituellement résolue en moins de trois secondes avec un ordinateur personnel moderne qui a recours à un interpréteur, et en moins de temps avec un langage compilé. Cependant, un programme plus efficace s'appuiera sur les candidats potentiels pour chaque cellule, éliminant les candidats impossibles jusqu'à ce qu'un seul chiffre demeure. Connaissant ce chiffre, il peut trouver un autre chiffre pour une autre cellule, et ainsi de suite. Une alternative au backtracking est de recourir aux méthodes préconisées par la programmation logique, telle qu'implantée par Prolog et Scheme. Dans ce cas, le concepteur fournit au programme les contraintes de la grille (un chiffre par rangée, par colonne et par région ; les chiffres dévoilés) ; ce programme prendra les décisions pour résoudre le puzzle. Sachant que la plupart des grilles ont une solution unique, la recherche est certaine d'aboutir. Donald Knuth a mis au point un algorithme qui fait appel aux listes doublement chaînées, et qui se révèle très efficace pour résoudre ce type de problème. Il est démontré que cet algorithme est tout indiqué pour la résolution d'un Sudoku, ne prenant que quelques millisecondes. Grâce à sa vitesse, il est maintenant préféré par la plupart des concepteurs logiciels.

Degrés de difficulté

Les puzzles publiés viennent souvent avec un degré de difficulté. Celui-ci est calculé selon la facilité de résolution par une méthode logique. Étonnamment, le nombre de dévoilés n'a presque aucune incidence sur la difficulté d'un puzzle. Des puzzles avec un petit nombre de chiffres peuvent être facilement résolus, alors que d'autres qui contiennent un nombre plus élevé de dévoilés que la moyenne peuvent être très difficiles à résoudre. Connaissant la complexité des règles, les logiciels de résolution automatique peuvent estimer la difficulté pour un humain à trouver une solution. Cette estimation est en général suffisamment précise pour permettre aux éditeurs de le fournir. Quelques éditeurs en ligne fournissent également cette estimation. Plusieurs facteurs influent sur la difficulté de ces puzzles. L'équation de base tient compte :
- du nombre de cellules à remplir ;
- du nombre de cellules remplies par élimination ;
- du nombre d'hypothèses à faire pour compléter la grille ;
- du nombre de recherches à faire pour compléter la grille.

Construction

Il semblerait que les grilles de
Dell Magazines, le pionnier dans le domaine de la publication, soient générées par ordinateur. Elles sont habituellement composées de 30 chiffres dévoilés répartis au hasard. L'auteur des puzzles est inconnu. Durant l'hiver 2000, Wei-Hwa Huang a affirmé qu'il était l'auteur du programme qui génère ces grilles; selon lui, les grilles antérieures étaient construites à la main. Le générateur serait écrit en Visual C++ et, bien qu'il offre certaines options pour satisfaire le marché japonais (symétrie et moins de chiffres), Dell préfère ne pas les utiliser. Certains spéculent que Dell continue à utiliser ce programme, mais aucune preuve ne soutient leur affirmation. Les Sudoku de Nikoli, important créateur de Sudoku au Japon, sont construits à la main, le nom de l'auteur apparaissant avec chaque puzzle publié ; les dévoilés sont toujours présentés de façon symétrique. Cet exploit est possible en connaissant à l'avance l'endroit où seront les dévoilés et en affectant par après un chiffre aux cellules ainsi choisies. Le Number Place Challenger de Dell affiche aussi le nom de l'auteur. Les grilles publiées dans la plupart des journaux britanniques seraient générés automatiquement, mais font appel à la symétrie, ce qui laisserait sous-entendre qu'un humain les crée. The Guardian affirme que ses puzzles sont créés à la main par des Japonais, mais aucune mention de l'auteur n'est faite. Ils seraient construits par des gens de Nikoli. The Guardian a affirmé que puisqu'ils sont construits à la main, ils contiennent de « subtiles allusions » hautement improbables dans les grilles construites par ordinateur. Il est possible de construire des grilles avec de multiples solutions et sans solution, mais celles-ci ne sont pas considérées comme d'authentiques Sudoku. Comme pour les autres puzzles logiques, une solution unique est requise. Une grande attention est donc nécessaire lors de la construction d'une grille, puisqu'un seul chiffre mal placé risque de rendre la résolution de celle-ci impossible.

Voir aussi

Articles connexes


- Carré latin
- Wayne Gould
- Dell Magazines
- Nikoli

Liens externes

Le Sudoku rencontrant un succès sans précédent pour ce type de jeu, les pages sur Internet à son sujet sont très nombreuses.

Généraux


- [http://www.mots-croises.ch/Manuels/Sudoku/ Guide du Sudoku]
- [http://www.sudoku.li/francais/ Tout ce qu'il faut savoir]
- [http://www.sudoku.com/ Site de Wayne Gould sur le Sudoku]
- [http://www.nikoli.co.jp/puzzles/1/lets_make_sudoku00-e.htm/ Nikoli : Méthode pour générer manuellement des sudoku]
- [http://villemin.gerard.free.fr/aJeux/Sudoku.htm Méthodes de résolution de Sudoku]

Logiciels


- [http://www.sudokulegend.com/telechargement.php Sudoku Legend pour PC]: entièrement en français, le logiciel crée un nombre illimité de grille de Sudoku et explique clairement comment résoudre ces grilles
- [http://naxos.fr.free.fr/sudoku/ Simple Sudoku]
- [http://jl.pesce.free.fr/Sudoku.zip Logiciel de résolution de grilles (Windows)]
- [http://www.sudoku-grok.com/?lang=fr Sudoku-Grok, source de grilles, aide à la résolution]
- [http://www.spiralmile.com/ Pour Pocket PC]
- [http://sudoku.sourceforge.net/ sudoku.sourceforge.net] (logiciel libre pour générer des Sudokus; il a servi à générer l'illustration de cet article)

Grilles de jeu


- [http://www.sudokudan.com/ grilles pour enfants, trucs et astuces]
- [http://www.daily-sudoku-puzzle.com/fr/ Grilles de plusieurs niveaux chaque jour, en version imprimable, jouable en ligne, et les nouvelles du jour]
- [http://www.sudoku129.com/grilles/ Grilles et variantes du Sudoku, trucs et astuces]
- [http://www.mots-croises.ch/Manuels/Sudoku/liens.htm Liste de liens vers des sites en français et en anglais]
- [http://dmoz.org/Games/Puzzles/Brain_Teasers/Sudoku/ Liens vers différents sites proposant des grilles]

Sources


- [http://www.nikoli.co.jp/puzzles/1/index_text-e.htm Règlements et histoire du site de Nikoli]
- [http://www.puzzle.jp/keys/sudoku_keys-e.html Indices pour solutionner au site Puzzle Japan]
- [http://www.sudoku.com/ Site de Wayne Gould] Il a promu le Sudoku. Le site contient aussi un forum sur les techniques de solution et la mathématique du Sudoku.
-
[http://www.phil.uu.nl/~oostrom/cki20/02-03/japansepuzzles/ASP.pdf Complexity and Completeness of Finding Another Solu