Home About us Products Services Contact us Bookmark
:: wikimiki.org ::
Sutoyo Siswomiharjo

Sutoyo Siswomiharjo

Sutoyo Siswomiharjo (Kebumen, 23 Agustus 1922Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 1965) adalah seorang Mayor Jenderal TNI yang menjadi korban dalam peristiwa Gerakan 30 September di Indonesia. Ia dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Siswomiharjo Siswomiharjo Siswomiharjo

Kebumen

Profil

Kebumen adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Ibukotanya ialah Kebumen Kota. Luas wilayah Kabupaten Kebumen 1.282,74 km² dengan populasi 1.182.744 jiwa (2003); mereka tersebar di bagian utara di wilayah pegunungan, selatan di daerah pantai, dan tengah yang berupa tanah datar. Saat ini kabupaten Kebumen dipimpin oleh Drs. Rustriningsih, salah satu dari sedikit Bupati wanita di Indonesia. Sebagai daerah agraris, sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani. Pada 2002, kabupaten ini memiliki areal padi sawah seluas 67.407 ha dengan hasil produksi 370.343,97 ton, serta padi ladang 6.495 ha dengan hasil 27.849,21 ton. Kebumen juga memiliki tambang andesit seluas 452 ha dengan potensi 560 juta ton. Salah satu obyek wisata ziarah yang paling sering dikunjungi adalah Masjid Al Hikmah, di Desa Kajoran, Kec. Karanggayam. Masjid yang konon didirikan oleh Panembahan Romo (atau dikenal sebagai Pangeran Kajoran) pada abad ke 18 ini, memiliki riwayat sejarah yang spektakuler karena didirikan oleh sisa-sisa dari 6000 santri yang dibunuh oleh Amangkurat I karena dianggap berani mengkritik pemerintah Mataram. Kini banyak orang yang ingin sukses, dapat jodoh, pangkat, penglaris dan para calon anggota DPRD serta tokoh-tokoh politik lokal maupun nasional datang ke sana untuk melakukan Shalat Duha dan ada pula yang minta air dari sumur Pak Kyai (K.H. Djamin Imam Fachrurrozi) yang konon diperlukan untuk pengobatan. Wallahu'alam. Yang pasti, wilayah yang dikelilingi perbukitan ini sangatlah indah dan menawan, menawarkan pesona pedesaan yang masih asli. Wisata hiking menawarkan Anda pesiar ke Gunung Condong dan dari sana Anda dapat melihat keindahan seluruh Kabupaten Kebumen dari ujung ke ujung. Jika Anda ingin ke sana, dari Karanganyar ke arah utara, sekitar 20 menit pakai mobil (jalannya sudah halus, berkat bu Rustri) , dan jika hendak memperbanyak ibadah di masjid Kajoran, Anda dapat menginap di rumah Pak Djamin, hanya dengan Rp.50.000,- semalam.

Obyek-obyek wisata di Kebumen


- Gua Jatijajar
- Pantai Petanahan
- Pantai Logending
- Benteng Van der Wijk.
- Pantai Ayah Kategori:Daerah Tingkat II Kategori:Jawa Tengah

23 Agustus

23 Agustus adalah hari ke-235 (hari ke-236 dalam tahun kabisat) dalam kalender Gregorian.

Peristiwa


- 1821 - Meksiko merdeka dari Spanyol.
- 1839 - Britania Raya merebut Hong Kong.
- 1866 - Pakta Praha mengakhiri Perang Austria-Prusia.
- 1942 - Berawalnya Pertempuran Stalingrad.
- 1945 - Presiden Soekarno memberikan pidato pertamanya melalui radio kepada rakyat Indonesia.
- 1949 - Konferensi Meja Bundar dimulai di Den Haag.
- 1975 - Kudeta komunis berhasil dilaksanakan di Laos.
- 1990 - Armenia merdeka dari Uni Soviet.
- 1998 - Partai Amanat Nasional didirikan.

