:: wikimiki.org ::
| Soeharto |
Soeharto
Jenderal Besar Purnawirawan Soeharto, (ER, EYD: Suharto), atau juga dikenal sebagai Haji Muhammad Soeharto (Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta, 8 Juni 1921), adalah Presiden Indonesia yang kedua setelah Soekarno
Ia mulai menjabat sejak keluarnya Supersemar yang dinilai kontroversial pada tanggal 12 Maret 1967 sebagai Pejabat Sementara Presiden, dan dipilih sebagai Presiden pada tanggal 21 Maret oleh MPRS.
Soeharto dipilih kembali oleh MPR pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. Pada tahun 1998, masa jabatannya berakhir setelah mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei tahun itu. Pengunduran diri tersebut menyusul terjadinya Kerusuhan Mei 1998.
Soeharto menikah dengan ibu Suhartini "Tien" dan dikaruniai 6 anak, yaitu Siti Hardijanti Rukmana (Tutut), Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Titiek, Hutomo Mandala Putra (Tommy), dan Mamiek. Nama panggilan beliau adalah "Pak Harto".
Latar belakang
Soeharto lahir di Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta. Dia bergabung dengan pasukan kolonial Belanda dan belajar di akademi militer Hindia Belanda, KNIL. Selama perang dunia II, dia menjadi komandan batalion di dalam militer yang disponsori oleh Jepang yang dikenal sebagai tentara PETA (pembela tanah air).
Setelah proklamasi kemerdekaan oleh Soekarno pada 1945 pasukannya bentrok dengan Belanda dalam rangka mendirikan kembali hukum kolonialisme. Dia dikenal luas dalam militer dengan serangan tiba-tibanya yang menguasai Yogyakarta pada 1 Maret 1949 (lihat Serangan Umum 1 Maret) hanya dalam satu hari. Namun gerakan ini cenderung ditafsirkan sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia terhadap pasukan Belanda. Penggagas sebenarnya dalam serangan ini adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX, sebagai raja Yogyakarta Gubernur Militer serta Menteri Pertahanan.
Di tahun berikutnya dia bekerja sebagai pejabat militer di Divisi Diponegoro Jawa Tengah. Pada 1959 dia dituduh terlibat kasus penyelundupan dan kasusnya hampir dibawa ke pengadilan militer oleh Kolonel Ahmad Yani. Namun atas saran Jendral Gatot Subroto saat itu, dia dibebaskan dan dipindahkan ke kampus staf komando Angkatan Darat (SESKOAD) di Bandung, Jawa Barat meskipun menurut koleganya di SESKOAD, Kolonel Hario Kecik yang akhirnya menjadi Pangdam Mulawarman, Soeharto mengalami konflik pribadi dengan Kolonel D.I. Panjaitan. Sebelumnya Letkol Soeharto menjadi komandan penumpasan pemberontakan di Makassar dibawah Komando Kolonel Alex Kawilarang dimana Soeharto mengalami konflik pribadi dengan Kawilarang akibat keteledorannya sehingga huru-hara meletus kembali ketika Kawilarang melaporkan situasi Makassar yang dianggap aman kepada Presiden Soekarno di Jakarta.
Pada 1962 dia mencapai jabatan mayor jendral dan memimpin Komando Mandala yang bertugas membebaskan Irian Barat. Selama konfrontasi Indonesia-Malaysia, Soeharto adalah seorang komandan Kostrad, yang bermarkas di Jakarta. Pada 1965, Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, khususnya Angkatan Darat mengalami konflik internal, terutama akibat politik Nasakom pada saat itu sehingga digambarkan pecah menjadi dua faksi, satu sayap kiri dan satu lagi sayap kanan, dengan Soeharto berada di bagian sayap kanan.
Naik ke kekuasaan
Pada pagi hari 1 Oktober 1965, beberapa pasukan pengawal Kepresidenan, Tjakrabirawa di bawah Letnan Kolonel Untung Sutopo bersama pasukan lain menculik dan membunuh enam orang jendral. Pada peristiwa itu Jendral A.H. Nasution yang menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Hankam dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata berhasil lolos. Satu yang terselamatkan, yang tidak menjadi target dari percobaan kudeta adalah Jendral Soeharto, meski menjadi sebuah pertanyaan apakah Seoharto ini terlibat atau tidak dalam peristiwa yang dikenal sebagai G-30-S/PKI itu. Beberapa sumber mengatakan, Pasukan Tjakrabirawa yang terlibat itu menyatakan bahwa mereka mencoba menghentikan kudeta militer yang didukung oleh CIA yang direncanakan untuk menyingkirkan Presiden Soekarno dari kekuasaan pada "Hari ABRI", 5 Oktober 1965 oleh badan militer yang lebih dikenal sebagai Dewan Jenderal.
Peristiwa ini segera ditanggapi oleh Mayjen Soeharto untuk segera mengamankan Jakarta, menurut versi resmi sejarah pada masa Orde Baru, terutama setelah mendapatkan kabar bahwa Letjen Ahmad Yani, menteri Panglima Angkatan Darat tidak diketahui keberadaannya. Hal ini sebenarnya berdasarkan kebiasaan yang berlaku di Angkatan Darat bahwa bila Panglima Angkatan Darat berhalangan hadir, maka Panglima KOSTRAD yang menjalankan tugasnya. Tindakan ini diperkuat dengan turunnya Surat Perintah yang dikenal sebagai Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yang memberikan kewenangan dan mandat kepada Soeharto untuk mengambil segala tindakan untuk memulihkan keamanan dan ketertiban. Langkah yang diambil Soeharto adalah segera membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) sekalipun sempat ditentang Presiden Soekarno, penangkapan sejumlah menteri yang diduga terlibat G-30-S (Gerakan 30 September). Tindakan ini menurut pengamat internasional dikatakan sebagai langkah menyingkirkan Angkatan Bersenjata Indonesia yang pro-Soekarno dan pro-Komunis yang justru dialamatkan kepada Angkatan Udara Republik Indonesia dimana jajaran pimpinannya khususnya Panglima Angkatan Udara Laksamana Udara Omar Dhani yang dinilai pro Soekarno dan Komunis, dan akhirnya memaksa Soekarno untuk menyerahkan kekuasaan eksekutif. Tindakan pembersihan dari unsur-unsur komunis (PKI) membawa tindakan penghukuman mati anggota Partai Komunis di Indonesia yang menyebabkan pembunuhan sistematis sekitar 500 ribu "tersangka komunis", kebanyakan warga sipil, dan kekerasan terhadap minoritas Tionghoa Indonesia. Soeharto dikatakan menerima dukungan CIA dalam penumpasan komunis. Diplomat Amerika 25 tahun kemudian mengungkapkan bahwa mereka telah menulis daftar "operasi komunis" Indonesia dan telah menyerahkan sebanyak 5.000 nama kepada militer Indonesia. Been Huang, bekas anggota kedutaan politik AS di Jakarta mengatakan di 1990 bahwa: "Itu merupakan suatu pertolongan besar bagi Angkatan Bersenjata. Mereka mungkin membunuh banyak orang, dan saya kemungkinan memiliki banyak darah di tangan saya, tetapi tidak seburuk itu. Ada saatnya di mana anda harus memukul keras pada saat yang tepat." Howard Fenderspiel, ahli Indonesia di State Department's Bureau of Intelligence and Research di 1965: "Tidak ada yang peduli, selama mereka adalah komunis, bahwa mereka dibantai. Tidak ada yang bekerja tentangnya."1 Dia mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia dalam rangka membebaskan sumber daya di militer.
Jendral Soeharto akhirnya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia setelah pertanggungjawaban Presiden Soekarno (NAWAKSARA) ditolak MPRS pada tahun 1967, kemudian mendirikan apa yang disebut Orde Baru.
Beberapa pengamat politik baik dalam negeri maupun luar negeri mengatakan bahwa Soeharto membersihkan parlemen dari komunis, menyingkirkan serikat buruh dan meningkatkan sensor. Dia juga memutuskan hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Cina dan menjalin hubungan dengan negara barat dan PBB. Dia menjadi penentu dalam semua keputusan politik.
Jendral Soeharto dikatakan meningkatkan dana militer dan mendirikan dua badan intelijen - Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) dan Badan Koordinasi Intelijen Nasional (Bakin). Sekitar 2 juta orang dieksekusi dalam pembersihan massal dan lebih dari 200.000 ditangkap hanya karena dicurigai terlibat dalam kudeta. Banyak komunis, tersangka komunis dan yang disebut "musuh negara" dihukum mati (meskipun beberapa hukuman ditunda sampai 1990).
Diduga bahwa daftar tersangka komunis diberikan ke tangan Soeharto oleh CIA. Sebagai tambahan, CIA melacak nama dalam daftar ini ketika rezim Soeharto mulai mencari mereka. Dukungan yang tidak dibicarakan ini dari Pemerintah Amerika Serikat untuk rezim Soeharto tetap diam sampai invasi Timor Timur, dan terus berlangsung sampai akhir 1990-an. Karena kekayaan sumber daya alamnya dan populasi konsumen yang besar, Indonesia dihargai sebagai rekan dagang Amerika Serikat dan begitu juga pengiriman senjata tetapi dipertahankan ke rezim Soeharto. Ketika Soeharto mengumjungi Washington pada 1995 pejabat administratif Clinton dikutip di New York Times mengatakan bahwa Soeharto adalah "orang seperti kita" atau "orang golongan kita".
Pada 12 Maret 1967 Soeharto diangkat sebagai Pejabat Presiden Indonesia oleh parlemen sementara (MPRS). Pada 21 Maret dia resmi terpilih di masa lima tahun pertamanya sebagai Presiden. Dia secara langsung menunjuk 20% anggota MPR. Partai Golkar menjadi partai favorit dan satu-satunya yang diterima oleh pejabat pemerintah. Indonesia juga menjadi salah satu pendiri ASEAN.
