:: wikimiki.org ::
| Safar |
SafarSafar adalah bulan kedua dalam penanggalan hijriyah. Bulan ini terdiri dari 29 hari.
----
Muharram – Safar – Rabiulawal – Rabiulakhir – Jumadilawal – Jumadilakhir – Rajab – Shaban – Ramadan – Syawal – Dulkaidah – Dulhijah
----
Lihat Pula:
- Kalender Hijriyah
category:Islam
HariHari adalah sebuah unit waktu yang diperlukan bumi untuk berrotasi pada porosnya sendiri. Satu hari terdiri dari siang dan malam.
Satu hari bisa dibagi menjadi unit yang lebih kecil lagi:
- 24 jam
- 1440 menit
- 86400 detik
Daftar hari dalam satu pekan
- Minggu
- Senin
- Selasa
- Rabu
- Kamis
- Jum'at
- Sabtu
-
kategori:Satuan waktu
ja:日
simple:Day
SafarSafar adalah bulan kedua dalam penanggalan hijriyah. Bulan ini terdiri dari 29 hari.
----
Muharram – Safar – Rabiulawal – Rabiulakhir – Jumadilawal – Jumadilakhir – Rajab – Shaban – Ramadan – Syawal – Dulkaidah – Dulhijah
----
Lihat Pula:
- Kalender Hijriyah
category:Islam
RabiulawalRabiulawal adalah bulan ketiga dalam penanggalan hijriyah. Bulan ini terdiri dari 30 hari.
----
Muharram – Safar – Rabiulawal – Rabiulakhir – Jumadilawal – Jumadilakhir – Rajab – Shaban – Ramadan – Syawal – Dulkaidah – Dulhijah
----
Lihat Pula:
- Kalender Hijriyah
category:Islam
RabiulakhirRabiulawal adalah bulan keempat dalam penanggalan hijriyah. Bulan ini terdiri dari 29 hari.
----
Muharram – Safar – Rabiulawal – Rabiulakhir – Jumadilawal – Jumadilakhir – Rajab – Shaban – Ramadan – Syawal – Dulkaidah – Dulhijah
----
Lihat Pula:
- Kalender Hijriyah
category:Islam
JumadilakhirJumadilakhir, adalah bulan keenam dalam penanggalan hijriyah. Bulan ini terdiri dari 29 hari.
----
Muharram – Safar – Rabiulawal – Rabiulakhir – Jumadilawal – Jumadilakhir – Rajab – Shaban – Ramadan – Syawal – Dulkaidah – Dulhijah
----
Lihat Pula:
- Kalender Hijriyah
category:Islam
RajabRajab, adalah bulan ketujuh dalam penanggalan hijriyah. Bulan ini terdiri dari 30 hari.
----
Muharram – Safar – Rabiulawal – Rabiulakhir – Jumadilawal – Jumadilakhir – Rajab – Shaban – Ramadan – Syawal – Dulkaidah – Dulhijah
----
Lihat Pula:
- Kalender Hijriyah
category:Islam
RamadanRamadhan adalah bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah. Bulan ini terdiri dari 30 hari.
Bulan Ramadan adalah bulan di mana umat muslim menjalankan puasa dan merupakan bulan yang suci bagi pemeluk agama Islam. Umat muslim berpuasa selama bulan Ramadan dan kemudian di bulan Syawal, mereka merayakan Idul Fitri. Di Indonesia, ada tradisi untuk berziarah ke makam keluarga yang sudah meninggal.
Al-Qur'an yang merupakan wahyu Allah SWT pertama kali diturunkan pada Nabi Muhammad SAW pada tanggal 17 Ramadan atau dikenal sebagai malam Nuzulul Qur'an. Terdapat pula malam yang dalam Al-Qur'an disebutkan bila beribadah di malam itu lebih baik dari pada beribadah seribu bulan yaitu malam Lailatul Qadar.
----
Muharram – Safar – Rabiul awal – Rabiul akhir – Jumadil awal – Jumadil akhir – Rajab – Sya'ban – Ramadhan – Syawal – Dzulkaidah – Dzulhijjah
----
category:Islam
ms:Ramadhan
ja:ラマダーン
DulkaidahDulkaidah, adalah bulan kesebelas dalam penanggalan hijriyah. Bulan ini terdiri dari 30 hari.
----
Muharram – Safar – Rabiulawal – Rabiulakhir – Jumadilawal – Jumadilakhir – Rajab – Shaban – Ramadan – Syawal – Dulkaidah – Dulhijah
----
Lihat Pula:
- Kalender Hijriyah
category:Islam
Kalender Hijriyah
Kalender Islam atau disebut kalender Hijriyah adalah sebuah kalender yang berdasarkan tahun kamariah atau tahun candra (lunar). Siklus daurnya meliputi 12 bulan.
Sebagai perhitungan hari suci Islam, bulan Hijriyah diawali dari mulai nampaknya busur cahaya setelah bulan padam.