Kelahiran


- 1754 - Louis XVI, Raja Perancis (w. 1793)
- 1922 - Sutoyo Siswomiharjo, korban peristiwa Gerakan 30 September (w. 1965)
- 1923 - Ibu Tien, istri Presiden Indonesia, Soeharto (w. 1996)

Meninggal


- 634 - Abu Bakar, kalifah pertama (l. 572)
- 1305 - William Wallace, ksatria Skotlandia (l. sekitar 1276)

Hari besar dan peringatan

---- 22 Agustus - 23 Agustus - 24 Agustus - Kalender Peristiwa category:Kalender Peristiwa ja:8月23日 ko:8월 23일 ms:23 Ogos simple:August 23 th:23 สิงหาคม

Lubang Buaya

Lubang Buaya adalah sebuah tempat di kawasan Pondok Gede, Jakarta yang menjadi tempat pembuangan para korban Gerakan 30 September (G30S/PKI) pada 30 September 1965. Secara spesifik, sumur Lubang Buaya terletak di Kelurahan Lubang Buaya di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Lubang Buaya pada terjadinya G30S/PKI saat itu merupakan pusat pelatihan milik Partai Komunis Indonesia. Saat ini di tempat tersebut berdiri Lapangan Peringatan Lubang Buaya yang berisi Monumen Pancasila, sebuah museum diorama, sumur tempat para korban dibuang, serta sebuah ruangan berisi relik. Nama Lubang Buaya sendiri berasal dari sebuah legenda yang menyatakan bahwa ada buaya-buaya putih di sungai yang terletak di dekat kawasan itu.

Pranala luar


- [http://www.wcities.com/en/record/,113454/190/record.html Artikel pariwisata]
- [http://www.mesias.8k.com/lubangbuaya.htm "Misteri Lubang Buaya"], diakses 3 Oktober 2005
- [http://www.wirantaprawira.de/pakorba/gestapu.htm "Buku "Menyingkap Kabut Halim 1965": Kontroversi Lubang Buaya"], diakses 3 Oktober 2005 Kategori:Jakarta

Jakarta

Daerah Khusus Ibukota Jakarta
100px
(Lambang DKI Jakarta)
Motto: "Jaya Raya"
(Bahasa Indonesia): "Jaya dan Besar (Agung)"
Image:Locator_jakarta_final.png
Hari jadi 22 Juni 1527
Ibu kotaJakarta
GubernurSutiyoso
Wilayah
 - Total:

661,52 km²
Daerah Tk. II
 - Jumlah:

5 Kotamadya dan 1 Kabupaten
Penduduk
 - Total (2004):
 - Kepadatan:

8.792.000
16.667/km²
Suku bangsaBetawi (+/-10%), Jawa, Sunda, Tionghoa (10%), dll.
AgamaIslam, Kristen, Buddha, dll.
BahasaIndonesia, Betawi, Jawa, Sunda, dll.
Zona waktu(WIB)
MaskotElang Bondol
Lagu kedaerahantidak ada
Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta adalah sebuah provinsi sekaligus ibu kota Indonesia. Karena Jakarta merupakan sebuah kota yang amat besar dan sekaligus ibu kota Indonesia, maka kota ini mempunyai status yang sama dengan sebuah provinsi. Jakarta terletak di bagian barat laut pulau Jawa. Koordinatnya adalah [http://kvaleberg.com/extensions/mapsources/index.php?params=6_11_S_106_50_E_ 6°11′ LS 106°50′ BT]. Pada tahun 2004, luasnya adalah sekitar 650 km² dan penduduknya berjumlah 8.792.000 jiwa.

Sejarah

2004 Jakarta pertama kali dikenal sebagai pelabuhan di muara Sungai Ciliwung. Asal-usulnya bisa ditelusuri dari zaman Hindu pada abad ke-5. Orang Eropa pertama yang datang ke Jakarta adalah orang Portugis. Pada abad ke-16, para pendatang Portugis diberi izin mendirikan benteng di Sunda Kelapa. Asal-usul hari jadi Jakarta tanggal 22 Juni adalah penaklukan Sunda Kelapa oleh Fatahillah pada tahun 1527 dan mengganti nama kota tersebut menjadi Jayakarta yang berarti kemenangan. Orang Belanda datang ke Jayakarta sekitar akhir abad ke-16 dan pada 1619, VOC dipimpin oleh Jan Pieterszoon Coen menaklukan Jayakarta dan kemudian mengubah namanya menjadi Batavia. Dalam masa Belanda, Batavia berkembang menjadi kota yang besar dan penting. Penjajahan oleh Jepang dimulai pada 1942 dan mengganti nama Batavia menjadi Jakarta untuk menarik hati penduduk pada Perang Dunia II. Kota ini juga merupakan tempat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 dan diduduki Belanda sampai pengakuan kedaulatan pada 1949. Pada Mei 1998, terjadi kerusuhan di Jakarta yang sasarannya kebanyakan adalah orang Tionghoa. Gedung MPR/DPR diduduki oleh para mahasiswa yang menginginkan reformasi. Buntut kerusuhan ini adalah turunnya Presiden Soeharto dari kursi kepresidenan. Lihat Kerusuhan Mei 1998