Puncak Orde Baru
Pada masa pemerintahannya, Presiden Soeharto menetapkan pertumbuhan ekonomi sebagai pokok tugas dan tujuan pemerintah. Dia mengangkat banyak teknokrat dan ahli ekonomi yang sebelumnya bertentangan dengan Presiden Soekarno yang cenderung bersifat sosialis. Teknokrat-teknokrat yang umumnya berpendidikan barat dan liberal (Amerika Serkat) diangkat adalah lulusan Berkeley sehingga mereka lebih dikenal di dalam klik ekonomi sebagai Mafia Barkeley di kalangan Ekonomi, Industri dan Keuangan Indonesia. Pada masanya, Indonesia mendapatkan bantuan ekonomi dan keuangan dari negara-negara donor (negara-negara maju) yang tergabung dalan IGGI yang diseponsori oleh pemerintah Belanda. Namun pada tahun 1992, IGGI dihentikan oleh pemerintah Indonesia karena dianggap turut campur dalam urusan dalam negeri Indonesia, khususnya dalam kasus Timor Timur pasca Insiden Dili. Peran IGGI ini digantikan oleh lembaga donor CGI yang disponsori Perancis. Selain itu, Indonesia mendapat bantuan dari lembaga internasional lainnya yang berada dibawah PBB seperti UNICEF, UNESCO dan WHO. Namun sayangnya, kegagalan manajemen ekonomi yang bertumpu dalam sistem trickle down effect (menetes ke bawah) yang mementingkan pertumbuhan dan pengelolaan ekonomi pada segelintir kalangan serta buruknya manajemen ekonomi perdagangan industri dan keuangan (EKUIN) pemerintah, membuat Indonesia akhirnya bergantung pada donor Internasional terutama paska Krisis 1997. Dalam bidang ekonomi juga, tercatat Indonesia mengalami swasembada beras pada tahun 1984. Namun prestasi itu ternyata tidak dapat dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya. Kemudian kemajuan ekonomi Indonesia saat itu dianggap sangat signifikan sehingga Indonesia sempat dimasukkan dalam negara yang mendekati negara-negara Industri Baru bersama dengan Malaysia, Filipina dan Thailand, selain Singapura, Taiwan dan Korea Selatan.
Di bidang Politik, Presiden Soeharto melakukan penyatuan partai-partai politik sehingga pada massa itu dikenal tiga partai Politik yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dalam upayanya menyederhanakan kehidupan berpolitik di Indonesia sebagai akibat dari politik masa presiden Soekarno yang menggunakan sistem multipartai yang berakibat pada jatuh bangunnya kabinet dan dianggap penyebab mandeknya pembangunan. Kemudian dikeluarkannnya UU Politik dan Asas tunggal Pancasila yang mewarnai kehidupan politik saat itu. Namun dalam perjalanannya, terjadi ketimpangan dalam kehidupan politik dimana muncullah istilah "mayoritas tunggal" dimana GOLKAR dijadikan partai utama dan mengebirikan dua parpol lainnya dalam setiap penyelenggaraan PEMILU. Berbagai ketidakpuasan muncul, namun dapat diredam oleh sistem pada masa itu.
Seiring dengan naiknya taraf pendidikan pada masa pemerintahannya karena pertumbuhan ekonomi, muncullah berbagai kritik dan ketidakpuasan atas ketimpangan ketimpangan dalam pembangunan. Kesenjangan ekonomi, sosial dan politik memunculkan kalangan yang tidak puas dan menuntut perbaikan. Kemudian pada masa pemerintahannya, tercatat muncul peristiwa kekerasan di masyarakat yang umumnya sarat kepentingan politik, selain memang karena ketidakpuasan dari masyarakat.
Beberapa catatan atas tindakan represif Orde Baru
Presiden Soeharto dinilai memulai penekanan terhadap suku Tionghoa, melarang penggunaan tulisan Tionghoa tertulis di berbagai material tertulis, dan menutup organisasi Tionghoa karena tuduhan simpati mereka terhadap komunis.
Pada 1970 Soeharto melarang protes pelajar setelah demonstrasi yang meluas melawan korupsi. Sebuah komisi menemukan bahwa korupsi sangat umum. Soeharto menyetujui hanya dua kasus dan kemudian menutup komisi tersebut. Korupsi kemudian menjadi sebuah endemik.
Dia memerintah melalui kontrol militer dan penyensoran media. Dia menguasai finansial dengan memberikan transaksi mudah dan monopoli kepada saudara-saudaranya, termasuk enam anaknya. Dia juga terus memainkan faksi berlainan di militer melawan satu sama lain, dimulai dengan mendukung kelompok Nasionalis dan kemudian mendukung unsur Islam.
Pada 1973 dia memenangkan jangka lima-tahun berikutnya melalui pemilihan "electoral college". Dan juga terpilih kembali pada 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. Dia mengubah UU Pemilu dengan mengizinkan hanya tiga partai yang boleh mengikuti pemilihan, termasuk partainya sendiri, Golkar. Oleh karena itu semua partai Islam yang ada diharuskan bergabung menjadi Partai Persatuan Pembangunan, sementara partai-partai non-Islam (Katolik dan Protestan) serta partai-partai nasionalis digabungkan menjadi Partai Demokrasi Indonesia.
Pada 1975, dengan persetujuan bahkan permintaan Amerika Serikat dan Australia, dia memerintahkan pasukan Indonesia untuk memasuki bekas koloni Portugal Timor Timur setelah Portugal mundur dan gerakan Fretilin memegang kuasa yang menimbulkan kekacauan di masyarakat Timor Timur Sendiri, serta kekhawatiran Amerika Serikat atas tidakan Fretilin yang menurutnya mengundang campur tangan Uni Sovyet. Kemudian pemerintahan pro integrasi dipasang oleh Indonesia meminta wilayah tersebut berintegrasi dengan Indonesia. Pada 15 Juli 1976 Timor Timur menjadi provinsi Timor Timur sampai dia dialihkan ke PBB pada 1999.
1999]
Korupsi menjadi beban berat pada 1980-an. Pada 5 Mei 1980 sebuah kelompok yang kemudian lebih dikenal dengan nama Petisi 50 menuntut kebebasan politik yang lebih besar. Kelompok ini terdiri dari anggota militer, politisi, akademik, dan mahasiswa. Media Indonesia menekan beritanya dan pemerintah mecekal penandatangannya. Setelah pada 1984 kelompok ini menuduh bahwa Soeharto menciptakan negara satu partai, beberapa pemimpinnya dipenjarakan.
Catatan hak asasi manusia Soeharto juga semakin memburuk dari tahun ke tahun. Pada 1993 Komisi HAM PBB membuat resolusi yang mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terhadap pelanggaran hak-hak asasi manusia di Indonesia dan di Timor Timur. Presiden AS Bill Clinton mendukungnya.
Pada 1996 Soeharto berusaha menyingkirkan Megawati Soekarnoputri dari kepemimpinan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), salah satu dari tiga partai resmi. Di bulan Juni, pendukung Megawati menduduki markas besar partai tersebut. Setelah pasukan keamanan menahan mereka, kerusuhan pecah di Jakarta pada tanggal 27 Juli 1996 (peristiwa Sabtu Kelabu) yang dikenal sebagai "Peristiwa Kudatuli" (Kerusuhan Dua Tujuh Juli).
Soeharto turun tahta
Sabtu Kelabu
Pada 1997, menurut Bank Dunia, 20 sampai 30 persen dari dana pengembangan Indonesia telah disalahgunakan selama bertahun-tahun. Krisis finansial Asia di tahun yang sama tidak membawa hal bagus bagi pemerintahan Presiden Soeharto ketika ia dipaksa untuk meminta pinjaman, yang juga berarti pemeriksaan menyeluruh dan mendetail dari IMF.
Mekipun sempat menyatakan untuk tidak dicalonkan kembali sebagai Presideb pada periode 1998-2003, terutama pada acara Golongan Karya, Soeharto tetap memastikan dia terpilih kembali oleh parlemen untuk ketujuh kalinya di Maret 1998. Setelah beberapa demonstrasi, kerusuhan dan tekanan politik dan militer Presiden Soeharto mengundurkan diri 21 Mei 1998, untuk menghindari perpecahan dan meletusnya ketidakstabilan di Indonesia. Pemerintahan dilanjutkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, BJ Habibie.
Lihat pula
- Daftar Presiden Indonesia
Referensi
#Blum, William. Killing Hope: US Military and CIA Interventions Since World War II, Black Rose, 1998, pp. 193-198
#[http://www.namebase.org/kadane.html] Artikel mengenai daftar orang-orang komunis dari CIA
Pranala luar
- [http://www.time.com/time/asia/asia/magazine/1999/990524/cover1.html Artikel di TIME]
kategori:Kelahiran 1921
kategori:Presiden Indonesia
kategori:Politisi Indonesia
ja:スハルト
ms:Suharto
Jenderal BesarJenderal Besar adalah pangkat tertinggi yang dapat dicapai oleh seorang perwira Angkatan Darat Tentara Nasional Indonesia, tetapi pemberian pangkat ini hanya untuk perwira-perwira yang sangat berjasa. Selebihnya, pangkat jenderal (4 bintang) yang biasanya dicapai oleh perwira-perwira tinggi.
Di dalam sejarah TNI Angkatan Darat, hanya terdapat 3 orang yang diberi kehormatan menggunakan pangkat ini atas jasa-jasanya yang besar. Mereka adalah: Jenderal Besar Soedirman, Jenderal Besar A.H. Nasution, dan Jenderal Besar Soeharto.
Kategori:TNI-AD
PurnawirawanPurnawirawan (disingkat Purn.) adalah sebuah gelar untuk para pensiunan tentara yang sudah tidak aktif lagi di dalam kemiliteran.
Kategori:Militer
EREjaan Republik adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak 17 Maret 1947. Ejaan ini juga disebut dengan nama ejaan Soewandi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kala itu.
Ejaan ini mengganti ejaan sebelumnya, yaitu Ejaan Van Ophuijsen yang mulai berlaku sejak tahun 1901.
Perbedaan utama antara ejaan ini dengan ejaan Van Ophuijsen ialah penggantian 'oe' dengan 'u'.
Ejaan Soewandi ini berlaku sampai tahun 1972, di mana ejaan tersebut digantikan oleh Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
kategori:Bahasa Indonesia
KemusukKemusuk adalah sebuah dusun yang terletak di desa/kelurahan Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Indonesia.