Pengantar
Satu minggu Hijriyah adalah 7 hari yang dimulai dari terbenamnya matahari pada hari Jum'at. Hari Jumat dimulai dari Kamis sore, adalah hari untuk bersembahyang. Tarikh kalender Islam dinamakan tarikh Hijryah (bahasa Latin: A.H.=Anno Higerae), untuk memperingati hijrahnya Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya dari Mekah ke Medinah, yang terjadi pada tahun 622. Menurut tarikh Kalender Gregorian mundur, hal ini terjadi pada hari tanggal 19 Juli sedangkan menurut tarikh Kalender Julian, peristiwa ini terjadi pada tanggal 15 Juli 622.
Panjang Tahun Hijriyah
Tahun Hijriyah panjangnya 354 hari, atau 355 hari pada tahun kabisat. Dalam daur 30 tahunan ada 11 tahun kabisat, yaitu pada tahun-tahun ke 2, 5, 7, 10, 13, 16, 18, 21, 24, 26, dan 29.
Daftar Bulan
Dalam tiap tahun Hijriyah terdapat bulan sebagai berikut:
#Muharram – 30 hari
#Safar – 29 hari
#Rabiulawal – 30 hari
#Rabiulakhir – 29 hari
#Jumadilawal – 30 hari
#Jumadilakhir – 29 hari
#Rajab – 30 hari
#Shaban – 29 hari
#Ramadan – 30 hari
#Syawal – 29 hari
#Dulkaidah – 30 hari
#Dulhijah - 29 atau 30 hari pada tahun kabisat
Sejarah
Yang menetapkan peristiwa hijrah sebagai permulaan ialah Umar bin Khattab khalifah kedua sesudah Abu Bakar. Umar bin Khattab yang juga memiliki nama julukan Amirul Mukminin yang berarti pemimpin orang-orang beriman, adalah seseorang yang sangat pandai. Ialah yang menetapkan kalender Hijriyah ini.
Sewaktu kalender ini diciptakan banyak orang yang mengusulkan supaya tahun gajah, yaitu tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dipakai sebagai patokan awal penanggalan ini. Disebut tahun Gajah karena kala itu Mekah diserbu Raja Abrahah dari Yaman dengan pasukan Gajah. Namun Umar bin Khatab menolak. Alasannya ialah bahwa umat Muslim tidak menyembah Nabi Muhammad SAW tidak seperti kaum Nasrani yang menyembah Nabi Isa dan membuat tahun kelahirannya sebagai patokan kalender Masehi. Peristiwa paling mengesankan dalam hidup Nabi Muhammad SAW ialah peristiwa hijrah tersebut. Dengan ditetapkannya Kalender Islam dari hijrah, bukan dari kelahiran Nabi Muhammad SAW di dalamnya tersirat ajaran bahwa kerjaan manusia harus lebih dihargai. Prestasi harus lebih dihargai daripada prestise. Hal ini sesuai dengan semangat ajaran Al-Qur'an.
Lihat pula
- Islam
- Kalender
- Kalender Gregorian
- Kalender Julian
Hijriyah
category:Islam
ja:ヒジュラ暦
ms:Takwim Hijrah
th:ปฏิทินฮิจญ์เราะหฺ
Selbstladepistole
Eine moderne 9mm Halbautomatik Pistole
Schrotpistole aus dem 17. Jahrhundert
Sächsische Pistole mit Radschloss von 1610
Eine Pistole (siehe auch Kurzwaffe) ist eine Handfeuerwaffe, die aus der Hand abgeschossen wird. Ihre Entwicklung wurde durch die Erfindung des Radschlosses im Jahre 1517 ermöglicht. Mit der Pistole fanden Feuerwaffen in der Reiterei verstärkt Gebrauch. Die in den 1540er Jahren aufkommende Truppengattung der Kürassiere war mit Pistolen ausgerüstet. Erstmalige Verwendung in einer größeren Kampfhandlung fand die Pistole in der 1547 ausgefochtenen Schlacht bei Mühlberg.
Die Pistole wurde ursprünglich als Schusswaffe für Reiter entwickelt, erste Modelle tauchten um 1510 auf.
Es werden unterschieden:
- Einzellader/Mehrlader
- Vorderlader/Hinterlader
- Selbstlader (sind immer Hinterlader)
- Raketenpistole
Zur Erläuterung dieser Begriffe siehe Gewehr.
Heute gebräuchlich ist fast nur noch der Selbstlader, Einzel- oder Mehrlader sind vor allem Sammelobjekte und Kuriositäten, es gibt aber auch eine Fangemeinde, die nach wie vor aktiv mit Schwarzpulver-Vorderladern schießt.
Selbstladepistole
Selbstladepistolen fallen in die Kategorie der automatischen Schusswaffen.
Im Gegensatz zu vollautomatischen Pistolen (Reihenfeuerpistolen) muss zum Abfeuern jedes weiteren Schusses der Abzug erneut betätigt werden. Im heutigen Sprachgebrauch werden Selbstladepistolen allgemein nur als Pistolen bezeichnet, da Revolver nicht zu den Selbstladepistolen zählen.