Budaya

Sebagai ibu kota Indonesia, Jakarta menarik pendatang dari seluruh Indonesia, apalagi melihat kurang meratanya pertumbuhan di pusat dan daerah menyebabkan arus urbanisasi yang besar. Urbanisasi inilah yang membawa berbagai budaya masuk ke Jakarta. Suku-suku yang mendiami Jakarta antara lain Suku Betawi, Jawa, Sunda, Minang, Batak, dan Tionghoa. Budaya lain yang juga khas di Jakarta adalah bahasa gaul yang dipakai oleh penduduk yang biasanya berusia remaja. Beberapa contoh penggunaan bahasa ini adalah Please donk ah! dan So what gitu loh!. remaja Budaya Betawi sebagai penduduk asli agak tersingkirkan oleh budaya lain baik dari Indonesia maupun budaya Barat. Untuk melestarikan budaya Betawi, didirikanlah cagar budaya di Situ Babakan.

Musik

Seperti halnya budaya dan etnik di Jakarta yang merupakan perpaduan dari berbagai macam budaya dan etnik baik dari seluruh wilayah di Indonesia maupun dari luar Indonesia seperti halnya Belanda, Tiongkok, Portugis, Arab dan India, musik di Jakarta menggambarkan perpaduan-perpaduan tersebut baik musik tradisional maupun modern. Bahkan sampai saat ini, Jakarta masih dianggap kiblat bagi perkembangan musik di Indonesia. Untuk musik tradisional di Jakarta, seperti tanjidor dan gambang kromong, terdapat pengaruh baik etnis dari luar Jakarta Sunda seperti penggunaan rebab dan terompet tradisional. Kemudian pengaruh asing seperti halnya Trombone dan Gitar dari Eropa dan beberapa irama musik tradisional Tionghoa.

Tari

Seperti halnya dalam budaya dan musik, seni tari di Jakarta merupakan perpaduan antara unsur unsur budaya masyarakat yang ada di dalamnya. Pada awalnya, seni tari di Jakarta memiliki pengaruh Sunda dan Tionghoa seperti tariannya yang memiliki corak tari Jaipong dengan kostum penari khas pemain Opera Beijing. Namun Jakarta dapat dinamakan daerah yang paling dinamis. Selain seni tari lama juga muncul seni tari dengan gaya dan koreografi yang dinamis.

Cerita Rakyat

Cerita rakyat yang berkembang di DKI Jakarta selain cerita rakyat yang sudah dikenal seperti Si Pitung juga dikenal cerita rakyat lain seperti serial Jagoan Tulen yang mengisahkan jawara-jawara Betawi baik dalam perjuangan maupun kehidupannya yang dikenal "keras". Selain mengisahkan jawara atau pendekar dunia persilatan, juga dikenal cerita Nyai Dasima yang menggambarkan kehidupan zaman kolonial. Selain budaya Musik, Tari-tarian dan Cerita rakyat, Masyarakat Betawi juga mengenal seni lenong dan topeng betawi. si janthuk yang kini sudah dianggap langka.

Demografi

Jumlah penduduk di Jakarta sekitar 9.792.000 (2004) namun pada siang hari, angka tersebut akan bertambah seiring datangnya para pekerja dari kota satelit seperti Bekasi dan Depok. Bahasa yang digunakan di Jakarta adalah Bahasa Indonesia. Bahasa daerah juga digunakan oleh orang-orang yang satu suku dan karena di Jakarta terdapat berbagai suku, bahasa Indonesialah yang paling sering dipakai. Selain itu, muncul juga bahasa gaul yang tumbuh di kalangan anak muda dengan kata-kata yang terkadang diambil dari bahasa lain. Agama yang dianut di DKI Jakarta sangat beragam termasuk kelima agama yang diakui pemerintah Indonesia (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha) tempat peribadatan agama tersebut juga tersedia di Jakarta contohnya
- Masjid Istiqlal
- Masjid Agung Al-Azhar
- Gereja Katedral Jakarta
- Gereja Imanuel
- Pura Adhitya Jaya
- Vihara Dhammacakka Jaya Vihara Dhammacakka Jaya.