Dusun ini merupakan merupakan tempat lahir presiden kedua Indonesia, Soeharto.
kategori:Yogyakarta
YogyakartaDaerah Istimewa Yogyakarta adalah sebuah Daerah Tingkat I yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di sebelah utara.
Daerah Istimewa Yogyakarta
Ngayogyakarta Hadiningrat
|
|
Motto: "Berhati nyaman" kependekan dari "Bersih, Sehat, Indah, dan Nyaman"
| Hari Jadi: | ??? |
| Ibu kota: | Kota Yogyakarta |
| Gubernur: | Sri Sultan Hamengkubuwono X |
Wilayah - Total:
| 3.185,80 km²
|
Daerah Tingkat II - Jumlah:
| 4 Kabupaten dan 1 Kotamadya
|
Penduduk - Total: - Kepadatan: | +/- 4.3640.000 13.687 /km² |
| Suku bangsa: | Jawa, Tionghoa dll. |
| Agama: | Islam, Protestan, Katholik, Hindu, dan Buddha |
| Bahasa: | Bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dll. |
| Zona waktu: | (WIB) |
| Lagu kedaerahan: | Gundhul Gundhul Pacul, Lir Ilir |
|
Daerah Tingkat II
Daftar Gubernur
Lihat pula
- Daftar Provinsi Indonesia
Pranala luar
- [http://www.pemda-diy.go.id Situs resmi]
Kategori:Yogyakarta
ms:Daerah Istimewa Yogyakarta
ja:ジョグジャカルタ
19211921
Peristiwa
Lahir
- Frans Kaisiepo, Wardo - Biak, 10 Oktober
- Martadinata RE, Laksamana laut, Bandung 29 Maret
Wafat
ja:1921年
ko:1921년
ms:1921
simple:1921
th:พ.ศ. 2464
IndonesiaRepublik Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di Asia Tenggara, melintang di katulistiwa antara benua Asia dan Australia serta antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di pulau Kalimantan, berbatasan dengan Papua Nugini di pulau Papua dan berbatasan dengan Timor Timur di pulau Timor.
Sejarah
Artikel utama: Sejarah Indonesia. Lihat juga: Sejarah_Nusantara
Di bawah pengaruh agama Hindu dan Buddha, beberapa kerajaan terbentuk di pulau Sumatra dan Jawa sejak abad ke-7 hingga abad ke-14. Kedatangan pedagang-pedagang Arab dari Gujarat, India kemudian membawa agama Islam yang akhirnya menjadi agama terbesar.
Ketika orang-orang Eropa datang pada awal abad ke-16, mereka menemukan beberapa negara-negara kecil. Negara-negara kecil ini dengan mudah dikuasai oleh orang-orang Eropa tersebut yang ingin mendominasi perdaganan rempah-rempah. Pada abad ke-17, Belanda muncul sebagai yang terkuat di antara negara-negara Eropa lainnya, mengalahkan Britania Raya dan Portugal (kecuali untuk koloni mereka, Timor Timur). Belanda menguasai Indonesia sebagai koloni hingga Perang Dunia II, awalnya melalui VOC, dan kemudian langsung oleh pemerintah Belanda sejak awal abad ke 19.
Di bawah sistem Cultuurstelsel (Sistem penanaman) pada abad ke-19, perkebunan besar dan penanaman paksa dilaksanakan di Jawa, akhirnya menghasilkan keuntungan bagi Belanda yang tidak dapat dihasilkan VOC. Pada masa pemerintahan kolonial yang lebih bebas setelah 1870, sistem ini dihapus. Setelah 1901 pihak Belanda memperkenalkan Kebijakan Beretika, yang termasuk reformasi politik yang terbatas dan investasi yang lebih besar di Hindia-Belanda.
Pada masa Perang Dunia II, sewaktu Belanda dijajah oleh Jerman, Jepang menguasai Indonesia. Setelah mendapatkan Indonesia pada tahun 1942, Jepang melihat bahwa para pejuang Indonesia merupakan rekan perdagangan yang kooperatif dan bersedia mengerahkan prajurit bila diperlukan. Soekarno, Mohammad Hatta, KH. Mas Mansur, dan Ki Hajar Dewantara diberikan penghargaan oleh Kaisar Jepang pada tahun 1943.
Pada Maret 1945 Jepang membentuk sebuah komite untuk kemerdekaan Indonesia; setelah perang Pasifik berakhir pada tahun 1945, di bawah tekanan organisasi pemuda, kelompok pimpinan Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam usaha untuk menguasai kembali Indonesia, Belanda mengirimkan pasukan mereka.
Usaha-usaha berdarah untuk meredam pergerakan kemerdekaan ini kemudian dikenal sebagai 'aksi polisi' (Politionele Actie). Belanda akhirnya menerima hak Indonesia untuk merdeka pada 27 Desember 1949 setelah mendapat tekanan yang kuat dari kalangan internasional, terutamanya Amerika Serikat. Soekarno menjadi presiden pertama Indonesia dengan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden.
Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pemerintah Soekarno mulai mengikuti gerakan non-blok pada awalnya dan kemudian dengan blok sosialis, misalnya Tiongkok dan Yugoslavia. Tahun 1960-an menjadi saksi terjadinya konfrontasi militer terhadap negara tetangga, Malaysia ("Konfrontasi"), dan ketidak puasan terhadap kesulitan ekonomi yang semakin besar. Selanjutnya pada tahun 1965 timbullah pemberontakan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia yang berniat mengganti ideologi nasional berdasarkan faham Sosialis Komunis.
Jenderal Soeharto menjadi presiden pada tahun 1967 dengan alasan untuk mengamankan negara dari ancaman komunisme terhadap Soekarno yang kini sendiri makin melemah. Setelah Soeharto berkuasa, ratusan ribu warga Indonesia yang dicurigai terlibat pihak komunis dibunuh dan keluarganya diusir ke luar negeri. 32 tahun masa kekuasaan Soeharto dinamakan Orde Baru, dibandingkan dengan masa pemerintahan Soekarno yang disebut Orde Lama.
Soeharto berhasil mendatangkan investasi luar negeri yang besar untuk masuk ke Indonesia dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar, meski tidak merata, di Indonesia. Pada awal rezim Orde Baru kebijakan ekomomi Indonesia disusun oleh sekelompok ekonom-ekonom lulusan departemen ekonomi University of California at Berkeley, yang dipanggil "kelompok Berkeley". Namun, Soeharto menambah kekayaannya dan keluarganya melalui praktik korupsi, kolusi dan nepotisme yang meluas dan dia akhirnya dipaksa turun dari jabatannya setelah aksi demonstrasi besar-besaran dan kondisi ekonomi negara yang memburuk pada tahun 1998.
Dari 1998 hingga 2001, Indonesia mempunyai tiga presiden: Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri. Pada tahun 2004 pemilu satu hari terbesar di dunia diadakan dan dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono.
Indonesia kini sedang mengalami masalah-masalah ekonomi, politik dan pertikaian bernuansa agama di dalam negeri, dan beberapa daerah sedang berusaha untuk mendapatkan kemerdekaan, yaitu Aceh dan Papua. Timor Timur mendapatkan kemerdekaan pada tahun 2002 setelah 24 tahun dikuasai Indonesia dan 3 tahun di bawah administrasi PBB.
Pada Desember 2004 dan Maret 2005, Aceh dan Nias dilanda dua gempa bumi besar yang totalnya menewaskan ratusan ribu jiwa. Lihat Gempa bumi Samudra Hindia 2004 dan Gempa bumi Sumatra Maret 2005.
Politik
Artikel utama: Politik di Indonesia
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR/DPR) semula adalah lembaga tertinggi negara. Kedudukan MPR sebagai lembaga tinggi negara setelah Amandeman UUD 1945 pada periode 1999-2004. Seluruh anggota DPR adalah anggota MPR ditambah anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah). Sebelumnya konstitusi UUD 1945, anggota MPR adalah seluruh anggota DPR ditambah utusan golongan. MPR saat ini diketuai oleh Hidayat Nur Wahid. Anggota MPR terdiri dari 550 anggota DPR yang diketuai oleh Agung Laksono dan dilantik untuk masa jabatan lima tahun. Terdapat 128 anggota DPD yang diketuai oleh Ginandjar Kartasasmita. Sejak 2004, MPR adalah sebuah parlemen bikameral, setelah terciptanya DPD sebagai kamar kedua.
Provinsi
Lihat pula: Daftar Provinsi Indonesia
Indonesia saat ini memiliki 33 provinsi (termasuk 2 Daerah Istimewa (DI) dan satu Daerah Khusus Ibukota (DKI). Kedua DI tersebut adalah Aceh dan Yogyakarta sedangkan Daerah Khusus Ibukotanya adalah Jakarta.
Geografi
Artikel utama: Geografi Indonesia
Geografi Indonesia
Indonesia memiliki 18.000 lebih pulau (sekitar 6000 tidak berpenghuni) yang menyebar sekitar katulistiwa, memberikan cuaca tropis. Pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, di mana setengah populasi Indonesia hidup. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya.
Lokasi Indonesia juga terletak di lempeng tektonik yang berarti Indonesia sering terkena gempa bumi dan juga menimbulkan tsunami. Indonesia juga banyak memiliki gunung berapi, salah satu yang sangat terkenal adalah gunung Krakatau, terletak antara pulau Sumatra dan Jawa.
Lihat juga: Peta Asia
Zamrud katulistiwa yang dimiliki Indonesia menjadi kebanggan bersama dengan jajaran pulau dan kekayaan alam yang masih terpendam.
Ekonomi
Artikel utama: Ekonomi Indonesia.
Ekonomi Indonesia.]]
Ekonomi Indonesia mengalami kemunduran pada akhir tahun 1990-an akibat krisis ekonomi yang melanda sebagian besar Asia pada saat itu. Ekonominya kini telah lumayan stabil saat ini.