Selbstladepistolen erschienen ab 1893. Bekannte Modelle kamen von Georg Luger (Pistole 08), Carl Walther GmbH, Colt, Browning und Beretta. Bei den Selbstladepistolen wird entweder mittels Masse-, Kniegelenk- oder Walzenverschluss der Ladevorgang ausgeführt. Bei den Masseverschlüssen unterscheidet man weiterhin zwischen unverriegelten und verriegelten Masseverschlüssen.
Funktionsprinzip
Nach Abfeuern einer Patrone schiebt der Rückstoß den Verschluss (Schlitten) samt Lauf nach hinten. Nach wenigen Millimetern wird der Lauf samt Patronenlager entriegelt und abgestoppt, so dass der Verschluss allein weiter nach hinten gleitet. Dabei zieht der am Verschluss angebrachte Auszieher (Auszieherkralle) die leere Patronenhülse aus dem Patronenlager und hält die Patrone weiter fest.
Im weiteren Rücklauf wirft der Ausstoßer, der am Griffstück der Pistole angebracht ist, die Hülse seitlich durch das Auswurffenster des Verschlusses aus, während der Verschluss weiter zurück läuft und ein eventuell vorhandenes Schlagstück (Hammer, Hahn) spannt.
In seiner hinteren Position angekommen, schiebt die Verschlussfeder (Schließfeder, Vorschubfeder) den Verschluss wieder nach vorne. Dabei streift der Verschluss mit der Unterkante eine neue Patrone aus dem Magazin ab, die über die Rampe ins Patronenlager geschoben wird. Dabei greift der Auszieher in den Hülsenrand. Im weiteren Vorlauf schiebt der Verschluss den Lauf samt Patronenlager wieder vor, wodurch Lauf und Verschluss miteinander verriegeln.
In der vordersten Stellung angekommen, befindet sich eine neue Patrone im Patronenlager und das Schlagstück ist gespannt. Für einen weiteren Schuss muss der Schütze nun lediglich den Abzug loslassen und erneut betätigen.
Sportlich sind Selbstlade-Pistolen beim Deutschen Schützenbund in verschiedenen Disziplinen in Gebrauch. Einzellader-Pistolen für Patronenmunition sind im Kaliber .22lfB (lang für Büchsen) in der olympischen Disziplin "Freie Pistole" in Gebrauch. Vorderlader-Pistolen sind ebenfalls in den Arten Perkussionspistole und Steinschloßpistole nach wie vor beim Deutschen Schützenbund in sportlichem Gebrauch.
In einem Selbstlader wird durch den Rückstoß des Schusses der so genannte Verschluss (Schlitten, Oberteil der Pistole, der das Patronenlager nach hinten verschließt und die Patrone festhält) nach hinten bewegt und dabei die leere Patronenhülse mitgenommen, die durch ein Fenster ausgeworfen wird. Diese Bewegung erfolgt gegen eine schließende Feder, sodass der Verschluss letztendlich wieder nach vorne bewegt wird. Auf dem Weg nach vorne streift er mit seiner Unterkante aus dem darunter befindlichen Magazin eine neue Patrone heraus und schiebt sie in den Lauf, sodass die Waffe zum nächsten Schuss bereit ist.
Patrone
Bei Pistolen mit Schlittenfanghebel drückt die Magazinfeder bei leerem Magazin den Hebel nach oben, so dass der Verschluss in der hinteren Stellung mit der Fangrast daran hängen und offen stehen bleibt. Mit dem Daumen drückt man den Hebel wieder herunter, etwa nachdem das Magazin gewechselt wurde, woraufhin der Verschluss wieder nach vorne gleitet und (so vorhanden) eine neue Patrone ins Patronenlager einführt. Das hat zwei Vorteile: Einmal sieht der Schütze deutlich, wenn das Magazin leer ist, und das Betätigen des Schlittenfanghebels geht schneller als das erneute Durchladen nach einem Magazinwechsel.
Im Lauf einer modernen Waffe sind normalerweise Züge (Vertiefungen) und Felder (Erhöhungen) eingefräst. Dadurch wird das Geschoss (Projektil) in eine schnelle Drehung (Drall) um die Längsachse versetzt. Dies stabilisiert das Geschoss auf seiner Flugbahn nach dem Prinzip der Drehimpulserhaltung, also ähnlich einem fahrenden Fahrrad, das weniger leicht umkippt als ein stehendes Fahrrad.
Pistolen sind im allgemeinen Halbautomaten, das heißt um den nächsten Schuss auszulösen muss der Abzug erneut betätigt werden. Bei Vollautomaten, Reihenfeuerpistolen, (Maschinenpistolen, Maschinengewehre) wiederholt sich der Selbstladeprozess, solange der Abzug gedrückt ist (und solange Patronen im Magazin sind).
Siehe auch
- Handfeuerwaffe
- Kurzwaffe (Faustfeuerwaffe)
- Schusswaffe
Weblinks
- [http://www.bimbel.de/artikel/artikel-11.html Die Pistole P1] der Bundeswehr
Kategorie:Handfeuerwaffe
ja:拳銃
prace magisterskie appartamenti bruxelles pisanie prac aliasy online slots
|
|
|
|
|