Pemerintahan

Vihara Dhammacakka Jaya DKI Jakarta memiliki status khusus sebagai Daerah Khusus Ibukota. Kota ini dibagi kepada lima kotamadya dan satu kabupaten. Mereka adalah:
- Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu
- Jakarta Utara, memiliki kode pos 14xxx.
- Jakarta Pusat, memiliki kode pos 10xxx.
- Jakarta Barat, memiliki kode pos 11xxx.
- Jakarta Timur, memiliki kode pos 13xxx.
- Jakarta Selatan, memiliki kode pos 12xxx.

Daftar Gubernur Jakarta

No. Periode Nama Gubernur Keterangan
1 1945 - 1951 Suwiryo
2 1951 - 1953 Syamsurizal
3 1953 - 1960 Sudiro
4 1960 - 1964 Dr. Soemarno
5 1964 - 1965 Henk Ngantung
6 1965 - 1966 Dr. Soemarno
7 1966 - 1977 Ali Sadikin
8 1977 - 1982 H. Tjokropranolo
9 1982 - 1987 Soeprapto
10 1987 - 1992 Wiyogo Atmodarminto
11 1992 - 1997 Soerjadi Soedirdja
12 1998 - 2003 Sutiyoso
13 2003 - 2008 Sutiyoso

Pendidikan

Pendidikan di DKI Jakarta tersedia dari playgroup sampai perguruan tinggi. Kualitas dari pendidikan pun juga sangat bervariasi dari gedung mewah ber-AC sampai yang bahkan gedungnya sudah akan rubuh khususnya di tingkat SD dan SMP. Belakangan ini mulai muncul berbagai sekolah dengan kurikulum yang diserap dari negara lain seperti Singapura dan Australia. Sekolah lain dengan kurikulum Indonesia pun juga muncul yang memiliki pengajaran berbeda. DKI Jakarta juga menjadi lokasi berbagai universitas yang terkemuka seperti
- Universitas Indonesia
- Universitas Negeri Jakarta (dahulu IKIP Jakarta)
- Universitas Trisakti
- Universitas Atma Jaya
- Universitas Pancasila

Transportasi

Dalam kota

Universitas Pancasila Di DKI Jakarta, tersedia jaringan jalan raya dan jalan tol yang melayani seluruh kota namun perkembangan jumlah mobil dengan jumlah jalan sangat timpang (5-10% dengan 4-5%). Menurut data dari Dinas Perhubungan DKI, tercatat 46 kawasan dengan 100 titik simpang rawan macet di Jakarta. Definisi rawan macet adalah arus tidak stabil, kecepatan rendah serta antrean panjang. Kawasan yang memiliki lebih dari empat titik simpang rawan macet adalah:
- Kawasan Ancol/Gunung Sahari
- Kawasan Jatibaru/Tanah Abang
- Kawasan Kalimalang
- Kawasan Mampang/Buncit
- Kawasan Pasar Minggu
- Kawasan Pondok Indah
- Kawasan Pulo Gadung
- Kawasan Tambora. Jakarta sebagai pusat ekonomi juga turut memperparah kemacetan di Jakarta karena selain dilalui penduduk DKI, jalan di Jakarta juga melayani para pelaju dari kota di sekitar Jakarta seperti Depok, Bekasi, Tangerang, dan Bogor. Untuk di dalam kota, kemacetan dapat dilihat di Sudirman apalagi di jam-jam pulang kantor. Pemda DKI telah menghadirkan layanan transportasi umum yang dikenal sebagai TransJakarta menggunakan bus dan halte yang berada di jalur khusus. Koridor Busway yang ada di Jakarta adalah
- Koridor I Blok M- Stasiun Kota
- Koridor II Pulogadung - Harmoni (belum selesai)
- Koridor III Kalideres - Harmoni (belum selesai) Selain itu, Pemda juga sedang membangun dua jalur monorel yairu Green Line dan Blue Line.