Indonesia mempunyai sumber daya alam yang besar di luar Jawa, termasuk minyak mentah, gas alam, timah, tembaga dan emas. Indonesia adalah pengekspor gas alam terbesar kedua di dunia, meski akhir-akhir ini ia telah mulai menjadi pengimpor bersih minyak mentah. Hasil pertanian yang utama termasuk beras, teh, kopi, rempah-rempah dan karet.
Rekan perdagangan terbesar Indonesia adalah Jepang, Amerika Serikat dan negara-negara tetangganya yaitu Malaysia, Singapura dan Australia.
Meski kaya akan sumber daya alam dan manusia, Indonesia masih menghadapi masalah besar dalam bidang kemiskinan yang sebagian besar disebabkan korupsi yang merajalela dalam pemerintah.
Bank sentral Indonesia adalah Bank Indonesia.
Demografi
Artikel utama: Demografi Indonesia
Penduduk Indonesia dapat dibagi secara kasar kepada dua kelompok. Di bagian barat Indonesia penduduknya kebanyakan adalah suku Melayu sementara di timur adalah suku Papua, yang mempunyai akar di kepulauan Melanesia. Banyak penduduk Indonesia yang menyatakan dirinya sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih spesifik, yang dibagi menurut bahasa dan asal daerah, misalnya Jawa, Sunda atau Batak.
Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 88,2% penduduk Indonesia, yang menjadikan Indonesia negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Sisanya beragama Protestan (5,9%), Katolik (3%), Hindu (1,8%), Buddha (0,8%), dan lain-lain (0,3%).
Kebanyakan penduduk Indonesia bertutur dalam sebuah bahasa daerah sebagai bahasa ibu, namun bahasa resmi Indonesia, bahasa Indonesia, diajarkan di seluruh sekolah-sekolah di negara ini dan dikuasai oleh hampir seluruh penduduk Indonesia.
Budaya
Artikel utama: Budaya Indonesia
Jenis kesenian di Indonesia banyak dipengaruhi oleh beberapa kebudayaan. Tari Jawa dan Bali yang terkenal, misalnya, berisi aspek-aspek kebudayaan dan mitologi Hindu.
Hindu
Selain itu yang cukup terkenal di dunia adalah wayang kulit yang menampilkan kisah-kisah tentang kejadian mitologis. Beberapa daerah terkenal akan kain batiknya.
Pencak silat adalah seni bela diri yang unik yang berasal dari wilayah ini.
Peringkat internasional
- Transparency International: [http://www.transparency.org/cpi/2005/2005.10.18.cpi.en.html#cpi Indeks Persepsi Korupsi 2005], peringkat 137 dari 159 negara (IPK: 2,2)
- Reporters sans frontieres: [http://www.rsf.org/rubrique.php3?id_rubrique=554 Indeks kebebasan pers dunia 2005], peringkat 102 dari 167 negara (26,00 poin)
- UNDP: [http://hdr.undp.org/reports/global/2005/ Indeks Perkembangan Manusia], peringkat 110 dari 177 negara (0,697 poin)
- The Economist: [http://www.economist.com/theworldin/international/displayStory.cfm?story_id=3372495&d=2005 Indeks taraf hidup dunia 2005], peringkat 71 dari 111 negara (5,81 poin)
Lihat pula
- Daftar Penguasa Hindia-Belanda
- Daftar Presiden Indonesia - Daftar Wakil Presiden Indonesia
- Daftar Provinsi Indonesia
- Daftar Kabupaten dan Kotamadya Indonesia
- Daftar Pulau-Pulau Indonesia
- Daftar Nomor Polisi Pelat Kendaraan Bermotor
- Daftar Tanda Penghargaan Indonesia
- Polri
- Tentara Nasional Indonesia
- Daftar Bandar Udara di Indonesia
- Hari Penting di Indonesia
- Daftar Negara-Negara di Dunia
- Indonesia dari A sampai Z
Pranala luar
- [http://www.indonesia.go.id Situs Web Resmi Pemerintah R.I.]
- [http://www.info-ri.com/ Info-RI - Portal Informasi Nasional]
- [http://www.antara.co.id Kantor Berita Antara]
- [http://www.tvri.co.id/ Televisi Republik Indonesia (TVRI)]
- [http://www.rri-online.com/ Radio Republik Indonesia (RRI)]
- [http://www.aseannewsnetwork.com/indonesia.html Berita Indonesia]
- [http://www.deplu.go.id/2003/process/language.php?lang=bahasa%20indonesia Daftar konsulat dan kedutaan Indonesia di mancanegara (di situs Departemen Luar Negeri)] (klik "Kedutaan & Konsulat" di halaman yang tersambung)
- [http://www.wirantaprawira.de/links/government.htm Daftar situs lembaga pemerintah Indonesia]
- [http://www.bisnis.com/ Harian Bisnis Indonesia]
kategori:Indonesia
ja:インドネシア
ko:인도네시아
ms:Indonesia
simple:Indonesia
th:ประเทศอินโดนีเซีย
zh-min-nan:Ìn-nî
SupersemarSurat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) adalah surat perintah yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia Soekarno pada tanggal 11 Maret 1966.
Surat ini berisi perintah yang menginstruksikan Soeharto, selaku Panglima Komando Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengatasi situasi keamanan yang buruk pada saat itu.
Isi Supersemar
Berikut adalah cuplikan Supersemar:
----
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
SURAT PERINTAH
:I. Mengingat:
::1.1. Tingkatan Revolusi sekarang ini, serta keadaan politik baik nasional maupun Internasional
::1.2. Perintah Harian Panglima Tertinggi Angkatan Bersendjata/Presiden/Panglima Besar Revolusi pada tanggal 8 Maret 1966
:II. Menimbang:
::2.1. Perlu adanja ketenangan dan kestabilan Pemerintahan dan djalannja Revolusi.
::2.2. Perlu adanja djaminan keutuhan Pemimpin Besar Revolusi, ABRI dan Rakjat untuk memelihara kepemimpinan dan kewibawaan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi serta segala adjaran-adjarannja
:III. Memutuskan/Memerintahkan:
::Kepada: LETNAN DJENDERAL SOEHARTO, MENTERI PANGLIMA ANGKATAN DARAT
::Untuk: Atas nama Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi:
::1. Mengambil segala tindakan jang dianggap perlu, untuk terdjaminnja keamanan dan ketenangan serta kestabilan djalannja Pemerintahan dan djalannja Revolusi, serta mendjamin keselamatan pribadi dan kewibawaan Pimpinan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimin Besar revolusi/mandataris M.P.R.S. demi untuk keutuhan Bangsa dan Negara Republik Indonesia, dan melaksanakan dengan pasti segala adjaran Pemimpin Besar Revolusi.
::2. Mengadakan koordinasi pelaksanaan perintah dengan Panglima-Panglima Angkatan-Angkatan lain dengan sebaik-baiknja.
::3. Supaya melaporkan segala sesuatu jang bersangkuta-paut dalam tugas dan tanggung-djawabnja seperti tersebut diatas.
:IV. Selesai.
:Djakarta, 11 Maret 1966
:PRESIDEN/PANGLIMA TERTINGGI/PEMIMPIN BESAR REVOLUSI/MANDATARIS M.P.R.S.
:SOEKARNO
----
Surat Perintah Sebelas Maret ini adalah versi yang dikeluarkan dari Markas Besar Angkatan Darat (AD) yang juga tercatat dalam buku-buku sejarah. Sebagian kalangan sejarawan Indonesia mengatakan bahwa terdapat berbagai versi Supersemar sehingga masih ditelusuri naskah supersemar yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno di Istana Bogor.
Keluarnya Supersemar
Menurut versi resmi, awalnya keluarnya supersemar terjadi ketika pada tanggal 11 Maret 1966, Presiden Soekarno mengadakan sidang pelantikan Kabinet Dwikora yang disempurnakan yang dikenal dengan nama "kabinet 100 menteri". Pada saat sidang dimulai, Brigadir Jendral Sabur sebagai panglima pasukan pengawal presiden' Tjakrabirawa melaporkan bahwa banyak "pasukan liar" atau "pasukan tak dikenal" yang belakangan diketahui adalah Pasukan Kostrad dibawah pimpinan Mayor Jendral Kemal Idris yang bertugas menahan orang-orang yang berada di Kabinet yang diduga terlibat G-30-S di antaranya adalah Wakil Perdana Menteri I Soebandrio.
Berdasarkan laporan tersebut, Presiden bersama Wakil perdana Menteri I Soebandrio dan Wakil Perdana Menteri III Chaerul Saleh berangkat ke Bogor dengan helikopter yang sudah disiapkan. Sementara Sidang akhirnya ditutup oleh Wakil Perdana Menteri II Dr.J. Leimena yang kemudian menyusul ke Bogor.
Situasi ini dilaporkan kepada Mayor Jendral Soeharto (yang kemudian menjadi Presiden menggantikan Soekarno) yang pada saat itu selaku Panglima Angkatan Darat menggantikan Letnan Jendral Ahmad Yani yang gugur akibat peristiwa G-30-S/PKI itu. Mayor Jendral (Mayjend) Soeharto saat itu tidak menghadiri sidang kabinet karena sakit. (Sebagian kalangan menilai ketidakhadiran Soeharto dalam sidang kabinet dianggap sebagai sekenario Soeharto untuk menunggu situasi. Sebab dianggap sebagai sebuah kejanggalan).
Mayor Jendral Soeharto mengutus tiga orang perwira tinggi (AD) ke Bogor untuk menemui Presiden Soekarno di Istana Bogor yakni Brigadir Jendral M. Jusuf, Brigadir Jendral Amirmachmud dan Brigadir Jendral Basuki Rahmat. Setibanya di Istana Bogor, pada malam hari, terjadi pembicaraan antara tiga perwira tinggi AD dengan Presiden Soekarno mengenai situasi yang terjadi dan ketiga perwira tersebut menyatakan bahwa Mayjend Soeharto mampu menendalikan situasi dan memulihkan keamanan bila diberikan surat tugas atau surat kuasa yang memberikan kewenangan kepadanya untuk mengambil tindakan. Menurut Jendral (purn) M Jusuf, pembicaraan dengan Presiden Soekarno hingga pukul 20.30 malam.