Dari dan ke

Untuk ke kota-kota di Pulau Jawa, bisa dicapai dari Jakarta dengan jaringan jalan dan beberapa ruas jalan tol. Jalan tol yang paling baru adalah Jalan Tol Cipularang yang mempersingkat waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi sekitar 1,5 jam. Untuk ke Sumatera, tersedia layanan penyeberangan dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni. Bandara yang terdapat di Jakarta adalah
- Bandara Internasional Soekarno Hatta yang berfungsi sebagai pintu masuk internasional utama.
- Bandara Halim Perdanakusuma

Kondisi dan sumber daya alam

Pada tahun 2004, untuk kesekian kalinya, Kota Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan meraih penghargaan Bangun Praja kategori "Kota Terbersih dan Terindah di Indonesia" (dulu disebut "Adipura"). Salah satu faktor penentu keberhasilan kedua kota tersebut adalah keberadaan kawasan Menteng (Jakpus) dan Kebayoran Baru (Jaksel). Kawasan di DKI Jakarta yang identik dengan pepohonan adalah
- Kosambi (
Schleichera oleosa), Jakarta Barat
- Menteng (
Baccauera dulciss Muell), Jakarta Pusat
- Cempaka Putih (
Michelia alba) Jakarta Pusat
- Karet (
Ficus elastica), Jakarta Pusat
- Kemang (
Mangifera caecea) Jakarta Selatan
- Kebayoran/Kebayuran (bayur=
Pterospermum javanicum), Jakarta Selatan
- Kelapa Gading (
Cocos capitata), Jakarta Utara
- Sunda Kelapa (
Cocos nucifera), Jakarta Utara
- Kapuk (
Ceiba petandra), Jakarta Utara
- Kayu Putih (
Eucalyptus alba), Jakarta Timur
- Kebon Pala (
Myristica fragrans), Jakarta Timur Hingga kini eksistensi pohon telah menjadi identik dengan nama kawasan-kawasan itu. Namun, penebangan pohon kota memusnahkan pohon sebagai identitas karakter lanskap kawasan yang memakai nama-nama pohon tersebut.

Pariwisata

DKI Jakarta juga memiliki berbagai tujuan pariwisata seperti
- Kebun Binatang Ragunan
- Monumen Nasional
- Museum Gajah
- Taman Mini Indonesia Indah
- Taman Impian Jaya Ancol
- Pulau Seribu
Lihat pula: Museum-museum di Jakarta

Pusat perbelanjaan

Pada program "Enjoy Jakarta", Pemda menonjolkan pariwisata di pusat-pusat perbelanjaan yang terdapat di Jakarta. Beberapa tahun terakhir ini memang terjadi tren pembangunan pusat perbelanjaan dari yang mewah sampai pusat grosir. Di pusat perbelanjaan tersebut juga muncul berbagai waralaba internasional yang mulai merebak seperti Starbucks selain juga waralaba nasional seperti Es Teler 77, di beberapa wilayah Kecamatan juga tersedia pusat belanja kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau seperti Indomaret dan Alfamart.

Permasalahan sosial

Alfamart Posisi DKI Jakarta sebagai pusat perekonomian telah mendorong orang-orang di luar Jakarta dan luar pulau Jawa untuk berbondong-bondong mencari rezeki di ibu kota Indonesia ini. Banyak dari orang-orang yang datang ke Jakarta tidak dibekali dengan keahlian atau keterampilan khusus, sehingga beberapa dampak sosial yang sering muncul adalah masalah pengangguran yang berkaitan erat dengan masalah kemiskinan dan kriminalitas. Jumlah pendatang di Jakarta (2002-2005) Catatan:
- perkiraan
Sumber: Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta

Lihat pula


- Daftar provinsi Indonesia
- Jabotabek
- Jagorawi
- Pekan Raya Jakarta

Pranala luar


- [http://www.jakarta.go.id Situs resmi Pemerintah DKI]
- [http://http://www.kependudukancapil.go.id Situs Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI] Kategori:Ibukota dunia Kategori:Ibukota Provinsi di Indonesia ja:ジャカルタ ms:Jakarta simple:Jakarta th:จาการ์ตา zh-min-nan:Jakarta