Presiden Soekarno setuju untuk itu dan dibuatlah surat perintah yang dikenal sebagai Surat Perintah Sebelas Maret yang populer dikenal sebagai Supersemar yang ditujukan kepada Mayjend Soeharto selaku panglima Angkatan Darat untuk mengambil tindakan yang perlu untuk memulihkan keamanan dan ketertiban.
Surat Supersemar tersebut tiba di Jakarta pada tanggal 12 Maret 1966 pukul pukul 01.00 waktu setempat yang dibawa oleh Sekretaris Markas Besar AD Brigjen Budiono. Hal tersebut berdasarkan penuturan Sudharmono, dimana saat itu ia menerima telpon dari Mayjend Sutjipto, Ketua G-5 KOTI, 11 Maret 1966 sekitar pukul 10 malam. Sutjipto meminta agar konsep tentang pembubaran PKI disiapkan dan harus selesai malam itu juga. Permintaan itu atas perintah Pangkopkamtib yang dijabat oleh Mayjend Soeharto. Bahkan Sudharmono sempat berdebat dengan Moerdiono mengenai dasar hukum teks tersebut sampai surat Supersemar itu tiba.
Beberapa Kontroversi tentang Supersemar
- Menurut penuturan salah satu dari ketiga perwira tinggi AD yang akhirnya menerima surat itu, ketika mereka membaca kembali surat itu dalam perjalanan kembali ke Jakarta, salah seorang perwira tinggi yang kemudian membacanya berkomentar "Lho ini khan perpindahan kekuasaan". Tidak jelas kemudian naskah asli Supersemar karena beberapa tahun kemudian naskah asli surat ini dinyatakan hilang dan tidak jelas hilangnya surat ini oleh siapa dan dimana karena pelaku sejarah peristiwa "lahirnya Supersemar" ini sudah meninggal dunia. Belakangan, keluarga M. Jusuf mengatakan bahwa naskah Supersemar itu ada pada dokumen pribadi M. Jusuf yang disimpan dalam sebuah bank.
- Menurut kesaksian salah satu pengawal kepresidenan di Istana Bogor, Letnan Satu (lettu) Sukardjo Wilardjito, ketika pengakuannya ditulis di berbagai media massa setelah Reformasi 1998 yang juga menandakan berakhirnya Orde Baru dan pemerintahan Presiden Soeharto. Dia menyatakan bahwa perwira tinggi yang hadir ke Istana Bogor pada malam hari tanggal 11 Maret 1966 pukul 01.00 dinihari waktu setempat bukan tiga perwira melainkan empat orang perwira yakni ikutnya Brigadir jendral (Brigjen) M. Panggabean. Bahkan pada saat peristiwa Supersemar Brigjen M. Jusuf membawa map berlogo Markas Besar AD berwarna merah jambu serta Brigjen M. Pangabean dan Brigjen Basuki Rahmat menodongkan pistol kearah Presiden Soekarno dan memaksa agar Presiden Soekarno menandatangani surat itu yang menurutnya itulah Surat Perintah Sebelas Maret yang tidak jelas apa isinya. Lettu Sukardjo yang saat itu bertugas mengawal presiden, juga membalas menodongkan pistol ke arah para jenderal namun Presiden Soekarno memerintahkan Soekardjo untuk menurunkan pistolnya dan menyarungkannya. Menurutnya, Presiden kemudian menandatangani surat itu, dan setelah menandatangani, Presiden Soekarno berpesan kalau situasi sudah pulih, mandat itu harus segera dikembalikan. Pertemuan bubar dan ketika keempat perwira tinggi itu kembali ke Jakarta. Presiden Soekarno mengatakan kepada Soekardjo bahwa ia harus keluar dari istana. “Saya harus keluar dari istana, dan kamu harus hati-hati,” ujarnya menirukan pesan Presiden Soekarno. Tidak lama kemudian (sekitar berselang 30 menit) Istana Bogor sudah diduduki pasukan dari RPKAD dan Kostrad, Lettu Sukardjo dan rekan-rekan pengawalnya dilucuti kemudian ditangkap dan ditahan di sebuah Rumah Tahanan Militer dan diberhentikan dari dinas militer. Beberapa kalangan meragukan kesaksian Soekardjo Wilardjito itu, bahkan salah satu pelaku sejarah supersemar itu, Jendral (Purn) M. Jusuf, serta Jendral (purn) M Panggabean membantah peristiwa itu.
- Menurut Kesaksian A.M. Hanafi dalam bukunya "A.M Hanafi Menggugat Kudeta Soeharto", seorang mantan duta besar Indonesia di Kuba yang dipecat sera tidak konstitusional oleh Soeharto. Dia membantah kesaksian Letnan Satu Sukardjo Wilardjito yang mengatakan bahwa adanya kehadiran Jendral M. Panggabean ke Istana Bogor bersama tiga jendral lainnya (Amirmachmud, M. Jusuf dan Basuki Rahmat) pada tanggal 11 Maret 1966 dinihari yang menodongkan senjata terhadap Presiden Soekarno. Menurutnya, pada saat itu, Presiden Soekarno menginap di Istana Merdeka, Jakarta untuk keperluan sidang kabinet pada pagi harinya. Demikian pula semua menteri-menteri atau sebagian besar dari menteri sudah menginap diistana untuk menghindari kalau datang baru besoknya, demonstrasi-demonstrasi yang sudah berjubel di Jakarta. A.M Hanafi Sendiri hadir pada sidang itu bersama Wakil Perdana Menteri (Waperdam) Chairul Saleh. Menurut tulisannya dalam bukunya tersebut, ketiga jendral itu tadi mereka inilah yang pergi ke Istana Bogor, menemui Presiden Soekarno yang berangkat kesana terlebih dahulu. Dan menurutnya mereka bertolak dari istana yang sebelumnya, dari istana merdeka Amir Machmud menelepon kepada Komisaris Besar Soemirat, pengawal pribadi Presiden Soekarno di Bogor, minta ijin untuk datang ke Bogor. Dan semua itu ada saksinya-saksinya. Ketiga jendral ini rupanya sudah membawa satu teks, yang disebut sekarang Supersemar. Di sanalah Bung Karno, tetapi tidak ditodong, sebab mereka datang baik-baik. Tetapi di luar istana sudah di kelilingi demonstrasi-demonstrasi dan tank-tank ada di luar jalanan istana. Mengingat situasi yang sedemikian rupa, rupanya Bung Karno menandatangani surat itu. Jadi A.M Hanafi menyatakan, sepengetahuan dia, sebab dia tidak hadir di Bogor tetapi berada di Istana Merdeka bersama dengan menteri-menteri lain. Jadi yangdatang ke Istana Bogor tidak ada Jendral Panggabean. Bapak Panggabean, yang pada waktu itu menjabat sebagai Menhankam, tidak hadir.
- Tentang pengetik Supersemar. Siapa sebenarnya yang mengetik surat tersebut, masih tidak jelas. Ada beberapa orang yang mengaku mengetik surat itu, antara lain Letkol (Purn) TNI-AD Ali Ebram,saat itu sebagai staf Asisten I Intelijen Resimen Tjakrabirawa.
- Kesaksian yang disampaikan kepada sejarawan asing, Ben Anderson, oleh seorang tentara yang pernah bertugas di Istana Bogor. Tentara tersebut mengemukakan bahwa Supersemar diketik di atas surat yang berkop Markas besar Angkatan Darat, bukan di atas kertas berkop kepresidenan. Inilah yang menurut Ben menjadi alasan mengapa Supersemar hilang atau sengaja dihilangkan.
Berbagai usaha pernah dilakukan Arsip Nasional untuk mendapatkan kejelasan mengenai surat ini. Bahkan, lembaga ini berkali-kali meminta kepada Jendral (purn) M. Jusuf saksi terakhir hingga akhir hayatnya ( 8 September 2004, agar bersedia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, namun selalu gagal. Lembaga ini juga sempat meminta bantuan Muladi yang ketika itu menjabat Mensesneg, Jusuf Kalla, M. Saelan, bahkan meminta DPR untuk memanggil M. Jusuf. Sampai sekarang, usaha Arsip Nasional itu tidak pernah terwujud. Saksi kunci lainnya, adalah mantan presiden Soeharto. Namun, penyakit stroke yang pernah dideritanya pada usia lanjut saat ini, membuat mantan presiden Soeharto kesulitan bila mengingat kembali peristiwa lampau.
Dengan kesimpangsiuran Supersemar itu, kalangan sejarawan dan hukum Indonesia mengatakan bahwa peristiwa G-30-S/PKI dan Supersemar adalah salah satu dari sekian sejarah Indonesia yang masih gelap.
kategori:Sejarah Indonesia
19671967
Peristiwa
- 10 Januari; Undang-undang Penanaman Modal Asing di Indonesia dicanangkan
- 22 Februari; Sidang Istimewa MPRS, menghasilkan ketetapan MPRS No. XXXIII/1967 tentang pencabutan kekuasaan pemerintahan negara dari presiden Sukarno dan menyerahkannya kepada Mandataris MPRS
- 26 Februari; Dewan Dakwah Islamiah Indonesia (DDII) didirikan di Jakarta
- 12 Maret; Pelantikan Suharto menjadi pejabat presiden Republik Indonesia
Lahir
Wafat
ja:1967年
ko:1967년
ms:1967
simple:1967
th:พ.ศ. 2510
MPRMajelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) adalah salah satu lembaga negara Republik Indonesia. Dalam sejarahnya MPR pernah menjadi lembaga tertinggi negara, berdasarkan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945. Namun, setelah perubahan UUD 1945, sekarang ini MPR bukan lagi lembaga tertinggi negara, melainkan suatu lembaga tinggi negara yang anggotanya terdiri dari gabungan dua anggota lembaga lain, DPR dan DPD.
MPR sebagai lembaga tertinggi negara dulunya bertemu setiap lima tahun sekali untuk memilih presiden, namun sejak tahun 2004, MPR tidak lagi memilih presiden. Seiring dengan perubahan UUD 1945 yang merubah posisi MPR menjadi lembaga tinggi negara, Presiden kini dipilih langsung oleh rakyat dalam pemilu.
Ketua MPR saat ini adalah Hidayat Nur Wahid.
Lihat pula
- Parlemen
- DPR
- Presiden
Pranala luar
- http://www.mpr.go.id/
kategori:MPR
19731973
Peristiwa
-
Lahir
-
Wafat
-
als:1973
ja:1973年
ko:1973년
ms:1973
simple:1973
th:พ.ศ. 2516
1983
Tahun ke-1983 Masehi dalam kalender Gregorian.
Peristiwa
- 16 Februari - Kebakaran semak Rabu Abu di Victoria dan South Australia mengklaim 71 jiwa dalam kebakaran terburuk Australia
- 1 Maret - Swatch memperkenalkan jam pertamanya
- 18 Juni - Astronot Sally K. Ride menjadi wanita Amerika Serikat pertama di luar angkasa setelah dia dan empat rekannya meluncur menggunakan Challenger
- 1 September - Pesawat Korean Air Penerbangan 7, ditembak pesawat tempur Uni Soviet lepas pantai Sakhalin. Korban jiwa sebesar 269
- 15 September - Perdana Menteri Israel Menachem Begin mengundurkan diri
- 19 September - Saint Kitts dan Nevis merdeka dari Britania Raya
- 30 Oktober - Pemilu demokratis pertama diadakan di Argentina setelah kekuasaan militer selama tujuh tahun
Tanggal tidak diketahui pasti
- Perusahaan otomotif Malaysia, Proton, didirikan.
Kelahiran
- 2 Juli - Michelle Branch, penyanyi AS
- 16 Agustus - Bhumi Jensen, cucu raja Kamboja, Bhumibol Adulyadej (w. 2004)
- 31 Desember - Mariana Renata, aktris Indonesia
Kematian
- 3 Maret - Hergé, komikus Belgia (Tintin) (l. 1907)
- 1 Juli - Buckminster Fuller, perancang, penulis AS (l. 1895)
- 10 September - Felix Bloch, fisikawan AS, peraih Penghargaan Nobel dalam Fisika (l. 1905)
- 24 September - Mohamad Roem, diplomat Indonesia (l. 1908)
- 25 September - Raja Léopold III dari Belgia (l. 1901)
- 19 Oktober - Maurice Bishop, Perdana Menteri Grenada (l. 1944)
Lihat pula
- Abad ke-20
Kategori:1980-an
als:1983
ja:1983年
ko:1983년
ms:1983
simple:1983
th:พ.ศ. 2526
19881988
Peristiwa
-
Wafat
-
als:1988
ja:1988年
ko:1988년
ms:1988
simple:1988
th:พ.ศ. 2531
19981998
Peristiwa
- Kondisi ekonomi Indonesia hancur lebur, kurs rupiah dari sekitar Rp. 2000 per 1 US dollar turun menjadi Rp. 17.000 per 1 US dollar
- Ribuan mahasiswa menguasai gedung DPR-RI menuntut Presiden Suharto mundur
- Kerusuhan massa di Jakarta dan merebak kebeberapa daerah di Indonesia
- 21 Mei; Suharto menyatakan mundur dari jabatannya sebagai presiden, digantikan oleh BJ Habibie
Lahir
Wafat
- Insiden Trisakti menewaskan 4 orang mahasiswa
als:1998
ja:1998年
ko:1998년
ms:1998
simple:1998
th:พ.ศ. 2541
21 Mei21 Mei adalah hari ke-141 (hari ke-142 dalam tahun kabisat) dalam kalender Gregorian.
Peristiwa
- 1998 - Presiden Soeharto mengundurkan diri dan Wakil Presiden BJ Habibie diambil sumpah sebagai Presiden.
Kelahiran
Meninggal
Hari besar dan peringatan
----
20 Mei - - 22 Mei - Kalender Peristiwa
category:Kalender Peristiwa
ja:5月21日
ko:5월 21일
ms:21 Mei
simple:May 21
th:21 พฤษภาคม
Kerusuhan Mei 1998Kerusuhan Mei 1998 adalah kerusuhan yang terjadi di Indonesia pada 13 Mei - 15 Mei 1998, khususnya di ibukota Jakarta namun juga terjadi di beberapa daerah lain. Kerusuhan ini diawali oleh krisis finansial Asia dan dipicu oleh tragedi Trisakti.
Pada kerusuhan ini banyak toko-toko dan perusahaan-perusahaan dihancurkan oleh amuk massa - terutama perusahaan-perusahaan yang dianggap ada hubungannya dengan keluarga Soeharto dan konco-konconya - dirusak secara membabi-buta oleh massa yang mengamuk. Selain itu banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa juga menjadi sasaran amuk massa, terutama di Jakarta dan Surakarta. Sampai saat ini belum begitu jelas siapa yang menunggangi mereka.
Amuk massa ini membuat para pemilik toko di kedua kota tersebut ketakutan dan menulisi muka toko mereka dengan tulisan "Milik pribumi" atau "Pro Reformasi". Hal yang memalukan ini mengingatkan kita kepada peristiwa Kristallnacht di Jerman pada tahun 1938 yang menjadi titik awal penganiayaan terhadap orang-orang Yahudi dan berpuncak pada pembunuhan massal atas mereka di hampir seluruh benua Eropa oleh pemerintahan Nazi Jerman.
Sebab dan alasan kerusuhan ini masih banyak diliputi ketidakjelasan dan kontroversi sampai hari ini. Namun demikian umumnya orang setuju bahwa peristiwa ini merupakan sebuah lembaran hitam sejarah Indonesia.
Pengusutan dan penyelidikan
Tidak lama setelah kejadian berakhir dibentuklah Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk menyelidiki masalah ini. TGPF ini mengeluarkan sebuah laporan yang dikenal dengan "Laporan TGPF" [http://semanggipeduli.com/tgpf/laporan.html].
Pada 2004 Komnas HAM mempertanyakan kasus ini kepada Kejaksaan Agung namun sampai 1 Maret 2004 belum menerima tanggapan dari Kejaksaan Agung [http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2004/03/01/brk,20040301-26,id.html].
Pranala luar
- http://semanggipeduli.com/Sejarah/frame/kerusuhan.html
- [http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2004/03/01/brk,20040301-26,id.html Komnas HAM pertanyakan Kasus Mei 1998 di Tempo Interaktif]
Kategori:Kerusuhan
Kategori:Lembaran hitam dalam sejarah Indonesia
Kategori:Sejarah Indonesia
Kategori:1998
Ibu Tien
Raden Ayu Siti Hartinah (Surakarta (Desa Jaten), 23 Agustus 1923–Jakarta, 26 April 1996) adalah istri presiden Indonesia kedua, Jenderal Purnawirawan Soeharto. Nama panggilan ibu Siti Hartinah adalah Ibu "Tien". Ibu Tien lahir dari pasangan KPH Soemohardjoo dan Raden Ayu Hatmanti Soemohardjo.
Ibu Tien yang masih berdarah ningrat ini merupakan canggah Pangeran Mangkunagara III.
Ibu Tien menikah dengan bapak Soeharto pada tanggal 26 Desember 1947 di Surakarta.
Selain itu ibu Tien juga merupakan seorang pahlawati/pahlawan nasional R.I.
Ibu Tien dimakamkan di Astana Giri Bangun, Jawa Tengah.
Pranala luar
- [http://www.soehartoreview.com/ibutien/biografi/index.shtml Situs Web Resmi]
- [http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/s/siti-hartinah-soeharto/index.shtml Ibu Tien di Tokoh Indonesia]
Hartinah
Hartinah
Hartinah
Hartinah
Siti Hardijanti Rukmana
Siti Hardijanti Rukmana, atau sering dikenal juga dengan nama Mbak Tutut, adalah putri pertama Presiden RI kedua, Soeharto. Lahir pada tanggal 23 Januari, hari ulang tahunnya sama dengan Presiden RI Megawati Soekarnoputri, yang juga putri Presiden RI pertama, Soekarno.
Ia menikah dengan Indra Rukmana.
Mbak Tutut pernah menjabat sebagai Menteri Sosial pada Kabinet Pembangunan VII yang merupakan kabinet pemerintahan Soeharto yang terakhir. Ia juga mejadi calon presiden dan juru kampanye Partai Karya Peduli Bangsa yang turut serta dalam Pemilu 2004. Partai ini didukung oleh mantan pejabat-pejabat Orde Baru yang dikenal sangat dekat dengan Soeharto, seperti Jenderal (Purn.) Hartono.
Disamping sebagai politikus, Mbak Tutut juga dikenal sebagai pengusaha dan menjadi ketua maupun pelindung berbagai organisasi.
KemusukKemusuk adalah sebuah dusun yang terletak di desa/kelurahan Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Indonesia.
Dusun ini merupakan merupakan tempat lahir presiden kedua Indonesia, Soeharto.
kategori:Yogyakarta
YogyakartaDaerah Istimewa Yogyakarta adalah sebuah Daerah Tingkat I yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di sebelah utara.
Daerah Istimewa Yogyakarta
Ngayogyakarta Hadiningrat
|
|
Motto: "Berhati nyaman" kependekan dari "Bersih, Sehat, Indah, dan Nyaman"
| Hari Jadi: | ??? |
| Ibu kota: | Kota Yogyakarta |
| Gubernur: | Sri Sultan Hamengkubuwono X |
Wilayah - Total:
| 3.185,80 km²
|
Daerah Tingkat II - Jumlah:
| 4 Kabupaten dan 1 Kotamadya
|
Penduduk - Total: - Kepadatan: | +/- 4.3640.000 13.687 /km² |
| Suku bangsa: | Jawa, Tionghoa dll. |
| Agama: | Islam, Protestan, Katholik, Hindu, dan Buddha |
| Bahasa: | Bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dll. |
| Zona waktu: | (WIB) |
| Lagu kedaerahan: | Gundhul Gundhul Pacul, Lir Ilir |
|
Daerah Tingkat II
Daftar Gubernur
Lihat pula
- Daftar Provinsi Indonesia
Pranala luar
- [http://www.pemda-diy.go.id Situs resmi]
Kategori:Yogyakarta
ms:Daerah Istimewa Yogyakarta
ja:ジョグジャカルタ
Belanda
Belanda, dalam bahasa Belanda, Koninkrijk der Nederlanden yang secara harafiah berarti "Kerajaan Tanah-Tanah Rendah", adalah sebuah negara di barat laut Eropa. Di sebelah timur negara ini berbatasan dengan Jerman, di sebelah selatan dengan Belgia dan di sebelah barat, di seberang Laut Utara dengan Inggris.