1965

1965

Peristiwa


- Nasionalisasi dan pengambilalihan semua perusahaan asing di Indonesia
- Demonstrasi besar-besaran mengutuk agresi Amerika Serikat ke Vietnam
- USIS ditutup di seluruh Indonesia
- SK Menpen RI no 17/SK/65 membridel 21 harian dan mingguan di Jakarta dan Medan yang dianggap anti komunis
- Poros Jakarta-Phnom Penh-Peking
- Inflasi di Indonesia mencapai 600%
- Usaha membentuk satuan bersenjata yang disebut Angkatan ke-5
- Konferensi Asia-Afrika II di Aljazair
- Isu Dewan Jenderal dan Dokumen Gillchrist
- Pemberontakan G-30-S, 30 September
- Pembentukan Komando Aksi dari berbagai golongan dan organisasi
- Pembubaran PKI dan ormasnya, 16 Oktober
- Pembekuan kegiatan SOBSI, 27 Oktober
- Pembersihan unsur PKI dilingkungan ABRI dan instansi pemerintahan

Lahir

Wafat


- Ahmad Yani, Jenderal, Lubang Buaya 1 Oktober
- Haryono MT, Letnan Jenderal, Lubang Buaya 1 Oktober
- Karel Satsuit Tubun, AIP, Jakarta 1 Oktober
- Katamso Darmokusumo, Brigadir Jenderal, Lubang Buaya 1 Oktober
- Panjaitan DI, Mayor Jenderal, Lubang Buaya 1 Oktober
- Pieree Tandean, Kapten, Jakarta 1 Oktober
- Rasuna Said, Hj Rangkayo, Jakarta 2 November
- Siswondo Parman, Letnan Jenderal, Lubang Buaya 1 Oktober
- Sugiono, Kolonel, 2 Oktober
- Suprapto R, Letnan Jenderal, Lubang Buaya 1 Oktober
- Sutoyo Siswomiharjo, Mayor Jenderal, Lubang Buaya 1 Oktober ja:1965年 ko:1965년 ms:1965 simple:1965 th:พ.ศ. 2508

TNI

Tentara Nasional Indonesia terdiri dari ketiga angkatan bersenjata, yaitu TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Masing-masing angkatan memiliki Kepala Staf Angkatan. Dalam sejarahnya, TNI pernah digabung dengan Kepolisian. Gabungan ini disebut ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). Sesuai Ketetapan MPR nomor VI/MPR/2000 tentang pemisahan TNI dan POLRI serta Ketetapan MPR nomor VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan peran POLRI maka pada tanggal 30 September 2004 telah disahkan RUU TNI oleh DPR RI yang selanjutnya ditanda tangani oleh Presiden Megawati pada tanggal 19 Oktober 2004. TNI dipimpin oleh seorang Panglima TNI. Panglima TNI saat ini adalah Jenderal TNI Endriartono Sutarto.

Jati diri TNI

Sesuai UU TNI pasal 2, Jati diri Tentara Nasional Indonesia adalah: a. Tentara Rakyat, yaitu tentara yang anggotanya berasal dari warga negara Indonesia; b. Tentara Pejuang, yaitu tentara yang berjuang menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak mengenal menyerah dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugasnya; c. Tentara Nasional, yaitu tentara kebangsaan Indonesia yang bertugas demi kepentingan negara di atas kepentingan daerah, suku, ras, dan golongan agama; d. Tentara Profesional, yaitu tentara yang terlatih, terdidik, diperlengkapi secara baik, tidak berpolitik praktis, tidak berbisnis, dan dijamin kesejahteraannya, serta mengikuti kebijakan politik negara yang menganut prinsip demokrasi, supremasi sipil, hak asasi manusia, ketentuan hukum nasional, dan hukum internasional yang telah diratifikasi.

Tugas TNI

Sesuai UU TNI Pasal 7 ayat (1), Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. (2) Tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan: a. operasi militer untuk perang; b. operasi militer selain perang, yaitu untuk: 1. mengatasi gerakan separatis bersenjata; 2. mengatasi pemberontakan bersenjata; 3. mengatasi aksi terorisme; 4. mengamankan wilayah perbatasan; 5. mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis; 6. melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri; 7. mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya; 8. memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta; 9. membantu tugas pemerintahan di daerah; 10. membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang-undang; 11. membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia; 12. membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan; 13. membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue); serta 14. membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan, perompakan, dan penyelundupan. (3) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.

Sejarah TNI

Awal pembentukan

Negara Indonesia pada awal berdirinya sama sekali tidak mempunyai kesatuan tentara. Badan Keamanan Rakyat yang dibentuk dalam sidang PPKI tanggal 22 Agustus 1945 dan diumumkan oleh Presiden pada tanggal 23 Agustus 1945 bukanlah tentara sebagai suatu organisasi kemiliteran yang resmi. BKR baik di pusat maupun di daerah berada di bawah wewenang KNIP dan KNI Daerah dan tidak berada di bawah perintah presiden sebagai panglima tertinggi angkatan perang. BKR juga tidak berada di bawah koordinasi Menteri Pertahanan. BKR hanya disiapkan untuk memelihara keamanan setempat agar tidak menimbulkan kesan bahwa Indonesia menyiapkan diri untuk memulai peperangan menghadapi Sekutu.

Lihat pula


- Tanda Kepangkatan TNI
- Undang undang TNI Bab I sd Bab VI
- Undang undang TNI Bab VII sd Bab XI
- Penjelasan Undang undang TNI bagian pertama
- Penjelasan Undang undang TNI bagian kedua

Pranala luar


- [http://www.tni.mil.id/ Situs Resmi Markas Besar TNI]
- [http://www.mabesad.mil.id/ Situs Resmi TNI Angkatan Darat]
- [http://www.tnial.mil.id/ Situs Resmi TNI Angkatan Laut]
- [http://www.tni-au.mil.id/ Situs Resmi TNI Angkatan Udara]
- [http://www.dephan.go.id/ Situs Resmi Departemen Pertahanan RI]
- Sejarah Nasional dan Umum untuk Kelas 2 Semester 2 cetakan Tiga Serangkai category:Tentara Nasional Indonesia category:Militer

Gerakan 30 September

Gerakan 30 September atau yang sering disingkat G 30 S PKI adalah sebuah kejadian yang terjadi pada tanggal 30 September 1965 di mana enam pejabat tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha pemberontakan yang disebut sebagai usaha kudeta oleh anggota Partai Komunis Indonesia.

Latar belakang dan peristiwa

Hingga 1965, PKI telah menguasai banyak dari organisasi massa yang dibentuk Soekarno untuk memperkuat dukungan untuk rezimnya dan, dengan persetujuan dari Soekarno, memulai kampanye untuk membentuk "Angkatan Kelima" dengan mempersenjatai pendukungnya. Para petinggi militer menentang hal ini. Pada 30 September 1965, enam jendral senior dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta yang disalahkan kepada para pengawal istana yang loyal kepada PKI. Panglima Komando Strategi Angkatan Darat saat itu, Mayjen Soeharto, menumpas kudeta tersebut dan berbalik melawan PKI. Soeharto lalu menggunakan situasi ini untuk mengambil alih kekuasaan.

Korban

Keenam pejabat tinggi yang dibunuh tersebut adalah:
- Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani,
- Mayjen TNI R. Suprapto
- Mayjen TNI M.T. Haryono
- Mayjen TNI Siswondo Parman
- Brigjen TNI DI Panjaitan
- Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo Jenderal TNI A.H. Nasution juga disebut sebagai salah seorang target PKI namun dia tidak meninggal. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Nasution dan ajudan AH Nasution, Lettu Pierre Tandean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut. Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban:
- AIP Karel Satsuit Tubun
- Brigjen Katamso Darmokusumo
- Kolonel Sugiono Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede, Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya. Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober.

Pasca kejadian

Sesudah kejadian tersebut, 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September. Hari berikutnya, 1 Oktober, ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Pada masa pemerintahan Soeharto, biasanya sebuah film mengenai kejadian tersebut juga ditayangkan di seluruh stasiun televisi di Indonesia setiap tahun pada tanggal 30 September. Namun sejak era Reformasi bergulir, film itu sudah tidak ditayangkan lagi. Peristiwa ini sampai sekarang masih diliputi banyak misteri. Banyak pertanyaan yang tertinggal, misalnya dugaan bahwa pemberontakan ini mungkin sengaja diciptakan Soeharto untuk merebut kekuasaan dari Soekarno. Selain itu peristiwa ini juga memicu peristiwa mengenaskan lainnya yaitu pembantaian manusia secara sia-sia yang dikatakan antek-antek PKI, terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Pada peristiwa amuk massa di mana pimpinan tidak mengambil tindakan, diperkirakan antara 500.000 sampai 2.000.000 jiwa manusia melayang. Hal ini merupakan halaman terhitam sejarah Indonesia mulai tahun 1945 sampai saat ini.