Kata Belanda dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Portugis, Holanda -> "olanda" -> "wolanda" -> "bolanda" -> "Belanda".
Belanda adalah salah satu negara yang pernah menguasai Indonesia dan baru mengakui kedaulatan Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949, namun sekarang mengakui Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945.
Belanda merupakan salah satu negara yang paling padat di dunia dan kebanyakan tanahnya berada di bawah permukaan laut. Belanda juga terkenal dengan dijk (tanggul), kincir angin, terompa kayu, tulip dan sifat terbuka masyarakatnya. Sifat liberalnya menjadi sebutan masyarakat internasional. Belanda juga menjadi pangkalan Mahkamah Pengadilan Internasional, atau sering kali disebut Den Haag (The Hague dalam bahasa Inggris). Amsterdam merupakan ibu kota Belanda dan Den Haag pusat administrasi Belanda dan kediaman Ratu Belanda.
Sejarah
Untuk artikel lebih lanjut, lihat: Sejarah Belanda
Di bawah pemerintahan Karel V (kaisar Romawi Suci dan raja Spanyol) kawasan ini (yaitu Belanda hari ini) merupakan salah satu dari 17 daerah Belanda, yaitu daerah yang meliputi sebagian besar kawasan yang dikenal hari ini sebagai Belgia, Luxemburg dan Utara Perancis. Selepas mendapat kemerdekaan dari Phillip II (anak lelaki Karel V) pada 1648, Belanda menjadi sebuah negara republik yang dinamakan Republik Tujuh Belanda Bersatu (Republiek der Zeven Provinciën). Republik ini menjadi penguasa ekonomi dan penjelajah laut yang mahir pada abad ke 17. Zaman ini dikenal sebagai Zaman Keemasan Belanda. Antara perusahaan-perusahaan internasional yang berawal di sini termasuk VOC.
Belanda masuk ke dalam kekaisaran Perancis oleh Napoleon Bonaparte, yang kemudian dibebaskan selepas kekalahannya. Selepas itu, kerajaan Belanda didirikan pada 1815 dengan meliputi kawasan yang dikenali pada hari ini sebagai Belgia dan Luxemburg. Belgia mendapat kemerdekaan pada 1830, sedangkan Luxemburg berpisah selepas kematian Raja Willem III. Pada abad ke 19, Belanda sudah menjadi sebuah negara industri yang sebanding dengan negara negara tetangganya.
Belanda bersifat netral semasa Perang Dunia I. Belanda ditaklukkan oleh Nazi pada Mei 1940, tetapi dibebaskan setelah 1945. Selepas perang, ekonomi Belanda menjadi semakin maju dengan Belanda menjadi anggota ekonomi Benelux dan Masyarakat Ekonomi Eropa. Belanda juga menjadi anggota NATO.
Belanda merupakan negara perintis Uni Eropa saat pendirian organisasi itu pada 1992.
Daerah
Untuk rencana lanjutan, lihat Daftar Provinsi Belanda
Belanda dibagi kepada 12 kawasan administrasi yang dinamai provinsi atau dalam bahasa setempat provincies.
- Groningen
- Friesland/Fryslân
- Drenthe
- Overijssel
- Flevoland
- Gelderland
- Utrecht
- Noord-Holland (Holland Utara)
- Zuid-Holland (Holland Selatan)
- Zeeland
- Noord-Brabant (Brabant Utara)
- Limburg
Setiap daerah terbagi atas kota-kota (gemeenten). Ada beberapa pulau di Karibia berada di bawah pemerintahan Belanda yaitu Nederlandse Antillen, sekelompok lima pulau, dan Aruba yang dahulunya berada di dalam Antilles tersebut.
Geografi
Untuk rencana lanjutan, lihat Geografi Belanda
Salah satu bentuk muka yang menarik di Belanda ialah permukaan tanahnya sangat rata. Hampir separuh daripada negara Belanda berada kurang 1 meter dpl. Permukaan tertinggi ialah Vaalserberg pada ketinggian 321 m. Banyak tanah rendah dikawal oleh dijk dan dinding laut. Sebagian kawasan di Belanda, misalnya daerah Flevoland, mesti direklamasi. Kawasan yang direklamasi itu dipanggil polder.
Negara ini dibagi kepada dua bagian utama oleh sungai Rhine (Rijn), Waal, dan Maas.
Arah angin yang utama di Belanda ialah barat daya, yang menyebabkan iklim kepulauan yang sederhana, dengan musim panas yang dingin dan musim sejuk yang sederhana.
Ekonomi
Untuk artikel lanjutan, lihat: Ekonomi Belanda
Belanda mempunyai ekonomi yang maju dan terbuka yang mana pemerintahan telah mengurangi peranannya dalam mengawal ekonomi Belanda sejak 1980-an. Aktivitas ekonomi utama di Belanda adalah termasuk pemrosesan makanan, bahan kimia, pemrosesan minyak, dan pembuatan mesin listrik. Walaupun sektor pertaniannya hanya menyediakan peluang pekerjaan kurang dari 4% populasi, Belanda mampu menghasilkan kelebihan dalam industri makanan untuk diekspor. Belanda menduduki urutan ketiga dalam daftar pengekspor makanan, setelah Amerika Serikat dan Perancis.
Sebagai negara perintis Euro, Belanda menggantikan mata uang lamanya, gulden pada 1 Januari 1999.
Budaya
Untuk artikel lanjutan, lihat: Budaya Belanda
Belanda mempunyai banyak pelukis ternama. Ketika abad ke-17, Belanda melahirkan banyak pelukis andal seperti Rembrandt van Rijn, Johannes Vermeer, Jan Steen dan lain-lain. Pelukis ternama abad ke-19 dan 20 pula ialah Vincent van Gogh dan Piet Mondriaan selain M.C. Escher (ahli seni grafik) dan Han van Meegeren (pemalsu seni).
Belanda juga merupakan tanah air Desiderius Erasmus dan Baruch de Spinoza. René Descartes pula banyak menjalankan pekerjaannya di Belanda.
Lihat pula
- Hindia-Belanda
- Daftar Negara-Negara di Dunia
- Kerajaan Belanda
- Daftar Kota Belanda
- Kota terbesar di Belanda
- Daftar Tokoh Belanda
Pranala luar
- http://www.netherlands-embassy.org/
Kategori:Belanda
Kategori:Negara
ja:オランダ
ko:네덜란드
ms:Belanda
nb:Nederland
simple:Netherlands
th:ประเทศเนเธอร์แลนด์
zh-min-nan:Kē-tē-kok
Hindia-Belanda
Hindia-Belanda dahulu kala adalah sebuah jajahan Belanda, sekarang disebut Indonesia. Jajahan Belanda ini bermula dari properti VOC yang antara lain memiliki Jawa dan Maluku serta beberapa daerah lain semenjak abad ke 17. Setelah VOC dibubarkan pada tahun 1798, maka semua properti VOC menjadi milik pemerintah Republik Batavia.
Pada tahun 1900 hanya pulau Jawa saja yang secara keseluruhan milik Belanda. Lalu pada tahun-tahun selanjutnya semua daerah lain di Nusantara ditaklukkan atau “dipasifikasikan” (didamaikan). Pada puncaknya pada tahun 1942, Hindia-Belanda memiliki semua daerah Indonesia sekarang. Timor Timur tidak pernah dikuasai Belanda. Selain itu, kota Kota Malakka, Taiwan, Sri Langka pernah dimiliki VOC dan pemerintah Belanda.
Pada 17 Agustus 1945, kemerdekaan Indonesia diproklamasikan. Belanda menentang dan memerangi para pejuang kemerdekaan. Baru pada 27 Desember 1949, kedaulatan Indonesia diakui. Papua Barat (Irian Jaya) masih dikuasai Belanda sampai tahun 1961.
Lihat pula
- Belanda
- Daftar Penguasa Hindia-Belanda
- Indonesia
- KNIL
-
ja:オランダ領東インド
KNILKNIL adalah singkatan dari bahasa Belanda; het Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger, atau secara harafiah: "Tentara Kerajaan Hindia-Belanda".
Dengan berdirinya negara Republik Indonesia dan TNI serta diakui kedaulatannya oleh Belanda pada tanggal 27 Desember 1949 maka pada tahun 1950 KNIL dibubarkan.
Lihat pula
- Daftar perkataan K
- Daftar Utama
kategori:Kamus Wiki
kategori:Hindia-Belanda
simple:KNIL
Perang Dunia II. Gambar ini merupakan simbol berakhirnya Perang Dunia II di Eropa.]]
Perang Dunia II, secara resmi mulai berkecamuk pada tanggal 1 September 1939 sampai tanggal 14 Agustus 1945. Tapi ada yang berpendapat sebenarnya sudah mulai pada tanggal 1 Maret 1937 ketika Jepang menjajah Manchuria. Sampai saat ini, perang ini adalah perang yang paling dahsyat pernah terjadi di muka bumi. Kurang lebih 50.000.000 (limapuluh juta) orang tewas dalam konflik ini.
Secara kasar bisa dikatakan bahwa peperangan mulai pada saat penjajahan Jerman di Polandia pada tanggal 1 September 1939 dan berakhir pada tanggal 14/15 Agustus ketika Jepang menyerah kepada tentara Amerika Serikat, meskipun ada yang berpendapat sebenarnya perang ini sudah lebih awal mulai.
Perang berkecamuk di tiga benua tua: Afrika, Asia dan Eropa. Di bawah ini disajikan pertempuran-pertempuran dan peristiwa penting di setiap benua.