Lihat juga


- Gerwani
- Letkol Untung
- DN Aidit
- Cakrabirawa

Pranala luar


- [http://jkt.detik.com/gudangdata/mistericia/1.shtml Tulisan tentang keterlibatan CIA dalam G 30S/PKI disertai cuplikan isi laporan CIA untuk Presiden Lyndon Johnson]
- [http://www.progind.net Kolektif Info Coup d'etat 65] kategori:Sejarah Indonesia Kategori:Lembaran hitam dalam sejarah Indonesia

Kategori:Kelahiran 1922

ja:Category:1922年生 ko:분류:1922년 태어남

Kategori:Kematian 1965

ja:Category:1965年没 ko:분류:1965년 죽음

No Exit (album)

No Exit is a title of several albums:
- No Exit (Fates Warning album), by the progressive metal group Fates Warning in 1988
- No Exit (Blondie album), by the new wave group Blondie in 1999

wagi slots aminokwasy tablice online casinos










































:: RELATED NEWS ::
Urucungo
O Berimbau é um instrumento de percussão usado tradicionalmente em cerimônias do Candomblé no Brasil e também na Capoeira, para marcar o ritmo da luta. No Brasil é ainda conhecido pelos seguintes nomes: urucungo, urucurgo, orucungo, oricungo, uricungo, rucungo, ricungo, berimbau
Urucurgo
O Berimbau é um instrumento de percussão usado tradicionalmente em cerimônias do Candomblé no Brasil e também na Capoeira, para marcar o ritmo da luta. No Brasil é ainda conhecido pelos seguintes nomes: urucungo, urucurgo, orucungo, oricungo, uricungo, rucungo, ricungo, berimbau
Orucungo
O Berimbau é um instrumento de percussão usado tradicionalmente em cerimônias do Candomblé no Brasil e também na Capoeira, para marcar o ritmo da luta. No Brasil é ainda conhecido pelos seguintes nomes: urucungo, urucurgo, orucungo, oricungo, uricungo, rucungo, ricungo, berimbau
Oricungo
O Berimbau é um instrumento de percussão usado tradicionalmente em cerimônias do Candomblé no Brasil e também na Capoeira, para marcar o ritmo da luta. No Brasil é ainda conhecido pelos seguintes nomes: urucungo, urucurgo, orucungo, oricungo, uricungo, rucungo, ricungo, berimbau
Uricungo
O Berimbau é um instrumento de percussão usado tradicionalmente em cerimônias do Candomblé no Brasil e também na Capoeira, para marcar o ritmo da luta. No Brasil é ainda conhecido pelos seguintes nomes: urucungo, urucurgo, orucungo, oricungo, uricungo, rucungo, ricungo, berimbau
Rucungo
O Berimbau é um instrumento de percussão usado tradicionalmente em cerimônias do Candomblé no Brasil e também na Capoeira, para marcar o ritmo da luta. No Brasil é ainda conhecido pelos seguintes nomes: urucungo, urucurgo, orucungo, oricungo, uricungo, rucungo, ricungo, berimbau
Ricungo
O Berimbau é um instrumento de percussão usado tradicionalmente em cerimônias do Candomblé no Brasil e também na Capoeira, para marcar o ritmo da luta. No Brasil é ainda conhecido pelos seguintes nomes: urucungo, urucurgo, orucungo, oricungo, uricungo, rucungo, ricungo, berimbau
Berimbau de barriga
O Berimbau é um instrumento de percussão usado tradicionalmente em cerimônias do Candomblé no Brasil e também na Capoeira, para marcar o ritmo da luta. No Brasil é ainda conhecido pelos seguintes nomes: urucungo, urucurgo, orucungo, oricungo, uricungo, rucungo, ricungo, berimbau
Berimbau-de-barriga
O Berimbau é um instrumento de percussão usado tradicionalmente em cerimônias do Candomblé no Brasil e também na Capoeira, para marcar o ritmo da luta. No Brasil é ainda conhecido pelos seguintes nomes: urucungo, urucurgo, orucungo, oricungo, uricungo, rucungo, ricungo, berimbau
Marimbau
O Berimbau é um instrumento de percussão usado tradicionalmente em cerimônias do Candomblé no Brasil e também na Capoeira, para marcar o ritmo da luta. No Brasil é ainda conhecido pelos seguintes nomes: urucungo, urucurgo, orucungo, oricungo, uricungo, rucungo, ricungo, berimbau
All Rights Reserved 2005 wikimiki.org