Asia dan Pasifik
Eropa
Artikel utama: Perang Pasifik
1937: Perang Sino-Jepang
Artikel utama: Perang Sino-Jepang (1937-1945)
Konflik perang mulai di Asia beberapa tahun sebelum pertikaian dimulai di Eropa. Jepang telah menginvasi China pada 1931, jauh sebelum Perang Dunia II dimulai di Eropa. Pada 1 Maret, Jepang menunjuk Henry Pu Yi menjadi raja di Manchukuo, negara boneka di Manchuria. Pada 1937, perang telah dimulai, ketika Jepang mengambil alih China.
Roosevelt menandatangani sebuah perintah eksekutif yang tidak diterbitkan (rahasia) pada Mei 1940 mengijinkan personel militer A.S. untuk mundur dari tugas sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam operasi terselubung di China: Grup Sukarelawan Semua, juga dikenal sebagai Harimau Terbang Chennault. Selama periode tujuh bulan, Harimau Terbang Chennault menghancurkan sekitar 600 pesawat Jepang, menenggelamkan sejumlah kapal Jepang dan memberhentikan invasi Jepang terhadap Burma. Dengan Amerika Serikat dan negara lainnya memotong ekspor ke Jepang, Jepang merencanakan serangan terhadap Pearl Harbor pada 7 Desember 1941 tanpa peringatan deklarasi perang, mengakibatkan kerusakan parah di Armada Pasifik Amerika. Hari berikutnya, pasukan Jepang tiba di Hong Kong, yang kemudian menyebabkan menyerahnya pasukan Inggris pada Hari Natal di kemudian hari di bulan itu.
1940: Jajahan Perancis Vichy
Pada 1940, Jepang menduduki Indochina Prancis (Vietnam) sesuai persetujuan dengan Pemerintahan Vichy meskipun secara lokal terdapat kekuatan Prancis Bebas (Free French), dan bergabung dengan kekuatan Axis Jerman dan Italia. Aksi ini menguatkan konflik Jepang dengan Amerika Serikat dan Britania Raya yang bereaksi dengan boikot minyak.
1941: Pearl Harbor, A.S. turut serta dalam perang, invasi Jepang di Asia Tenggara
Artikel utama: Pemboman Pearl Harbor
Pada 7 Desember 1941, pesawat Jepang dikomandoi oleh "Vice Admiral" Chuichi Nagumo melaksanakan serangan udara kejutan terhadap Pearl Harbor, pangkalan angkatan laut A.S. terbesar di Pasifik. Pasukan Jepang menghadapi perlawanan kecil dan menghancurkan pelabuhan tersebut. AS dengan segera mengumumkan perang terhadap Jepang.
Bersamaan dengan serangan terhadap Pearl Harbor, Jepang juga menyerang pangkalan udara A.S. di Filipina. Setelah serangan ini, Jepang menginvasi Filipina, dan juga Koloni Inggris Hong Kong, Malaya, Borneo dan Birma dengan maksud menguasai ladang minyak Hindia Belanda. Seluruh wilayah ini, dan lebih luas lagi, jatuh ke tangan Jepang dalam waktu bulanan saja. Markas Inggris di Singapura juga dikuasai yang dianggap oleh Churchill salah satu kekalahan paling memalukan Inggris dalam sejarah.
1942: Invasi Hindia-Belanda
Penyerbuan ke Hindia Belanda diawali dengan serangan Jepang ke Labuan, Brunei, Singapura, Semenanjung Malaya, Palembang, Tarakan dan Balikpapan yang merupakan daerah-daerah sumber minyak. Jepang sengaja mengambil taktik tersebut sebagai taktik gurita yang bertujuan mengisolasi kekuatan Hindia Belanda dan Sekutunya yang tergabung dalam front ABDA (America (Amerika Serikat), British (Inggris), Dutch (Belanda), Australia) yang berkedudukan di Bandung. Dimana serangan serangan itu mengakibatkan kehancuran pada armada laut ABDA khususnya Australia dan Belanda.
Sejak peristiwa ini, Sekutu akhirnya memindahkan basis pertahanannya ke Australia meskipun demikian Sekutu masih mempertahankan beberapa kekuatannya di Hindia Belanda agar tidak membuat Hindia Belanda merasa ditinggalkan dalam pertempuran ini.
Jepang mengadakan serangan laut besar-besaran ke Pulau Jawa pada bulan Februari-Maret 1942 dimana terjadi Pertempuran Laut Jawa antara armada laut Jepang melawan armada gabungan yang dipimpin oleh Laksamana Karel Doorman. Armada Gabungan sekutu kalah dan Karel Doorman gugur.
Jepang menyerbu Batavia (Jakarta) yang akhirnya dinyatakan sebagai kota terbuka, kemudian terus menembus Subang dan berhasil menembus garis pertahanan Lembang-Ciater, kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan Sekutu-Hindia Belanda terancam. Sementara di front Jawa Timur, tentara Jepang berhasil menyerang Surabaya sehingga kekuatan Belanda ditarik sampai garis pertahanan Porong.
Terancamnya kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan dan pengungsian membuat panglima Hindia Belanda Letnan Jendral Ter Poorten mengambil inisiatif mengadakan perdamaian. Kemudian diadakannya perundingan antara Tentara Jepang yang dipimpin oleh Jendral Hitoshi Imamura dengan pihak Belanda yang diwakili Letnan Jendral Ter Poorten dan Gubernur Jendral jhr A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer. Pada Awalnya Belanda bermaksud menyerahkan kota Bandung namun tidak mengadakan kapitulasi atau penyerahan kekuasaan Hindia Belanda kepada Pihak Jepang. Pada saat itu posisi Panglima tertinggi angkatan perang Hindia Belanda tidak lagi berada pada Gubernur Jendral namun diserahkan kepada Ter Poorten sehingga dilain waktu Belanda menganggap bahwa kedudukan di Hindia Belanda masih tetap sah dilanjutkan. Namun setelah Jepang mengancam akan mengebom kota Bandung akhirnya Jendral Ter Poorten setuju untuk menyerah tanpa syarat kepada Jepang.
1942: Laut Coral, Port Moresby, Midway, Guadalcanal
Pada Mei 1942, serangan laut terhadap Port Moresby, Papua Nugini digagalkan oleh pasukan Sekutu dalam Perang Laut Coral. Kalau saja penguasaan Port Moresby berhasil, Angkatan Laut Jepang dapat juga menyerang Australia. Ini merupakan perlawanan pertama yang berhasil terhadap rencana Jepang dan pertarungan laut pertama yang hanya menggunakan kapal induk. Sebulan kemudian invasi Pulau Midway dapat dicegah dengan terpecahnya pesan rahasia Jepang, menyebabkan pemimpin Angkatan Laut AS mengetahui target berikut Jepang yaitu Pulau Midway. Pertempuran ini menyebabkan Jepang kehilangan empat kapal induk yang industri Jepang tidak dapat menggantikannya, sementara Angkatan Laut AS kehilangan satu kapal induk. Kemenangan besar buat AS ini menyebabkan Angkatan Laut Jepang kini dalam posisi bertahan.
Namun, dalam bulan Juli penyerangan darat terhadap Port Moresby dijalankan melalui Track Kokoda yang kasar. Di sini pasukan Jepang bertemu dengan pasukan cadangan Australia, banyak dari mereka masih muda dan tak terlatih, menjalankan aksi perang dengan keras kepala menjaga garis belakang sampai tibanya pasukan reguler Australia dari aksi di Afrika Utara, Yunani dan Timur Tengah.
Para pemimpin Sekutu telah setuju mengalahkan Nazi Jerman adalah prioritas utama masuknya Amerika ke dalam perang. Namun pasukan AS dan Australia mulai menyerang wilayah yang telah jatuh, mulai dari Pulau Guadalcanal, melawan tentara Jepang yang getir dan bertahan kukuh. Pada 7 Agustus 1942 pulau tersebut diserang oleh Amerika Serikat. Pada akhir Agustus dan awal September, selagi perang berkecamuk di Guadalcanal, sebuah serangan amfibi Jepang di timur New Guinea dihadapi oleh pasukan Australia dalam Teluk Milne, dan pasukan darat Jepang menderita kekalahan meyakinkan yang pertama. Di Guadalcanal, pertahanan Jepang runtuh pada Februari 1943.
1943–45: Offensif Sekutu di Asia dan Pasifik
Pasukan Australia and AS melancarkan kampanye yang panjang untuk merebut kembali bagian yang diduduki oleh Pasukan Jepang di Kepulauan Solomon, New Guinea dan Hindia Belanda, dan mengalami beberapa perlawanan paling sengit selama perang. Seluruh Kepulauan Solomon direbut kembali pada tahun 1943, New Britain dan New Ireland pada tahun 1944. Pada saat Filipina sedang direbut kembali pada akhir tahun 1944, Pertempuran Teluk Leyte berkecamuk, yang disebut sebagai perang laut terbesar sepanjang sejarah. Offensif besar terakhir di area Pasifik barat daya adalah kampanye Borneo pertengahan tahun 1945, yang ditujukan untuk mengucilkan sisa-sisa pasukan Jepang di Asia Tenggara, dan menyelamatkan tawanan perang Sekutu.
Kapal selam dan pesawat-pesawat Sekutu juga menyerang kapal dagang Jepang, yang menyebabkan industri di Jepang kekurangan bahan baku. Bahan baku industri sendiri merupakan salah satu alasan Jepang memulai perang di Asia. Keadaan ini semakin efektif setelah Marinir AS merebut pulau-pulau yang lebih dekat ke kepulauan Jepang.
Tentara Nasionalis China (Kuomintang) dibawah Chiang Kai-shek dan Tentara Komunis China dibawah Mao Zedong, keduanya sama-sama menentang pendudukan Jepang terhadap China, tetapi tidak pernah benar-benar bersekutu untuk melawan Jepang. Konflik kedua kekuatan ini telah lama terjadi jauh sebelum Perang Dunia II dimulai, yang terus berlanjut, sampai batasan tertentu selama perang, walaupun lebih tidak kelihatan.
Pasukan Jepang telah merebut sebagian dari Burma, memutuskan Jalan Burma yang digunakan oleh Sekutu untuk menyuplai Tentara Nasionalis China. Hal ini menyebabkan Sekutu harus menyusun suatu logistik udara berkelanjutan yang besar, yang lebih dikenal sebagai "flying | | |